1 / 39

SKENARIO MODUL 3

SKENARIO MODUL 3. ASSALAMU’ALAIKUM. AYU TING-TONG CACINGAN. SKENARIO.

magda
Download Presentation

SKENARIO MODUL 3

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SKENARIO MODUL 3 ASSALAMU’ALAIKUM AYU TING-TONG CACINGAN

  2. SKENARIO Ayu ting-tong, berusia 6 tahun, baru saja buang air besar yang disertai keluarnya tiga ekor cacing bewarna putih susu, morfologinya seperti cacing gelang dengan ukuran lebih kurang 10 cm. Ayu ting-tong ketakutan dan menangis, ia memanggil ibunya dan si ibu membawanya ke dokter puskesmas. Dokter puskesmas memeriksa feses ayu di laboratorium dengan pemeriksaan langsung. Hasil llaboratorium ditemukan adanya telur cacing ascaris lubricoides dan trichuris trichiura. Ayu bertanya kepada dokter, bagaimana cacing bisa masuk ke tubuhnya(bentuk infektif)? Apa saja jenis cacing (spesies) yang bisa masuk ke perut manusia? Dimana cacing-cacing ini hidup? Bagaimana cacing ini tumbuh dan berkembang biak (siklus hidup)? Apakah cacing ini hidup di dalam tanah?

  3. LEARNING ISSUE • Menjelaskan struktur dan morfologi Nematoda usus • Menjelaskan spesies soil transmitted helminth • Menjelaskan morfologi dan siklus hidup Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura • Menjelaskan patologi dan gejala klinis yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura • Memahami dan menegakkan diagnosis Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura • Memahami pengobatan cacing usus • Memahami epidemiologi cacing usus • Memahamifaktorresikopenyebaranpenyakitcacingan

  4. 1. Menjelaskan struktur dan morfologi Nematoda usus Nematoda berasal dari bahasa Yunani, Nema artinya benang. Nematodaadalah cacing yang bentuknya panjang, silindrik, tidak bersegmen dan tubuhnya bilateral simetrik, panjang cacing ini mulai dari 2 mm sampai 1 m.

  5. 2. Menjelaskan spesies soil transmitted helminth Cacing spesies soil transmitted helminth diantaranya: • Ascaris lumbricoides • Trichuris trichiura • Necator americanus • Ancylostoma duodenale • Strongyloidesstercoralis • Trichorstrongylus

  6. Ascaris lumbricoides female male

  7. 3. Menjelaskan morfologi dan siklus hidup Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura • Ascaris lumbricoides • Cacing jantan berukuran :12-13 cm dan lebar 2-4 mm, memiliki spikula. • Cacing betina berukuran :22-35 cm dan lebar 3-6 mm,mempunyai bentuk tubuh posterior yang membulat (conical), berwarna sama dengan cacing jantan.

  8. Con’t Larva - usus halus – jantung, atrium kanan - arteri pulmonalis - paru-paru – bronkus – trakea – laring – faring – esofagus - usus halus - dewasa

  9. Con’t • Trichuris trichiura • Cacing dewasa betina berukuran 35 sampai 50 mm, jantan 30 sampai 45 mm. Telurnya berukuran 50 sampai 54 x 32 mikron, bentuknya seperti tempayan (tong) dan kedua ujungnya dilengkapi dengan tutup (operkulum) dari bahan mucus yang jernih.

  10. Con’t • Telur – feces – matang – tertelan - usus halus – larva – dewasa – kolon. Waktu untuk menjadi cacing dewasa: 1 sampai 3 bulan

  11. 4. Menjelaskan patologi dan gejala klinis yang disebabkan oleh Ascaris lumbicoides dan Trichuris trichiura • Ascaris lumbricoides • Akibat pengaruh migrasi larva dan adanya cacing dewasa, menimbulkan kekurangan gizi, demam typhoid, tanda alergi seperti urtikaria, odema diwajah, konjungtivitis dan iritasi pernapasan bagian atas.

  12. Con’t • Trichuris trichiura • Terutama pada anak-anak, cacing ini tersebar di seluruh kolon dan rektum, menyebabkan pendarahan di tempat perlekatan dan menimbulkan anemia.

  13. 5. Memahami dan menegakkan diagnosis Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura • Ascaris lumbricoides • Ditemukan cacing dewasa dalam tinja atau muntahan penderita dan telur cacing dengan bentuk yang khas dapat dijumpai dalam tinja atau didalam cairan empedu penderita melalui pemeriksaan mikroskopik.

  14. Con’t • Trichuris trichiura • Diagnosis dapat ditegakkan dengan menemukan telur dalam tinja atau menemukan cacing dewasa pada penderita prolapsusrekti (pada anak)

  15. 6. Memahami pengobatan cacing usus • Obat yang dapat digunakan : • Mebendazol • Albendazol • Pirantel pamoat • Piperazin • Oksantel-pirantelpamoat

  16. 7. Memahami epidemiologi cacing usus • Ascarislumbrricoides • Frekuensi 60-90%, • Karenapemakaianjamban yang kurangbaik • Suhu optimal pematangantelur 25-30 derajatcelcius .

  17. Trchuristrichiura Penyebaranpenyakitdengankontaminasitanahdengantinja. Tumbuh di tanahliat,lembabdanteduhdengansuhu optimum 30 derajat celcius.

