Farmasetika dasar i
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 72

FARMASETIKA DASAR I PowerPoint PPT Presentation


  • 1229 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

FARMASETIKA DASAR I. Tujuan Perkuliahan. Memahami teori dasar farmasetika meliputi pengertian resep, penulisan dan pengelolaan resep; penggolongan obat; perhitungan dosis Memahami prinsip teknologi dan preparasi sediaan padat, cair dan semi padat Memahami jenis/bentuk sediaan farmasi

Download Presentation

FARMASETIKA DASAR I

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Farmasetika dasar i

FARMASETIKA DASAR I


Tujuan perkuliahan

Tujuan Perkuliahan

  • Memahami teori dasar farmasetika meliputi pengertian resep, penulisan dan pengelolaan resep; penggolongan obat; perhitungan dosis

  • Memahami prinsip teknologi dan preparasi sediaan padat, cair dan semi padat

  • Memahami jenis/bentuk sediaan farmasi

    batasan; jenis; aplikasi


Pokok bahasan

Pokok Bahasan

  • Resep; pengertian resep, penulisan, kelengkapan,pengelolaan, aspek sosial, penggolongan obat; perhitungan dosis

  • Prinsip dan teknik dasar pembuatan sediaan farmasi

  • Peralatan dan perlengkapan dalam pembuatan sediaan farmasi

  • Jenis dan macam sediaan farmasi

  • Pengenalan wadah dan etiket


Pendahuluan

Pendahuluan

  • Farmasi berasal dari kata Yunani: Farmakon yang artinya medika / obat.

  • Farmasi adl ilmu yg mempelajari cara membuat, mencampur, meracik, memformulasi, mengidentifikasi, mengkombinasi, menganalisis serta menstandarkan obat & pengobatan juga sifat-sifat obat beserta pendistribusian & penggunaannya scr aman.


Pendahuluan1

Pendahuluan

  • Farmasetika adalah ilmu yg mempelajari ttg cara penyediaan obat; meliputi pengumpulan, pengenalan, pengawetan & pembakuan bhn obat-obatan; seni peracikan obat; serta pembuatan sediaan farmasi mjd btk ttt hingga siap digunakan sbg obat; serta perkembangan obat yg meliputi ilmu dan teknologi pembuatan obat dlm btk sediaan yg dpt digunakan & diberikan kepada pasien

  • Teknologi farmasi mrp ilmu yg membahas ttg teknik & prosedur pembuatan sediaan farmasi dlm skala industri farmasi termasuk prinsip krj serta perawatan & pemeliharaan alat-alat produksi & penunjangnya serta ketentuan CPOB.


Farmakope

Farmakope

  • Buku resmi (ditetapkan secara hukum)

  • Memuat standardisasi obat dan persyaratan, identitas, kadar, kemurnian, metode analisis dan resep standar sediaan farmasi

  • Disusun oleh negara masing-2 (sesuai perkembangan kondisi alam dan IPTEK) ≈ FDA, WHO

  • FI, USP, BP, JP, NF

  • FI Ed. I, II, III, IV

  • Ekstra Farmakope 1974

  • Buku lain : Formularium Nasional


Fi ketentuan umum

FI; ketentuan umum

Tata nama memuat nama Latin & nama Indonesia, spt contoh sbb :


Fi ketentuan umum1

FI; ketentuan umum

  • Etanol; kadar atau persentase kemurnian (100%)

  • Air; pengujian dan penetapan kadar (air yang dimurnikan ≈ aquadest)

  • Bahan tambahan; bahan dasar dan pelengkap (penyalut, pewarna, penyedap, pembawa, dll) utk meningkatkan stabilitas, manfaat, penampilan sediaan

  • Tangas uap dan tangas air

  • Indikator, bobot jenis, suhu (suhu kamar terkendali, dingin, lemari pendingin & pembeku, suhu sejuk, suhu kamar, hangat & panas).


