1 / 41

DIT. AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DITJEN PERBENDAHARAAN 2011

PERDIRJEN PERBENDAHARAAN NOMOR PER-82/PB/20 11 TENTANG PEDOMAN AKUNTANSI PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH PADA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA. DIT. AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DITJEN PERBENDAHARAAN 2011. Definisi-definisi. Piutang adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada K/L

miyo
Download Presentation

DIT. AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DITJEN PERBENDAHARAAN 2011

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERDIRJEN PERBENDAHARAANNOMOR PER-82/PB/2011TENTANG PEDOMAN AKUNTANSI PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH PADA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DIT. AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DITJEN PERBENDAHARAAN 2011

  2. Definisi-definisi • Piutang adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada K/L dan/atau hak K/L yang dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau akibat lainnya yang sah. • Kualitas Piutang adalah hampiran atas ketertagihan piutang yang diukur berdasarkan kepatuhan membayar kewajiban oleh debitor. • Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. • Piutang Jangka Pendek adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan. • Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan.

  3. RUANG LINGKUP • Pedoman akuntansi penyisihan piutang tidak tertagih yang diatur meliputi: • Piutang PNBP di lingkungan K/L berdasarkan pungutan pendapatan negara, tidak termasuk di lingkungan BUN; • Piutang PNBP di lingkungan K/L berdasarkan perikatan, tidak termasuk Uang Muka Belanja, Belanja Dibayar Di Muka, serta pinjaman dan penerusan pinjaman; • Piutang PNBP di lingkungan K/L karena Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi.

  4. AKUNTANSI PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH • UAKPA melakukan akuntansi penyisihan piutang tak tertagih terhadap piutang yang dimiliki dan/atau dikuasainya, baikterhadap piutang jangka pendek dan piutang jangka panjang. • Penghitungan penyisihan piutang tidak tertagih dijabarkan di dalam Kartu Penyisihan Piutang Tak Tertagih • Nilai penyisihan tidak bersifat akumulatif tetapi ditetapkan setiap semester dan tahunan sesuai perkembangan kualitas piutang. • Tata cara penetapan kualitas piutang dan besarnya tarif penyisihan sesuai PMK 201/PMK.06/2010

  5. AKUNTANSI PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH • Penatausahaan piutang mengacu kepada Perdirjen Perbendaharaanyang mengatur PenatausahaanPiutang PNBP pada Satker K/L. • Berdasarkan Kartu Penyisihan Piutang, dilakukan input dengan formulir jurnal aset

  6. TATA CARA PELAPORAN SERTA PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN… UAKPA • UAKPA menyajikan penyisihan piutang tidak tertagih di dalam neraca setiap semester dan tahunan. • UAKPA mengungkapkan informasi yang lebih rinci dalam CaLK. • UAKPA menyampaikan informasi tentang penyisihan piutang tidak tertagih melalui laporan keuangan ke UAPPA-W atau UAPPA-E1 setiap semester dan tahunan. TATA CARA PELAPORAN SERTA PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN… UAPPA-W • UAPPA-W menyajikan penyisihan piutang tidak tertagih di dalam laporan keuangan UAPPA-W setiap semester dan tahunan berdasarkan laporan keuangan UAKPA. • UAPPA-W mengungkapkan lebih rinci dalam Catatan atas Laporan Keuangan. • UAPPA-W menyampaikan informasi tentang penyisihan piutang tidak tertagih melalui laporan keuangan kepada UAPPA-E1 setiap semester dan tahunan.

  7. TATA CARA PELAPORAN SERTA PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN…UAPPA-E1 • UAPPA-E1 menyajikan penyisihan piutang tidak tertagih di dalam laporan keuangan UAPPA-E1 setiap semester dan tahunan berdasarkan laporan keuangan UAPPA-W/UAKPA. • UAPPA-E1 mengungkapkan lebih rinci dalam Catatan atas Laporan Keuangan. • UAPPA-E1 menyampaikan informasi tentang penyisihan piutang tidak tertagih melalui laporan keuangan kepada UAPA setiap semester dan tahunan. TATA CARA PELAPORAN SERTA PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN…UAPA • UAPA menyajikan penyisihan piutang tidak tertagih di dalam neraca UAPA setiap semester dan tahunan berdasarkan laporan keuangan UAPPA-E1. • UAPA mengungkapkan lebih rinci dalam Catatan atas Laporan Keuangan. • UAPA menyampaikan informasi tentang penyisihan piutang tidak tertagih melalui laporan keuangan kepada Menteri Keuangan c.q Ditjen Perbendaharaan setiap semester dan tahunan

