MINGGU 11
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 49

MINGGU 11 PowerPoint PPT Presentation


  • 151 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

MINGGU 11. MORFOLOGI. HASIL PEMELAJARAN. Pelajar dapat: >merumuskan maksud morfologi >membandingkan morfologi dengan leksikografi, etimologi, dan sintaksis >mengenal pasti cara mengenal morfem >menghuraikan morfem dan jenisnya >membedakan kata dengan morfem

Download Presentation

MINGGU 11

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Minggu 11

MINGGU 11

MORFOLOGI


Hasil pemelajaran

HASIL PEMELAJARAN

  • Pelajar dapat:

    >merumuskan maksud morfologi

    >membandingkan morfologi dengan leksikografi, etimologi, dan sintaksis

    >mengenal pasti cara mengenal morfem

    >menghuraikan morfem dan jenisnya

    >membedakan kata dengan morfem

    >mengenal pasti kategori makna gramatikal


Morfologi

MORFOLOGI

  • Morfologi berasal daripada bahasa Latin, iaitu morf yang bermakna bentuk, dan logos yang bermakna ilmu

  • Ilmu yang mengkaji soal yang berhubungan dengan selok belok bentuk kata, kemungkinan adanya perubahan golongan kata (fungsi gramatik), dan kemungkinan perubahan makna kata akibat daripada perubahan bentuk kata (fungsi semantik)

  • Morfologi sesuatu bahasa ialah pembentukan katanya

  • Bahasa di dunia mempunyai persamaan dan perbedaan dalam pembentukan katanya, seperti penggunaan imbuhan atau gandaan (bahasa Melayu), atau penggunaan kaedah mengubah bentuk dalaman kata akar untuk menerbitkan kata baharu (bahasa Arab)

  • Atas dasar pembentukan kata berasaskan penggandaan, maka bahasa Melayu digolongkan sebagai bahasa aglutinatif


Minggu 11

MORFOLOGI DAN LEKSIKOLOGI

Leksikologi

( lexicology )

Morfologi

( morphology)

Mengkaji struktur, bentuk dan golongan kata dan makna yang wujud akibat peristiwa gramatis

Contoh :

runcing (KA)

keruncingan (KN)

meruncingi (KKT)

meruncingkan (KKT)

Mengkaji dan menganalisis kosa kata

serta makna dan evolusinya

Contoh :

runcing : berhujung tajam

keruncingan : perihal runcing

meruncingi : meraut

meruncingkan : membuat jadi runcing


Minggu 11

Contoh lain

bermasak : yang sudah masak

bermasak-masak : sedang memasak lauk-pauk

bermasakan / bermasak-masakkan : sedang masak ( buah-buahan )

memasak / mempermasakkan : mengolah makanan supaya masak

memasak-masak : membuat pelabagai kuih

masak-memasak : hal / urusan memasak makanan

memasakkan : memasak untuk orang lain atau menjadi masak

masakan : apa-apa yang dimasak

pemasak : orang yang memasak

pemasakan : hal memasak

semasak : selama masa yang perlu


Minggu 11

MORFOLOGI DAN ETIMOLOGI

MORFOLOGI

ETIMILOGI

Mengkaji / menyelidik asal usul

dan perkembangan sesuatu kata

secara khusus

Contoh :

kena-berkenan

lupa-alpa

lekuk-keluk

cilik-kecil

saya-sahaya

psikologi

wisma

Menyelidik peristiwa / kejadian

umum yang dapat dikatakan

sebagai sistem bahasa

Contoh :

melupakan-dilupakan

melupai-dilupai

memberi-diberi

memberikan-diberikan

kata-mengatakan

nyata-menyatakan


Minggu 11

MORFOLOGI DAN SINTAKSIS

MORFOLOGI

SINTAKSIS

Mengkaji morfem dan kata

Contoh :

Aminah akan mengadakan

Perjalanan jauh

Aminah : satu morfem

akan : satu morfem

mengadakan : tiga morfem

meN-

ada

kan

perjalanan : dua morfem

per….an

jalan

jauh : satu morfem

unsur ke…an dengan

tidak adil, tidak mampu, tidak serasi…

Mengkaji frasa, klausa, ayat

dan wacana

Contoh :

