CARA PENULISAN SURAT BERDASARKAN PMA NOMOR 16  TAHUN 2010
Sponsored Links
This presentation is the property of its rightful owner.
1 / 81

AGUSRIDA,M.Pd. WIDYAISWARA BDK PADANG PowerPoint PPT Presentation


  • 261 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

CARA PENULISAN SURAT BERDASARKAN PMA NOMOR 16 TAHUN 2010. AGUSRIDA,M.Pd. WIDYAISWARA BDK PADANG. ALAMAT KANTOR: JALAN BATANG KAPUR NO. 7 TELP (0751) 7053807 PADANG ALAMAT RUMAH: BELAKANG MTsM LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN HP 081374106869 E-MAIL: [email protected]

Download Presentation

AGUSRIDA,M.Pd. WIDYAISWARA BDK PADANG

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


CARA PENULISAN SURAT BERDASARKAN PMA NOMOR 16 TAHUN 2010

AGUSRIDA,M.Pd.

WIDYAISWARA BDK PADANG


ALAMAT KANTOR: JALAN BATANG KAPUR NO. 7 TELP (0751) 7053807 PADANG

ALAMAT RUMAH: BELAKANG MTsM LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN

HP 081374106869 E-MAIL: [email protected]


PENGALAMAN DI ANTARANYA....

Guru MAN LA (1994 - 2000)

GURU SMA YPP (1994 - 2000)

Guru MTs M LA (1994 – 2005)

GURU MTsN SINTUK (1999 – 2008)

DOSEN PGSD AISYIYAH “PLUS”

KETUA UMUM NASYIAH SUMATERA BARAT

DIREKTUR PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN SDM PADA AMM

DPD KNPI SUMATERA BARAT

GURU BERPRESTSI DEPAG 2007

GURU BERPRESTASI NASIONAL TAHUN 2008

TOT WIDYAISWARA

TEMU KARYA ILMIAH NASIONAL

PENYUSUNAN KURSIL KTI, DAN DIKLAT KTI


CARA PEMBUATAN SURAT

BERDASARKAN PMA NOMOR 16 TAHUN 2006


DESKRIPSI SINGKAT

  • Mata diklat pembuatan surat ini membahas tentang pentingnya pembuatan surat sebagai sarana komunikasi kedinasan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para pelaksana pada urusan umum


HASIL BELAJAR

  • Kompetensi:

  • Setelah mempelajari mata Diklat ini, peserta dapat memahami cara pembuatan surat.

  • Indikator Keberhasilan:

  • 1. menjelaskan proses pembuatan surat statuter

  • 2. menjelaskan proses pembuatan surat nonstatuter

  • 3. melaksanakan pengetikan surat-surat dinas

  • 4. melaksanakan cara penandatanganan surat

  • 5. menggunakan cap dinas


PENGGOLONGAN DAN JENIS SURAT DINAS

SURAT DINAS

NOTA DINAS

EDARAN

LAPORAN

TELEGRAM

SURAT KAWAT

MEMO

PENGUMUMAN

UNDANGAN

SURAT PENGANTAR

TELEPON

TELEKS

FAKSIMILE (FAX)

ELECTRONIK MAIL (E-MAIL)

WWW (WORD WIDE WEB) WEBSITE

SURAT NONSTATUTER

PERATRAN MENTERI AGAMA

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA

INSTRUKSI MENTERI AGAMA

PERATURAN PIMPINAN SATUAN ORGANISASI

KEPUTUSAN PIMPINAN SATUAN ORGANISASI

INSTRUKSI PIMPINAN SATUAN ORGANISASI

SURAT STATUTER


PENGGOLONGAN SURAT DINAS

SURAT STATUTER

SURAT NONSTATUTER


SURAT STATUTER.

Yaitupernyataan tertulis yang sifatnya

mengatur yang menimbulkan suatu

kewajiban yang harus dilakukan oleh

pejabat struktural dan fungsional

di lingkungan satuan organisasi / kerja.


