1 / 29

HAEMOPTISIS

HAEMOPTISIS. Arimbi,dr.Sp.P Ilmu Penyakit Paru FK-UWK Surabaya. DEFINISI HAEMOPTISIS. Haemoptisis  d arah atau dahak bercampur darah ,dikeluarkan saat batuk yang berasal dari saluran pernafasan bagian bawah (glotis ke arah distal). HAL PENTING PADA HAEMOPTISIS.

lynda
Download Presentation

HAEMOPTISIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. HAEMOPTISIS Arimbi,dr.Sp.P Ilmu Penyakit Paru FK-UWK Surabaya

  2. DEFINISI HAEMOPTISIS Haemoptisis  darah atau dahak bercampur darah ,dikeluarkan saat batuk yang berasal dari saluran pernafasan bagian bawah (glotis ke arah distal)

  3. HAL PENTING PADA HAEMOPTISIS • Konfirmasi bahwa kehadiran darah tersebut adalah haemoptisis • Bedakan antara : Haemoptisis, Epistaksis dan Hematemesis. • Prediksi sumber /penyebab perdarahan • Informasi tentang jumlah darah dan frekwensi haemoptisis • Penanganan haemoptisis • Komplikasi haemoptisis • Prognose haemoptisis

  4. BEDA HAEMOPTISIS, PSEUDOHAEMOPTISIS & HEMATEMESIS

  5. PREDIKSI SUMBER PERDARAHAN

  6. KLASIFIKASI HAEMOPTISIS Berdasarkan volume darah yang dikeluarkan  • Derajat 1 ( blood streak) • Derajat 2 (1-30 cc/24 jam) • Derajat 3 (> 30-150 cc /24 jam) • Derajat 4 (> 150-500 cc /24 jam) • Derajat 5 /Massive (> 500 cc/24 jam) Berdasarkan frekwensi terjadinya haemoptisis  • Single haemoptisis (interval kejadian haemopts < 7 hari ) • Repetaed haemoptisis (interval kejadian haemopts > 7 hari )

  7. 95% aliran darah dari a. Pulmonalis  kapiler (Tekanan rendah) • 5% aliran darah dari a. Bronkhialis  Aorta (Tekanan tinggi) • Paru-paru menerima darah dari arteri pulmonalis dan arteri bronkhialis. • Pecahnya a. Pulmonalis, cenderung untuk menghasilkan volume darah yang sedikit pada hemoptysis • Pecahnya a. Bronkhialis, cenderung untuk menghasilkan volume darah yang profuse/massive pada hemoptysis

  8. PATOGENESIS PENYAKIT DENGAN BATUK DARAH • Infeksi paru  ulserasi mukosa bronkhus, gg pembekuan darah, peningkatan permeabilitas dinding pemb darah, hipervaskularisasi  haemoptisis • Tuberkulosis , bronkiektasis , abses paru-paru , dan cystic fibrosis dilatasi arteri sepanjang anastomosis arteri pulmonalis dan arteri bronkialis,  kapiler erosi dan pecah • cavitas paru akibat Tb (aneurisma Rasmussen/dilatasi a.bronkhialis)  haemoptisis • Carcinoma Bronchogenic erosi dan nekrosis pada jaringan , invasi pembuluh darah  haemoptisis

  9. PATOGENESIS PENYAKIT DENGAN BATUK ... • Bronkhiektasis radang mukosa bronkhus iskemia bronkhus, anastomose dan aneurisma  batuk keras haemoptisis • Mitral stenosis dan Decomp Cord kiri akut peningkatan tekanan vena pulmonalis rupture/distensi kapilerhaemoptisis • Infark paruanamstomose dan spasme vena  nekrosis  pembuluh darah dibawahnya mudah pecahhaemoptisis • Emboli paru  infark paru  Ischemia parenkhim paru  nekrosis parenkhim paru  pembuluh darah dibawahnya pecah • Kontusio pulmonum eksudasi darah dan cairan ke dalam alveoli  kalpiler pecah haemoptisis

  10. ANAMNESA • Pria, usia > 40 tahun, riwayat merokok, durasi hemoptisis > 1 minggu  malignancy • Merokok  faktor risiko terjadi kanker, Bronkhitis dan Emphisema • Paparan asbes , arsen , kromium , nikel dan eter • Keganasan paru (adenocarcinoma) menginduksi hiperkoagulasi  meningkatkan risiko untuk emboli paru • Produksi sputum purulen  Pneumonia, Tuberkulosis, Bronkiektasis . • Menstruasi (haemoptisis saat haod/hemoptisis catamenial) akibat adanya endometriosis

  11. PEMERIKSAAN FISIK • Vital sign (T,N,t,RR) dan tanda tanda hipoksia • Status gizi (cachexia) • Kulit dan membran mukosa(sianosis ,anemis, ekimosis, gingivitis, atau bukti perdarahan dari mukosa mulut atau hidung). • Pembesaran kelenjar getah bening (supraklavikula dan aksila) • Pemeriksaan kardiovaskularevaluasi untuk distensi vena jugularis , bunyi jantung abnormal dan edema • Pemeriksaan paru-parukonsolidasi , mengi , rales dan trauma . • Pemeriksaan abdomenpembesaran hati atau massa • Pemeriksaan ekstremitastanda-tanda edema , sianosis , atau clubbing.