Aminah akan mengadakan

perjalanan jauh

Aminah : subjek

akan mengadakan : predikat

perjalanan jauh : frasa objek

Hubungan kata tidak dengan

adil

mampu

serasi

cukup


Minggu 11

MORFOLOGI

FOKUS KAJIAN

STRUKTUR KATA

Susunan bunyi ujaran / tulisan yang menjadi unit bahasa yang bermakna

BENTUK KATA

Rupa unit tatabahasa, sama ada berbentuk tunggal atau terbitan daripada

proses pengimbuhan, pemajmukan dan penggandaan

PENGGOLONGAN KATA

Penjenisan kata berasaskan persamaan bentuk / rupa dan fungsi /

peranan dengan anggota lain dalam golongan yang sama


Minggu 11

MORFEM

  • Unit tatabahasa / bentuk yang paling kecil

  • Bentuk yang bermakna leksikal atau fungsian

  • Tiada bentuk lain sebagai unsurnya

ditendang

di + tendang ialah morfem kerana tiada lagi bentuk lain yang

lebih kecil daripada bentuk di dan tendang


Minggu 11

ALOMORF

bajamembaja

tadbirmentadbir

asasmengasas

langgarmelanggar

hadmengehad

meN +

  • meN ialah morfem. Apabila meN ini hadir dengan bentuk

    lain (morfem bebas), maka perubahan bentuk terjadi akibat

    kehadiran fonem awal yang dilekatinya


Minggu 11

  • Makna morfem ini tetap, walaupun bentuknya berubah, iaitu melakukan pekerjaan seperti makna kata dasar

  • Oleh itu, bentuk me, men, mem, meng dan mengemerupakan anggota meN. Anggota morfem seperti ini disebut alomorf, dan setiap unsur itu disebut morf

  • Alomorf(allomorph) ialah anggota suatu moefem yang wujudnya berbeda, iaitu kelainan yang tidak distingtif tetapi mempunyai fungsi dan makna yang sama

  • Distingtif ialah sifat pembeda ciri sesuatu unit linguistik yang membedakan satu unit linguistik dengan unit linguistik yang lain


Minggu 11

CARA MENGENAL MORFEM

  • Morfem dapat dikenali melalui prinsip tertentu

  • Salah satu prinsip yang popular ialah analisis konstituen terdekat, analisis unsur langsung atau IC ( Immediate Constituent ), iaitu :

unsur yang secara langsung dapat membentuk suatu bentuk yang lebih besar


Minggu 11

  • Caranya, mencari bentuk yang satu tingkat lebih kecil daripada bentuk yang dianalisis, berasaskan penggunaannya oleh penutur jati bahasa itu

  • Misalnya bentuk kepanasan. Berasaskan paradigma, kita dapat

    tentukan bahawa bentuk dasarnya ialah panas. Jika kita gunakan kaedah mencari, mungkin kita memperoleh bentuk satu tingkat lebih kecil, iaitu kepanas atau panasan

  • Oleh sebab bentuk ini tidak digunakan oleh penutur jati bahasa

    Melayu, maka bentuk ini sewajarnya ditolak. Bentuk yang lebih

    wajar ialah panas


Minggu 11

  • Cara pembentukannya dapat digambarkan seperti berikut :

ke

panas

an

kepanasan

  • Bentuk kepanasanmengandung dua morfem, iaitu ke….an

    dan panas

  • Bentuk menjalankan mengandung dua morfem, iaitu men…kan

  • dan jalan

jalan

men

kan

menjalankan


Minggu 11

JENIS MORFEM

Morfem Bebas

Morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai satu kata, dan mempunyai makna yang tersendiri, serta berfungsi dalam ujaran. Bentuk ini tidak memerlukan kata lain. Contoh :

ikan, meja, baju, kertas, manusia, jalan, wanita

Morfem Terikat

Morfem yang tidak boleh berdiri sendiri sebagai kata, dan hanya wujud

sebagai imbuhan yang dilekatkan dengan morfem lain untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran, seperti ber, kan, ke…an, mem, per, an… Contoh :

ber + jalan=berjalan

tulis + kan =tuliskan

ke + tulang + an=ketulangan


Minggu 11

Morfem Dasar

Morfem berfungsi sebagai dasar untuk membentuk morfem yang lebih besar, iaitu kata terbitan. Contoh:

ber + buru = berburu

buru ialah morfem dasar untuk kata berburu

ke + adil + an = keadilan

adil ialah morfem dasar untuk kata keadilan

Morfem Kecuali

Morfem yang kehadirannya tidak menjejaskan morfem dasar yang dilekatinya. Contoh:

mem + berangkat + kan

berangkat + kan

berangkat

Morfem mem dan kan ialah morfem kecuali


Minggu 11

Morfem Wajib

Morfem yang perlu dilekatkan morfem lain untuk membolehkannya berfungsi dalam ujaran. Contoh :

juang daya juang

berjuang

memperjuangkan

perjuangan

temutemu duga

janji temu

temu janji

bertemu

menemukan

menemui

kesejukan kesejuk

sejukan

ke dan an tidak berfungsi jika salah satunya tiada


Minggu 11

Morfem Tidak Wajib

Morfem yang tanpa kehadirannya, morfem lain masih boleh berfungsi

dalam ujaran. Contoh :

di dimakan

Morfem Tertutup

Morfem yang tidak menerima morfem lain untuk membentuk kata yang

berfungsi dalam ujaran. Contoh :

yang

dan

bahawa

berkepemimpinan

berkesudahan


Minggu 11

Morfem Terbuka

Morfem yang masih memungkinkan morfem lain untuk melekat pada morfem itu, dan dapat menerbitkan makna lain. Contoh :

kesudahan>berkesudahan

pemimpin> kepemimpinan

banyak>kebanyakan

bersih>kebersihan

indah> keindahan

> memperindah

Morfem Unik

Morfem yang kehadirannya terhad pada morfem tertentu sahaja. Contoh :

keringkontang

pucatlesi

merah menjahang

hitam legam

Kontang, lesi, menjahang dan legam tidak dapat digabungkan dengan

unsur lain


Minggu 11

Morfem Intonasi

Pola intonasi yang membedakan pelbagai jenis ujaran. Contohnya

intonasi menaik dalam ayat tanya tanpa kata tanya. Contoh :

Sudah bertunang ?

Anda hendak makan ?

Morfem Terbahagi

ke + ada + an>keadaan

mem + besar >membesar

mem + besar + kan > membesarkan

mem+ per + besar> memperbesar

pe + pimpin > pemimpin

ke + pe + pimpin + an>kepemimpinan

meng + ubah>mengubah

Meng + ubah + kan > mengubahkan

me + tunjuk +kan > menunjukkan


Minggu 11

Morfem Kosong

Morfem yang berubah fungsi tatabahasa dengan tidak mengubah bentuk.

Contoh :

deerdeer=rusa

sheepsheep=kambing biri-biri

saudarasaudara

Deerdan sheep tunggal atau jamak sama sahaja. Begitu juga saudara

yang bermaksud tunggaldengan saudara yang bermaksud jamak. They hit me. Kata hit sama untuk kini dan kini

Morfem Tunggal: morfem yang terdiri daripada satu morfem. Contoh:

duduk, bangun, makan, minum, jatuh

Morfem Kompleks

Morfem yang terdiri daripada dua morfem atau lebih. Contoh :

temu duga, perjalanan, ketua polis negara


Minggu 11

IMBUHAN

  • Unit/unsur tertentu (morfem terikat) yang ditambah/dilekatkan pada unsur/bentuk lain, sama ada bentuk dasar atau bentuk akar kata untuk mewujudkan satu kata lain, yang berfungsi dalam ujaran, serta mengakibatkan perubahan makna ketatabahasaan kata baharu yang terhasil itu

  • Jenis imbuhan dapat diasaskan kepada tiga kriteria, iaitu: posisi, keproduktifan, asal

  • Berasaskan posisi, imbuhan dapat dibahagikan kepada lima, iaitu : awalan, akhiran, sisipan, apitan, dan gabungan


Minggu 11

  • Awalan ialah imbuhan yang diletakkan pada awal kata akar atau

  • kata dasar untuk membentuk kata

ber + tambah> bertambah

ter + senyum>tersenyum

mem + bantu> membantu

pe + laksana> pelaksana

per + sada> persada

  • Akhiranialah imbuhan yang diletakkan pada akhir kata akar atau kata dasar untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Contoh :

lari + an> larian

gemar + i> gemari

sejuk + kan> sejukkan

butir + an> butiran

awas + i > awasi

mandi + kan>mandikan


Minggu 11

  • Sisipan ialah imbuhan yang diletakkan pada tengah kata akar atau kata dasar (morfem dasar yang dimulai konsonan) untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Contoh :

er + gigi > gerigi

em + guruh>gemuruh

el + gegar>gelegar

in + sambung> berkesinambungan

  • Apitan ialah imbuhan yang terdiri daripada gabungan serentak awalan dan akhiran untuk mengiringi kata akar atau kata dasar

