Resep Panjang Umur ala Mbah Sayem, Bervegetarianlah!
Download
1 / 1

Resep Panjang Umur ala Mbah Sayem, Bervegetarianlah! - PowerPoint PPT Presentation


  • 149 Views
  • Uploaded on

Resep Panjang Umur ala Mbah Sayem, Bervegetarianlah! Apa hubungan bervegetarian, umur panjang, dan kesehatan? Coba dengar komentar Mbah Sayem, perempuan tertua yang dirawat di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur (Bantul).

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Resep Panjang Umur ala Mbah Sayem, Bervegetarianlah!' - marion


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Resep Panjang Umur ala Mbah Sayem, Bervegetarianlah!

Apa hubungan bervegetarian, umur panjang, dan kesehatan? Coba dengar komentar Mbah Sayem, perempuan tertua yang dirawat di Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Budi Luhur (Bantul).

Mbah Sayem yang usianya 107 tahun ini jelas tak kenal istilah vegetarian. Ia hanya bilang tak pernah makan ikan (air tawar), ayam, sapi, kambing, apalagi seafood. “Saya enggak pernah sakit,” ujarnya tertawa.

Daging, kata Mbah Sayem, tak diminati. Baunya amis, beda dengan sayur yang segar. “Saya pernah, waktu muda dulu, coba makan lele. Namun, baru satu gigitan, saya langsung muntah. Benar-benar amis, rasanya tidak enak,” katanya dalam bahasa Jawa.

Mbah Sayem mengaku paling suka masakan dari olahan daun singkong dan sayur asem. Ia tak mau masakan yang ada kuah santannya. Asal sayuran, juga buah, dia suka.

Matanya masih cukup awas (jelas), demikian pula pendengarannya. Ia pun masih suka nyanyi. Urusan mandi masih bisa sendiri. Hanya ketika berjalan, kaki harus dilangkahkan pelan-pelan. “Mata saya ini awas juga kok sebenarnya,” ungkapnya dalam bahasa Jawa. Mbah Sayem dahulu bekerja sebagai petani, menggarap sawah bersama suami.

Nah, siapa mau mencoba resep hidup ala Mbah Sayem?


ad