1 / 43

PENGANTAR ILMU DEMOGRAFI

Andri Wijanarko. PENGANTAR ILMU DEMOGRAFI. Bagian 1 DEFINISI, APLIKASI DAN MANFAAT DEMOGRAFI. Definisi #1. Demografi berasal dari kata : Demos : rakyat atau penduduk Grafein : menggambar atau menulis

kim-sparks
Download Presentation

PENGANTAR ILMU DEMOGRAFI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Andri Wijanarko PENGANTAR ILMU DEMOGRAFI

  2. Bagian 1DEFINISI, APLIKASI DAN MANFAATDEMOGRAFI

  3. Definisi #1 Demografi berasal dari kata : Demos : rakyat atau penduduk Grafein : menggambar atau menulis Pertama kali digunakan oleh Acchile Guillard (1855) dalam “Elements de Statistique Humaine, ou Demographie Comparee” atau “Elements of Human Statistics or Comparative Demography”

  4. Confusius : hubungan penduduk dengan kesejahteraan • Plato : Jumlah penduduk ideal untuk sebuah kota

  5. Definisi #2 • Johan Sussmilch (1762) berpendapat bahwa demografi adalah ilmu yang mempelajari hukum Tuhan yang berhubungan dengan perubahan pada umat manusia yang terlihat dari jumlah kelahiran, kematian dan pertumbuhannya.

  6. Definisi #3 • David V. Glass (1953) menekankan bahwa demografi terbatas pada studi penduduk sebagai akibat penaruh dari proses demografi, yaitu fertilitas, mortalitas dan migrasi.

  7. Definisi #4 • Donal J. Bogue (1969) mendefinisikan demografi sebagai ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik jumlah, komposisi, distribusi penduduk, dan perubahan-perubahannya sebagai akibat bekerjanya komponen-komponen pertumbuhan penduduk yaitu fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.

  8. Definisi #5 Ilmu Demografi merupakan alat untuk mempelajari perubahan kependudukan dengan memanfaatkan data dan statistik kependudukan serta perhitunan secara matematis dan statistik dari data penduduk, terutama mengenai perubahan jumlah, persebaran, dan komposisi/struktur. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, yang meliputi fertilitas, mortalitas dan migrasi, yang selanjutnya menyebabkan perubahan jumlah, struktur dan persebaran penduduk.

  9. Manfaat Demografi #1 Mempelajari kuantitas, komposisi, dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu serta perubahan-perubahannya. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau dan mengestimasi pertumbuhan penduduk di masa mendatang.

  10. Manfaat Demografi #2 • Mengembangkan hubungan sebab-akibat antara perkembangan penduduk dan bermacam-macam aspek pembangunan sosial, ekonomi, budaya, politik, lingkungan dan keamanan. • Memperlajari dan mengantisipasi kemungkinan dampak yang timbul dari pertumbuhan penduduk di masa mendatang.

  11. Aplikasi Demografi #1 Kependudukan : Kebijakan penyusunan kebijakan penurunan angka kelahiran. Pelayanan kesehatan Sebaran penduduk Pendidikan Perumahan dll

  12. Aplikasi Demografi #2 Politik : Estimasi jumlah suara pemilih dalam pemilu. Industri : estimasi permintaan barang, misalnya dengan data penduduk usia 0-14 tahun bisa diestimasi : Permintaan pakaian anak Permintaan mainan Permintaan susu bayi

  13. Aplikasi Demografi #3 Tenaga Kerja : Sektor pekerjaan penduduk Status pekerjaan (formal-informal) Jumlah pekerja berdasar gender Mobilisasi tenaga kerja

  14. Bapak Demografi Dunia #1 John Graunt (1620-1674) Natural and Political Observations Mentioned in a Following Index and Made Upon the Bills of Mortality. Sebagian besar berisi analisis kematian dengan bersumber pada The Bills of Mortality.

  15. Bapak Demografi Dunia #2 John Graunt (1620-1674) Menyarankan penelitian di bidang kependudukan bisa menekankan aspek komposisi penduduk menurut jenis kelamin, negara, umur, agama, dsb. Dibantu oleh William Petty, yang selanjutnya menyarakan agar didirikan Central Statistical Office

  16. Bapak Demografi Dunia #3

  17. Bapak Demografi Dunia #4

  18. Bagian 3DINAMIKA PENDUDUK

  19. Dinamika Penduduk #1 • Pertumbuhan Penduduk merupakan keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan mengurangi jumlah penduduk. • Faktor : • Jumlah bayi lahir (fertilitas) • Jumlah kematian (mortalitas) • Penduduk masuk (imigran) • Penduduk keluar (emigran)