  • (pengimbuhan serentak) untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Contoh :

ke + aib + an > keaiban

pe + laksana + an >pelaksanaan

me + tunjuk + kan>menunjukkan

me + wujud + kan> mewujudkan

ke + silap + an > kesilapan


Minggu 11

  • Gabungan ialah imbuhan yang terdiri daripada dua atau lebih imbuhan

    yang tidak perlu hadir serentak untuk membentuk kata yang berfungsi

    dalam ujaran. Contoh:

mem + per + lebar> memperlebar

mem + per + indah> memperindah

di + per + luas> diperluas

  • Berasaskankeproduktifan, imbuhan dilihat dari sudut produktif dan

    nonproduktif. Imbuhan produktif ialah imbuhan yang mempunyai

    keupayaan untuk dilekatkan pada morfem lain untuk membentuk kata

    yang berfungsi dalam ujaran

meNme + ledak > meledak men + ternak >menternak

mem + bawa > membawameng + galas > menggalas

menge + ram > mengeram

didi + jual > dijual di + guna + kan > digunakan

anlapis + an > lapisan suku + an> sukuan


Minggu 11

  • Imbuhan nonproduktif ialah imbuhan yang tidak berkeupayaan untuk

    dilekatkan pada morfem lain. Contoh :

el + tunjuk > telunjuk, em + gilang > gemilang, er + gigi > gerigi

  • Berdasarkan asalnya, imbuhan dapat dibahagikan kepada dua, iaitu

    imbuhan asli dan imbuhan pinjaman.

  • Imbuhan asli ( jati ) ialah imbuhan yang berasal daripada bahasa ibunda

    penutur. Contoh dalam bahasa Melayu ialah :

ber + rantai>berantai

me + nanti > menanti

ter + cinta > tercinta

per + tapa > pertapa

pe + laris> pelaris

di + sunting > disunting

hangat + kan > hangatkan

akhir + i > akhiri

ed + gebuk > gedebuk

ke + gelap + an> kegelapan


Minggu 11

  • Imbuhan asingialah imbuhan yang belum berupaya keluar daripada

    lingkungan bahasa imbuhan itu. Contoh :

hadir + in > hadirin, hadir + at > hadirat, muslim + in > muslimin,

muslim + at > muslimat, ustaz + ah > ustazah

  • Imbuhan serapanialah imbuhan yang berasal daripada bahasa lain

    (yang bukan bahasa penutur) tetapi imbuhan ini sudah dianggap sebati

    dengan bahasa penutur, iaitu imbuhan ini sudah berupaya keluar daripada

    lingkungan bahasa asal.

budaya + wan > budayawan

seni + man > seniman

karya + wan> karyawan

seni + wati> seniwati

harta + wan> hartawan

derma + wan> dermawan


Minggu 11

KATA

  • Kata mempunyai ciri yang berikut:

  • satuan bebas yang paling kecil

  • dua satuan bebas, iaitu satuan fonologi dan satuan gramatis

  • mempunyai makna lengkap

  • dapat berdiri sendiri dalam ayat

  • Satuan fonologi bermaksud kata terdiri daripada satu atau beberapa suku kata, dan suku kata itu sendiri terdiri daripada satu atau beberapa fonem yang wujud sebagai unsur atau konstituen dalam ayat. Contoh :

ber + ma + lam >3 suku kata

ber>3 fonem /b/, /e/, /r/

ma> 2 fonem /m/, /a/

lam> 3 fonem /i/, /a/, /m/

bermalam>8 fonem


Minggu 11

  • Satuan gramatisbermaksud kata terdiri daripada satu atau beberapa

    morfem yang wujud sebagai unsur atau konstituen dalam ayat. Contoh :

bermalam >2 morfem

ber + malam

kemalaman>2 morfem

ke…an + malam

berkepemimpinan>4 morfem

ber, ke….an, pe + pimpin

  • Satuan fonologi dan satuan gramatis ini menunjukkan bahawa definisi

    kataberdasarkan kriteria :

  • makna

  • fonologi (tanda sebagai gabungan arbitrari antara representasi

  • fonologi yang utuh dan distingtif dengan makna)