Fi ketentuan umum2

FI; ketentuan umum

  • Pernyataan : lebih kurang, penyaringan,

  • Istilah kelarutan

    sangat mudah larut< 1

    mudah larut1-10

    larut10-30

    agak sukar larut30-100

    sukar larut100-1.000

    sangat sukar larut1.000-10.000

    praktis tidak larut> 10.000

  • Wadah


Fi ketentuan umum3

FI; ketentuan umum

Kadar larutan:

  • Lar volumetri

    Molalitas (m); gram/1 kg

    Molaritas (M); gram/1 liter

    Normalitas (N); bobot ekivalen/1 liter

  • Persen

    % b/b; gram/100 g larutan/campuran (u/

    bhn padat, setengah padat)

    % b/v; gram/100 mL larutan (u/ larutan, susp pdt,

    atau gas dlm cairan)

    % v/v; mL/100 mL larutan (u/ cairan dlm cairan)


Resep pelayanan resep

Resep & Pelayanan Resep


Resep

Resep

  • Pengertian : Permintaan tertulis dari dokter (umum/spesialis), dokter gigi, dokter hewan kepada Apoteker untuk membuatkan obat dalam bentuk sediaan tertentu dan menyerahkan kepada pasien

  • dr.umum/spesialis : tdk ada pembatasan jenis obat yang diberikan

  • drg. : jenis obat gigi

  • drh. : obat untuk hewan


Ketentuan resep

Ketentuan Resep

  • Ditulis dikertas Resep menggunakan tinta yang jelas terbaca

  • Penulisan dalam bahasa latin (merupakan bahasa baku untuk kedokteran dan farmasi dan berlaku internasional)

  • Resep yang mengandung Narkotika ditulis terpisah, tdk boleh ada pengulangan (iter), identitas pasien jelas tdk boleh m.i,tdk boleh ditulis suc

  • Prioritas pelayanan resep dgn memperhatikan tanda yg ditulis di bagian kanan atas Resep; cito, urgent (pelayanan segera) , PIM (berbahaya bila ditunda)


Pelayanan resep

Pelayanan resep

Skrining R/

Penyiapan obat

  • Persyaratan administrasi

  • Kesesuaian farmasetik

  • Pertimbangan klinis

  • Peracikan

  • Etiket

  • Kemasanobatygdiserahkan

  • Penyerahanobat

  • Informasiobat

  • Konseling

  • Monitor penggunaanobat


Persyaratan administratif resep

Persyaratan Administratif resep

  • Nama,SIP dan alamat dokter

  • Tanggal penulisan resep

  • Tanda tangan/paraf dokter penulis resep

  • Nama,alamat,umur,jenis kelamin dan berat badan pasien

  • Nama obat,potensi,dosis,jumlah yang diminta

  • Cara pemakaian yang jelas

  • Informasi lainnya


Ketentuan lain

Ketentuan lain

  • Jika permintaan obat lebih dari satu R/ dilembar Resep yang sama, maka penulisan dipisahkan dgn tanda # dan tiap R/ diparaf oleh dokter


Kesesuaian farmasetika

Kesesuaian farmasetika

  • Bentuk sediaan, dosis, potensi, stabilitas, inkompabilitas, cara dan lama pemberian

Pertimbanganklinis

  • Adanyaalergi, ESO, interaksi, kesesuaian (dosis,durasi, jumlahobatdll)


Aturan pakai yang sering ditulis

Aturan pakai yang sering ditulis

  • Omni hora cochlear (o.h.c): tiap jam 1 sdm

  • Omni bihora cochlear (o.b.h.c): tiap 2 jam 1 sdm

  • Post coenam (p.c): sesudah makan

  • Ante coenam (a.c): sebelum makan

  • Durante coenum (d.c):pd waktu makan

  • Mane (m):pagi2

  • Ante meridiem (a.merid):sebelum tengah hari

  • Mane et vesvere (m.et.ves):pagi & sore

  • Ante nocte (a.n):sebelum tidur/malam


Farmasetika dasar i

  • Tempat yg sakit

    • Pone aurem(pon.aur)

      dibelakang telinga

    • Ad nucham (ad nuch)

      ditengkuk

  • Pemberian obat

    • In manum medici (i.m.m): diserahkan dr

    • Dain duplo (d.i.dulp): berikan 2 x

    • Iteratur ter : diulang 3 x


Farmasetika dasar i

OBAT

Pengertian Obat : suatu bahan kimia tunggal atau campuran yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangi, menghilangkan dan menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit atau kelainan badaniah/rohaniah serta memperindah badan atau bagian tubuh manusia


Farmasetika dasar i

  • Pengertian Obat dalam Resep

    - obat baku (bahan obat)

    - obat jadi, adl obat dlm keadaan murni atau campuran dlm btk serbuk, tablet, pil, kapsul, suppos, cairan, salep, atau bbtl lainnya yg scr teknis sesuai FI atau buku lainnya yg ditetapkan pemerintah.

    - obat paten, yaitu obat jadi dg nama dagang yg terdaftar atas nama pembuat yg diberi kuasa & dijual dlm bungkus asli dari pabrik yg memproduksinya.