Surat Nonstatuter

Adalah pernyataan tertulis yang tidak bersifat mengatur


A. PROSES DAN CARA PEMBUATAN SURAT STATUTER

1. PENYIAPAN KONSEP

- Tepat

- Jelas

- Singkat

- Bahasa Indonesia yang baku,baikdanbenar

2. PENGAJUAN KONSEP

a.Diajukansecarahirarkis sesuai prosedur dalam unit kerja/organisasi, kemudianditeliti dan diparafolehpejabatyang terkaitsebagaipenanggungjawab.

b.Jikamaterisuratlebihdarisatu unit kerja, konsepdiedarkandandibahasdenganpejabatterkait.

Penomoran surat


Lanjutan...

c. Net surat diajukan kepada pejabatyang berwenang

d. Suratasli yang telahditandatanganiberikutkonsepnyadisimpanoleh unit yang menanganitugasdanfungsibidanghukum.


3. PENOMORAN SURAT

a. Pernomoransuratdilaksanakansetelahsuratditandatanganiolehpejabat yang berwenang, untukmenjaga agar tanggaldanpemberlakuansurattidakadaselisihwaktu yang terlalu lama.

b. Penomoransuratdilaksanakanoleh unit yang menanganitugasdanfungsibidanghukum.

c. Khususpenomoransurat yang berkaitandengankepegawaiandiaturoleh unit yang menanganitugasdanfungsibidangkepegawaian.

d. Penomoran surat untuk instansi vertikal dan UPT (Unit Pelaksana Teknis) dilakukan oleh pejabat yang berwenang di bidang pembinaan administrasi.

Indek Surat


KODE INDEKS SURAT

  • KANTOR WILAYAH

  • Nomor : Kw.03.1/KP.00/35/2010,denganketerangansbb :

  • Kw: Kodeindeks Kantor Wilayah

  • 03: NomorurutKontor Wilayah Sumetera Barat

  • 1: Bagian Tata Usaha

  • KP.00: Kodeklasifikas

  • 35: Nomorsuratdalamkartukendali

  • 2010: TahunPembuatanSurat

  • (Kode klasifikasi dapat dilihat pada PMA No. 10/2005)

IAIN


4. PENGETIKAN SURAT

STATUTER


BAGIANSURAT STATUTER


JUDUL

Judul peraturan perundang-undangan memuat keterangan mengenai jenis, nomor, tahun perundangan atau penetapan dan nama peraturan perundang-undangan

Nama peraturan perundang-undangan dibuat secara singkat, dan mencerminkan isi peraturan perundanga-undangan.

Judul ditulis seluruhnya dengan huruf kapital yang diletakan di tengah margin tanpa diakhiri tanda baca


CONTOH

PADA SLIDE BERIKUT


KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 16 TAHUN 2006

TENTANG

TATA PERSURATAN DINAS

DILINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa………………………………………………;

b. bahwa………………………………………………;

Mengingat : 1. ……………………………………………………….

2. ……………………………………………………….

Memperhatikan : …………………………………………………………

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI AGAMA TENTANG TATA

PERSURATAN DINAS DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA.

1SPASI

a. Judul

2 SPASI

b. Pembukaan

1. Pembentuk

Peratutan

3 SPASI

1,5 SPASI

2. Kosiderans

Diawali dg

menimbang

2 SPASI

2 SPASI


Pertama : ………………………………………………………

…..………………………………………………….

Kedua: ………………………………………………………………………………………………………………

Ditetapkandi Jakarta

padatanggal

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

Tandatangandan cap jabatan

NAMA LENGKAP

Batang Tubuh

4 SPASI

1,5 SPASI

Penutup

5 SPASI


PENGETIKAN

a. Judul

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 16 TAHUN 2006

TENTANG

TATA PERSURATANDINAS

DILINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA

Jarak

Setiap

Spasi

1 spasi

b. Pembukaan

1).JabatanPembentukanPeraturanPerundang-undanganditulisseluruhnyadenganhurufkapital yang terletakditengahdandiakhiridengantandakoma(,) contoh:

