Advertisement
1 / 20

Asuransi PowerPoint PPT Presentation


  • 200 Views
  • Uploaded on 09-04-2012
  • Presentation posted in: General

Asuransi. Memurut UU RI no.2 tahun 1992 - PowerPoint PPT Presentation

Download Presentation

Asuransi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Asuransi l.jpg

Asuransi

  • Memurut UU RI no.2 tahun 1992

    • Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penangggung melibatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan


Jenis risiko ketidakpastian l.jpg

Jenis risiko & ketidakpastian

  • Jenis risiko :

    • Risiko pribadi (personal risk)

    • Risiko harta (property risk)

    • Risiko tanggung gugat (liability risk)

  • Ketidakpastian :

    • Ketidakpastian ekonomis

    • Ketidakpastian berkaitan dengan alam

    • Ketidakpastian yang manusiawi


Cara menanggung risiko l.jpg

Cara menanggung risiko

  • Menghindari risiko (risk avoidance)

  • Mengurangi risiko (risk reduction)

  • Menahan risiko (risk retention)

  • Membagi risiko (risk sharing)

  • Mentransfer risiko (risk transfer)


Risiko yang dapat diasuransikan l.jpg

Risiko yang dapat diasuransikan

  • Dapat dinilai dengan uang

  • Serupa dan dalam jumlah yang memadai

  • Harus bersifat murni

  • Terjadi kebetulan / tidak direncanakan

  • Tidak bertentangan dengan kepentingan umum

  • Premi asuransi harus wajar

  • Pihak yang mengasuransikan harus pihak yang memiliki (insurable interest)


Prinsip asuransi l.jpg

Prinsip Asuransi

  • Insurable interest (kepentingan terhadap objek)

  • Ulmost good faith (itikad baik)

  • Indemnity (kembali pada posisi semula)

  • Proximate cause (sebab akibat yang berantai)

  • Subrogation

    • Menuntut pihak lain yang mengakibatkan kerugian

  • Contribution

    • Pihak penangggung mengajak penangggung lain untuk ikut menanggung


Pelaksanaan prinsip indemnity l.jpg

Pelaksanaan prinsip Indemnity

  • Pembayaran tunai atas suatu klaim dengan penyerahan langsung kepada tertanggung atau kepada pihak ketiga dalam hal tanggung gugat

  • Penggantian (replacement) atas barang tertanggung dalam bentuk barang yang sama

  • Perbaikan (repair) barang milik tertanggung menjadi bentuk / kondisi semula (kerusakan kendaraan)

  • Pembangunan kembali (reinstatement), biasanya pada property insurance


Contoh prinsip proximate cause l.jpg

Contoh prinsip Proximate Cause

  • Badai menerpa dan menghantam tembok dinding pagar

  • Tembok roboh menyebabkan instalasi listrik rusak

  • Rusak instalasi listrik menimbulkan korsleting dan percikan api

  • Percikan api menimbulkan kebakaran

  • Pemadam kebakaran menyemprotkan air

  • Air yang disemprotkan menimbulkan kerusakan barang lain yang tidak terbakar


Insurable risk l.jpg

Insurable risk

  • Jiwa, harta benda, hak dan kepentingan

  • Sesuatu yang dapat ditertanggungkan

  • Memiliki hubungan hukum dengan objek


Syarat insurable risk l.jpg

Syarat Insurable Risk

  • Loss and Unexpected

    • Kerugian harus dapat diukur / dipastikan waktu dan tempatnya serta sulit diperkirakan kejadiannya

  • Reasonable

    • Nilai benda yang dipertanggungkan cukup material

  • Catastrophic

    • Risiko harus tidak menimbulkan kerugian yang sangat besar

  • Homogeneous

    • Barang yang diasuransikan bukan yang unik melainkan banyak barang serupa atau sejenis


Peril dan hazards l.jpg

Peril dan Hazards

  • “Peril” dapat diartikan sebagai penyebab suatu kerugian

  • “Hazards” adalah setiap keadaan yang dapat menciptakan kesempatan timbulnya kerugian dari suatu Peril

  • Contoh Peril dan Hazards :

