1 / 29

Tugas Bahasa Indonesia

Tugas Bahasa Indonesia. Jenis-Jenis Paragraf. Nama Kelompok :. Tri Asih Wahyu K (32) Rezita Dwi ( ) Dini Evi Nurmala Sari ( ) Citra ( ). Paragraf dibagi menjadi 2 yaitu :. Deduktif Induktif. Deduktif.

lorie
Download Presentation

Tugas Bahasa Indonesia

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Tugas Bahasa Indonesia Jenis-Jenis Paragraf

  2. Nama Kelompok : • Tri Asih Wahyu K (32) • Rezita Dwi ( ) • Dini • Evi Nurmala Sari ( ) • Citra ( )

  3. Paragraf dibagi menjadi 2 yaitu : • Deduktif • Induktif

  4. Deduktif paragraf yang letak kalimat pokoknya di tempat kan pada bagian awal paragraf ,yaitu paragraf yang menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu, lalu menyusul uraian yang terinci mengenai permasalahan atau gagasan paragraf (urutan umum-khusus).

  5. Contoh Paragraf Deduktif Harga BBM naik 50% mulai tanggal 1 Januari 2010. Harga bensin yang semula Rp 5.000,00 per liter menjadi Rp 7.500,00 per liter, sedangkan Solar yang semula Rp 4.500,00 menjadi Rp 7.250,00 per liter, dan Pertamax dari Rp 7.500,00 per liter serta minyak tanah yang semula Rp 4.000,00 per liter menjadi Rp 6.000,00 per liter.

  6. IdentifikasiDeduktif • 1. Kalimat Utama : Harga BBM naik 50% mulai tanggal 1 Januari 2010. • 2. Kalimat Penjelas : Harga bensin yang semula Rp 5.000,00 per liter menjadi Rp 7.500,00 per liter, sedangkan Solar yang semula Rp 4.500,00 menjadi Rp 7.250,00 per liter, dan Pertamax dari Rp 7.500,00 per liter serta minyak tanah yang semula Rp 4.000,00 per liter menjadi Rp 6.000,00 per liter.

  7. Ciri-Ciri Paragraf Deduktif • Kalimat utama berada di awal paragraf. • Kalmat disusun dari pernyataan umum ke kemudian disusun dengan penjelasan khusus.

  8. Paragraf Induktif paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan. Teks induktif dikembangkan dari sesuatu yang bersifat khusus, lebih spesifik, menjadi suatu kesimpulan yang bersifat umum, lebih luas.

  9. Contoh Paragraf Induktif Hari ini ulangan matematika dibagikan pada 35 siswa. 20 temanku mendapatkan nilai 100 , 10 orang temanku mendapatkan nilai 90, hanya Toni dan Susi yang mendapatkan nilai 75 , dan yang lainnya mendapatkan nilai di bawah SKM. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI A4 pandai dalam pelajaran matematika.

  10. Identifikasi Paragraf Induktif • Kalimat Utama : Dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI A4 pandai dalam pelajaran matematika. • Kalimat Penjelas : Hari ini ulangan matematika dibagikan pada 35 siswa. 20 orang siswa mendapatkan nilai 100 , 10 orang siswa mendapatkan nilai 90, hanya Toni dan Susi yang mendapatkan nilai 75 , dan yang lainnya mendapatkan nilai di bawah SKM.

  11. Ciri-Ciri Paragraf Induktif • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

  12. Fungsi Paragraf Induktif • Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan paragraf deduksi-induksi• Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang• Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang• Sebagai alat penyampai fragmen pikiran• Penanda pikiran baku mulai berlangsung

  13. Silogisme sebagai Bentuk Hasil Penalaran Deduktif Silogisme merupakan suatu proses penarikan kesimpulan yang didasarkan atas pernyataan-pernyataan ( proposisi yang kemudian disebut premis ) sebagai antesedens ( pengetahuan yang sudah dipahami ) hingga akhirnya membentuk suatu kesimpulan ( keputusan baru ) sebagai konklusi atau konsekuensi logis. Keputusan baru tersebut selalu berkaitan dengan proposisi yang digunakan sebagai dasar atau dikemukakan sebelumnya. Oleh karena hal tersebut, perlu dipahami hal-hal teknis berkaitan dengan silogisme sehingga penalaran kita benar dan dapat diterima nalar.

  14. FRASA Mengidentifikasi Frasa-Frasa

  15. Pengertian Frasa Frasa adalah satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan (Keraf, 1984:138). Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat (Chaer, 1991:222).

  16. Contoh Frasa Kedudukan sebagai subyek, predikat, obyek, pelengkap,dan keterangan Kedudukan tetap sebagai jabatan • gedung sekolah itu • yang akan pergi • sedang membaca • sakitnya bukan main • besok lusa • di depan. • Gedung sekolah itu(S) luas(P). • Dia(S) yang akan pergi(P) besok(Ket). • Bapak(S)sedang membaca(P)koran sore(O). • Pukulan Budi(S) sakitnya bukan main(P). • Besok lusa(Ket) aku(S) kembali(P). • Bu guru(S) berdiri(P) di depan(Ket).

  17. Jenis Frasa 1. Frasa Endosentris, kedudukan frasa ini dalam fungsi tertentu, dpat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu yang disebut unsur pusat (UP). Dengan kata lain, frasa endosentris adalah frasa yang memiliki unsur pusat. Contoh: • Sejumlah mahasiswa(S) diteras(P).

  18. 2. Frasa Eksosentris, adalah frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa ini tidak mempunyai unsur pusat. Jadi, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai UP. Contoh: • Sejumlah mahasiswa di teras.

  19. Silogisme Menentukan Paragraf Silogisme Kategorial

  20. Macam-macam Silogisme 1) silogisme kategorial 2) silogisme hipotetis 3) silogisme alternatif

  21. Silogisme Kategorial Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor. 

  22. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. • Premis umum : Premis Mayor (My) • Premis khusus : Premis Minor (Mn) • Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K) • Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

  23. Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagaiberikut: • 1) Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah. • 2) Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. • 3) Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan. • 4) Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif. • 5) Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif. • 6) Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan. • 7) Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus. • 8 ) Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.

  24. Contoh silogisme Kategorial • > My     : Semua mahasiswa adalah lulusan SLTA Mn     : Susi adalah mahasiswa K          : Susi lulusan SLTA • > My     : Tidak ada manusia yang tidak bernafas Mn     : Andi adalah manusia K        : Andi bernafas • > My     : Semua siswa SLTA memiliki ijazah SLTP. Mn     : Yudi tidak memiliki ijazah SLTP K          : Yudi bukan bukan siswa SLTA

  25. Kohesi Menentukan Kohesi dalam paragraf

  26. Pengertian Kohesi Kohesi merupakan aspek formal bahasa dalam wacana. Dengan itu kohesi adalah 'organisasi sintaktik'. Organisasi sintaktik ini adalah merupakan wadah ayat-ayat yang disusun secara padu dan juga padat. Kohesi merupakan konsep semantik yang juga merujuk kepada perkaitan kebahasaan yang didapati pada suatu ujaran yang membentuk wacana.

  27. Kesimpulan

  28. Peta Konsep Peta Konsep Paragraf Deduktif Induktif Kalimat Utama Kalimat penjelas Ciri-Ciri Penalaran Ciri-Ciri Fungsi Jenis-Jenis Generalisasi Anologi Sebab-Akibat

More Related