1 / 30

TEKNIK KONSULTASI STAKEHOLDERS

TEKNIK KONSULTASI STAKEHOLDERS. [Eymal B.Demmallino] Pusat Penelitian Lingkungan Hidup – UNHAS 2005. AGENDA TKS. A-1 : Masyarakat Vs Stakeholders A-2 : Siapa Stakeholders A-3 : Identifikasi Stakeholders

leone
Download Presentation

TEKNIK KONSULTASI STAKEHOLDERS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TEKNIK KONSULTASISTAKEHOLDERS [Eymal B.Demmallino] Pusat Penelitian Lingkungan Hidup – UNHAS 2005

  2. AGENDA TKS • A-1 : Masyarakat Vs Stakeholders • A-2 : Siapa Stakeholders • A-3 : Identifikasi Stakeholders • A-4 : Pelibatan Stakeholders dalam Penyusunan Dokumen (Teknik Konsultasi : Kepmen no 8 tahun 2000 ttg Keterlibatan Masyarakat dlm AMDAL) dlm bentuk LOKAKARYA BERSAMA STAKEHOLDERS (HARUS DIPRAKTIKKAN)

  3. A-1 : Masyarakat Vs Stakeholders MASYARAKAT (KOMUNITAS) FAKTOR GEOGRAFIS JUMLAHNYA LEBIH BANYAK

  4. A-1 : Masyarakat Vs Stakeholders KEPENTINGAN STAKEHOLDERS JUMLAHNYA LEBIH SEDIKIT : FOKUS PADA PIHAK YG BERKEPENTINGAN

  5. A-2 : Siapa Stakeholders • Stakeholders : pihak-pihak yang berkepentingan, mencakup : • Orang (perorangan, kelompok, komunitas : terkena dampak) • Lembaga/Badan(Legislatif - Eksekutif) • Sektor Swasta (stok material-teknologi) • PT (PPJ : UNHAS, UMI, UNM, IAIN, UKIP dsb) • Pemerhati (NGO/LSM, Yay. Dakwah, dsb.) MEREKA PERLU DILIBATKAN DALAM PENYUSUNAN AMDAL (KA-ANDAL, ANDAL, RKL & RPL)): Kasus Tangga Berjalan.

  6. A-3 : Identifikasi Stakeholders • Dalam konteks Penyusunan Dokumen AMDAL Rencana Penambangan………….. siapa siapa stakeholdersnya : • 1. Orang perorangan : ………………………………….. • 2. Lembaga Eksekutif – Legislatif : ………………….. • 3. Swasta : ……………………………………………………. • 4. Pemerhati (LSM) : ……………………………………… • 5. PT (PPLH) : …………………………………………………. Kepentingan bervariasi : (1) ekonomi, (2) politik, (3) sosial : hubungan kekerabatan – emosional- kelembagaan, (4) moral – religius, (5) aktualisasi diri, dsb.

  7. A-4 : Teknik Pelibatan Stakeholders(Lokakarya Bersama Stakeholders) • T-1 : Mendaftar dan Menetapkan Stakeholders yg akan dilibatkan (sangat menentukan keberhasilan) • T-2 : Sosialisasi dan Advokasi Stakeholders (vs Undangan) • T-3 : Melaksanakan Lokakarya Bersama Stakeholders secara berjenjang (bermula pada level masyarakat terkena dampak, pada pihak/lembaga terkait, dan DPRD).

  8. Agenda Penting dalam LBS • Soal Persetujuan (sikap dan persepsi) • Soal Pembebasan Lahan • Soal Penyadaran Dampak Lingkungan dari Rencana Kegiatan • Cara-cara penanganan dampak lingkungan (RKL/RPL) : Pertimbangan Moral dan Normatif)

  9. Prosedural dalm LBS • P-1: Penyajian Empirikal Rencana Kegiatan (Peta dan Potret) • P-2 : Analisis Bersama Stakeholders dlm Prakiraan Dampak dan RKL-RPL. • CATATAN : • Kecerdasan Emosional Fasilitator (Tim Konsultan) sangat menentukan.

  10. PRAKTIK LBS : Kasus Jembatan Talumolo-2 • Peran -1 : Masyarakat Terkena Dampak • Peran -2 : Lembaga Pemerhati (LSM) • Peran -3 : Eksekutif • Peran -3 : Komisi LH DPRD • Peran -4 : PT (PPLH) • Peran -5 : Swasta • Peran -6 : Pemrakarsa + Konsultan LH

  11. TAMBAHAN • Hasil LBS harus kemudian dipadukan dengan hasil penggunaan instrumen prakiraan dampak lainnya. • Dalam penyusunan Dokumen AMDAL secara umum dikenal ada dua metode prakiraan sbb :

  12. METODE PRAKIRAAN DAMPAK • Secara Garis Besar ada dua metode : M-1 : Metode Formal (Akademik : ABIOTIC - BIOTIC) M-2 : Metode Non Formal (CULTURE) (Kepmen No. 8 Tahun 2000 : Pelibatan Masyarakat :Stakeholders)

