1 / 33

ANTENATAL CARE

ANTENATAL CARE. Oleh : Dr. H. SYAHREDI. SA,SpOG -K. Pendahuluan. Tujuan utama tindakan ini adalah : Menentukan status kesehatan ibu dan janin. Menentukan usia gestasi janin. Memulai rencana untuk melanjutkan perawatan obstetrik

lainey
Download Presentation

ANTENATAL CARE

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ANTENATAL CARE Oleh : Dr.H.SYAHREDI. SA,SpOG-K

  2. Pendahuluan • Tujuan utama tindakan ini adalah : • Menentukan status kesehatan ibu dan janin. • Menentukan usia gestasi janin. • Memulai rencana untuk melanjutkan perawatan obstetrik • memastikan keselamatan dan kesehatan kehamilan, baik ibu maupun bayi • merumuskan daftar faktor resiko

  3. Komponen Perawatan Antenatal • Perawatan antenatal awal atau kunjungan pertama - Anamnesis lengkap - Pemeriksaan rutin - Penilaian faktor resiko • Perawatan antenatal berikutnya. Pada kunjungan pertama jika ditemukan faktor resiko dari anamnesis dan pemeriksaan rutin,  maka dilakukan evaluasi selama kunjungan berikutnya.

  4. Kunjungan pertama Anamnesis 1. Identitas pasien dan suami termasuk nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama alamat → identifikasi / mengenal pasien dan mengetahui status sosial ekonomi untuk menentukan anjuran / pengobatan yang akan diberikan serta penentuan prognosa kehamilan setelah mengetahui umur pasien

  5. 2. Keluhan – keluhan yang muncul pada pemeriksaan 3. Riwayat menstruasi - menarche, teratur / tidak, lamanya, banyaknya darah, nyeri +/- → menilai faal alat kandungan HPHT / hari pertama haid terakhir

  6. Anamnesis 4. Riwayat perkawinan → kawin / tidak, berapa kali, berapa lama (anak mahalkah?) 5. Riwayat kehamilan sebelumnya → perdarahan +/- , hiperemesis gravidarum +/- → prognosa 6. Riwayat persalinan sebelumnya → spontan / buatan, aterm +/-, perdarahan +/-, siapa yang menolong → prognosa 7. Riwayat nifas sebelumnya → demam +/-, perdarahan +/-, laktasi ? → prognosa

  7. Anamnesis • Riwayat anak yang lahir → jenis kelamin, hidup +/-, berat lahir • Riwayat kehamilan sekarang → kapan merasakan gerak anak, hamil muda (mual, muntah, sakit kepala, perdarahan +/-), hamil tua (edema kaki / muka, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang)

  8. Anamnesis • Riwayat penyakit keluarga → penyakit keturunan +/- (DM, kelainan genetik), riwayat kembar, penyakit menular +/- (TBC) • Riwayat kontrasepsi → pakai +/-, metodenya ?, jenisnya, berapa lama, efek samping

  9. Pemeriksaan Rutin • Pemeriksaan Fisik Umum - Tanda Vital - Pemeriksaan fisik lengkap: Kepala – kaki - status gizi - tinggi dan berat badan - pemeriksaan tanda – tanda kehamilan meliputi wajah, dada, abdomen dan genetalia eksterna dan interna serta pemeriksaan panggul

  10. 2.Pemeriksaan Inspekulo dan pemeriksaan dalam • menggunakan speculum Serviks • mengidentifikasi kelainan sitologis Pap smear • pengambilan specimen mikroorganisme • duhtubuh : - mukoid putih dalam jumlah sedang normal - cairan kuning berbusa Trichomonas - duh seperti kepala susu kandida.

  11. Pemeriksaan dalam • konsistensi, panjang, dan pembukaan serviks • bagian terbawah janin, terutama menjelang akhir kehamilan • arsitektur tulang-tulang panggul dan pada semua anomaly vagina dan perineum, termasuk sistokel, rektokel, dan perineum yang telah mengalami relaksasi atau robek. • rectal touchémengidentifikasi hemoroid

  12. 3. Hitung Darah Lengkap 4. Urinalisis: a. Analisis adanya glukosa, keton, protein b. pemeriksaan mikroskopik atas sedimen c. Biakan kuantitatif atau penyaringan biokimia untuk adanya basiluria 5. Golongan Darah, Faktor Rhesus dan Penyaringan Antibodi

  13. 6. Penyaringan Glukosa - Faktor resiko untuk Diabetes Melitus :Umur 25 tahun atau lebih Obesitas Riwayat keluarga DM Bayi yang sebelumnya berbobot >4000 mg Bayi lahir mati yang sebelumnya Bayi cacat bawaan yang sebelumnya Polihidramnion Riwayat aborsi berulang

  14. 7. Uji alfa-fetoprotein serum meramalkan cacat tabung saraf terbuka 8. Pemeriksaan HIV-AIDS dan antigen permukaan Hepatitis B (HbsAg) 9. Ultrasonografi - usia kehamilan sejak usia 7 hari - perkembangan janin - kehamilan multiple - komplikasi - dll

  15. Kunjungan berikutnya • Interval kunjunganSetiap 4 minggu sekali sampai minggu ke-28; kemudian setiap 2-3 minggu sekali sampai minggu ke-36, dan sesudahnya setiap minggu. • Setiap kunjunganUkur tekanan darah, berat badan, protein dan glukosa urin, ukuran uterus, bunyi jantung janin, gerakan janin, kontraksi, perdarahan dan pecah ketuban, ultrasonografi hanya dilakukan atas indikasi spesifik.