Lanjutan

Lanjutan

- obat baru, yaitu obat2 yg berisi zat, baik yg berkhasiat maupun yg tdk berkhasiat spt lapisan, pengisi, pelarut, pembantu, atau komponen lain yg blm dikenal sehingga tdk diketahui khasiat & kegunaannya.

- obat asli, yaitu obat yg didpt lsg dari bhn2 alamiah indonesia, diolah scr sederhana berdsrkan pengalaman & digunakan dlm pengobatan tradisional.


Lanjutan1

Lanjutan

  • obat esensial, yaitu obat yg paling banyak dibutuhkan untuk yankesmasyg tercantum dlm DOEN yg ditetapkan oleh Menkes RI.

    - obat generik, yaitu obat dg nama resmi yg ditetapkan dlm FI untuk zat berkhasiat yg dikandungnya.

    - campuran (komposisi dari dokter)


Kaedah penulisan resep

Kaedah Penulisan resep

  • Penulisan satuan ; ≠ gr. ; g (gram), mg (miligram)

  • Penulisan angka desimal dihindari (10 mg bukan 0,01)

  • Penulisan nama obat harus jelas

  • Kekuatan dan jumlah obat ditulis jelas; terutama jika satu obat punya 2 kekuatan

  • (mis. Tab.Valium 2 mg, 5 mg atau 10 mg)

  • Aturan pakai dan jumlah obat ditulis dlm angka romawi

  • Dosis dihitung dengan tepat dan diperhitungkan faktor individual pasien

  • Perhatian terhadap hal-hal khusus yang harus diberitahukan pada pasien


Susunan penulisan obat pada resep

Susunan Penulisan Obat Pada Resep

  • Remedium cardinale (senyawa utama dlm obat )

  • Remedium adjuvants (bahan penunjang obat utama)

  • Constituent/exipiens (bahan tambahan sebagai pengisi atau pemebri bentuk sediaan akhir dan meningkatkan volume obat); laktosa , amilum, talk, aquadest, vaselin

  • Corrigensia (bahan tambahan utk memperbaiki rasa, warna dan aroma obat utama)

    a. corigens saporis (rasa); sirup simplek, aqua mentha pip

    b. corigens odoris (aroma); oleum rosarum, ol.menth.pip

    c. corigens coloris (warna); karamel, karmin, yellow


Farmasetika dasar i

RESEP RASIONAL : penulisan Resep dgn memperhatikan beberapa aspek ilmu dan menggunakan falsafah sbb; obat yang tepat, dosis tepat, bentuk sediaan yang tepat, waktu tepat, penderita yang tepat

RESEP IRASIONAL :

  • Memberikan “shotgun presription”; permintaan obat lbh banyak pd satu R/utk indikasi yg sama (polifarmasi)

  • Pemberian obat dlm jumlah yg banyak, kecuali utk penyakit yg kronis

  • Pemberian antibiotika yg tdk sesuai dengan aturan pemakaian ( minimal 5-6 hari dan hrs dihabiskan)


Pelayanan resep1

Pelayanan Resep

  • Apotek Rumah Sakit

    - hanya melayani resep dari dokter RS yg bersangkutan

    - kertas Resep hrs mencamtumkan dgn jelas identitas RS serta bagian pelayanan fungsionalnya ( peny.dalam, bedah, THT, mata, dll berikut identitas dokter penulis R/)

    - kertas resep pribadi dokter (tempat praktek selain RS) tdk bisa dilayani

  • Apotek Umum

    - apotek swasta dan melayani semua resep dokter (praktek luar maupun RS)

    - melayani penjualan obat bebas, obat bebas terbatas


Salinan resep apograph

Salinan Resep (apograph)

  • Perlakuan sama dengan kertas resep asli dan memuat informasi apotek meliputi; nama dan alamat, nama dan SIK APA (Apoteker Pengelola Apotek), paraf APA, No dan tgl pembuatan R/, tanda det (detur) utk obat yg telah diserahkan atau nedet utk obat yg belum diserahkan

  • Dapat diberikan atas permintaan dokter dan penderita

  • Ketentuan pemberian kopi resep :

    - ada tanda “iter” (pengulangan) dikertas resep asli

    (tdk boleh diberikan salinan jika ada tanda n.i (ne iteretur)

    - tidak mengandung bahan Narkotika, Psikotropika atau daftar G pada resep asli

  • Salinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada dokter penulis resep, pasien bersangkutan, apoteker dan petugas kesehatan yang berwenang


