slide1
Download
Skip this Video
Download Presentation
Dampak Penyakit Kawasaki Terhadap Sistem Kardiovaskular

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 31

Dampak Penyakit Kawasaki Terhadap Sistem Kardiovaskular - PowerPoint PPT Presentation


  • 301 Views
  • Uploaded on

Dampak Penyakit Kawasaki Terhadap Sistem Kardiovaskular. Penyakit Kawasaki ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Dampak Penyakit Kawasaki Terhadap Sistem Kardiovaskular' - micol


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide4

Penyakit Kawasaki ditemukan oleh Dr Tomisaku Kawasaki di Jepang tahun 1967 dan saat itu dikenal sebagai mucocutaneous lymphnode syndrome.

Penampakan penyakit ini juga dapat mengelabui mata sehingga dapat terdiagnosis sebagai campak, alergi obat, infeksi virus, atau bahkan penyakit gondong.

Penyakit yang lebih sering menyerang ras Mongol ini terutama menyerang balita dan paling sering terjadi pada usia 1-2 tahun.

slide5

Angka kejadian per tahun di Jepang tertinggi di dunia, yaitu berkisar 1 kasus per seribu anak balita.

  • Peringkat itu disusul oleh Korea dan Taiwan.
  • Adapun di Amerika Serikat berkisar 0,09 (pada ras kulit putih) sampai 0,32 (pada keturunan Asia-Pasifik) per seribu balita.
  • Di Indonesia, kasus PK sudah ada sejak tahun 1996., Indonesia baru resmi tercatat dalam peta penyakit Kawasaki dunia setelah laporan seri kasus PK dari Advani dkk diajukan pada simposium internasional penyakit Kawasaki ke-8 di San Diego, AS, pada awal 2005. 
slide6

Diduga, kasus di Indonesia tidaklah sedikit, dan menurut perhitungan kasar, berdasarkan angka kejadian global dan etnis di negara kita, tiap tahun akan ada 3.300-6.600 kasus PK.

Kasus yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah angka ini.

Antara 20 dan 40 persennya mengalami kerusakan pada pembuluh koroner jantung. Sebagian akan sembuh. Namun, sebagian lain terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu.

Sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan jantung.

penyakit kawasaki di indonesia
Penyakit Kawasaki di Indonesia

Diperkirakan 5000 kasus/tahun

Dr NajibAdvaninSpAK

Terdiagnosa 100 kasus

27 kasustelahdilaporkan

Di Bandung 10 kasus

Dari 3 RS

slide9

KRITERIA DIAGNOSIS

Demam remiten ≥ 5 hari, disertai 4 dari 5 lima kriteria:

Injeksi konjungtiva bilateral, nonpurulen

Perubahan bibir dan mukosa mulut:

hiperemis dan pecah-pecah pada bibir; eritema difus pada orofaring,

strawberry tongue

limfadenopati servikal (≥1,5cm), unilateral

Perubahan pada ekstremitas:

edema & eritema, dan/atau deskuamasi periungual

Ruam polimorfik (makulopapular)

slide14

Penyakit Kawasaki

Spektrumklinis yang luas

Sebagianbesarkasus

Tidakadagejalasisa

Sebagiankecil

Keterlibatankardiovaskular

slide15

Penyakit Kawasaki

Akut

Self limited vasculitis

IVIG

5-6%

Untreated

20-40%

aneurisma a. koronaria

slide16

Imunologi

human leukocyte antigen (HLA)

class I

Etiologi

Penyakit Kawasaki

6p21.3

Infeksi

edema dariselototpolos.

Pembengkakanselendoteldansubendotel

lapisanelastisinternatetaputuh

Arteritis

perjalanan penyakit
Perjalananpenyakit

aneurisma

  • Faseakut
    • Febris
    • Inflamasi, miokarditis, perikardialefusion
    • Arteritispada a. koronaria
    • Berlangsung 1-2 minggu

inflamasi

  • Fasesubakut
    • Fever, rash, danlimfadenopatimulaimenghilang
    • Deskuamasipadaekstremitas
    • Aneurisma a. koronaria
    • Berlangsungselama 1-2 minggu

Trombositosis

Predisposisi a

cute coronorytromsobosis

Healing dan fibrosis

Stenosis a. koronaria

  • Fasekonvalesen
    • Gejalaklinikhilang
    • LED mulaiturun
    • 6-8 minggusetelah onset
slide19

Penyakit Kawasaki

Akut

Self limited vasculitis

IVIG

5-6%

Untreated

20-40%

aneurisma a. koronaria

slide20

Vasculitis

Aneurisma

arteri

Penyakit Kawasaki

Miokarditis

slide21

Penyakit Kawasaki

Arteritis

seluruhpembuluhdarah

Terutamaarteribesar.

  • Aneurisma
  • A.koronaria
  • A. Mesenterika
  • A. femoralis
  • A. illiaka, ginjal
  • A. Aksila
  • A. brakial.
slide22

Harada score

Faktorrisikoterjadinyaaneurisma

Memenuhi 4 kriteriadalam 9 hari onset penyakit

Lekosit > 12 000/mm3;

Trombosit < 350 000/mm3;

CRP >3

Hematocrit <35%;

albumin <3.5 g/dL;

Usia <12 bulan

Lakilaki.

4 tanda

IVIG

slide23

PatomekanismePenyakit Kawasaki

Disfungsi endotelial

Kerusakan endotel

Diganti oleh jaringan ikat

Inflamasi

Ventrikel kanan

Aneurisma

Stenosis

Fistula

slide24

PENATALAKSANAAN PENYAKIT KAWASAKI

  • Aspirin

ImunoglobuIin Intravena(IGIV)

Fase akut :

Pemberian IGIV bersamaan dengan aspirin dosis tinggi

dapat menurunkan kejadian aneurisma arteri coronaria sampai 1%

Steroid

Pentoksifillin, Infliksimab, Plasma exchange, Ulinastatin, Absiksimab, dan Siklofosfamid

slide25

TATALAKSANA AKUT

Dalam 10 hari setelah onset

IVIG 2 g/kg

(dosis tunggal)

slide26

Peran Intravenous Imunoglobulin (IVIG )

dan Aspirin

PadaPenyakit Kawasaki

Inflamasi

Trombus

Aneurisma

  • Fase akut: 80-100 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis
  • (antipiretik dan antiinflamasi)
  • Setelah hari ke-14 & demam hilang ≥48-72 jam
  • dosis diturunkan menjadi 3-5 mg/kgBB/hari sampai
  • 6-8 minggu (antiplatelet)
slide29

Evaluasijangkapanjang

  • Serial ekokardiografi
    • 2 minggu
    • 6 minggu
    • 8 minggu
    • 1 tahun

Risk Stratification

Risk Level 1

Risk Level 2

Risk Level 3

Risk Level 4

  • Farmakologiterapi
  • Aktivitasfisik
  • Evaluasi
    • Ekokardiografi
    • Kateterisasi

Newburger JW

Pediatrics 2004;114;1708-1733

slide30

evaluasi

arterikoroner

EKOKARDIOGRAFI

fungsiventrikelkiri

morfologidan

fungsikatupjantung

efusiperikardial

ad