  18. 8. Memahamifaktorresikopenyebaranpenyakitcacingan • Lebihseringterjadikasuspadaanak-anak • Akibat sanitasi buruk • Penggunaan tinja sebagai pupuk • Kebiasaan hidup kotor • Pekerjaan yang berkontak dengan tanah

  19. SEKIAN DAN TERIMAKASIH

  20. SESI PERTANYAAN

  21. Kelompok 1 • Bagaimana jalannya cacing Ascaris lumbricoides sehingga sampai keluar hidung dan mulut? Jawab: • Terjadi obstruksi usus pada keadaan yang sudah gawat, sehingga cacing berjalan sepanjang saluran cerna dan sampai ke mulut

  22. Terjadi ketika cacing terlalu banyak berada ke usus dan mengganggu gerak peristaltik dan menyebabkan refluks, dan akibatnya menyebabkan muntah.

  23. Kelompok 2 • Apa ada pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis penyakit cacingan selain pemeriksaan tinja secara langsung? • Pada keadaan seperti apakah Ascaris lumbricoides masuk ke empedu? jawab: • Ada,

  24. Cacing dewasa masuk ke empedu saat tempat hidupnya yang sebelumnya pada kondisi abnormal seperti

  25. Kelompok 3 • Ascaris lumbricoides banyak terdapat di usus halus bagian mana? Jawab: • Larva pada duodenum, dewasa pada usus halus bagian ileum

  26. Kelompok 4 • Salah satu gangguan ringan yang disebabkan Ascaris lumbricoides adalah mual dan nafsu makan berkurang, bagaimana fisiologi dari hal ini? sedangkan cacing menghisap sari makanan, seharusnya karena cacing menghisap sari makanan, pasien jadi lebih lapar (bernafsu makan) • Larva cacing Ascaris lumbricoides bisa masuk ke pembuluh darah, berarti ada kemungkinan larva bisa masuk ke otak, jadi apakah larva Ascaris lumbricoides bisa masuk ke otak atau tidak? jika bisa apa akibatnya? jika tidak mengapa?

  27. Mual terjadi ketika larva melakukan migrasi, juga disebabkan oleh adanya iritasi pada usus halus yang menyebabkan timbulnya rangsangan mual • Larva A. Lumbricoides mampu melewati otak karena dilapisi kutikula, sehingga

  28. Kelompok 5 • Kenapa Ascaris lumbricoides yang sampai ke jantung tidak menyebabkan penyakit seperti jantung koroner? dan bagaimana jalannya larva tersebut sehingga tidak terjadi infeksi atau penyakit infeksi? • Seperti yang diketahui, bahwa tubuh manusia memiliki pertahanan terhadap benda asing yang termasuk salah satunya cacing, eosinofil adalah sel leukosit yang berperan dalam memfagosit cacing darah. Pertanyaannya, bagaimana larva Ascaris lumbricoides dapat lolos dari sel eosinofil?

  29. Cacing A. Lumbricoides tinggal di usus halus sehingga tidak menyebabkan penyakit jantung koroner, sedangkan infeksi tidak terjadi karena larva yang migrasi hanya melewati jantung

  30. Kelompok 6 • Cacing Trichuris trichiura menghisap darah dan menyebabkan anemia, sedangkan cacing Ascaris lumbricoides tidak, mengapa bisa terjadi? padahal kedua cacing tersebut sama-sama Nematoda yang menempel di usus

  31. Pada dasarnya semua Nematoda usus menghisap darah, karena cacing menerima sari makanan dari darah • Viras : penyerapan darah oleh Nematoda usus karena tempat cacing tersebut tidak terdapat sari makanan dan penempelan cacing pada mukosa usus • Firdath : cacing A. Lumbricoides menyerap hanya sebagian kecil darah di usus halus dan menyebabkan anemia jika telah terjadi kerusakan yang cukup parah

  32. Kelompok 7 • Bagaimana cara kerja sistem pertahanan tubuh terhadap telur cacing infektif yang masuk kedalam tubuh, terutama pada sistem pertahanan lambung yaitu asam lambung (HCl)?

  33. Kelompok 8 • Telur Ascaris lumbricoides dapat bertahan di suhu tanah 25-30derajat celcius, namun di tubuh manusia yang bersuhu sekitar 36 derajat telur tidak mati. Jelaskan mengapa hal itu bisa terjadi! • Mengapa tidak semua cacing dapat menembus kulit, apakah ada organ khusus atau hal lain yang dimiliki cacing yang dapat menembus kulit?

  34. Telur infektif memiliki 3 lapisan yang bersifat impermeable yang melindungi telur tersebut • Telur dilapisi oleh lipid yang tidak larut pada asam lambung tetapi larut oleh alkohol

  35. Telur memiliki lapisan yang melindunginya pada suhu -5 sampai 100 derajat celcius • Cacing tambang dapat menembus kulit karena ukurannya yang sangat kecil

  36. Kelompok 9 • Salah satu gejala dari Ascaris lumbricoides adalah demam. Bagaimana cacing ini dapat menyebabkan demam? Bagaimana tipe demamnya? Pada fase apa demam tersebut timbul (saat di usus, atau di paru-paru atau tempat lainnya? Apakah setiap adanya Ascaris lumbricoides selalu ditandai dengan demam?

  37. Gejala demam terjadi pada fase larva, dimana tubuh meningkatkan metabolisme sebagai pertahanan tubuh

  38. Kelompok 10 • Kenapa larva cacing Ascaris lumbricoides yang tertelan oleh hospes tidak hancur di dalam lambung yang banyak terdapat asam dan enzim lainnya? Jawab: • Telur cacing memiliki 3 lapisan yang melindunginya dari asam lambung, telur juga mengeluarkan mukus yang turut melindunginya

  39. TERIMAKASIH ASALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU

More Related