Pengelolaan resep

Pengelolaan Resep

  • Resep yang telah dikerjakan disimpan sesuai urutan No. dan tanggal pembuatan

  • Resep mengandung Narkotika dipisahkan dan digaris bawahi (warna merah)

  • Resep disimpan selama ± 3 tahun, setelah itu dpt dimusnahkan (dibakar atau cara lain yang sesuai)

  • Pemusnahan Resep diatur menurut ketentuan yang berlaku


Aspek sosial mengenai resep

Aspek Sosial mengenai resep

ASPEK LEGAL

  • Diatur oleh Undang-undang dan Peraturan Pemerintah mengenai kesehatan dan kefarmasian;

    - UU No.23 thn 1992 tentang kesehatan,

    -PerMenKes No.919/Menkes/per/X/1993,

    - Kep.MenKes No.924/Menkes/per/X/1993,

    - Kep. MenKes No.925/Menkes/per/X/1993,

    - UU RI No.5 thn 1997,

    - UU RI No.22 thn 1997

    - PP No. 51 thn 2009


Farmasetika dasar i

ASPEK ETIKA

  • Etika kedokteran dan farmasi; kode etik sesuai standar etika profesi

  • Etika intra-profesi : antar sesama profesi kesehatan, dokter-dokter, apoteker-apoteker

  • Etika inter profesi : dokter-apoteker-tenaga medis lain

    ASPEK SOSIAL

  • Memperhatikan kondisi ekonomi pasien (pemilihan alternatif obat dgn harga yg sesuai)


Penyerahan obat

Penyerahan Obat

  • Obat diserahkan dengan wadah sesuai dan dilengkapi etiket yang memuat identitas apotek (nama dan alamat apotekn, nama dan SIK APA, nama dan juml.obat, identitas pasien (nama, umur, jenis kelamin), aturan pakai, tanda lain yang diperlukan)

  • Etiket warna putih : obat dalam

  • Etiket warna biru : obat luar


Farmasetika dasar i

Pengadaan, pengeloaan & penyerahan obat

  • Diperoleh dari Pabrik Farmasi – PBF - apotek lain/distributor yang sah

  • Memenuhi standar sesuai ketentuan Farmakope dan buku resmi lainnya

  • Pemesanan berdasrkan Surat Pesanan yang diketahui dan ditanda tangan APA

  • Penyimpanan dan penyaluran diatur secara administrasi


Farmasetika dasar i

Penyimpanan Obat

  • Dalam wadah yang sesuai dengan etiket dan label jelas

  • Kondisi ruang penyimpanan diatur untuk mencegah kerusakan obat karena udara, suhu, cahaya/ sinar

  • Obat yang berbahaya/toksik disimpan dalam lemari terkunci; narkotika

  • Waktu kadaluwarsa obat dicantumkan pada wadah

    Penulisan Obat pada Resep :

  • Nama resmi obat (sesuai Farmakope dan buku resmi lainnya; Acidum acetylosalicylicum

  • Nama generik obat, atau yang umum dipakai (INN/International Non-propietory Name; Acetosal, Chloramphenicol

  • Nama paten obat (sesuai nama dari industri); Aspirin (Bayer), Kemicetin (Carlo Erba), dll


Farmasetika dasar i

DOSIS

  • Juml. Obat yang diberikankpdpenderitadlmsatuanberat (gram, mg,µg) atausatuanisi (mL,L) atau unit lain

  • dosislazim

  • Jumlahobatygmemberikanefekterapi

  • dosistoksik

  • jumlahobatygmengakibatkankeracunan

  • dosisletal

  • jumlahobatygdapatmengakibatkankematian

  • dosismaksimal

  • jumlahobatygmasihamandiberikandalamtakarannya


Farmasetika dasar i

DOSIS

  • Faktor yang mempengaruhi dosis :

  • Faktor obat;

  • sifat fisika,sifat kimia, toksisitas, bentuk sediaan

  • Cara pemberian obat;

  • oral, parenteral, rektal, vaginal, uretral,topikal,dll

  • Faktor penderita;

  • umur, BB, jenis kelamin, ras, toleransi, dll

  • Interaksi Obat;

  • fisik, kimia, farmakologi

  • - efek positif : memperpanjang efek kerja obat

  • - efek negatif : mengganggu penyerapan obat yg lain


Farmasetika dasar i

DOSIS

  • DOSIS DEWASA

  • DOSIS ANAK :