2 spasi

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

2 spasi

2). Konsiderans


Konsideran……..

a). Diawali dengan kata Menimbang

b). Memuat uraian singkat mengenai pokok-pokok pikiran

yang menjadi latarbelakang dan alasan pembuatan pe

raturan perundang-undangan.

c). Pokok pikiran yang menyatakan bahwa peraturan

perundang-undangan dianggap perlu untuk dibuat.

d). Jika konsiderans memuat lebih dari satu pokok pikiran,

tiap-tiap pokok pikiran dirumuskan dalam rangkaian

kalimat yang merupakan kesatuan pengertian.

e). Setiap pokok pikiran diberi nomor dan diawali dengan

huruf abjad dan dirumuskan dalam satu kalimat yang

diawali dengan kata bahwa dan diakhiri dengan

tandabaca titik koma (;)


Menimbang: a. bahwa …………………………………… ……………………………………………

b. bahwa ……………………………………

……………………………………………

Mengingat: 1. ……………………………………………

……………………………………………

2. ……………………………………………

……………………………………….. dst

Memperhatikan: 1. ……………………………………………

……………………………………………

MEMUTUSKAN :

Menetapkan:

CONTOH KONSIDERANS

MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA

3 spasi

1 spasi

1,5 spasi

1 spasi

1,5 spasi

1 spasi

1,5 spasi

1 spasi

1,5 spasi

1 spasi

2 spasi

2 spasi


KataMenetapkan …..

KataMenetapkandicantumkandengankataMemutuskan

yang disejajarkankebawahdengankataMenimbang,

MengingatdanMemperhatikan, hurufawalkata

Menetapkanditulis denganhurufKapitaldandiakhiri

tandabacatitikdua (:).

Contoh :

Menetapkan : PERATURANMENTERI AGAMA

TENTANG TATA PERSURATAN

DINAS DILINGKUNGAN

DEPARTEMEN AGAMA.

Jarak setiap

baris 1 spasi


Batang Tubuh ……

Batang tubuh Peraturan Perundang-undangan memuat

Semua substansi Peraturan Perundang-undangan yang

Dirumuskan dalam pasal-pasal.

1). Dalam bentuk diktum

Pertama: ……………………………

Kedua: ……………………………

2). Dalam bentuk Pasal-pasal

BAB I

Judul Bab

Pasal I

…………………………………………………

…………………………………………………

1,5 spasi

1 spasi

1,5 spasi

1 spasi


Penutup …

Kata “Ditetapkan” di … (Namakota) diketikdengan

jarak 4 spasidaribaristerakhir, diketikdisebelahkananbawahdenganmenggunakanhurufawal

kapitalselanjutnyahurufbiasa.

2. Kata“padatanggal” :

a). Diketiksatuspasidarikataditetapkan;

b). Lurusdengankata “Ditetapkan”, denganhuruf

kecil, tgldantahun.

3. NamaJabatan ditulis dengan huruf kapital

4. Namapejabat yang berhakmenandatangani ditulis dengan huruf kapital tanpa menggunakan gelar dan pangkat

5. Dibubuhi cap jabatan / dinas.

Nonstatuter


CONTOH

SURAT STATUTER


SURAT NONSTATUTER


Nonstatuter

1. SuratDinas

2. Nota Dinas

3. Edaran

4. Laporan

5. Telegram

6. SuratKawat

7. Memo

8. Pengumuman

9. Undangan

10. Surat Pengantar

11. Telepon

12. Teleks

13. Facsimile

14. Electronic Mail


BAGIAN SURAT NONSTATUTER


B. PROSES DAN CARA PEMBUATAN

SURAT NONSTATUTER

Penyiapan Konsep

- Tepat

- Jelas

- Singkat

- Bahasa Indonesia yang baku,baikdanbenar

2. Pengajuan Konsep

a.Diajukansecarahirarkis sesuai prosedur dalam unit kerja/organisasi, kemudianditeliti dan diparafoleh

pejabatyang terkaitsebagaipeetanggungjawaban.

b.Jikamaterisuratlebihdarisatu unit kerja, konsepterlebih dahulu dikoordinasikan denganpejabatterkait/unit kerja terkait.