  12. PEMERIKSAAN PENUNJANG • Foto Thoraks • Computed Tomography (CT) Thoraks • Fiberoptic Bronchoscopy (FOB) unt menyingkirkan keganasan

  13. PEMERIKSAAN PENUNJANG... • Bronkoskopi fiberoptik alat diagnostik untuk penyakit endobronkial pusat dan memungkinkan untuk visualisasi langsung dari situs perdarahan • Bronkoskopi fiberoptik  dapatdilakukan biopsi jaringan , lavage bronkial , atau brushings untuk diagnosis patologis . • Bronkoskopi fiberoptik dapat memberikan terapi langsung dalam kasus-kasus perdarahan yang sdg berlangsung.

  14. PEMERIKSAAN PENUNJANG... • Bronkoskopi kaku/rigid bronkhoskopi alat pilihan untuk kasus perdarahan masif, guna menyedot gumpalan darah untuk pemeliharaan saluran napas yang lebih besar dibanding bronkoskopi fiberoptik.

  15. PENANGANAN HEMOPTISIS NON MASSIVE Tujuan penanganan pasien dengan hemoptisis non massive atau hemoptisis massive adalah sama yaitu  • Penghentian perdarahan • Pencegahan aspirasi • Pengobatan penyebab yang mendasari Penanganan pada haemoptisis massive lebih diutamakan pada penanganan kegawat daruratannya

  16. PENANGANAN HEMOPTISIS MASSIVE/PROFUSE Haemoptisis massive, merupakan kondisi yang berpotensi serius, maka lakukan evaluasiAirway-Breath-Circulation (ABC) , yaitu  • Bebaskan saluran napas • Periksa fungsi pernapasan • Periksa fungsi sirkulasi

  17. PENANGANAN HEMOPTISIS MASSIVE/PROFUSE Cegah aspirasi  • Posisi tredelendurg, bebaskan jln. napas dan miring ke posisi paru yang sakit agar tidak terjadi aspirasi ke paru yang sehat dan membuat pembuluh darah paru sehat terjepit, shg perdarahan cepat teratasi / berhenti. • Pasang infuse, penghisapan darah , pengambilan bekuan • Kolaps terapi (pneumoperitonium, pneumothoraks artifisial, pemotongan N. Phrenicus)

  18. PENANGANAN MASSIVE / PROFUSE ... Cegah kehilangan banyak darah (Eksanguination)  - Menghentikan sumber perdarahan - Memberi obat Koagulansia, fresh-frozen plasma dan tranfusi faktor pembekuan /platelet transfusions - FOB(suction darah dan cari lokasi perdarahan) - Rigid bronchoscopy (penghisapan darah yang menggumpal dan mudah) - Endobrachial tamponade (balon kateter tamponade) - Embolization(pada a. Bronkialis) - Cauterization,Laser photocoagulation dan Reseksi paru

  19. Posisi trendelenburg

  20. PROGNOSE HAEMOPTISIS • Hemopthoe <200 cc/24jam, supportifve baik • Haemoptisis massive >600cc/24jam, prognose jelek 85% meninggal akibat: * Bilateral far advance * Faal paru kurang baik * Kelainan jantung

  21. KOMPLIKASI HAEMOPTISIS • Bahaya utama batuk darah adalah terjadi penyumbatan trakea dan saluran nafas, sehingga timbul sufokasi yang sering fatal. Penderita tidak nampak anemis tetapi sianosis, hal ini sering terjadi pada batuk darah masif (600-1000 cc/24 jam) • Karena saluran nafas tersumbat, maka paru bagian distal akan kolaps dan terjadi atelektasis • Pneumonia aspirasi merupakan salah satu penyulit yang terjadi karena darah terhisap kebagian paru yang sehat • Akibat kehilangan banyak darah  Syok hipovolemi dan Anemia

  22. KESIMPULAN • Haemoptisis harus dibedakan dengan Hematemesis dan perdarahan Nasopharyngeal / Epstaksis • Bronchitis, bronchiectasis, TB, dan necrotizing pneumonia atau abscess ( penyebab haemoptisis pada orang dewasa ) • Infeksi saluran napas bawah dan aspirasi benda asing ( penyebab haemoptisis pada anak ) • Penderita dengan Hemoptisis memerlukan penanganan sampai stabil, sebelum pemeriksaan penunjang dilakukan • Pada hemoptysis profuse, bila sisi paru yang sakit diketahui, maka posisi penderita miring ke posisi paru yang sakit. • Bronchial artery embolization, merupakan penangan yang cukup dapat di harapkan pada haemoptisis Profuse.

  23. TERIMA KASIH SELAMAT BELAJAR

More Related