    • perbdgn dosis dewasa :

      - perbandingan usia (20-24 thn)

      - perbandingan BB (70 kg)

      - perbandingan LPT (1,73 m2)

    • berdasarkan ukuran fisik individual

      - BB anak dlm kg

      - LPT anak (m2)

      - Rumus R.O. Mosteller

      LPT =


Farmasetika dasar i

DOSIS

  • DOSIS ANAK :

    • dinyatakan dalam sekian mg per kg BB per hari

    • dosis per kali, dgn membagi dosis per hari tdk melewati DM


Farmasetika dasar i

DOSIS

  • DOSIS OBESITAS

    • BB 20% diatas BB ideal

    • Perbedaan antar obat (daya larut lemak) dan distribusi obat dlm jar.lemak dan air

    • Deviasi besar dari komposisi tubuh

  • DOSIS GERIATRI

    • Perubahan fisiologis dan patologis tubuh

      - konsentrasi obat; ADME

      - kecepatan absorpsi menurun

      - perubahan mukosa GIT


Farmasetika dasar i

DOSIS

  • AlatPenakarDosis :

  • sendokresmi (FI)

    • sendokmakan ( C ) ~ 15 ml

    • sendokteh (c.th) ~ 5 ml

  • wadahobatminum

  • gelasobat (batasangaristanda volume)

  • obatminumtetes→ penetesbaku

  • ( 1 ml = 20 gtt)


Cara perhitungan dosis

CARA PERHITUNGAN DOSIS

  • Pemilihan dan penetapan dosis memang tidak mudah karena harus memperhatikan

    • Faktor penderita; meliputi umur, bobt badan, jenis kelamin,LPT,toleransi,habituasi,adiksi,dan sensitifitas serta kondisi pasien

    • Faktor obat;sifat fisika kimia obat,sifat farmakokinetik

    • Faktor penyakit;meliputi sifat dan jenis penyakit serta kasus penyakit

  • Tdk ada aturan pokok mengenai perhitungan dosis pada anak


Beberapa rumus perhitungan dosis

Beberapa rumus perhitungan dosis

  • Perhitungan dosis berdasarkan umur

  • Perhitungan dosis berdasarkan bobot badan

  • Perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan

  • Perhitungan dosis dengan pemakaian berdasarkan jam


Perhitungan dosis berdasarkan umur

Perhitungan dosis berdasarkan umur

  • Rumus young

  • Rumus Fried

  • Rumus Dilling

  • Rumus Basteo


Farmasetika dasar i

  • Rumus Cowling

  • Rumus Gaubius

    0-1 tahun = ½ x dosis dewasa

    1-2 tahun = 1/8 x dosis dewasa

    2-3 tahun = 1/6 x dosis dewasa

    3-4 tahun = ¼ x dosis dewasa

    4-7 tahun = 1/3 x dosis dewasa

    7-14 tahun = ½ x dosis dewasa

    14-20 tahun = 2/3 x dosis dewasa

    21-60 tahun = dosis dewasa

  • Rumus Bastedo


Perhitungan dosis berdasarkan bobot badan

Perhitungan dosis berdasarkan bobot badan

  • Rumus Clark (Amerika)

  • Rumus Thremich-Fier (jerman)

  • Rumus Black (Belanda)


Perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan

Perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan

  • Dari kumpulan kuliah farmakologi UI thn 1968

  • Rumus Catzel


Perhitungan dosis dengan pemakaian berdasarkan jam

Perhitungan dosis dengan pemakaian berdasarkan jam

  • Menurut FI III

  • Menurut Van Duin

    Pemakaian sehari dihitung untuk 16, kecuali antibiotika dihitung sehari semalam 24 jam.


Dosis maksimum gabungan

Dosis maksimum gabungan

  • Harus dihitung apabila terdapat 2 obat atau lebih yang kerjanya searah dan tidak boleh melampaui jumlah dosis obat-obat tersebut


Contoh

contoh

1

2

dr. Stevy

SIP. 123.10/12

Jl. Delima II/IV no 10 B, Jakarta TimurTelp. 021-881960

Jkt, 12 sept 2012

R/ Aminophyllini200 mg

Phenobarbital10 mg

m.f.pulv. Dtd No. X

S 3 ddpulv 1

Pro : Ani (10 y)

dr. Stevy

SIP. 123.10/12

Jl. Delima II/IV no 10 B, Jakarta TimurTelp. 021-881960

Jkt, 12 sept 2012

R/ Pulv. Doveri80 mg

CodeinHcl10 mg

m.f.pulv. Dtd No. XV

S t ddpulv 1

Pro : yuni (8 y)