  • - fungsi sebagai unsur minimum yang bebas


Minggu 11

  • Pokok katabermaksud satuan yang tidak dapat berdiri dalam ujaran

    biasa, dan secara gramatis tidak bersifat bebas

  • Satuan ini tidak termasuk dalam golongan imbuhan kerana satuan ini

    mempunyai sifat tersendiri, dan dapat dijadikan bentuk dasar. Contoh :

temu> bertemu

juang>pejuang, berjuang

tawa> ketawa

ambil>ambilan, mengambil

main> bermain, mainan

jabat> jabatan, pejabat

baca>membaca, bacaan

sandar> penyandar, bersandar

alir> aliran


Minggu 11

  • Berikut ialah contoh kata satuan bebas :

kertas, baju, mentah, nasi, jagung, kenegaraan, warganegara,

tanggungjawab, tamadun, ketidakadilan, kebahagiaan, kesedihan,

kesepakatan, berdarmawisata, sabun, dirgahayu, kesinambungan,

toksid, abstrak, tekal, lestari, matra, citra, matahari, bulan,bintang,

dewa, raja, menteri, sultan, sabut, indah, cantik, menawan, buku,

almari, berkelah, menghadap, bertanya, pintu, belakang, hadapan,

pagar, rumah, batu, anjung, bumbung, tangga, kereta api, alat tulis…


Minggu 11

  • Berikut ialah contoh kata yang bukan satuan bebas, tetapi bersifat satuan

    bebas. Oleh itu, dianggap satuan bebas :

dari, daripada, sangat, amat, paling, nian, begitu, kepada, kerana

oleh, sebagainya, juga, sungguhpun, sekalipun, namun, pada, paling,

walau, bagaimana, dapat, boleh, ialah, adalah, maka, al-kisah, memang,

biar, jika, jikalau

  • Berikut ialah contoh dua satuan bebas :

jatuh hati, masuk hantu, rampas kuasa, tumbuk rusuk, luar musim,

racun serangga, luar negara, rumah sakit, rumah putih


Bentuk kata

BENTUK KATA

  • Dari segi bentuknya, kata dapat dibahagikan kepada kata akar, kata dasar, kata selapis, kata terbitan, kata ganda dan kata majmuk

  • Kata akar ialah kata yang tidak menerima apa-apa imbuhan, gandaan dan yang bukan unsur kata majmuk. Contoh: meja, kerusi, orang, makan, tendang, adil, bahagia…

  • Kata dasar ialah kata akar yang menjadi dasar kepada sesuatu kata, iaitu apabila kata akar itu diberikan imbuhan atau digandakan. Kata dasar mungkin berupa kata, pokok kata, frasa, kata + kata, kata + pokok kata, dan pokok kata + pokok kata


Minggu 11

  • Contoh bentuk kata dasar :


Kata selapis

KATA SELAPIS

  • Kata selapis ialah kata yang tidak perlu diberikan imbuhan, walaupun digunakan dalam bahasa formal

  • Kata ini juga dikenali dengan nama kata tunggal. Contoh: pergi, datang, tidur, bangun, mandi…

    >orang itu telah pergi ke seberang

    >dia datang sejak awal pagi

    >anaknya telah bangun

    >isterinya mandi di sungai


Kata berimbuhan

KATA BERIMBUHAN

  • Kata yang dihasilkan daripada proses memberikan salah satu imbuhan kepada kata dasar, iaitu kata yang mengalami perubahan bentuk akibat kehadiran imbuhan pada awal, tengah atau akhir, sama ada secara gabungan atau apitan. Contoh:

    me + tarik>menarik

    ber + temu>bertemu

    el + getar>geletar

    masak + kan>masakkan

    ke + adil + an>keadilan

    ke + sesak + an>kesesakan


Minggu 11

pertapaan

AKAR

daratan

pengeposan

TUNGGAL

KATA DASAR

YANG

MENERIMA

IMBUHAN

keberkesanan

keberuntungan

TERBITAN

berdayaserap

keibubapaan

MAJMUK

ketidaksempurnaan

ketidakmampuan

RANGKAI KATA


Minggu 11

KATA GANDA

  • Kata ganda ialah kata yang terbentuk daripada kata yang diulang

  • atau digandakan sebahagian atau seluruhnya

  • Berdasarkan ini, kata ganda dapat dibahagikan kepada empat jenis,

  • iaitu :

  • Penggandaan seluruh, sama ada kata selapis atau kata terbitan.