Penomoran surat


3. Penomoran Surat

a.Pernomoransuratdilaksanakansetelahsuratditandatanganiolehpejabat yang berwenang, untukmenjaga agar tanggaldanpemberlakuansurattidakadaselisihwaktu yang terlalu lama.

b. Penomoransurat sesuai dengan kode indeks surat dinas yang telah ditetapkan.

c. Penomoran surat untuk instansi vertikal dan UPT (Unit Pelaksana Teknis) dilakukan oleh pejabat yang berwenang di bidang pembinaan administrasi.

Indek Surat


4. PENGETIKAN SURAT


SYARAT-SYARAT SURAT DINAS YANG BAIK

1. Format yang menarik

2. Tidakterlalupanjang

3. Bahasa yang baikdanjelas, padat

dantakzim

4. Format suratdiatursesuai

ketentuan

5.Bagian-bagiansurattidak ditempatkanseenaknya.

Surat Dinas


SYARAT PENULISAN SURAT YANG BAIK


FORMAT SURAT

  • Format Balok/LurusPenuh (Full Block Style)

  • Format Balok yang diubah (Modified Block Style)

  • Format setengahBalok (Semi Block Style)

  • Format Sederhana (Simplified)

  • Format Inden / Lekuk (Indented Style)

  • Format ParagrafMenggantung(Hanging Paragraf)

(Kepmenpan No. 71 Tahun 1993)


KOP SURAT

Kop Surat

No,lamp,hal, tgl,tahun

Alamat dalam

Pengantar

Isi Surat

Penutup

Nama Jabatan

(KMA NO.16/2006)

SEMI BLOCK STYLE

1,5 spasi

Kepala Surat

1spasi

2 spasi

2 spasi

1,5 spasi

Isi Surat

3 spasi

5 spasi

Kaki surat


A. KEPALA SURAT

1 .Kop Surat

Terdiri dari lambang dan judul diketik dengan huruf kapital yang diletakan di tengah marjin tanpa di akhiri tanda baca, gunanya untuk:

1) Identitas organisasi

2) Mengetahui nama dan alamat kantor/organisasi

3) Memberi informasi atau keterangan tentang organisasi

4) Sarana untuk memperkenalkan atau mempromosikan instansi


CARA PENGETIKAN;

1. Nama satuan organisasi diketik dengan huruf kapital

2. Ditulis alamat lengkap, nomor telepon dan faksimile serta nama kota kedudukan instansi bersangkutan dengan huruf kapital setiap awal kata dengan font 12

3. Diberi garis pembatas tebal tunggal

Contoh Kepala Surat

KEMENTERIAN AGAMA

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN PADANG

Jalan Batang Kapur Nomor 7 Telepon (0751) 7053807 Faksimile (0751) 41169

Padang


NOMOR, SIFAT, LAMPIRAN DAN HAL SURAT DIKETIK 10 KETUKAN DARI TEPI KERTAS

KEMENTERIAN AGAMA

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN PADANG

Jalan Batang Kapur Nomor 7 Telepon (0751) 7053807 Faksimile (0751) 41169

Padang

Nomor : Padang, 7 Mei 2010

Sifat :

Lampiran :

Hal :


2. Nomor Surat

Nomor surat berfungsi untuk:

1)Mengetahui jenis kegiatan yang berhubungan dengan surat, mempermudah pengarsipan, dan menemukannya kembali jika sewaktu-waktu dibutuhkan

2) Alat petunjuk bagi petugas arsip

3)Penunjukan sumber dalam kegiatan surat-menyurat dengan cara penunjukan surat yang dibalas atau ditindaklanjuti.


