![]() |
||||
Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime.
While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.
1. MATERI PEMBELAJARAN PKN SMAKELAS XII SEMESTER 2 By Molida Osni
NIP 131393502
2. Standar Kompetensi 3 : MENGEVALUASI PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI
3. Kompetensi Dasar :1. MENDESKRIPSIKAN PENGERTIAN, FUNGSI DAN PERAN SERTA PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA Indikatornya :
Menjelaskan pengertian pers
Menjelaskan fungsi pers dalam masyarakat demokratis di Indonesia
Menjelaskan peranan pers dalam masyarakat demokratis di Indonesia
Menguraikan perkembangan pers
di Indonesia
4. PENGERTIAN PERS Pers sering diartikan Surat Kabar (News Paper) atau Majalah (Magazine)
Secara etimologi Pers (Belanda), Press (Inggris), Presse (Perancis), Pressare atau Premare (Latin) artinya tekan atau Cetak.
5. Menurut Weiner, Pers adalah wartawan cetak, media cetak, publisitas atau peliputan berita.
Menurut Oemar Seno Adji :
1. Dalam arti sempit artinya penyiaran pikiran,
gagasan, atau berita-berita secara tertulis
2. Dalam arti luas artinya semua media massa
atau mess communications yang
memancarkan pikiran dan perasaan
seseorang baik tertulis maupun lisan
6. UU NO. 40 TAHUN 1999 Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, yang meliputi : mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia
7. PERS MENURUT ILMU KOMUNIKASI Usaha percetakan atau penerbitan
Usaha pengumpulan dan penyiaran berita
Penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, radio dan televisi
Orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita
Media penyiaran dan berita yakni surat kabar, majalah, radio dan televisi
8. FUNGSI PERSDI INDONESIA UU No. 40 Tahun 1999 pada pasal 3 :
1. Media Informasi
2. Media Pendidikan
3. Media Hiburan
4. Kontrol sosial
9. HAROLD D. LASSWEL & CHARLES WRIGHT Fungsi Sosial Media Massa :
1. Pengamatan sosial
2. Korelasi Sosial
3. Sosialisasi
4. Hiburan
10. PERANAN PERS DI INDONESIA UU No. 40 Tahun 1999 pada pasal 6 :
1. Memenuhi keinginan masyarakat untuk mengetahui
2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak-hak asasi manusia serta menghormati kebhinnekaan
3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar
4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum
5. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran
11. PERKEMBANGAN PERSDI INDONESIA Dalam perkembangannya dikategorikan ke dalam tiga
golongan, yaitu :
1. Pers Kolonial, yaitu surat kabar atau majalah yang diusahakan oleh orang-orang Belanda dalam bahasa Belanda, bahasa Indonesia (Melayu) atau bahasa daerah.
2. Pers Cina, yaitu surat kabar atau majalah yang diterbitkan oleh golongan penduduk Cina dalam bahasa Cina, bahas Belanda dan bahasa Indonesia (Melayu).
3. Pers Nasional, yaitu surat kabar atau majalah yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia (Melayu) dan bahasa daerah
12. PERS DI AWAL PERTUMBUHAN Pada tahun 1615 atas perintah Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen diterbitkan Memories der Nouvelles yang ditulis dengan tangan
Pada tahun 1688 diterbitkan surat kabar cetak pertama dengan mesin cetak yang didatangkan dari Belanda
Pada tanggal 20 Juni 1746 surat kabar pertama ditutup, dan pada tahun 1810 muncul kembali Bataviasche Koloniale Courant di Jakarta,
Surabaya dan Semarang
13. PERS DI AWAL PERTUMBUHAN(Lanjutan) Pada tahun 1770 terbit surat kabar kedua bernama Vendu Nieuws, dan pada masa pemerintahan Herman Willem Daendles, tahun 1809 surat kabar ini dihentikan
Pada tahun 1831 muncul surat kabar swasta pertama, dan sebelum tahun 1856 tidak kurang dari 16 surat kabar terbit di Hindia Belanda
14. PERS DI MASA PERGERAKANDAN REVOLUSI Surat kabar Bromartani yang berbahasa Jawa pertama terbit di Surakarta, dengan peluncuran pertama tanggal 25 Januari 1855
Surat kabar berbahasa Melayu terbit tahun 1856 dan di Batavia tahun 1858
Muncul wadah persatuan wartawan, seperti Indische Joornalisten Bond (1919) dan Kaoem Journalist (1931)
