Chapter 7 penguraian lr
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 30

Chapter 7 Penguraian LR PowerPoint PPT Presentation


  • 110 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Chapter 7 Penguraian LR. Pendahuluan. Komponennya: Input Output Program driver Tabel penguraian (action, goto) Perbedaan dengan penguraian bawah-atas (bottom-up) lainnya terletak pada tabel penguraian. Pendahuluan (Cont’d).

Download Presentation

Chapter 7 Penguraian LR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Chapter 7 penguraian lr

Chapter 7Penguraian LR


Pendahuluan

Pendahuluan

  • Komponennya:

    • Input

    • Output

    • Program driver

    • Tabel penguraian (action, goto)

  • Perbedaan dengan penguraian bawah-atas (bottom-up) lainnya terletak pada tabel penguraian.


  • Pendahuluan cont d

    Pendahuluan (Cont’d)

    • Konfigurasi pengurai LR adalah suatu pasangan yang komponen pertamanya adalah isi stack, komponen keduanya adalah string input:

      (soX1s1X2 …Xmsm , aiai+1 …an $)


    Langkah langkah dalam proses lr

    Langkah-langkah dalam proses LR

    • Misalkan ai simbol input pertama, sm adalah simbol pada puncak stack. Salah satu berikut, merupakan langkah dalam proses penguraian LR.

    • action[sm, ai] = shift s, ai dipindahkan ke stack, begitu juga (setelah ai) s. Hal ini menghasilkan konfigurasi baru:

      soX1s1X2s2 …Xmsmai s, ai+1 …an

    • action[sm, ai] = reduksi A β, maka parser melakukan reduksi dan menghasilkan konfigurasi

      soX1s1 …Xm-rsm-rA s,aiai+1 …an


    Langkah langkah dalam proses lr cont d

    Langkah-langkah dalam proses LR (Cont’d)

    dimana s = goto[sm-r,A] dan r adalah panjang dari string β. Pada awalnya, 2r simbol dipop dari stack (r simbol state dan r simbol grammar). Kemudian A dipush ke stack, lalu s dipush ke stack.

    β = Xm-r+1 … Xm

    • Action [sm,, ai] = accept, proses selesai

    • Action [sm , ai] = error, terjadi kesalahan, rutin pengendali kesalahan bisa dipanggil.


    Algoritma penguraian lr

    Algoritma penguraian LR

    • Input: string input w, tabel penguraian LR yang terdiri dari fungsi action dan goto (berdasarkan grammar G).

    • Output: uraian bawah-atas (bottom-up parsing dari w jika w Є L(G), jika tidak  error.

    • Metoda: pada awalnya, so ada di puncak stack (so = state awal) dan w$ merupakan input. Dalam proses parser akan mengeksekusi program berikut.


    Algoritma penguraian lr cont d

    Algoritma penguraian LR (Cont’d)

    ip menunjuk pada simbol pertama w$

    repeat forever begin

    misalkan S adalah state di puncak stack, dan a adalah

    simbol yang ditunjuk oleh ip

    if action[s,a] = shift s' then begin

    push a ke dalam stack, lalu s' ke dalam stack

    ip menunjuk pada simbol input berikutnya

    end

    else if action[s,a] = reduksi A β then begin

    pop simbol sebanyak 2*|β| dari stack;

    misalkan s’ adalah state di puncak stack

    push A lalu goto[s’,A] ke dalam stack;

    tampilkan output berupa A  β

    end

    else if action[s,a] = accept then

    return

    else error()

    end


    Contoh algoritma penguraian lr

    Contoh Algoritma penguraian LR

    • Perhatikan grammar ekspresi aritmetik, dengan operator biner + dan *:

    • E  E+T

    • E  T

    • T  T*F

    • T  F

    • F  (E)

    • F  id


    Tabel penguraiannya

    Tabel penguraiannya :

    si = shift state i ke stack

    rj = reduksi dengan produksi nomo r j

    Acc = accept

    Blank = error


    Pembuatan tabel penguraian lr

    Pembuatan Tabel Penguraian LR

    • Metoda simple LR (SLR), paling mudah dan paling buruk

    • Metoda LR kanonik, paling baik dan paling mahal

    • Metoda Look-Ahead LR (LALR), kemampuan + cost diantara SLR dan LR kanonik


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Untuk membuat tabel ini diperlukan beberapa definisi:

    • item LR(0) atau item saja.

    • closure(I), dimana I adalah himpunan item.

    • goto(I,X), dimana I adalah himpunan item dan X adalah simbol grammar.

    • koleksi kanonik dari item LR(0).


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d1

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • item LR(0) atau item dari suatu grammar G adalah suatu produksi dari G dengan suatu dot (.) muncul pada sisi kanan produksi itu.

    • Contoh: produksi A  XYZ memberikan empat item:

      A  .XYZ

      A  X.YZ

      A  XY.Z

      A  XYZ.


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d2

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Closure(I), dimana I adalah himpunan item untuk G, adalah himpunan item yang dibuat dari I oleh aturan berikut:

    • Setiap item di dalam I, juga anggota closure(I).

    • Jika A α.Bβ anggota closure(I) dan B  γ adalah suatu produksi, maka tambahkan B  . γ ke dalam closure(I).