Contoh

Nomor : Kw.03.1/KP.00/35/2010,denganketerangansbb :

Kw: Kodeindeks Kantor Wilayah

03: NomorurutKontor Wilayah Sumetera Barat

1: Bagian Tata Usaha

KP.00: Kodeklasifikas

35: Nomorsuratdalamkartukendali

2010: TahunPembuatanSurat


3. Sifat Surat

Sifat surat ditulis dengan memperhatikan aspek keamanan dan legalitas yang dibedakan atas:

1)Keaslian surat (asli, tembusan, salinan, danpetikan)

2)Bobot informasi ( surat penting dan biasa)

3)Pengamanan informasi (sangat rahasia, rahasia, terbatas, dan biasa)

Sifat surat dibuat apabila isi surat penting dan sangat rahasia/rahasia. Jika sifat surat tidak diisi maka tidak perlu ditulis.


CONTOH

Nomor : Kd. 03. 03/1/KP.002/335/2010 Padang, 7 Mei 2010

Sifat : Penting

Lampiran : Satu lembar

Hal : Pengisian Data GTT

Apabila sifat tidak diisi maka tidak perlu dibuat

Contoh tidak tepat

Nomor : Kd.03.03/1/KP.002/345/2010

Sifat : -

Lampiran : Satu lembar

Hal : Undangan Rapat

Contoh yang tepat

Nomor : Kd.03.03/1/KP.345/2010

Lampiran : Satu lembar

Hal : Undangan Rapat


4. Lampiran

-Lampiran adalah lembar tambahan yang dilampirkan bersama dengan surat yang dikirimkan.

-Lampiran dugunakan untuk memberitahukan kepada penerima surat bahwa ada sesuatu yang disertakan bersama surat, seperti surat rekomendasi dan surat keterangan.

-Lampiran tidak perlu dicantumkan/dibuat jika tidak ada sesuatu yang disertakan.

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Lampiran: Lima (5) helai

Lampiran: -

Contoh penulisan yang tepat:

Lampiran: Lima helai


5. Hal Surat

Hal surat /pokok surat berisikan inti keseluruhan isi surat yang dituliskan secara ringkas dan jelas dalam bentuk frasa (bukan kalilmat) yang berfungsi untuk memberitahukan kepada penerima surat tentang pokok masalah yang ditulis dalam surat.

Frasa tersebut tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak digarisbawahi .

Huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital kecuali kata depan/kata sambung.

Contoh penulisan yang tidak tepat

Hal: Undangan untuk menghadiri Rakernas pada tanggal 2 Maret 2010

Contoh penulisan yang tepat

Hal: Undangan Rakernas


6. TEMPAT KEDUDUKAN, TANGGAL, BULAN DAN TAHUN

Cara pengetikan:

1)Diletakkan di sebelah kanan atas dan tidak diakhiri dengan tanda baca

2) Diketik sejajar dengan nomor

Contoh yang tidak tepat

Padang, 7- Mei- 2010.

Tanggal: 7-5-2010

Padang, 2 Sept. 2009.

Contoh yang tepat

Padang, 7 Mei 2010

Padang, 2 September 2010

Contoh

Nomor : Padang, 7 Mei 2010

Sifat :

Lampiran :

Hal :


7. ALAMAT SURAT

-Alamat surat berfungsi sebagai petunjuk langsung mengenai pihak yang harus menerima surat. Usur-unsur alamat yang digunakan ditulis lengkap dan tidak disingkat kecuali frasa Yang terhormat yang lazim disingkat Yth.(diakhiri titik satu).

-Penulisan nama orang yang diawali dengan nama gelar akademis/jabatan tidak perlu lagi menggunakan kata penyapa Bapak, Ibu atau Saudara karena gelar akademis/jabatan merupakan penghormatan terhadap penerima surat.


Contoh yang tidak tepat Contoh yang tepat

Kepada Kepada

Yth. Bapak Drs. H. Syadli Yth. Bapak Syadli

Jalan Kuini IV Jalan Kuini IV

di Padang

Padang

Kepada Kepada

Yth. Bapak Kepala...... Yth. Kepala......

