DWI SUTANTO, 2150402035
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 7

DWI SUTANTO, 2150402035 REFERENSI DALAM WACANA TULIS BERBAHASA INDONESIA DI SURAT KABAR PowerPoint PPT Presentation


  • 223 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

DWI SUTANTO, 2150402035 REFERENSI DALAM WACANA TULIS BERBAHASA INDONESIA DI SURAT KABAR. Identitas Mahasiswa.

Download Presentation

DWI SUTANTO, 2150402035 REFERENSI DALAM WACANA TULIS BERBAHASA INDONESIA DI SURAT KABAR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • DWI SUTANTO, 2150402035REFERENSI DALAM WACANA TULIS BERBAHASA INDONESIA DI SURAT KABAR


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • Identitas Mahasiswa

  • - NAMA : DWI SUTANTO - NIM : 2150402035 - PRODI : Sastra Indonesia - JURUSAN : Bahasa & Sastra Indonesia - FAKULTAS : Bahasa dan Seni - EMAIL : - PEMBIMBING 1 : Drs. Haribakti Mardikantoro, M.Hum. - PEMBIMBING 2 : Drs. Haryadi, M.Hum - TGL UJIAN : 2007-02-07


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • Judul

  • REFERENSI DALAM WACANA TULIS BERBAHASA INDONESIA DI SURAT KABAR


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • Abstrak

  • Dalam wacana tulis terdapat berbagai unsur seperti pelaku perbuatan,penderita perbuatan, pelengkap perbuatan, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku,dan tempat perbuatan. Unsur itu acap kali harus diulang-ulang untuk mengacukembali atau untuk memperjelas makna. Oleh karena itu, pemilihan kata sertapenempatannya harus tepat sehingga wacana tadi tidak hanya kohesif, tetapi jugakoheren. Dengan kata lain, referensinya atau pengacuannya harus jelas. Hubunganreferensial menandai hubungan kohesif wacana melalui pengacuan. Pengacuanatau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingualtertentu yang mengacu pada satuan lingual yang lain atau suatu acuan yangmendahului atau mengikutinya.Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas adalah 1) jenis penandareferensial apa yang terdapat pada wacana tulis dalam surat kabar harian Kompas,Suara Merdeka, dan Solopos, 2) wujud penanda referensial apa sajakah yangterdapat pada wacana tulis dalam surat kabar harian Kompas, Suara Merdeka, danSolopos, dan 3) bagaimana proporsi penggunaan jenis dan wujud penandareferensial yang terdapat pada wacana tulis dalam surat kabar harian Kompas,Suara Merdeka, dan Solopos. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanjenis penanda referensial yang terdapat pada wacana tulis dalam surat kabar, danmendiskripsikan wujud penanda referensial yang terdapat pada wacana tulisdalam surat kabar beserta proporsinya.Sasaran atau objek penelitian ini berupa penggalan wacana yang diambildari wacana yang berupa wacana tulis dalam surat kabar di surat kabar Kompas,Suara Merdeka, dan Solopos bulan September 2006. Pendekatan dalam penelitianini, secara teoretis dan metodologis. Secara teoretis digunakan pendekatan analisiswacana, sedangkan secara metodologis digunakan pendekatan deskriptifkualitatif. Dalam penelitian ini data yang diambil adalah penggalan wacana tulisyang mengandung referensi dalam surat kabar di harian Kompas, Suara Merdeka,dan Solopos bulan September 2006. Sumber data penelitian ini adalah wacanatulis dalam surat kabar di harian Kompas, Suara Merdeka, dan Solopos bulanSeptember 2006 yang mengandung referensi. Metode yang digunakan dalampenelitian adalah metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data yangdigunakan adalah metode agih. Metode penyajian analisis data adalah metodeinformal karena hanya menggunakan kata-kata biasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis penanda referensial di suratkabar berdasarkan tempat acuannya menyangkut pengacuan endofora danpengacuan eksofora; sedangkan jenis penanda referensial menurut tipenyameliputi referensi persona, referensi demonstratif dan referensi komparatif.Adapun wujud penanda referensial dalam surat kabar tersebut meliputi saya, aku,-ku, kami, kita, engkau, kamu, Anda, kau-, -mu, ia, dia, -nya, mereka, ini, itu, sini,situ, sana, begini, begitu, demikian, tersebut, seperti, lebih…, lebih…. dari pada,ter-, dan yang paling.Dalam penelitian ini, penulis hanya mengkaji dari segi wacana, itupundalam ruang lingkup hubungan referensial. Oleh karena itu, disarankan adapenelitian lebih lanjut dan lebih mendalam mengenai wacana tulis dalam suratkabar bukan hanya dari segi ilmu wacana saja tetapi dari sudut pandang yang lain.