  • Contoh :

pohon-pohon, kuda-kuda, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan,

fikiran-fikiran…

Terdapat juga kata ganda penuh yang unsur dasarnya tidak digunakan secara sendirian: mata-mata, rama-rama, anai-anai, paru-paru, ubun-ubun, kisi-kisi, kuda-kuda, langit-langit, labah-labah, agar-agar, layang-layang, kura-kura… (kata dalam golongan ini tidak dapat dianggap sebagai kata ganda)


Minggu 11

  • Penggandaan separa atau penggandaan suku kata pertama yang

  • terjadi pada kata nama dua suku kata.

  • Contoh :

tetangga, tetamu, leluhur, tetirah, lelaki, tetuan,

jejari, pepohon, tetikus…

Penggandaan berirama, berlaku pada seluruh kata. Yang mengalami

perubahan ialah suku kata salah satu unsur penggandaan, yang

mewujudkan kesan rima pada aliterasi vokal atau konsonan. Contoh :

gerak-gerik, bukit-bukau, huru-hara, sayur-mayur, batu-batan, lauk-pauk


Minggu 11

Penggandaan kata dasar terjadi pada kata kerja terbitan, kata adjektif, kata nama dan kata bilangan. Imbuhan tidak diulang sama sekali.

Contoh :

bermanja-manja, tarik-menarik, melihat-lihat, terkebil-kebil, dibelek-belek, sedalam-dalam, setinggi-tinggi, seadil-adil, tanam-tanaman (tanaman-tanaman), tumbuh-tumbuhan (tumbuhan-tumbuhan), berdua-dua, keempat-empat…


Kata majmuk

KATA MAJMUK

  • Kata yang dibentuk daripada penggabungan dua kata atau lebih untuk memberikan makna baharu. Contohnya jam tangan ialah kata majmuk yang terdiri daripada kata jam dan tangan. Makna jam tangan berbeda daripada makna jam dan tangan yang menjadi komponennya

  • Kata majmuk boleh berfungsi sebagai kata nama majmuk (matahari), kata kerja majmuk (mengemas kini), kata adjektif majmuk (sunyi sepi), kata sendi majmuk (daripada), kata penghubung majmuk (bagaimanapun), adverba majmuk (begini, begitu)

  • Kata majmuk boleh dibentuk daripada kelas kata yang sama atau kelas kata yang berbeda. Contoh:

    KN + KN (janji temu, tali leher), KN + KK (air terjun, beg galas),

    KA + KN (setiausaha, perdana menteri), KK + KK (lalu lintas, ambil alih),

    KK + KN (reka bentuk, uji kaji), KN + KA (temu janji, urus setia)


Minggu 11

MORFOFONEMIK

  • Kajian tentang peristiwa perubahan fonem akibat pertemuan morfem

  • dengan morfem yang menghasilkan kata, dan kata dengan kata yang

  • menghasilkan frasa

  • Morfofonemik dapat dibahagikan kepada dua, iaitu :

  • morfofonemik kata

  • morfofonemik frasa

  • Morfofonemik kata ialah perubahan fonem akibat pertemuan morfem

  • yang mewujudkan kata. Contoh :

me + tari=menari

me + tulis =menulis

me + sayang=menyayang

me + suci= menyuci


Minggu 11

  • Morfofonemik frasaialah perubahan fonem akibat satu

  • kata yang diikuti kata lain yang mewujudkan frasa

  • Contoh :

putito= telur

mohutodu=busuk

putitaa mohutodu=telur busuk


Morfem dan makna gramatikal

MORFEM DAN MAKNA GRAMATIKAL

  • jumlah:Banyak bahasa yang membedakan kategori tunggal dengan jamak (BI) dan kategori dualis (BA). Contohnya student (students), class (classes), muslimun (seorang muslim), muslima:ni (dua orang muslim), muslimu:na (orang-orang muslim)

  • jenis:Imbuhan pada kata nama atau kata adjektif menunjukkan kategori maskulin atau feminin. Contohnya (BA), kabi:run (besar)- maskulin, kabi:ratun (feminin), jadi:dun (baru) – maskulin, jadi:datun (feminin). (BS) la mujer buena (wanita itu baik), el hombre bueno (pria itu baik). (BP) le chapeau (topi) maskulin, la chapeau (topi) feminin, noir (hitam) maskulin, noire (hitam) feminin)