Jl. Rasuna Said V Rasuna Said V

Di Jakarta Pusat

Jakarta Pusat


Pihak yang dikirimi surat dapat terdiri atas lebih dari satu

Contoh:

Kepada

Yth. : 1. Kepala MA se-Kota Solok

2. Kepala MTs se-Kota Solok

3. Kepala MI se-Kota Solok

Di belakang Yth. Dituliskan titik dua (:) untuk menyatakan perincian. Pihak-pihak yang dikirimi surat disusun berdasarkan urutan tingkat jabatan atau urutan ketuaan.


Alamat surat diketik lurus dengan huruf pertama isi Hal

Contoh

Nomor : Kd.03.03/1/KP.345/2010 Padang, 7 Mei 2010

Lampiran : Satu lembar

Hal : Undangan Rapat

Kepada

Yth. Para Kepala Madrasah

Kota solok


B. ISI SURAT

Cara pengetikansehingga harus disambung dengan halam beri

1. Diketik 4 spasi setelah nama kota pada obyek surat

2. Untuk surat yang sangat singkat pengetikannya diserasikan dengan ukuran kertas

3. Untuk surat yang panjang kutnya menggunakan kertas biasa tanpa kop surat dan sudut kanan atas dibubuhi nomor halaman

4. Dimulai dengan indent lima ketukan dari margin kiri setiap huruf awal alenia baru.

5.


ISI SURAT


Pembuka

Kalimat pembuka berguna untuk mengantar dan menarik perhatian pembaca terhadap isi pokok (inti) surat dengan menggunakan kalimat efektif.

Contoh:

a. Kami beri tahukan dengan hormat bahwa ....

b. Dengan hormat kami informasikan bahwa ....

c. Sesuai dengan surat ..., dengan hormat....

d. Berdasarkan Kalender Pendidikan ...., dengan hormat....

e. Setelah memperhatikan surat...., kami beritahukan dengan hormat bahwa....

f. Kami beri tahukan dengan hormat bahwa ....


2. Isi Pokok (Inti) Surat

Umumnya diawali dengan ungkapan penghubung,

seperti:

a. Sehubungan dengan hal tersebut (itu), ....

b. Berkaitan dengan hal itu (tersebut), ....

c. Berkenaan dengan hal tersebut (itu), ....

d. Oleh sebab itu,....

e. Walaupun demikian, ....


3. Penutup

Penutup surat umumnya berisi ucapan terima kasih atau harapan kepada penerima suratyang ditulis secara ringkas dan jelas.

Contoh:

a. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.

b. Atas bantuan dan kerja sama Bapak, kami ucapkan terima kasih.

c. Kami mengharapkan kerja sama yang baik ini dapat

kita bina terus.


C. KAKI SURAT


CARA PENULISAN KAKI SURAT

Nama jabatan diketik sebelah kanan bawah dengan jarak 3 spasi dari kalimat terakhir bagian isi surat, menggunakan huruf awal kapital

Yang dicantumkan adalah jabatan pengirim dan tidak perlu menyebutkan kembali nama instansi.

Nama pejabat diketik dengan huruf awal kapital, tidak diberi garis bawah dan tanda baca. Pencantuman gelar kesarjanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Di bawah nama pejabat diketik NIP yang bersangkutan tanpa diakhiri titik dan tidak diberi antara satu angka dengan angka yang lainnya.

Jabatan si pengirim dan nama pejabat disusun tegak lurus dengan tempat kedudukan surat.

Tanda tangan pejabat terletak antara jabatan dengan nama yang berjarak 5 spasi.


KOP SURAT

Kop Surat

No,lamp,hal, tgl,tahun

Alamat dalam

Pengantar

Isi Surat

Penutup

Nama Jabatan

CONTOH

1,5 spasi

Kepala Surat

1spasi

2 spasi

2 spasi

1,5 spasi

Isi Surat

3 spasi

5 spasi

Kaki surat


CONTOH

Kepala

Drs. H. Zamzami, M.A.