    • Merokok dalam fabrik dinamit (hazards)

    • Rem mobil tidak berfungsi (hazards)

    • Tabrakan beruntun (peril)

    • Banjir mangakibatkan kerugian petani (peril)


Jenis hazards l.jpg

Jenis Hazards

  • Physical hazards

    • Yang timbul dari kondisi fisik, penggunaan barang yang dipertanggungkan

    • Contoh : garasi dijadikan fabrik petasan

  • Morale hazards

    • Berkaitan dengan sifat dan perbuatan si tertanggung

    • Contoh : meninggalkan mobil tanpa terkunci, toko dibakar untuk mendapatkan penggantian


Penggolongan asuransi l.jpg

Penggolongan asuransi

  • Asuransi jiwa :

    • Asuransi kecelakaan diri

    • Asuransi Tabungan

    • Asurasi berjangka

    • Anuitas

  • Asuransi kerugian :

    • Asuransi kebakaran

    • Asuransi pengangkutan

    • Asuransi penerbangan

    • Asuransi kecelakaan

  • Asuransi tanggung gugat

  • Reasuransi


Penyebaran risiko l.jpg

Co-insurance

Pertanggungan dilakukan oleh beberapa perusahaan asuransi atas satu objek pertanggung

Salah satu perusahaan asuransi bertindak sebagai Leader untuk mengelola pertanggungan

Re-insurance

Suatu perusahaan menutup risiko asuransi dalam jumlah besar lebih dulu

Kemudian penanggung menyebarkan risiko kepada beberapa perusahaan lain atas asuransi yang telah ditutupnya

Penyebaran risiko


Fungsi reasuransi l.jpg

Fungsi Reasuransi

  • Meningkatkan kapasitas akseptasi sehingga pertanggungan yang ditutup bisa melebih batas kemampuannya

  • Alat penyebaran risiko sehingga tidak terkosentrasi pada jenis asuransi tertentu

  • Meningkatkan kestabilan usaha karena klaim ditanggung bersama sehingga tidak mengguncang keuangan perusahaan

  • Meningkatkan kepercayaan karena risiko yang diambil mendapat jaminan dari perusahaan asuransi lain


Manfaat asuransi l.jpg

Manfaat asuransi

  • Rasa aman dan perlindungan

  • Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil

  • Polis dapat dijadikan jaminan kredit

  • Sebagai tabungan dan sumber pendapatan

  • Alat penyebaran risiko

  • Membantu peningkatan kegiatan usaha


Keuntungan bagi perusahaan asuransi l.jpg

Keuntungan bagi Perusahaan Asuransi

  • Keuntungan dari premi yang diterima

  • Keuntungan dari penyertaan modal di perusahaan lain

  • Keuntungan dari hasil bunga dari investasi pada surat berharga

  • Keuntungan selisih premi asuransi dengan reasuransi


Polis asuransi l.jpg

Polis Asuransi

  • Pasal 255 KUHD mengatur tentang kontrak asuransi yang umumnya disingkat “DICE”, merupakan akronim dari :

    • D = Declaration

    • I = Insurance

    • C = Condition

    • E = Exclution


Isi polis asuransi l.jpg

Isi Polis Asuransi

  • Perusahaan asuransi penanggung

  • Nama si tertanggung

  • Apa yang dipertanggungkan

  • Jangka waktu pertanggungan

  • Jumlah yang dipertanggungkan

  • Besarnya premi

  • Jenis bisnis


Lembaga penunjang asuransi l.jpg

Lembaga penunjang asuransi

  • Pialang Asuransi

  • Pialang Reasuransi

  • Penilai Kerugian

  • Konsultan Aktuaria

  • Agen Asuransi


Investasi dana perusahaan asuransi l.jpg

Investasi dana perusahaan Asuransi

  • Sejalan dengan risiko yang dihadapi datang tidak terduga maka perusahaan asuransi menjaga likuidatas dana dengan cara penempatan pada :

    • Deposito

    • Saham, Obligasi

    • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

    • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

    • Surat Pengakuan Hutang

    • Penyertaan

    • Tanah dan bangunan (maksimum 40 % dari modal)

    • Penyertaan

    • Hipotik