Manajemen Umum
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 3

Manajemen Umum XIII PowerPoint PPT Presentation


  • 152 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Manajemen Umum XIII. XIII / 1 - 8 PENGAWASAN. A. PENGERTIAN. Menurut. Robert. J. Mockler. pengawasan. yaitu. usaha. sistematik. menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar,

Download Presentation

Manajemen Umum XIII

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Manajemen umum xiii

Manajemen Umum

XIII

XIII / 1 - 8

PENGAWASAN

A.

PENGERTIAN.

Menurut

Robert

J.

Mockler

pengawasan

yaitu

usaha

sistematik

menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang

sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar,

menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengambil tindakan koreksi yang

menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan

efektif dan efisien.

Banyak kasus di suatu organisasi tidak dapat terselesaikan seluruhnya

karena tidak ditepatinya waktu penyelesaian (deadline), anggaran yang

berlebihan, dan kegiatan lain yang menyimpang dari rencana semula.

B.

MENGAPA PENGAWASAN DIBUTUHKAN.

Satu alas an mengapa pengawasan dibutuhkan adalah untuk memantau

kemajuan dan memperbaiki kesalahan. Namun pengawsan juga membantu

manajer memantau perubahan lingkungan dan dampaknya pada kemajuan

organisasi.

1.

2.

3.

4.

Untuk menanggulagi perubahan. Perubahan adalah suatu bagian

lingkungan organisasi manapun yang tidak bisa dielakkan

Untuk menciptakan daur yang lebih cepat. Satu hal adalah mengenal

permintaan pelanggan untuk perbaikan dalam perancangan, mutu, atau

waktu penyerahan.. hal lainnya adalah mempercepat daur yang tercakup

dalam penciptaan dan selanjutnya penyerahan produk dan jasa baru bagi

pelanggan.

Untuk menambah nilai. Daur waktu yang cepat adalah satu cara untuk

merebut satu sisi bersaing. Cara lainnya adalah menambah nilai, yang

ditegaskan oleh guru manajemen kenamaan Jepang Kenichi Ohmae.

untuk menyatukan pekerja dari berbagai latar belakang dan kultur.

Secara

historis,

perusahaan-perusahaan-perusahaan

A.S.

telah

menggunakan pengawsan otokratik yang agak kaku, untuk mengelola

pekerja dan bawahan. Dengan adanya angkatan kerja yang lebih terdidik

Pengawasan http://www.mercubuana.ac.id

Moesadin Malik, Ir., M.Si


Manajemen umum xiii

Manajemen Umum

XIII / 3 - 8

D.

PERANCANGAN PROSES PENGAWASAN.

William H. Newman menetapkan prosedur sistem pengawasan, dimana

dikemukan lima jenis pendekatan, yaitu:

1.

Merumuskan hasil diinginkan, yang dihubungkan dengan individu yang

melaksanakan.

2. Menetapkan penunjuk, dengan tujuan untuk mengatasi dan memperbaiki

penyimpangan sebelum kegiatan diselesaikan, yaitu dengan:

a. pengukuran input.

b. hasil pada tahap awal.

c. gejala yang dihadapi.

d.

kondisi pembahan yang diasumsikan.

3.

4.

Menetapkan standar penunjuk dan hasil, dihubungkan dengan kondisi

yang dihadapi.

Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik, dimana komunikasi

pengawasan didasarkan pada prinsip manajemen by exception yaitu

atasan diberi informasi bila terjadi penyimpangan dan standar.

5. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi, bila perlu suatu

tindakan diganti.

E.

MERANCANG SISTEM PENGAWASAN

1.

Sistem Pengawasan (Control System). Prosedur yang terdiri dari

berbagai

langkah

yang

diterapkan

untuk

berbagai

tipe

aktivitas

pengawasan.

2.

Titik pengawasan strategis (strategic control points). Titik kritis dalam

suatu system dimana monitori dan pengumpulan informasi harus

berlangsung.

3.

Bidang-bidang

strategik.

Menyangkut

kegiatan-kegiatan

utama

organisasi, seperti transaksi keuangan, operasi produksi.

4.

Standar yang yang dipergunakan dalam bidang fungsional untuk

mengukur prestasi:

Pengawasan

http://www.mercubuana.ac.id

mutu, jumlah, biaya, dan prestasi kerja individual

Moesadin Malik, Ir., M.Si


Manajemen umum xiii

Manajemen Umum

XIII / 5 - 8

e.

f.

Realistik secara ekonomis, dimana biaya sistem pengawasan harus

lebih rendah atau sama dengan kegunaan yang didapat.

Realistik secara organisasional, yaitu cocok dengan kenyataan yang

ada di organisasi.

g. Terkoordinasi dengan aliran kerja, karena dapat menimbulkan sukses

atau

gagalnya operasi serta harus sampai pada karyawan yang

memerlukannya.

h.

i.

j.

Fleksibel, harus dapat menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi,

sehingga tidak harus buat sistem baru bila terjadi pembahan kondisi.

Sebagai petunjuk dan operasional, dimana harus dapat menunjukkan

deviasi standar sehingga dapat menentukan koreksi yang akan

diambil.

Diterima para anggota organisasi, mampu mengarahkan pelaksanaan

kerja anggota organisasi dengan mendorong perasaan otonomi,

tanggung jawab dan prestasi.

7.

Metode teknik pengawasan.

Teknik Pengawanan Manajerial:

a.

b.

c.

Management by objectives (MBO)

Management by exeption (MBE)

Management Information System (MIS)

Teknik Pengawasan Kuantitatif:

a.

Anggaran (Budget):

-

-

Anggaran operasional

Anggaran khusus

b.

Audit:

-

-

-

Internal audit

Eksternal audit

Manajemen audit

c.

d.

e.

f.

Analisa break even pont (BEP)

Anlisa Rasio

Sistem Prosedur

Bagan dan teknik yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan

kegiatan.

Teknik Pengawasan Non Kuantitatif:

a.

Pengawasan

Pengamatan (Control by observation)

Moesadin Malik, Ir., M.Si

http://www.mercubuana.ac.id


  • Login