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • Kata Kunci

  • wacana tulis, referensi,


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • Referensi

  • Alwi, Hasan. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi 3. Jakarta: BalaiPustaka.Baryadi, Praptomo. 2002. Dasar-dasar Analisis Wacana dalam Ilmu Bahasa.Yogyakarta: Pustaka Gondhosuli.Brown, Gillian dan George Yule. 1996. Analisis Wacana. Terjemahan I. Soetikno.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Cahyono, Bambang Yudi. 1995. Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: AirlanggaUniversity Press.Hartono, Bambang. 2000. Kajian Wacana Bahasa Indonesia. Diktat Perkuliahan .Universitas Negeri Semarang._________, 1998. “Pemarkah Kohesi Penyulihan Wacana Kenegaraan: AnalisisBenang Pengikat Pidato Nawaksara”. Artikel dalam Lingua Artistika JurnalBahasa dan Seni. Hlm. 23-36. Semarang: IKIP Semarang Press.Jamil, Aisyiyah Nur. 2005. Tindak Tutur Ekspresif dan Direktif pada WacanaSurat Pembaca Rubrik “Redaksi YTH” Harian Kompas. Skripsi.Universitas Negeri Semarang.Kridalaksana, Harimurti. 1994. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Edisi Kedua.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama._________. 1978. “Keutuhan Wacana” dalam Bahasa dan Sastra.tahun IV No. 1Jakarta: PPPBLubis, Hamid Hasan. 1993. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa.Munasilah, Siti Ulwiyah. 2002. Interferensi Bahasa Jawa ke dalam BahasaIndonesia pada Surat Kabar Terbitan Jawa Tengah Bulan Agustus 2001.Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Nunan, David.1992. Mengembangkan Pemahaman Wacana: Teori dan Praktik.Terjemahan Elly, W. Silangen. Jakarta: Rebia Indah Pustaka.Oka, I. G. N. dan Suparno. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: DepartemenPendidikan dan Kebudayaan.Poerwadarminta, W. J. S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PNBalai Pustaka.Purwati, Sri Kristiana Budi. 2003. Kohesi Wacana Iklan Undian Berhadiah mediaMasa Cetak. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Purwo, Bambang Kaswanti. 1993. PELLBA 6 Pertemuan Linguistik LembagaBahasa Atma Jaya Keenam. Yogyakarta: Kanius.Rahmawati, Anita Dewi. 2003. Diksi dan Gaya Bahasa dalam Wacana PojokKompas. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Ramlan, M. 1993. Paragraf Alur Pikiran dan Kepaduannya dalam BahasaIndonesia. Yogyakarta: Andi Offset.Retnaningtyas, Nina. 2004. Tindak Tutur Tidak Harfiah serta Fungsinya dalamWacana Rubrik “Semarangan” Harian Suara Merdeka. Skripsi.Universitas Negeri Semarang.Sakri, Adjat. 1992. Bangun Paragraf Bahasa Indonesia. Bandung: Penerbit ITB.Sriyanti. 2002. Gaya Bahasa dalam Teks Berita Harian Umum KompasBerdasarkan Pilihan Kata dan Struktur Kalimat. Skripsi. UniversitasNegeri Semarang.Subyantoro, dan Fathur Rokhman. 1996. “Pemarkah Kohesi Referensial WacanaCerpen: Sebuah Analisis Benang Pengikat Antarproposisi pada Cerpen‘Kisah Malti’ ”. Artikel dalam Media. Hlm. 41-56. Semarang: IKIPSemarang Press.Sumarlam, dkk. 2003. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: PustakaCakra.Sumadi, dkk. 1998. Kohesi dan Koherensi dalam Wacana Naratif Bahasa Jawa.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Syamsuddin, dkk. 1997. Studi Wacana Bahasa Indonesia. Jakarta: DepartemenPendidikan dan Kebudayaan.Tarigan, Henry Guntur. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.


Dwi sutanto 2150402035 referensi dalam wacana tulis berbahasa indonesia di surat kabar

  • Terima Kasih

  • http://unnes.ac.id


  • Login