  8. KETENTUAN LAIN-LAIN • Prosedur Akuntansi Terlampir • Diterapkan mulai penyusunan Laporan Keuangan K/L Tahun 2011.

  9. LAMPIRAN PERDIRJENPENYISIHAN PIUTANG

  10. TarifPenyisihanPiutangTakTertagih • Penyisihan Piutang tidak Tertagih yang umum ditetapkan paling sedikit 5‰ (lima permil)dari Piutang yang memiliki kualitas lancar. • Penyisihan Piutang tidak Tertagih khusus ditetapkan sebagai berikut: • 10% dari piutang dengan kualitas kurang lancar setelah dikurangi dengan nilai agunan atau nilai barang sitaan. • 50% dari piutang dengan kualitas diragukan setelah dikurangi dengan nilai agunan atau nilai barang sitaan. • 100% dari piutang dengan kualitas macet setelah dikurangi dengan nilai agunan atau nilai barang sitaan.

  11. Pembentukan Penyisihan Piutang Tak Tertagih

  12. PEMBENTUKAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH JANGKA PENDEK SATKER: JANGKA PENDEK SATKER BLU:

  13. PEMBENTUKAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH JANGKA PANJANG SATKER: JANGKA PANJANG SATKER BLU:

  14. PENYESUAIAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH Jurnal penambahan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka pendekSatker: • Jurnal penambahan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka pendek BLU:

  15. PENYESUAIAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH Jurnal penambahan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka panjangSatker: • Jurnal penambahan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka panjang BLU:

  16. PENYESUAIAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH Jurnal pengurangan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka pendekSatker: • Jurnal pengurangan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka pendekSatker BLU:

  17. PENYESUAIAN PENYISIHAN PIUTANG TIDAK TERTAGIH Jurnal pengurangan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka panjangSatker: • Jurnal pengurangan nilai penyisihan piutang tidak tertagih untuk piutang jangka panjangSatker BLU:

  18. PENGHAPUSBUKUAN PIUTANG Untukpiutangjangkapendekjurnalnyaadalahsebagaiberikut: Untukpiutangjangkapendeksatker BLU jurnalnyaadalahsebagaiberikut:

  19. PENGHAPUSBUKUAN PIUTANG Untukpiutangjangkapanjangjurnalnyaadalahsebagaiberikut:

  20. PENGHAPUSBUKUAN PIUTANG Untukpiutangjangkapanjangsatker BLU jurnalnyaadalahsebagaiberikut:

  21. ILLUSTRASI #1 • Satker A memilikipiutang TGR sejak 1 Oktober 2011 senilai 24 juta yang akandiangsurRp 1 juta per bulanselama 24 bulansetiaptanggal 1 mulai 1 Oktober 2011. • Sampai 31 Desember 2011 pegawai yang bersangkutanmengangsurtepatwaktu.

  22. PerlakuanAkuntansi • Tanggal 1 Oktober 2011 dicatatasetberupaTagihanTuntutanGantiRugisebesar Rp24.000.000 denganjurnalsebagaiberikut: • Tanggal 31 Desember 2011 perludilakukanpenyesuaianuntukmengakuibeberapaperubahandalamasettersebut: • MengakuipenguranganTagihanTuntutanGantiRugikarenapelunasanuntukbulanOktobers.d. Desember 2011

  23. PerlakuanAkuntansi • MengakuiperubahanklasifikasidariTagihanTuntutanGantiRugi yang merupakankelompokAsetLainnyamenjadiBagianLancarTuntutanGantiRugi yang merupakankelompokAsetLancar. • BagianTagihan TGR yang jatuh tempo kurangdari 12 bulanadalahsebesar 12 juta. • Reklasifikastersebutdicatatdenganjurnalsebagaiberikut:

  24. PerlakuanAkuntansi • Mengakuiadanyakemungkinanpiutang yang tidakdapatdirealisasikanmelaluiakunPenyisihanPiutangTidakTertagih. • Dalamilustrasiini, piutang yang dimilikisatkerpadatanggalpelaporantermasukdalamkategorikualitaslancar. Penyisihanpiutangtidaktertagihdihitungsebagaiberikut • 5/1000 X Rp21.000.000= Rp105.000, • Alokasiuntukpiutangjangkapendekdanpanjangdihitungsecaraproporsional • Untukpenyisihanbagianlancar TGR= • (12.000.000/21.000.000)*Rp105.000=Rp60.000 • Untukasetlainnyaadalah= • (9.000.000/21.000.000)*Rp105.000=Rp45.000. • Penyesuaiantersebutdicatatdenganjurnal:

  25. PenyajiandiNeraca per 31 Des 2011

  26. ILLUSTRASI #2 • Satker A memilikipiutang TGR sejak 1 Oktober 2011 senilai 24 juta yang akandiangsurRp 1 juta per bulanselama 24 bulan. • Sampaidengantanggal 31 Desember 2011 pegawai yang bersangkutanmenunggakcicilanpertama, kedua, danketiga. Atastunggakancicilantersebuttelahditerbitkansurattagihankeduapadatanggal 25 November 2011. • Selanjutnyapadatanggal 05 Juni 2012, piutangtersebutdihapusbukukanberdasarkansuratkeputusanpenghapusbukuanpiutangpemerintah.

