1 / 16

BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK

BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK. YENI SALMA BARLINTI Hukum Kewarisan Islam Rabu , 20 April 2011. I. KAKEK MENURUT BILATERAL-HAZAIRIN. Kakek adalah bapak dari bapak atau ibu dan seterusnya ke atas baik melalui garis laki-laki maupun perempuan

maleah
Download Presentation

BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK YENI SALMA BARLINTI HukumKewarisan Islam Rabu, 20 April 2011

  2. I. KAKEK MENURUT BILATERAL-HAZAIRIN • Kakekadalahbapakdaribapakatauibudanseterusnyakeatasbaikmelaluigarislaki-lakimaupunperempuan • KakektermasukdalamKelompokKeutamaanke 4yaitusebagaimawalidaribapakataumawalidariibu • Kakekdapattampilmenjadiahliwarisbersamajandaataududa

  3. Besar Bagian Warisan Kakek • Kakekmawaliibu = 1/3sebagai zul-fara’id (An Nisa:11e) • Kakek mawali ayah = sisasebagai zul-qarabat (An Nisa:11e) • Jikapewarismeninggalkanibudankakekmelalui ayah, makaibu = seluruhhartawarisan, karenaibukelompokkeutamaanketiga, sedangkankakek = 0 (KelompokKeutamaan 4)

  4. II. KAKEK MENURUT PATRILINEAL-SYAFI'I PengertianKakek 1. KakekSahih (KakekSejati): kakek yang hubungannya dengan cucu (pewaris) tidak melalui garis perempuan, tetapi dari ayahnya ayah, dan seterusnya ke atas melalui garis laki-laki • Kakek sahih termasuk golongan ahli waris karena hubungan darah 2. KakekGairuSahih (KakekTidakSejati): kakek yang hubungannya dengan cucu (pewaris) melalui garis perempuan:(1) ayahnya ibu, (2) ayahnya nenek, baik nenek melalui ayah maupun nenek melalui ibu, dan seterusnya ke atas melalui garis perempuan • Kakek gairu sahih, termasuk zul-arham, yang dapat tampil sebagai ahli waris apabila pewaris tidak meninggalkan ahli waris zul-fara’id karena hubungan darah dan ahli waris ‘asabah

  5. DasarHukum • DASAR HUKUM bagi kakek sahih, menurut A. Hassan =Q.4:11djo. Sunnah Rasulullah, diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, dan Tarmizi dari Imran bin Hushain: “Bahwasanya datang seorang laki-laki kepada Nabi saw bertanya: “Anak laki-laki saya punya anak laki-laki, mati. Maka berapa bagian saya dari (harta) peninggalannya?” Sabdanya: “Seperenam.” Tatkala orang itu mau pergi, beliau memanggil dia lalu berkata: “Buat kamu seperenam lagi.” Tatkala orang itu berpaling sabdanya: “Seperenam yang belakangan itu pemberian.”

  6. Cont’d • Hadis riwayat Ad-Daramie dari Sya’bi: “Umarmembagi rata antara datuk dengan seorang saudara laki-laki. Apabila mereka lebih (dari dua orang) ia beri datuk 1/3;dan Umar beri kepada datuk 1/6, kalau si mati meninggalkan anak.” • Ibnu ‘Abbas: “Serahkanlahahlinya yang berhak, makasebagianbagianitukepadalebihnyaitu, adalahuntuklaki-laki yang lebihdekatkepadapewaris (liawlarojulinzakarin)”

  7. Cont’d • Mu’awiahpernahmenulissuratkepadaZaid bin Tsabitmenanyakandiadarihal (pembagian) datuk. Makaiajawab: Engkaubertanyakepadakudarihaldatuk. Sesungguhnyaakuhadirmelihatduakhalifahsebelummumemberikanbagiseparohbersamaseorangsaudara, dansepertigabesertaduasaudaraataulebih; tidakkurangdarisepertiga, walaupunsaudara-saudaraitubanyak.