  16. Kunjungan berikutnya • 15-20 minggu : Penapisan alfa-fetoprotein di serum ibu. • 24-28 minggu : Penapisan untuk diabetes gestasional apabila ada indikasi • 28 minggu : Pemeriksaan antibody pada wanita negatif-D (Rh-); pemberian globulin imun anti-D apabila diindikasikan

  17. Pemeriksaan Obstetrik 1.Inspeksi Umum Muka → chloasma gravidarum, edema +/- Mata → conjungtiva anemis +/-, sklera ikterik +/- Mulut → gusi dan gigi Leher → JVP, pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe +/-, Mammae → bentuk, simetris, pembesaran, puting susu melebar, areola hiperpigmentasi, vaskular ↑, hiperplasia jaringan kelenjar

  18. Pemeriksaan Obstetrik • Abdomen → membesar, pigmentasi linea alba dan striae, sikatriks +/-, terlihat gerak anak +/- • Vulva → perineum, varices +/-, flour albus+/- • Anus→ hemoroid +/-, • Tungkai → varices +/-, edema +/- (pretibial, ankle, punggung kaki), sikatriks +/-

  19. 2. Pemeriksaan Abdomen (Leopold) • Leopold I : pemeriksa berdiri menghadap ke pasien, kemudian dengan kedua tangan meraba dengan jari-jari untuk menentukan tinggi fundus uteri dan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus

  20. Pemeriksaan Abdomen (Leopold) Leopold II : posisi masih sama, pindahkan tangan ke samping. Tentukan dimana punggung anak terdapat pihak yang memberi rintangan terbesar kemudian carilah bagian – bagian kecil yang terletak bertentangan

  21. Pemeriksaan Abdomen (Leopold) Leopold III : memakai 1 tangan saja, rabalah bagian terbawahnya dan tentukan apakah masih bisa digoyangkan untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah sudah / belum terpegang oleh pintu atas panggul

  22. Pemeriksaan Abdomen (Leopold) Leopold IV : posisi pemeriksa menghadap kaki pasien, dengan kedua tangan tentukan apa yang menjadi bagian bawah dan apakah bagian ini sudah masuk kedalam PAP dan berapa masuknya

  23. 3. Bunyi Jantung Janin (Auskultasi) • bunyi jantung janin sudah dapat didengar pada minggu ke-20 pada 80 persen wanita • Pada minggu ke-21, bunyi jantung janin sudah terdengar pada 95 persen • pada minggu ke-22 pada semua wanita hamil.

  24. 4. Pengukuran Tinggi Fundus

  25. IV. Pemeriksaan Khusus • Pencitraan Resonansi Magnetik • Amniosentesis adalah tindakan pengambilan sampel cairan ketuban (likuor amnii) untuk diagnosis antenatal abnormalitas kromosom dan abnormalitas biokimia lewat pemeriksaan sel-sel janin yang terlepas serta cairan ketuban itu sendiri Dikerjakan setelah kehamilan 16 minggu sehingga kehilangan cairan yang diaspirasi tidak akan mengubah volume rongga uterus secara bermakna, yang dapat menimbulkan kontraksi uterus.

  26. Amniosentesis

  27. 3. Pengambilan Sampel Vilus Korion • Upaya memperoleh jaringan yang berasal dari janin pada tahap kehamilan lebih dini • Teknik ini memungkinkan pembiakan sel yang sedang membelah secara aktif, berbeda dari sel lepasan pada amniosentesis, dan seandainya didapatkan abnormalitas, pengakhiran kehamilan dapat dilakukan pada tahap yang relatif dini

  28. 4. Fetoskopi • untuk mendiagnosis malformasi-malformasi kecil pada janin, seperti sumbing wajah atau cacat jari pada keluarga yang memiliki resiko menderita sindrom genetik spesifik dan sebagai penuntun visual pada pengambilan contoh darah janin, biopsy hati, dan kulit.

  29. 5. Kardosentesis • Lebih baik dari fetoskopi • Selain digunakan untuk diagnosis prenatal gangguan darah herediter seperti hemofilia, kordosentesis juga digunakan untuk diagnosis infeksi janin akibat prosedur ini kurang dari 1% (Nicolaides & Soothill, 1989).

  30. Asupan Makanan Yang Dianjurkan • Nutrisi - “ kekurangan gizi yang berat selama kehamilan tidak menimbulkan efek yang dapat dideteksi pada perkembangan mental selanjutnya” - Pertambahan berat ibu mempengaruhi berat lahir - Rerata pertambahan berat ibu selama kehamilan adalah 33 lb (15 kg)

  31. Asupan Makanan Yang Dianjurkan 2. Suplementasi Vitamin dan Mineral Prenatal Terjadi peningkatan selama masa kehamilan dan laktasi

  32. VII. Perhatian Khusus Selama Kehamilan • Olah Raga • Mandi • Busana • Kebiasaan Buang Air Besar • Koitus • Perawatan Gigi • Alkohol • Kafein

More Related