  13. M2 : METODE NON FORMAL (CULTURE) MNF-1 : Professional Judgment (Dewan Pakar – Multidisiplin : ABC) MNF-2 :Metode Ad-hoc(mendasarkan pada hubungan kausalitas atas dasar pengalaman empiris, kejadian historis, fakta-fakta ilmiah, serta kekuatan instuisi dari peneliti yang bersangkutan).MATRIKS dan BAGAN ALIR

  14. M2 : METODE NON FORMAL (CULTURE) • MNF-3 : Teknik Analogi (Kemiripan Proyek di Tempat Lain) • MNF-4 : Focus Group Discussion (FGD) atau Lokakarya Bersama Stakeholdrers (LBS) : Kepmen 8 Tahun 2000 ttg Keterlibatan Masyarakat.

  15. MNF-1 : Penggunaan Metode Professional Judgement : Reference B A C

  16. MNF-2 : Penggunaan Matriks Identifikasi Dampak(Metode Ad Hoc) : Reference

  17. CATATAN • Penggunaan Matriks Identifikasi Dampak terbatas pada “ada tidaknya dampak” dari satu sel kegiatan pada sejumlah sub komponen lingkungan. • Sedang “aliran dampaknya” hanya bisa ditunjukkan melalui penggunaan “Bagan Alir Dampak”. Matriks Identifikasi tidak dapat dipergunakan untuk itu.

  18. PROYEK TAMBANG & PENGOLAHAN PRA- TAMBANG PROSES TAMBANG PENGOLAHAN PASCA TAMBANG A B C MNF-2 : Kerangka Kerja Bagan Alir Dampak(Metode Ad Hoc) : Reference D D D

  19. PENERAPAN BAGAN ALIR :DAMPAK PRA-TAMBANG THD CULTURE PRA C LEVEL -1

  20. A PROSES TAMBANG A B B A PENERAPAN BAGAN ALIR :DAMPAK PROSES TAMBANG THP ABIOTIC C LEVEL –2.1

  21. B B C PROSES TAMBANG B A B A C PENERAPAN BAGAN ALIR :DAMPAK PROSES TAMBANG THP BIOTIC LEVEL –2.2

  22. C C PROSES TAMBANG PENERAPAN BAGAN ALIR :DAMPAK PROSES TAMBANG THP CULTURE C LEVEL – 2.3

  23. PENERAPAN BAGAN ALIR :PADA TAHAP PENGOLAHAN dan PASCA • Juga berlaku seperti pada tahap PENGOLAHAN dan PASCA TAMBANG Untuk itu dalam setiap kegiatan pembangunan terdapat minimal 7 buah bagan alir dampak (IDEALNYA). • Terpenting adalah ALIRAN DAMPAK dan PERUMUSAN dari setiap jenis dampak yang timbul pada komponen lingkungan yg bersangkutan. Catatan : Penggunaan Matriks dan Bagan Alir Dampak Menuntut Kecerdasan Intelektual

  24. TAMBANG LAMA TAMBANG BARU (PENGEMBANGAN) ABIOTIC ABIOTIC BIOTIC BIOTIC CULTURE CULTURE MNF-3 : Penggunaan Teknik Analogi (Kemiripan Proyek di Tempat Lain)

  25. FGD MASYARAKAT TERKENA DAMPAK TOKOH MASYARAKAT LSM, PT (PPLH) INSTANSI TERKAIT KOMISI LH DPRD LBS MENUNTUT KECERDASAN EMOSIONAL : RAWAN KONFLIK MNF-4 : Focus Group Discussion (FGD) atau Lokakarya Bersama Stakeholders (LBS) : Kepmen 8 Tahun 2000 ttg Keterlibatan Masyarakat.

  26. BILA DIPERLUKAN ANGKET MASYARAKAT LUAS MENUNTUT KECERDASAN SPRITUAL (MAKNA) : PEMAHAMAN

  27. PERKEMBANGAN BARU :VALUASI LINGKUNGAN • Besaran dampak (positif atau negatif) pada setiap komponen lingkungan sesungguhnya dapat diukur atau diberi penilaian ekonomi (Rp atau $) • Contoh : Hilangnya estetika alam akibat perubahan bentang alam. Caranya : Survei : (1) banyaknya pihak yang menyatakan indah, (2) besarnya biaya yg disanggupi setiap pihak bila ingin menikmati keindahan termaksud; (3) Akumulasi : populasi setiap pihak dikalikan dengan besarnya biaya yg disanggupi dan hasilnya dikurangi diskon faktor (10 %)

  28. DISKUSI KELOMPOK • K1 : Relokasi Pedagang Kaki Lima • K2 : Penambangan Bijih Nikel • K3 : Pembangunan Rumah Sakit Umum (tipe A,B. atau C) • K-4 : Pembangunan Jembatan Talumolo.

More Related