Farmasetika dasar i

  • TM Aminophilin 500 mg/1,5 g

  • TM Phenobarbital 300 mg/600 mg

    Aminophillin

    Phenobarbital


Contoh1

Contoh

3

4

dr. Stevy

SIP. 123.10/12

Jl. Delima II/IV no 10 B, Jakarta TimurTelp. 021-881960

Jkt, 12 sept 2012

R/ Antalgin 2

coffein500 mg

CTM No.V

EfedrinHCl¼ tab

m.f.pulv. No. X

S 3 ddpulv 1

Pro : ratna (10 y)

dr. Stevy

SIP. 123.10/12

Jl. Delima II/IV no 10 B, Jakarta TimurTelp. 021-881960

Jkt, 12 sept 2012

R/codeinHCl 15 mg

CTM2 mg

EfedrinHCl2,5 mg

PCT150 mg

m.f.pulv. No. X

S prnpulv. I

Pro : Yulizar (5 y)


Tugas

Monografi Analgetik –antipiretik

Monografi antibiotik

Monografi antibakteri/jamur

Monografi Vitamin

Monografi anti inflamasi

Monografi steroid

Monografi antitusif/ekspektoran

8. Simplisia

Daftar tabel DM/DL anak & Dewasa :

9. analgetik-antipiretik

10. Antibiotik

11. antibakteri/jamur

12. Antinflamasi

13. Steroid

14. antitusif/ekspektotan

15. Penentuan BJ, bobot per milliliter

16. Jarak lebur, jarak didih, suhu lebur, suhu didih.

17. Wadah & suhu

18. air, tangas, etanol

tugas


Penggolongan obat

Penggolongan obat

  • Menurut kegunaan obat

  • Menurut cara penggunaan obat

  • Menurut cara kerja obat

  • Menurut undang-undang

  • Menurut sumber obat

  • Menurut bentuk sediaan obat

  • Menurut proses fisiologis dan biokimia tubuh


Farmasetika dasar i

  • Menurut kegunaan obat

    • Untuk menyembukan (terapeutic)

    • Untuk mencegah (prophylactic)

    • Untuk diagnosa (diagnostic)

  • Menurut cara penggunaan obat

    • Pemakaian dalam melalui oral

    • Pemakaian luar


Farmasetika dasar i

  • Menurut cara kerja obat

    • Lokal : bekerja dijaringan setempat

    • Sistemik : obat didistribusikan kesuluruh tubuh

  • Menurut undang-undang

    • Narkotik, merupakan obat yang dibutuhkan dalam bidang pengobatan dan iptek serta dapat menimbulkan ketergantungan dan adiksi

    • Psikotropik, obat yang mempengaruhi sikap mental, merangsang ata menenangkan, mengubah pikiran,perasaan/kelakuan seseorang


Farmasetika dasar i

  • Obat keras, adalah semua obat yang :

    • Memiliki TM/DM atau tercantum dalam daftar obat keras yang ditetapkan pemerintah

    • Diberi tanda lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi hitam&huruf K yang menyentuh garis tepi

    • Semua obat,kecuali dinyatakan pemerintah tidak mebahayakan

  • Obat bebas terbatas, obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dalam bungkus aslinya, kemudian diberi tanda lingkaran bulat berwarna biru dengan garis tepi hitam serta diberi tanda peringatan (P No.1 s/d P No.6)

  • Obat bebas, obat yang dapat dibeli secara bebas dan tidak membahayakan si pemakai, diberi tanda lingkaran erwarna hijau dengan garis tepi hitam


Farmasetika dasar i

  • Menurut sumber obat

    • Tumbuhan : kina, digitalis

    • Hewan : minyak ikan, adeps lanae

    • Mineral : sintetis : kamfer, vitamin C

    • Mikroba & fungi: penicillin

  • Menurut bentuk sediaan obat

    • Padat

    • Setengah padat

    • Cair

    • Gas : aerosol


Farmasetika dasar i

  • Menurut proses fisiologis dan biokimia tubuh

    • Obat farmakodinamik, bekerja terhadap host dengan jalan mempercepat atau memperlambat proses fisiologi atau fungsi biokimia didalam tubuh, misal :hormon, diuretik

    • Kemoterapeutik. Membunuh parasit dan kuman didalam tubuh inang

    • Diagnostik, yaitu obat yang dapat membantu diagnosa


  • Login