  8. KedudukanKakek • Kakek = Bapak • Abu Bakr, Ibnu ‘Abbas, Siti ‘Aisyah, IbnuZubair, Mu’adz, Hasan Al Bishri, Bisyr bin ‘Iyaasy • QS Al Hajj (22) ayat 78  Ibrahim adalahbapakkamu, padahal Ibrahim kakek yang jauh • Kakekmenghijabsaudara • Kakek = Saudara • ‘UmardanZaid bin Tsabit • Kakekadalahcabangatasbagibapak, sedangkansaudaraadalahcabangbawahbagibapak. DengandemikianKakek = Saudara

  9. KakekBersamaAnakatauCucu • Apabilakakekmewarisbersamaanaklaki-lakiataucuculaki-lakimelaluianaklaki-lakidanatauanakperempuanataucucuperempuanmelaluianaklaki-laki, makakakekmendapat1/6 dariseluruhhartasebagaizulfaraid HadisUmar

  10. KakekBersamaIbudanatauSuami/Isteri • Apabilakakekmewarisbersamaibudanatausuamiatauisteri, makakakeksebagaiashabahbinnafsihi An Nisaayat 11e jo. HadisIbnuAbbastentangliawlarajulinzakarin

  11. KakekBersamaSaudara Seibu KakekmenghijabSaudara Seibu

  12. KakekBersamaSaudaraSekandungatauSaudaraSebapak • Bagianwarisanuntukkakekjikabersamasaudarasekandungatausaudarasebapakadalahbagianyang menguntungkanbaginyadariduamacambagianberikut: • 1/3 dariseluruhhartawarisan; atau • Muqasamah berbagidengansaudara-saudara

  13. KakekBersamaSaudaraSekandungatauSaudaraSebapakdanAhliWarisLainnyaKakekBersamaSaudaraSekandungatauSaudaraSebapakdanAhliWarisLainnya • Bagianwarisanuntukkakekjikabersamasaudarasekandungatausaudarasebapakdanahliwarislainnyaadalahbagianyang menguntungkanbaginyadaritigamacambagianberikut: • 1/6 dariseluruhhartawarisan; atau • 1/3 darisisahartasetelahdibagikankepadazulfaraid; atau • Muqasamah

  14. AKDARIYAH • Pewarismeninggalkanseorangsaudaraperempuansekandung, suami, kakek, danibu. • Suami = ½ = 3/6 • Ibu = 1/3 = 2/6 • Kakek = 1/6 = 1/6 • Saudaraperempuansekandung = ½ = 3/6 • Perbandingan= 3 : 2 : 1 : 3 (dijumlahkan = 9  ‘awl) • Kakekmendapatbagianlebihsedikitdaripadasaudaraperempuansekandung merupakankejanggalan

  15. Cont’d • Suami = ½ = 3/6 • Ibu = 1/3 = 2/6 • Kakek = 1/6 + Saudaraperempuansekandung = ½ = 4/6  dijumlahkanuntukdibagikepadakakekdansaudaraperempuansekandung 2:1 • Perbandingan = 3 : 2 : 4 • Untukmempermudahpenghitunganbagianmasing-masingahliwaris, makasemuabagiandikalikan 3 (total harta 9 x 3 = 27), menjadi: • Suami = 3 x 3 = 9 • Ibu = 2 x 3 = 6 • Kakekdansaudara = 4 x 3 = 12  dibagimenjadi 2 : 1 • Kakek = 2/3 x 12 = 8 • Saudara = 1/3 x 12 = 4 • Perbandingan = 9 : 6 : 8 : 4 (= 27)

  16. III. KAKEK MENURUT KHI • KHI tidakmengaturbagianwarisankakek • Hakim dapat menerapkan hukum kewarisan Islam ajaran Bilateral Hazairin atau hukum kewarisan Islam ajaran Patrilineal Syafi’Isesuaidengannilai-nilaihukumdan rasa keadilan yang hidupdalammasyarakat • Berdasarkan Pasal 229 KHI joPasal 5 ayat (1) UU No. 48 Th. 2009 ttg Kekuasaan Kehakiman • ”Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, danmemahaminilai-nilaihukumdan rasa keadilan yang hidupdalammasyarakat”

More Related