NIP 196003291991031003


TEMBUSAN SURAT

Kata tembusan diketik dengan huruf awal kapital, lurus dengan nomor di atas dan tidak diberi garis bawah

Apabila tembusan surat ditujukan kepada lebih dari satu instansi di belakang kata “Tembusan” dibubuhkan titik dua (:)

Pengetikan tembusan ditetapkan pakai nomor urut, lurus dengan huruf T pada kata tembusan.

Urutan obyek tembusan dimulai dari pejabat yang tertinggi tingkat eselonnya.

Tembusan tidak dibenarkan menggunakan kata Kepada yang terhormat atau Yth.

Tembusan tidak perlu dicantumkan tulisan sebagai laporan, arsip atau pertinggal.


Contoh

Tembusan

Menteri Agama

Tembusan:

Menteri Agama

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara

Menteri Keungan


PMA NO. 1/2010

KEMENTERIAN AGAMA

PROVINSI SUMATERA BARAT

JalanKuini No………. Telp………………….

Padang

Nomor:……………….. Padang,…………………..

Sifat: ………………..

Lampiran:……………….

Hal: ………………

Kepada

Yth. ………………………………………

……………………………………………

……………………………………………………………………………………………......................................

…………………………………………………………………………………………………………..........................

…………………………………………………………………………………………………………..........................

…………………………………………………………………………………………….....................................

…………………………………………………………………………………………………………..........................

Kepala

Cap / Tandatangan

Tembusan :NamaTerang

5 Ketukan

10 ketik dari tepi kertas


NOTA DINAS

Nomor …………….

Kepada : ……….. Padang, ……….

Dari : ………..

Hal : ………..

5 Ketukan

……………………………………………………………………………………………………………........

…………………………………………………………………………………………………………………………..........

………………………………………………………………………………………………………………………….........

…………………………………………………………………………………………………………….......

…………………………………………………………………………………………………………………………........

………………………………………………………………………………………………….. Dst.

…………………………………………….

…………………………………………….

…………………………………………….

Tembusan : (kalau ada)…………………………………………….

KEMENTERIAN AGAMA

PROVINSI SUMATERA BARAT

JalanKuini No………. Telp………………….

Padang


Padang, …………

Kepada

Yth : 1. …………….

2. …………….

3. …………….

Di lingkunganDeaprtemen Agama

SURAT EDARAN

Nomor : ……………

TENTANG

…………………………….

I. Latar Belakang

1. ……………………………………………………………………………………………………………………….

2. ……………………………………………………………………………………………......................................

II. Pelaksanaan

1. ............……………………………………………………………………………………......................................

2...…………………………………………………………………………………………….....................................

KANWIL DEPAG SUMBAR

Tandatangan / Cap Dinas

Tembusan :NAMA TERANG

1.. ………………………

2. ………………………

KOP SURAT


Padang, ……………..

LAPORAN

Nomor : …………………….

TENTANG

……………………………………..

PENDAHULUAN

Umum

…………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………..

1. Maksud

…………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………dst

2. Ruang Lingkup

…………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………dst.

3. Dasar

…………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………

KOP SURAT


TUGAS YANG HARUS DILAKSANAKAN

......…………………………………………………………………………….................

............................................................................................................................... ........……………………………………………………………………...................…dst

HASIL YANG DICAPAI

.........…………………………………...................……………………………………….

........…………………………………………………...................…………………….....

..........................................................................................................................dst

KESIMPULAN DAN SARAN

........................…………………………………………………………………………….

................................................................................................................................ .........……………………...................………………………………………………..dst

PENUTUP

..........................……………………………………………………………………………

...................................................…………………………………………………….dst

Pejabat yang berwenang

ttd

Nama Lengkap


SURAT TUGAS

Nomor : ……………………………

Padang, ……………….

Menunjuk surat …………………, nomor, ………………Tanggal ……………Hal ………,

bersama ini kami Tugaskan pejabat/Pegawai dari Biro …………………………….., yaitu :

Nama: ………………………………………………

NIP: ………………………………………………

Pangkat/Gol: ……………………………………………..

Jabatan: ……………………………………………..

