1 / 17

POKOK BAHASAN 2

POKOK BAHASAN 2. RISHE PURNAMA DEWI. RAGAM BAHASA ILMIAH. Definisikan bahasa Indonesia sebagai ragam ilmiah! Bahasa Indonesia yang dipakai untuk kepentingan penulisan karangan yang sifatnya ilmiah. RAGAM BAHASA ILMIAH.

kert
Download Presentation

POKOK BAHASAN 2

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. POKOK BAHASAN 2 RISHE PURNAMA DEWI

  2. RAGAM BAHASA ILMIAH Definisikan bahasa Indonesia sebagai ragam ilmiah! Bahasa Indonesia yang dipakai untuk kepentingan penulisan karangan yang sifatnya ilmiah

  3. RAGAM BAHASA ILMIAH Sebutkan dasar kriteria suatu karangan dapat dikatakan sebagai karangan ilmiah! • Mengetengahkan masalah dalam bidang/ cabang ilmu tertentu • Mengetengahkan suatu persoalan secara utuh, yang meliputi bagian pendahuluan, inti, dan bagian penutup • Objektif, tidak memihak kepada seseorang atau kelompok tertentu • Persoalan yang diketengahkan dibahas secara rasional, tidak secara emosional • Pengutaraan pendapat selalu didukung oleh fakta • Alur pemaparan sistematik dan runtut

  4. RAGAM BAHASA ILMIAH Bagaimana ciri-ciri bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam penulisan bahasa Indonesia! • Bahasa Indonesia yang dipergunakan adalah ragam baku • Mempergunakan kalimat efektif • Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ambigu/ bermakna ganda • Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas (nonfiguratif) dan menghhindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias (figuratif) • Menghindari penonjolan persona dengan tujuan untuk menjaga objektivitas isi tulisan. • Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea

  5. KARYA ILMIAH Istilah lain karya ilmiah adalah …. Karangan ilmiah Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah! Sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan dengan metode ilmiah.

  6. KARYA ILMIAH Ciri-ciri karya ilmiah antara lain …. • mengungkapkan masalah dan pemecahannya secara ilmiah • pengungkapan pendapat didukung oleh fakta • bersifat tepat, lengkap, dan benar • pengembangannya secara sistematis dan logis • bersifat tidak memihak dan tidak emosional

  7. KARYA ILMIAH Jenis karya ilmiah di antaranya …. • Laporan karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan penelitian • Makalah karya tulis yang berisi pemikiran tentang sesutau masalah yangh ditulis secara sistematis dan runtut disertai analisis logis dan objektif. Biasanya untuk diseminarkan. • Artikel ilmiah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal dengan penulisan yang mengikuti konvensi ilmiah yang telah ditetapkan. (artikel penelitian & nonpenelitian) • Skripsi/ tesisdisertasi

  8. BAHASA TULIS ILMIAH Syarat-syaratnya: • Cendikia  mengungkapkan secara tepat setiap gagasan (logis). Contoh: • Kemajuan informasi pada era globalisasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya barat yang masuk ke negara Indonesia yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan moral bangsa Indonesia. • Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama karena pengaruh budaya barat yang masuk ke Indonesia.

  9. BAHASA TULIS ILMIAH 2. Lugas Gagasan yang disampaikan hendaknya diungkapkan langsung sehingga makna yang disampaikan tidak bermakna ambigu/ bernilai sastra. Contoh: • Para pendidik yang kadang kala atau bahkan sering kena getahnya oleh ulah sebagian anak-anak mempunyai tugas yang tidak bisa dikatakan ringan. • Para pendidik yang kadang-kadang atau bahkan sering terkena akibat ulah sebagian anak-anak yang mempunyai tugas berat.

  10. BAHASA TULIS ILMIAH 3. Jelas Gagasan yang disampaikan haruslah jelas dan mudah dipahami. Kalimat panjang perlu dihindari. Contoh: • Pendidikan teknologi perlu dimulai dan digalakkan untuk segenap lapisan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak buta teknologi, termasuk di dalamnya teknologi mutakhir. • Pendidikan teknologi perlu dimulai dan digalakkan untuk segenap lapisan masyarakat, sehingga masyarakat tidak buta teknologi, termasuk di dalamnya teknologi mutakhir.

  11. BAHASA TULIS ILMIAH 4. Bertolak dari gagasan Penggunaan kalimat perlu disesuaikan dengan posisi penulis dalam menyampaikan idenya. Contoh: • Dari uraian tadi penulis dapat menyimpulkan bahwa menumbuhkan dan membina anak berbakat sangat penting. • Perlu diketahui bahwa pendidikan di lingkungan keluarga sangat penting dalam penanaman moral.

  12. BAHASA TULIS ILMIAH 5. Formal Bahasa yang dipergunakan harus formal baik segi struktur kalimat maupun penggunaan kata. Contoh: • Membuat  bikin • Menulis  nulis • Menurut Valendika (1999) menyatakan bahwa milenium ketiga belum dimulai tahun 2000. • Valendika (1999) mengatakan bahwa milenium ketuga belum dimulai tahun 2000.

  13. BAHASA TULIS ILMIAH 6. Objektif Objektif adalah penggunaan bahasa sesuai dengan penempatan gagasan khususnya dalam pemilihan kata-kata. Contoh: • Abstrak artikel harus ditulis dalam sebuah paragraf. Penelitian pasti diawali adanya masalah. • Abstrak artikel ditulis dalam sebuah paragraf. Penelitian diawali adanya masalah.

  14. BAHASA TULIS ILMIAH 7. Ringkas dan Padat Menggunakan unsur-unsur bahasa dengan tidak mubazir. Contoh: • Nilai etis sebagaimana tersebut pada paparan di atas menjadi pedoman dan dasar pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negara Indonesia. • Nilai etis di atas menjadi pedoman bagi setiap warga negara Indonesia.

  15. BAHASA TULIS ILMIAH 8. Konsisten Unsur bahasa dan ejaan yang dipergunakan dalam bahasa tulis bersifat aje/ tetap. Contoh: • Untuk penumpang yang melimpah menjelas dan usai lebaran, telah disiapkan kendaraan ekstra. • Untuk mengatasi penumpang yang melimpah menjelang dan usai lebaran, pengusaha angkutan umum dihimbau mengoperasikan semua kendaraan ekstra.

  16. TAHAPAN PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

  17. PENENTUAN TOPIK Hal yang harsus diperhatikan dalam memilih topik: • Topik harus bermanfaat • Topik harus layak dibahas sesuai bidang penulis • Topik cukup menarik dibahas penulis • Topik harus dikenal (tersedia teori) • Topik harus dapat menyediakan data dan informasi lengkap, mudah dikembangkan dan diselesaikan • Topik dapat dibatasi

More Related