Morfem dan makna gramatikal1

MORFEM DAN MAKNA GRAMATIKAL

  • milik:Milik dinyatakan dengan afiks. (BM) terdapat penanda milik ku, kau, mu, dan nya. Contohnya rumahku, kasutmu, bukunya… Milik juga dinyatakan dalam bentuk yang lain seperti kasut emak, susu adik, bank negara…

  • kala:Waktu terjadinya suatu perbuatan, lampau atau akan datang. (BI) dinyatakan dengan afiks. Contohnya walk/walks, walked, have walked, be walking; talk/talks, talked, have talked, be talking… (BJ) berjalan arukimasu (sekarang), arukimasita (lampau), pergi ikimasu (sekarang), ikimasita (lampau), datang kimasu (sekarang), kimasita (lampau), masuk hairimasu (sekarang), hairimasita (lampau)


Morfem dan makna gramatikal2

MORFEM DAN MAKNA GRAMATIKAL

  • aspek:Kategori makna seperti kontinuatif (perbuatan terus berlangsung), progresif (perbuatan sedang berlangsung), inseptif (perbuatan baru bermula), sesatif (perbuatan sudah selesai), repetitif (perbuatan berulang-ulang). (BM) memukuli, mencubiti, menembaki, menciumi, berguguran…

  • diatesis:Hubungan antara pelaku dengan perbuatan. Aktif (jika subjek yang melakukan perbuatan), pasif (jika subjek menjadi tumpuan perbuatan), refleksif (jika subjek berbuat atas dirinya sendiri), resiprokal (jika subjek lebih daripada satu berbuat berbalasan), kausatif (jika pelaku menjadi penyebab perbuatan), transitif (jika perbuatan bertujuan), dan songsang (jika predikat atau bahagian predikat dipentingkan). Contohnya (BM) mencukur, memotong dicukur, dipotong, bercukur, berhias, berpelukan, memasuki, memasukkan…


Morfem dan makna gramatikal3

MORFEM DAN MAKNA GRAMATIKAL

  • orang:Kategori makna seperti orang pertama (pembicara), orang kedua (lawan bicara atau pendengar), orang ketiga (yang dibicarakan). Contoh bahasa Swahili (Afrika Timur) menggunakan afiks, wamempiga (mereka telah memukulnya), tumempiga (kami telah memukulnya), nimempiga (saya telah memukulnya), umempiga (kamu telah memukulnya), amempiga (Ia telah memukulnya)

  • modus:Suasana psikologi suatu perbuatan seperti yang ditafsirkan oleh pembicara. Modus indikatif atau deklaratif (sikap objektif atau neutral), optatif (harapan), interogatif (pertanyaan), kondisional (persyaratan), dan imperatif (perintah). (BM) sila, jangan, usah… (bahasa Jawa) tulisen (tulislah), bakaren (bakarlah), simpenen (simpanlah), ajaren (ajarlah), sapunen (sapulah), jaganen ( jagalah), tatanen (aturlah), godhanen (godalah)…


Kesimpulan

KESIMPULAN

  • Morfologi ialah ilmu yang mengkaji soal yang ada hubungannya dengan selok belok bentuk kata, fungsi gramatik dan fungsi semantik

  • Morfologi berbeda dengan leksikografi, etimologi dan sintaksis

  • Morfem dapat dikenal pasti menerusi ciri tertentu

  • Antara jenis morfem ialah morfem bebas, terikat, dasar, wajib, tidak wajib, terbuka, intonasi, dan kosong

  • Imbuhan terbahagi empat, iaitu awalan, sisipan, akhiran dan apitan

  • Dari segi bentuk, kata terdiri daripada kata akar, kata dasar, kata selapis, kata terbitan, kata ganda dan kata majmuk

  • Makna gramatikal bermacam-macam bergantung pada perbedaan bahasa dan warna makna, pemilihan sarana atau alat pengungkap makna, dan lainnya


Kata bijak pandai

KATA BIJAK PANDAI

KEBAHAGIAAN TIDAK BERGANTUNG PADA SIAPA ANDA, DAN APA YANG ANDA MILIKI, MELAINKAN BERGANTUNG PADA APA YANG ANDA FIKIRKAN


  • Login