Untuk mengikuti/menghadiri

………………………………………………………………………………………………………….

Setelah selesai melaksanakan tugas ini, segera melaporkan kepada pimpinan.

Demikian Surat Tugas ini untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Kepala

ttd

Nama Terang

KOP SURAT


MEMO

Kepada:Jakarta,

Dari:

Hal:

………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………….

…………………………..

…………………………..

……………………………

…………………………….

KOP SURAT


KEMENTERIAN AGAMA

PROVINSI SUMATERA BARAT

JalanKuini No………. Telp………………….

Padang

Padang, …………………………..

PENGUMUMAN

Nomor. …………………..

TENTANG

…………………………………………

…………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………..

..………………………………………………………………………..

.…………..……………………………………………………………………..

.……………..…………………………………………………………………..

Pejabat yang berwenang

Tanda tangan dan cap dinas

Nama Lengkap


KOP SURAT

SURAT PENGANTAR

Nomor…………………

Padang, …………………………

Kepada

Yth,.…………………………….

………………………………….

Kepala

Cap Tanda Tangan

Nama Terang

NIP………….

Gunting disini (Kembali untuk si pengirim / pengantar)

………………………………………………………………………………………………….....................

TANDA TERIMA

Telah terima surat/buku……………………………………………………………………………….

Penerima

Cap Tanda Tangan

Nama Terang

NIP…………

Pejabat T. Tgn


BAHASA SURAT


SURAT RESMI HARUSLAH DITULIS DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA BAKU, YAITU BAHASA YANG SUDAH MENGIKUTI KAIDAH BAHASA YANG SUDAH DIBAKUKAN


A. EJAAN

Poto

Himbau

Jadual

Kwitansi

Sistim

Syah

Kongrit

Propinsi

Metoda

Trampil

Imbau

Jadwal

Kuitansi

Foto

Sistem

Sah

Konkret

Provinsi

Metode

Terampil

TIDAK BAKU

BAKU


B. BENTUK KATA

ANGKATAN III, ANGKATAN KE-3

ANGKATAN KETIGA

DUA PULUH LEMBAR

MENAATI

MENGECEK

PENGADERAN

BAKU

ANGKATAN KE-III

20 (DUA PULUH) LEMBAR

MENTAATI

MENCEK

PENGKADERAN

TIDAK BAKU

* Kecuali kata yang sudah beku (dalam dokumen resmi)


C. DIKSI/PEMILIHAN KATA

BEBERAPA ASAS YANG DAPAT DITERAPKAN


1. KETEPATAN: BERKAITAN DENGAN BENTUK DAN MAKNA

1a. Bersama ini kami mengundang Saudara....(tidak tepat)

1b. Dengan ini kami mengundang Saudara .... (tepat)

2a. Bersama ini kami kirimkan satu eksemplar buku ....(tepat)

2b. Bersama ini kami kirimkan satu eksempalr buku .... (tidak tepat)

2. KECERMATAN YANG BERCIRIKAN : (1) TIDAK MUBAZIR. (2) TIDAK RANCU , DAN (3) IDIOMATIS

Contoh tidak tepat: contoh yang tepat:

1. Seperti misalnya 1. seperti, misalnya (pakai salah satu)

Demi untuk peningkatan 2. Demi peningkatan atau untuk meniingkatkan

Agar supaya 3. agar/supaya

Sesuai 4. Sesuai dengan

Terdiri atas 5. terdiri dari


3.Keserasian diterapkan pada pemilihan kata dan penngunaan kata ganti persona dan kata sapaan.

Contoh:

Bapak/Ibu

Saudara

Mohon data tersebut dikirimkan bukan Bapak kirimkan

Kelaziman yaitu denhan mungggunakan kata-kata yang sudah lazim dalamm surat resmi.

Contoh:

Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih


D. KALIMAT

Lngkap

Hemat

Tidak Rancu

Sopan /Halus

Jelas

Lazim

Logis

(Soedjito, 2010: 11-36)


Terimakasih


TERIMA KASIH


  • Login