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d3

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    begin

    J := I;

    repeat

    for masing-masing item A α.Bβ di dalam J, dan produksi B  γ dari G sedemikian rupa sehingga B  . γ tidak di dalam J do

    tambahkan B  . γ ke dalam J

    until tidak ada item yang dapat ditambahkan ke J.

    return J

    end


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d4

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Contoh: Perhatikan grammar G'

      E'  E

      E  E+T | T

      T  T*F | F

      F  (E) | id


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d5

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Jika I adalah himpunan satu item {[E‘ .E]}, maka closure(I) memuat item:

      E'  .E

      E  .E+T

      E  .T

      T  .T*F

      T  .F

      F  .(E)

      F  .id


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d6

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • goto(I,X) adalah closure dari himpunan semua item [A  αX.β] sedemikisan rupa sehingga A α.X β ada di dalam I.

    • Contoh: jika I adalah himpunan dua item {[E'  E.], [E  E.+T]} maka goto (I,+) memuat:

      E  E+.T

      T  .T*F

      T  .F

      F  .(E)

      F  .id


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d7

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Algoritma untuk membuat C (koleksi kanonik dari himpunan item LR(0) berdasarkan grammar G').

    • procedure items(G')

      begin

      C := {closure({[S'  .S]};

      repeat

      for masing-masing himpunan item I dalam C dan masing-masing simbol grammar X dimana goto(I,X) tidak kosong dan tidak di dalam C do

      tambahkan goto(I,X) ke dalam C

      until tidak ada himpunan item yang dapat ditambahkan ke C.

      end.


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d8

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Contoh: untuk grammar

      E'  E

      E  E+T | T

      T  T*F | F

      F  (E) | id


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d9

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • koleksi kanoniknya adalah :

    I0 :

    E'  .E

    E  .E+T

    E  .T

    T  .T*F

    T  .F

    F  .(E)

    F  .id

    I1=goto(I0,E):

    E'  E.

    E  E.+T

    I2 = goto(I0,T):

    E  T.

    T  T.*F


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d10

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    I3 = goto(I0,F) :

    T  F.

    I5 = goto(I0,id):

    F  id .

    I4 = goto(I0,():

    F  (.E)

    E  .E+T

    E  .T

    T  .T*F

    T  .F

    F  .(E)

    F  .id


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d11

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    I6 = goto(I1,+):

    E  E+.T

    T  .T*F

    T  .F

    F  .(E)

    F  .id

    I7 = goto(I2,*):

    T  T*.F

    F  .(E)

    F  id

    I8 = goto(I4,E):

    F  (E.)

    E  E.+T


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d12

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    I9 = goto(I6,T):

    E  E+T.

    T  T.*F

    I10 = goto(I7,F):

    T  T*F.

    I11 = goto(I8,)):

    F  (E).


    Pembuatan tabel penguraian lr cont d13

    Pembuatan Tabel Penguraian LR (Cont’d)

    • Fungsi goto dari himpunan item yang lalu, digambarkan sebagai diagram transisi dari Deterministic Finite Automata (DFA). DFA ini mengenal prefik viabel dari grammarnya.

    • Ada suatu transisi dari A α.Xβ ke A α X.βdengan label X, ada juga transisi A α.Bβke B  .γdengan label Є.


    Algoritma pembentukan tabel penguraian slr

    Algoritma pembentukan tabel penguraian SLR

    • Input: grammar G'

    • Output: Fungsi action dan goto untuk tabel penguraian SLR.

    • Metoda:

      • Buat C = {I0, I1, …, In}, yang merupakan koleksi himpunan item LR(0) untuk G'.

      • Buat state i dari Ii. Aksi penguraian untuk state i ditentukan sebagai berikut:

        • Jika [A α.a ] anggota Ii, dan goto(Ii , a) = Ij, maka action[i,a] = shift j dimana a harus merupakan terminal.


    Algoritma pembentukan tabel penguraian slr cont d

    Algoritma pembentukan tabel penguraian SLR (Cont’d)

    • Jika [A α.] anggota Ii, maka action[i,a] = reduksi A  , a anggota FOLLOW(A). A tidak harus = S'.

    • Jika [S’  S.] anggota Ii, maka action [i,$] = accept.

    • Jika terjadi konflik, proses gagal, grammarnya bukan SLR(1).

  • Dengan melihat DFAnya, transisi pada state i dapat ditentukan untuk nonterminal A; Jika goto(Ii, A) = Ij , maka goto[i,A] = j.

  • Semua entri yang tidak terdenisi oleh (2) dan (3) adalah error.

  • State awal pengurai (parser) adalah state yang dibuat dari himpunan item yang memuat [s'  .s]


  • Algoritma pembentukan tabel penguraian slr cont d1

    Algoritma pembentukan tabel penguraian SLR (Cont’d)

    • Contoh: perhatikan contoh yang lalu dimana C = {I0, I1, …, I11}. Pada I0himpunan itemnya sebagai berikut:

      E'  .E

      E  .E+T

      E  .T

      T  .T*F

      T  .F

      F  .(E)

      F  .id


    Algoritma pembentukan tabel penguraian slr cont d2

    Algoritma pembentukan tabel penguraian SLR (Cont’d)

    • item F  .(E) mengakibatkan action [0,(] = shift 4,

    • item F  .id mengakibatkan action [0,id] = shift 5, item lainnya tak menghasilkan action.

      I1:

      E'  E.

      E  E.+T

    • E'  E. mengakibatkan action [1, $] = accept,

    • E  E.+T mengakibatkan action [1, +] = shift 6


    Algoritma pembentukan tabel penguraian slr cont d3

    Algoritma pembentukan tabel penguraian SLR (Cont’d)

    I2:

    E  T.

    T  T.*F

    • karena FOLLOW(E) = {$, +, )} :

    • E  T. mengakibatkan action [2, $] = action [2, +] = action [2, )] = reduksi oleh E  T.

    • T  T.*F mengakibatkan action [2, *] = shift 7.

      ... lalu ... LANJUTKAN SENDIRI ... !


  • Login