  27. PerlakuanAKuntansi Tanggal 1 Oktober 2011 dicatatasetberupaTagihanTuntutanGantiRugidenganjurnalsebagaiberikut:

  28. PerlakuanAkuntansi • Padatanggal 31 Desember 2011 perludilakukanpenyesuaianuntukmengakuibeberapaperubahandalamasettersebut. • KarenadebiturtidakmelakukanpembayaranatasutangnyamakatidakdiperlukanjurnaluntukmencatatpenguranganTagihanTuntutanGantiRugi. • MengakuiperubahanklasifikasidariTagihanTuntutanGantiRugi yang merupakankelompokAsetLainnyamenjadiBagianLancarTuntutanGantiRugi yang merupakankelompokAsetLancaruntukTagihan TGR yang jatuh tempo kurangdari 12 bulan. • Dalamilustrasiinireklasifikasisebesar Rp15.000.000 berasaldaripiutangtahun 2011 (Rp3.000.000) dan 2012 (Rp12.000.000). Reklasifikastersebutdicatatdenganjurnalsebagaiberikut:

  29. PerlakuanAkuntansi • Mengakuiadanyakemungkinanpiutang yang tidakdapatdirealisasikanmelaluiakunPenyisihanPiutangTidakTertagih. Dalamilustrasiini, piutang yang dimilikisatkerpadatanggalpelaporantermasukdalamkategoridiragukan. Penyisihanpiutangtidaktertagihdihitungsebagaiberikut • 50/100 X Rp24.000.000= Rp12.000.000, alokasiuntukpiutangjangkapendekdanpanjangdihitungsecaraproporsional. Untukpenyisihanbagianlancar TGR= (15.000.000/24.000.000)*Rp12.000.000=Rp7.500.000 dansedangkanuntukasetlainnyaadalah (9.000.000/24.000.000)*Rp12.000.000=Rp4.500.000. Penyesuaiantersebutdicatatdenganjurnal:

  30. PenyajiandiNeraca Per 31 Des 2011

  31. PerlakuanAkuntansi Padatanggal 30 Juni 2012, penghapusbukuanpiutangpemerintahtersebutakandicatatsebagaiberikut: Untukasetlainnyajurnalnyaadalahsebagaiberikut:

  32. PenyajiandiNeraca per 30 Juni 2012

  33. Ilustrasi #3 • PerguruanTinggi ABC (Satker BLU) memilikipiutangpendapatanuangpendidikansejak 1 Desember 2011 senilai 4 juta yang belumdilunasiolehmahasiswasampaidengan 31 Desember 2011. • Atastunggakantersebuttelahditerbitkansurattagihanpertamapadatanggal 27 Desember 2011. • Piutangtersebutdilunasipadatanggal 02 April 2012

  34. PerlakuanAkuntansi • Tanggal 1 Desember 2011 dicatatasetberupaPiutang BLU PelayananPendidikandenganjurnalsebagaiberikut:

  35. PerlakuanAkuntansi • Tanggal 31 Desember 2011, Satkerperlumengakuiadanyakemungkinanbahwapiutangtersebuttidakdapatditagihdenganmengakuipenyisihanpiutang yang tidaktertagih, denganperhitungansebagaiberikut: • Kualitaspiutangadalahlancarmeskipunsudahdikeluarkansuratteagihanpertamanamunsurattagihantersebutbelummelwati 1 bulan. Dengandemikiantarifpenyusutannyasebesar 5 per mil daripiutang. • Rp4.000.000X5/1000= Rp20.000 • Jurnaluntukmencatatpenyisihanpiutangtidaktertagihtersebutadalah

  36. PenyajiandiNeraca per 31 Des 2011

  37. PerlakuanAkuntansi • Tanggal 30 Juni 2012, satkerperlumengakuipelunasanpiutangpendapatanpendidikandanpenihilansaldopenyisihanpiutangtidaktertagih. Jurnaluntukmembukukantransaksitersebutadalahsebagaiberikut:

  38. PenyajiandiNeraca per 31 Des 2011

  39. terimakasih

More Related