15. PERS DI MASA PERGERAKANDAN REVOLUSI (Lanjutan) Pada masa pendudukan Jepang, Pers dikuasai Jepang, kecuali beberapa surat kabar pribumi di bawah kontrol ketat melalui UU Penguasa (Osamu Sairi) No.16 tentang Badan Pengumuman dan Penerangan serta Pemilikan Pengumuman dan Penerangan
Era Jurnalistik Modern pertama ditegakkan oleh RM. Tirto Adhi Soeryo, pemimpin redaksi Soenda Berita, yang ,mendirikan perusahaan pers dan majalah mingguan Medan Prijaji (1910), sebagai surat kabar harian dengan Jurnalis Politik
16. PERS DI MASA PERGERAKANDAN REVOLUSI (Lanjutan) Muncul surat kabar Sarotomo yang berubah menjadi Pewarta Oemoem (Suara Parindra), Penggugah (surat kabar Indische Pertij), Suara Kaoem Boeroeh di Poerworejo (1921) dan Rakyat Bergerak di Yogyakarta (1923)
Sensor mulai berlaku, yaitu Persfreidel Ordonantie (1931) dan Haatzaai Antikelen terhadap pers yang anti kolonial
17. PERS DI MASA PERGERAKANDAN REVOLUSI (Lanjutan) Pada tanggal 8 Juni 1946 muncul Serikat Perusahaan Surat Kabar (Penerbit)
Pada tahun 1957 jumlah surat kabar mencapai 120 buah dengan oplah 1.049.500 ex perhari
Empat surat kabar beroplah tinggi, yaitu Harian Rakyat (Organ PKI), Pedoman (PSI), Suluh Indonesia (PNI), Abadi (Masyumi)
18. PERS DI MASA PERGERAKANDAN REVOLUSI (Lanjutan) Kebebasan pers mulai dibelenggu pemerintah dengan penahawan wartawan sampai penyitaan percetakan
Puncaknya, Kodam V Jakarta Raya memberlakukan ketentuan SIT pada tanggal 1 Oktober 1957
19. PERS DI MASA ORDE LAMA Era demokrasi terpimpin menempatkan pers sebagai alat revolusi melalui Tap MPRS Nomor 11 tahun 1960
Melalui Peraturan Penguasa Perang Tertinggi No. 10 tahun 1960, SIT diberlakukan secara terbatas
Beberapa ketentuan yang diberlakukan, antara lain :
1. Pers berbahasa Cina dilarang
2. Diarahkan ke pemulihan berlakunya
UUD 1945
3. Isi berita sesuai doktrin Manipol Usdek
20. PERS DI MASA ORDE LAMA Akibat peraturan tersebut jumlah surat kabar hanya 60 buah
Redaktur Indonesia, Kantor Berita Antara, PWI dan SPS dikuasai Komunis
Pers yang semula bebas berubah menjadi alat propaganda politik
Aktivis BM. Diah, Adam Malik, Wonohito mencetuskan badan kebudayaan dan badan pendukung Soekarnoisme anti PKI yang kemudian ditutup oleh Soekarno
21. PERS DI MASA ORDE LAMA Pada ulang tahun PWI ke 19, Presiden Soekarno
menegaskan kembali dalam pidatonya :
“Dalam suatu revolusi tanggal 25 Maret 1965 bahwa
Departemen Penerangan mengeluarkan aturan
tentang :
Norma-norma pokok pengusahaan pers
Mengharuskan pers berafiliasi ke dalam partai politik atau ormas
Muncul surat kabar Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha yang berafiliasi ke ABRI
di masa ini politik menjadi pasar pers dan pers menjadi manuver politik
22. PERS DI MASA ORDE BARU Di awal orde baru pers sempat menikmati kebebasannya berdasarkan UU No.11/1966 dan Tap MPRS No.32 tanggal 12 Desember 1966 pasal 4, 5 dan 8
Dipicu peristiwa Malari di Jakarta (15 Januari 1974), kebebasan pers mulai mendapat tekanan
Perumusan konsep pers Pancasila dilakukan tanggal 7 - 8 Desember 1984, munculah istilah pers bebas yang bertanggungjawab
Pers sering dibredel dengan alasan meresahkan masyarakat dan menyinggung sara
Keluar aturan SIUPP berdasar Peraturan Menteri No. 10 tahun 1994
Terbuka peluang modal asing masuk pers. Pers mulai terjebak aantara idealisme politik dan pragmatisme ekonomi
23. PERS DI MASA REFORMASI Pasca orde baru, pemerintahan BJ. Habibie mempunyai andil besar terhadap kebebasan pers
Tanggal 20 Mei 1998 merupakan tonggak penting lahirnya reformasi yang ditandai dengan turunnya Soeharto sebagai Presiden
Kebebasan pers di Indonesia ditandai dengan lahirnya UU No.40 tahun 1999
Pers belum mampu menjadi pilar demokrasi
Kalangan DPR menilai perlunya meninjau kembali UU No.40 tahun 1999 dengan memasukkan perijinan dan mekanisme pengawasan dalam penerbitan pers
24. TUGAS INDIVIDU Carilah artikel di surat kabar atau majalah yang berkaitan dengan fungsi pers, masing-masing satu artikel dan tulis komentar anda ! Selamat Bekerja !
