PERKANDANGAN
Download
1 / 28

PERKANDANGAN - PowerPoint PPT Presentation


  • 283 Views
  • Uploaded on

PERKANDANGAN. PUYUH. Penentuan Lokasi Kandang. 1. Lokasi Kandang Perhatikan syarat hidup puyuh Bangunan tersendiri / disamping rumah / dibelakang rumah Perhitungkan bau kotoran Jauh dari kebisingan Hindarkan dari percikan air hujan Tidak terkena terpaan angin langsung

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' PERKANDANGAN' - kirk


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Penentuan lokasi kandang
Penentuan Lokasi Kandang

1. LokasiKandang

  • Perhatikansyarathiduppuyuh

  • Bangunantersendiri / disampingrumah / dibelakangrumah

  • Perhitungkanbaukotoran

  • Jauhdarikebisingan

  • Hindarkandaripercikan air hujan

  • Tidakterkenaterpaananginlangsung

  • Sirkulasiudarabaik

  • Sinarmataharipagimasukkandang

  • Lantaikandangsebaiknyabukandaritanah

  • Lantaikandang yang paling bawah 40 cm daritanah

  • Kandangtidaklembab


Menghindari terpaan angin langsung
Menghindari terpaan angin langsung

  • Puyuhkurangtahanterhadapterpaananginlangsungdanudaralembab

  • Kecepatanangindapatdiujidenganlilin.

    Siang harinyalalilinmatimakaaliranudaraterlalukencang, dimalamharililintidakbolehgoyang

  • Kandangdilengkapidengandinding yang dapatdibukatutup.

  • Tanami pohondisekitarkandang


2 syarat kandang
2. Syarat kandang

Kebisingan

  • Tidakditempatkandidekatlokasi yang bising

  • Tidakberpengaruhjikakebisingan yang terusmenerus

  • Dapatdiatasidengandilatihsejakkecil

    Bau-bauan

    Jauhkandengantempat yang menimbulkanbau

    Misalkan : Minyaktanah, Solar dll.

    Penerangan

  • Diberipenerangantambahansaatmalamhari

  • Dalamkeadaangelappuyuhakanmengumpuldipojokjikaadakejutan


3 sistem kandang
3. Sistemkandang

  • Sistem litter

    • Sekampadi /

      Jeramipadidipotongkecil 80%

    • Kapurmati 5%

    • Kotoransapikering 15%


Keuntungan Sistem litter:

  • Menghemat tenaga

  • Praktis kandang tak perlu dibersihkan setiap hari

  • Sumber Vit. B12

  • Memberikan rasa hangat

  • Kesehatan kaki baik karena tidak langsung kena lantai keras

  • Kelembaban kandang dapat dikurangi

  • Memberikan kesibukan puyuh untuk mengais-ngais


Kelemahan Sistem litter:

  • Litter dapat mengotori T. Pakan dan minum

  • Telur kemungkinan dapat terbenam kedalam litter

  • Sering terjadi penyakit pernapasan

  • Perlu pengadukan litter

  • Jika litter basah dapat sebagai sumber penyakit (Cocidia, Cacingan, Kerusakan mata karena anemia, Jamur)

  • Litter yang sudah padat harus diganti


B sistem sangkar
b. SistemSangkar

  • Dindingdanlantaiterbuatdarikawat

  • Bilaterdiridaribeberapatingkatperlutempatkotoran

  • Baikuntuksirkulasiudara

  • Perluadanya “Krey” disampingkandanguntukmenahanangindan air hujan.


Kepadatan kandang

Umur minggu Luas kandang (cm²/ekor)

0 – 1 160 - 180

1 – 4 180 - 200

4 – keatas 180 – 200

KK = (L / 200 ) x 1 ekor

KK = Kepadatan kandang

L = Luas lantai kandang yang dibuat

200 = Angka konstanta ( Standar luas untuk satu ekor puyuh dewasa 200 cm²)


  • Satupetakdapatberisi 1 sampai 5 ekor

  • Dapatdisusuntigatingkat

  • Digunakanuntukpenelitian

c. Sistemkandangbaterai


Keuntungannyaadalah:

  • Telurbiasanyalebihbersih.

  • Penularanpenyakit–penyakitdaninvestasiparasit –parasitberkurang.

  • Timbulnyakanibalismedapatsegeradiatasidankebiasaanmematuk/ memakantelurdapatdicegah.


Keuntungannyaadalah:

  • Pencatatan data-data tentangproduksiindividuildariseekorpuyuhmudahdilakukan, sehinggadapatmengenalpetelur-petelur yang baikdengancepat.

  • Memudahkanbagiseseorangpeternakdalammelakukan “CULLING“ dan “STOK- REPLACEMENT“, yaitumenyingkirkanpuyuhpetelur yang tidakbaikproduksinya / sudahberhentibertelurdanmenggantinyadenganpuyuh lain , sehinggaproduksitelurtetapstabil.


Kekurangandankeburukannya:

Pemeliharaanharusintensifsehinggamemerlukanlebihbanyakperhatiandantenagakerja.

Apabilaransummakanan yang diberikantidaklengkap / kurangsempurna, padapuyuhmudahsekalitimbulgejala-gejalapenyakitdefisiensi.

Kotoranpuyuh yang berjatuhandilantaimenyebabkanbanyaklalatdisekitarkandangdanbau yang datangdarikandangsulituntukmenghindarkannya.


Kekurangandankeburukannya:

Kadang-kadangmenimbulkan pula problemadalampembuangankotoranpuyuh yang cepatmenumpuk (bilabelum / tidakadatempatpenampunganataumesinuntukpengeringankotorantersebut).

Biayapembangunankandangdanexploitasipemeliharaansistimbaterylebihmahaldibandingkandengansistim litter (Untukukuranditanah air kitapadamasasekarang).


4 bahan kandang
4. Bahan Kandang

  • Bambu, Kayu, dan kawat kasa (ram)

  • Lantai dibuat lantai renggang, agar kotoran mudah jatuh

  • Penggunaan kawat ram lebih mudah pemantauan dan sirkulasi udara lebih terjamin

  • Sebaiknya kandang dibuat dengan mengkombinasikan bambu, kayu dan kawat ram

  • Atap kandang menggunakan jerami yang diikat (welit) atau menggunakan genting

  • Usahakan atap tidak menggunakan seng

  • Lantai kandang dibuat dari semen, pasir dan kapur, agar tidak lembab

  • Pembuatan kandang dari bahan-bahan tersebut perlu dipertimbangkan masa pakai, sehingga lebih ekonomis


4. Kandang karantina

  • Untuk puyuh yang sakit atau menunjukkan gejala sakit

  • Letak sejauh mungkin dengan kandang puyuh sehat

  • Lakukan pengobatan

PUATAKA

Listiyowati dan Kinanti R. 2005. Puyuh, Tata Laksana Budi Daya Secara Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal 32 – 54

Hartono T. 2004. 7 Kiat Meningkatkan Produksi Puyuh. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal 18 – 34

Dyah Evitadewi W, Respati, Paino R, dan Sucipto. 2001. Beternak Burung Puyuh. Aneka Ilmu. Semarang. Hal 14 – 25

Tjokrohoesodo S, Eduard A. S, Tuti Maria W. 2000. Bangunan dan Peralatan Kandang. Universitas Terbuka. Hal 164 – 170


ad