  20. Dinamika Penduduk #2 • Selisih antara Fertilitas dan Mortalitas disebut : • Perubahan Reproduktif (Reproductive Change) • Pertumbuhan Alamiah (Natural Growth) • Selisih antara Imigrasi dan Emigrasi disebut Migrasi Netto

  21. Dinamika Penduduk #3 Pt = P0+ (B – D) + (Mi – M0) Pt : Jumlah penduduk tahun t P0 : Jumlah penduduk tahun dasar B : Jumlah kelahiran periode 0 ke t D : Jumlah kematian periode 0 ke t M0 : Jumlah migrasi keluar periode 0 ke t Mi : Jumlah migrasi masuk periode 0 ke t

  22. Dinamika Penduduk #4 Pt = P0+ (B – D) + (Mi – M0) Ra = B – D dan Mn = Mi – M0 Pt - P0= Ra – Mn The Balancing Equation

  23. Bagian 4ROBERT MALTHUS

  24. Robert Malthus (1766-1834) #1 Pelopor Ilmu Kependudukan (Population Studies)

  25. An Essay on The Principles of Population as it Affects Future Improvement of Society (1798) A Summary View of The Principle of Population (1830) Robert Malthus (1766-1834) #2

  26. Postulat Malthus #1 : Bahwa pangan dibutuhkan untuk hidup manusia Robert Malthus (1766-1834) #3

  27. Postulat Malthus #2 : Bahwa kebutuhan seks antar jenis kelamin akan tetap sifatnya sepanjang masa Robert Malthus (1766-1834) #4

  28. Malthus : Jika tidak ada pengendalian maka kecenderungan pertambahan jumlah manusia akan lebih cepat dari pertambahan subsisten (pangan) Robert Malthus (1766-1834) #5

  29. Malthus : Perkembangan Pangan akan mengikuti Deret Hitung 1-2-3-4-5-6-7-8-9 Perkembangan penduduk akan mengikuti Deret Ukur 1-2-4-8-16-32-64 Robert Malthus (1766-1834) #6

  30. Robert Malthus (1766-1834) #7

  31. Robert Malthus (1766-1834) #8

  32. Robert Malthus (1766-1834) #9

  33. Robert Malthus (1766-1834) #10

  34. Bagian 5TEORI TRANSISI DEMOGRAFI

  35. Teori Transisi Demografi #1 • Muncul tahun 1930an ketika Demographer ingin mencari cara menurunkan kelahiran. • Dipelopori oleh Kingsley Davis (1908–1997) pada tahun 1937

  36. Teori Transisi Demografi #2 • Transisi Demografimenyatakan perubahan yang terjadi terhadap tiga komponen utama pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (mobilitas/migrasi). • Konsep umum : hanya pada perubahan penduduk secara alamiah, yaitu kelahiran dan kematian.

  37. Teori Transisi Demografi #3 Fertilitas Mortalitas Fertilitas dan mortalitas belum bisa dikendalikan. Panen gagal dan harga tinggi sehingga banyak kelaparan 1 Tahap 1 : Pertumbuhan rendah karena fertilitas dan mortalitas sama-sama tinggi sekitar 40-50 per 1000 penduduk

  38. Teori Transisi Demografi #4 Fertilitas Mortalitas Mortalitas turun karena kemajuan teknologi dan mulai ditemukan obat, terutama antibiotik dan penisilin, namun kelahiran masih tinggi sehingga jumlah penduduk sangat tinggi 1 2

  39. Teori Transisi Demografi #6 Fertilitas Mortalitas • Mortalitas turun dengan kecepatan melambat • Fertilitas turun drastis karena penanganan kelahiran dan alat kontrasepsi (keluarga berencana) 1 2 3

  40. Teori Transisi Demografi #5 Fertilitas Mortalitas Mortalitas dan fertilitas telah sama-sama rendah 1 2 3 4

  41. Teori Transisi Demografi #7 • Temuan di beberapa negar Eropa tidak selalu seperti itu karena dapat menurunkan kelahiran meski beru masuk ke tahap industrialisasi awal. • Negara barat membutuhan waktu lama untuk melakukan transisi, misal Inggris butuh waktu 200 tahun (1750 – 1950). • Ada negara berkembang yang cepat, misal Sri Lanka hanya 90 tahun. Kritik :

  42. Teori Transisi Demografi #8 • Transisi demografi terjadi saat terjadi penurunan angka kematian bayi dari 140 (Sensus Penduduk 1971) menjadi 47 (SP 2000). • Rata-rata jumlah anak dari 5,61 (SP 1971) turun menjadi 2,34 (SP 2000) Indonesia ?

  43. Sampai jumpa…

More Related