25. Standar Kompetensi :2. MENGANALISIS PERS YANG BEBAS DAN BERTANGGUNGJAWAB SESUAI KODE ETIK JURNALISTIK DALAM MASYARAKAT DEMOKRATIS DI INDONESIA Indikatornya :
Menjelaskan pengertian kode etik jurnalistik
Mendeskripsikan kode etik jurnalistik dalam masyarakat demokratis di Indonesia
Menunjukkan contoh-contoh penyimpangan
kode etik jurnalistik dari berbagai media
26. PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRATIS DI INDONESIA Pada tanggal 9 Pebruari 1946, Wartawan Indonesia berkumpul di Solo, menyatukan diri dalam sebuah organisasi wartawan nasional dengan nama PWI
Pada tahun 1955 disusunlah kode etik jurnalistik yang berlaku bagi seluruh wartawan Indonesia
27. KODE ETIK WARTAWAN INDONESIA Menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar
Menempuh tatacara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas kepada sumber informasi
Menghormati asas praduga tidak bersalah, tidak mencampuradukan fakta dengan opini, berimbang, dan selalu menliti kebenaran informasi serta tidak melakukan flagiat
Tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul, serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan asusila
Tidak menerima uang suap dan tidak menyalahgunakan profesi
Memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang dan off the record sesuai kesepakatan
28. ASAS-ASAS JURNALISTIK INDONESIA Asas Profesionalisme
Asas Nasionalisme
Asas Demokrasi
Asas Religius
29. TUJUH DOSA BESAR PERSYANG MEMATIKAN( Paul Johnson ) 1. Distorsi informasi
2. Dramatisasi fakta palsu
3. Mengganggu privacy
4. Pembunuhan karakter
5. Eksploitasi seks
6. Meracuni pikiran rakyat
7. Penyalanggunaan kekuasaan
30. PRAKTEK JURNALISTIK YANG MENYIMPANG( Sasa Djuarsa Sendjaja ) 1. Epsploitasi judul
2. Sumber data “konon kabarnya”
3. Dominasi opini elit dan kelompok
mayoritas
4. Penyajian informasi yang tidak
investigative
31. Standar Kompetensi : 3. MENGEVALUASI KEBEBASAN PERS DAN DAMPAK PENYALAHGUNAAN KEBEBASAN MEDIA MASSA DALAM MASYARAKAT DEMOKRATIS DI INDONESIA Indikatornya :
Menjelaskan upaya pemerintah dalam mengendalikan kebebasan pers
Menjelaskan dampak penyalahgunaan kebebasan pers dalam masyarakat demokratis di Indonesia
32. UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGENDALIKAN KEBEBASAN PERS DI INDONESIA Mewujudkan Pers Pancasila
Adanya berbagai ketentuan tentang kebebasan berkomunikasi, memperoleh informasi dan menyampaikan pendapat di muka umum
33. JAMINAN KEBEBASAN BERBICARA DAN BERPENDAPAT DI INDONESIA Pasal 28 dan 28F UUD 1945
Tap MPR No.XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
UU No.39 Tahun 2000 tentang HAM pasal 14 ayat 1 dan 2
UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 2 dan 4 ayat 1
34. DAMPAK PENYALAHGUNAANKEBEBASAN MEDIA MASSA 1. Bisa menghancurkan nama baik dan reputasi individu
2. Bisa menimbulkan kebohongan publik dan merusak moral masyarakat
3. Merugikan kepentingan bangsa dan negara :
a. Tingkat kepercayaan masyarakat akan berkurang
sehingga masyarakat apatis terhadap program
pemerintah
b. Lunturnya kepercayaan luar negari terhadap
bangsa dan negara kita
c. Timbulnya pergesekan antara pers dengan institusi
tertentu
35. Mari Kita WujudkanKebebasan Pers Yang Bertanggungjawab Terimakasih
36. SIAPKAH ANDA MELAKSANAKANUJI KOMPETENSI !