1 / 33

FARMAKOTERAPI VETERINER ANESTESIA

FARMAKOTERAPI VETERINER ANESTESIA. D rh. DIAN VIDIASTUTI PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2 0 1 1. TUJUAN MK FARMAKOTERAPI . TIU Diharapkan mahasiswa dpt menjelaskan farmakokinetik & farmakodinamik obat anestesi. TIK

makan
Download Presentation

FARMAKOTERAPI VETERINER ANESTESIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FARMAKOTERAPI VETERINERANESTESIA Drh. DIAN VIDIASTUTI PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2 0 1 1

  2. TUJUAN MK FARMAKOTERAPI • TIU Diharapkan mahasiswa dpt menjelaskan farmakokinetik & farmakodinamik obat anestesi • TIK Mahasiswa mampu menjelaskan jenis obat anestesi, ADME nya efek yg ditimbulkan serta mampu menerapkan pemilihan sediaan anestetik yg tepat

  3. PENDAHULUAN SEJARAH ANESTETIK : • Sblm 1840 : blm menggunakan obat bius • Istilah anestetik  Oliver Wendell Holmes • 1842 : Crawford Long  ether sulfat • 1884 : H. Wells  ekstraksi gigi  Nitrous oxide (N2O) • 1947 : Simpson  Chloroform

  4. POKOK BAHASAN

  5. ANESTETIKA UMUM Def : obat yg menghilangkan rasa nyeri disertai hilangnya kesadaran yg bersifat reversibel • Butuh premedikasi • Pemeriksaan klinis & lab • Menekan semua jar. Yg dpt dieksitasi  otak bertanggung jwb thd kesadaran

  6. PREMEDIKASI FUNGSI : • Pencegahan efek parasimpatomimetik anestesi • Pengurangan ansietas atau nyeri • Mengurangi dosis anestesi • Mengurangi keadaan gawat darurat anestesi

  7. JENIS OBAT PREMEDIKASI

  8. Atropine Sulfate • Mengurangi sekresi saliva & bronkhial • Menurunkan peristaltik intestinal • KI : pasien gangguan hepar • Inj SC / IM : 30-40 menit sblm operasi IV : segera sblm anestesi • Dosis : Anj, Tikus, Mencit, Cavia : 0,005 mg/kg BB Kcg 0,1 mg/kg BB Domba, Kb : 0,3 mg/kg BB

  9. Acepromazine maleate (ACP) • gol. Phenothiazine • Menekan SSP, pusat thermoregulator • Indikasi : analgesik, antiemetik, spasmolitik antihistamin, adrenergic block • Cara pemberian : IM. IV • Dosis : Anj, Kcg : 0,5 mg/kg BB Ruminan, kuda : 0,1 mg/kg BB babi : 0,2 mg/kg BB

  10. Diazepam Tranquilizer >> kuat Efek analgesik Larut air dpt dicampur dg ATS Dosis : IM Anj, Kcg 0,4 mg/kg BB Efek analgesik – Dpt diberikan pd pasien cardiovasc Tdk larut dlm air Tranquilizer kuat, muscle relaxant, antikonvulsi Dosis : Anj 1-2 mg/kg BB IM,IV Primata 1 mg/kg BB IM Droperidol

  11. Xylazine • Dpt dikombinasi dg ketamin • Menimbulkan efek relaksasi muskulus, analgesik • ES pd hewan kecil : vomit, tremor, bradikardi, penurunan motilitas intestinal

  12. STADIUM ANESTESI

  13. MEKANISME KERJA ANESTETIK Teori 1

  14. Teori 2

  15. APLIKASI Open Drop Semi Open Drop IV IM Close method

  16. PENGGOLONGAN ANESTETIK UMUM

  17. HALOTAN Gas tdk berwarna, tdk berbau Anastesi < kuat Stadium 1 & 2 cepat terlewati ES : hipoksia, vomit, nausea Cairan tdk berwarna, tdk mudah terbakar Induksi cepat Post op Jarang tjd vomit, nausea N2O

  18. ENFLURAN Cairan, tdk mdh menguap > poten drpd ether Aplikasi open drop Konsentrasi permulaan tdk boleh terlalu >>  cardiac arrest  bth ATS ES : Hepatotoxic Cairan tdk berwarna, tdk mudah terbakar Tdk perlu ATS, saliva sedikit Kombinasi dg N2O & O2  u/ operasi mata Induksi cepat ES : vomit, nausea, dep nafas, delirium CHLOROFORM

  19. THIOPENTAL Larutan tdk warna Pulsus meningkat Depresi nafas Aplikasi : IM, IV Gol Barbiturat Aplikasi : IM, IV ES : laryngosapasmus Induksi cepat Drug Of action cepat Pemberian terus menerus  obat jenuh  recovery lama KETAMINE

  20. Cairan tdk warna, mudah terbakar Bila disemprotkan di kulit  cepat menguap  beku Induksi cepat tjd, cepat hilang ETHYL CHLORIDE

  21. ANESTETIKA LOKAL Def : obat yg digunakan utk mencegah rasa nyeri dg memblok konduksi sepanjang serabut syaraf scr reversibel SIFAT AL IDEAL : • Toksisitas rendah • Tdk menimbulkan rx alergi • Kombinasi dg vasokonstriktor  sinergis • Larut dlm air, stabil, dpt disterilkan

  22. MEKANISME KERJA • EKSPANSI MEMBRAN

  23. 2. RESEPTOR SPESIFIK

  24. FAKTOR YG MEMPENGARUHI KERJA AL

  25. FARMAKOKINETIK AL • ABSORBSI Lokal : distribusi ke jar saraf Sistemik : dist. Ke organ (otak, ginjal, dll) 2. BIOTRANSFORMASI Gol Ester  dihidrolisa dlm plasma oleh pseudokolinesterase  PABA  alergi Gol Amida Di metabolisme oleh enzim mikrosom hepar 3. EKSKRESI : melalui ginjal

  26. Utk daerah yg luas Hambat impuls ujung syaraf sensorik Blok impuls batang syaraf

  27. GOLONGAN OBAT AL

  28. KOKAIN • Berasal dr tanaman Erythroxylon Coca • Farmakodinamik : 1. Euphoria 2. Penggunaan berulang  adiksi 3. PD : vasokonstriksi Jantung : Takikardi Mata : Midriasis  konstriksi konjunctiva • Farmakokinetik : A ( segala tempat), D (Hepar), E (urine)

  29. PROKAIN • AL pertama yg disuntikkan • Farmakodinamik - Analgesia sistemik - Toksisitas lbh rendah drpd kokain • Farmakokinetik - DOA lambat (3-5 menit) - waktu pendek krn : vasodilatasi tempat injeksi, dihirdrolisa oleh pseudocholinesterase - Metabolit : sering menimbulkan alergi, hambat sulfonamid

  30. Penggunaan klinik : • Anastesi infiltrasi, anestesi block  lar 2 % + vasokonstriktor 2. Secara topikal tdk efektif, sukar diserap

  31. LIDOKAIN • Dibanding Procain : - mula kerja lbh cepat - masa kerja lbh panjang, lbh cepat • Dapat digunakan tanpa ditambah vasokonstriktor • Farmakokinetik : A  topikal, inj  tembus sawar otak, urine M  di hepar lbh lambat drpd prokain E  urin

  32. Toksisitas : - > procain krn metabolisme lambat - menimbulkan kantuk, alergi • Penggunaan Klinik - infiltrasi : 0,25 % -0,5 % - topikal : mata 2 %  midriasis mulut, oesoph 1-4 %

  33. SEMOGA BERMANFAAT

More Related