Logam alkali tanah ii a
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 13

Logam Alkali Tanah (II A) PowerPoint PPT Presentation


  • 417 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Logam Alkali Tanah (II A). Logam Alkali Tanah.

Download Presentation

Logam Alkali Tanah (II A)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Logam alkali tanah ii a

Logam Alkali Tanah (II A)


Logam alkali tanah

Logam Alkali Tanah

  • Unsur-unsur golongan IIA disebut juga alkali tanah. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerak bumi. Logam alkali tanah umumnya reaktif, tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali. Semua unsur alkali tanah memiliki jumlah oksidasi +2, membuat mereka sangat reaktif. Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam bentuk monoatomik , unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen.

  • Unsur-unsur Golongan 2 Alkali Tanah Logam:

    berilium (Be) [He] 2s2magnesium (Mg) [Ne] 3s2kalsium (Ca) [Ar] 4s2strontium (Sr) [Kr] 5s2barium (Ba) [Xe] 6s2 Be      Ca   Sr     Ba     Mg

    radium (Ra) [Rn] 7s2


Sifat fisis

Sifat Fisis


Sifat fisis1

Sifat Fisis


Sifat kimia

Sifat Kimia

  • a. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Air

    Berilium tidak bereaksi dengan air, sedangkan logam Magnesium bereaksi sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Logam Kalsium, Stronsium, Barium, dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi dengan air dingin.

    Contoh :

    Ca(s) + 2H₂O(l) → Ca(OH)₂(aq) + H₂(g)

  • b. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Oksigen

    Logam Alkali Tanah di udara akan berkorosi, kecuali Mg dan Be. Dengan pemanasan, Berilium dan Magnesium dapat bereaksi dengan oksigen. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan pelindung pada permukaan logam.

    contoh:

    2Mg(s) + O₂ (g) → 2MgO(s)

    Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi akan dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N ₂). Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawa oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi juga dengan Alkali Tanah.

    4Mg(s) + ½ O₂(g) + N₂(g) → Mg O(s) + Mg₃N₂ (s)


Sifat kimia1

Sifat Kimia

  • c. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Halogen

    Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk garam Halida, kecuali Berilium. Oleh karena daya polarisasi ion Be ² ⁺ terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-, maka BeCl₂ berikatan kovalen. Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion.

    Contoh :

    Ca(s) + Cl₂(g) → CaCl₂(s)

  • d. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Asam – Basa

    Semua logam alkali tanah bereaksi dengan Asam Kuat. Makin ke bawah makin reaktif. Membentuk garam dan gas hidrogen.

    Contoh:

    Sr(s) + 2HCl(aq) → SrCl₂(aq) + H₂(g)

    Semua logam alkali tanah bereaksi dengan Basa Kuat. Membentuk

    Be(OH) ₄²⁻ dan gas H ₂

    Contoh :

    Be (s) + 2 NaOH (aq) → Na₂Be(OH)4 (aq) + H₂(g)


Ekstraksi pada logam alkali tanah

Ekstraksi pada Logam Alkali Tanah

Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa. Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya. Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara, yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis.

1. Ekstraksi Berilium (Be)

  • a. Metode reduksi

    Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF6 hingga 700oC. Karena beril adalah sumber utama berilium.

    BeF2 + Mg→MgF2 + Be

  • b. Metode Elektrolisis

    kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah :

    Katoda : Be2+ + 2e → Be

    Anode : 2Cl → Cl2 + 2e-


Logam alkali tanah ii a

2. Ekstraksi Magnesium (Mg)

  • a. Metode Reduksi

    Untuk mendapatkan magnesium, kita dapat mengekstraksinya dari dolomite [MgCa(CO3)2]. Karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO lalu MgO.CaO dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.

    2[ MgO.CaO] + FeSi → 2Mg + Ca2SiO4 + Fe

  • b. Metode Elektrolisis

    Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air laut dengan CaO. Reaksi yang terjadi :

    CaO + H2O → Ca2+ + 2OH-

    Mg2+ + 2OH- → Mg(OH)2

    Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2

    Mg(OH)2 + 2HCl → MgCl2 + 2H2O

    Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya

    Katode : Mg2+ + 2e- → Mg

    Anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-


Logam alkali tanah ii a

3. Ekstraksi Kalsium (Ca)

  • a. Metode Elektrolisis

    Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi :

    CaCO3 + 2HCl → CaCl2 + H2O + CO2

    Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi :

    Katode : Ca2+ + 2e- → Ca

    Anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-

  • b. Metode Reduksi

    Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2 oleh Na. Reduksi CaO oleh Al.

    6CaO + 2Al → 3 Ca + Ca3Al2O6

    Reduksi CaCl2 oleh Na

    CaCl2 + 2 Na → Ca + 2NaCl


Logam alkali tanah ii a

4. Ekstraksi Strontium (Sr)

  • a. Metode Elektrolisis

    Untuk mendapatkan Strontium (Sr), kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl2. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selestit [SrSO4]. Karena Senyawa selestit merupakan sumber utama Strontium (Sr). Reaksi yang terjadi :

    katode : Sr2+ +2e- → Sr

    anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-

    5. Ekstraksi Barium (Ba)

  • a. Metode Elektrolisis

    Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi :

    Katode : Ba2+ +2e- → Ba

    Anode : 2Cl- → Cl2 + 2e-

  • b. Metode Reduksi

    Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi :

    6BaO + 2Al → 3Ba + Ba3Al2O6.


Kegunaan

Kegunaan

  • 1. Berilium (Be)

    a. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat, akan tetapi bermassa lebih ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat Jet.

    b. Berilium digunakan pada kaca dari sinar X.

    c. Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir.

    d. Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik, maka Berilium sangat penting sebagai komponen televisi.

  • 2. Magnesium (Mg)

    a. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api dan pada lampu blitz.

    b. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku, karena senyawa MgO memiliki titik leleh yang tinggi.

    c. Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang terdapat di mulut dan mencegah terjadinnya kerusakan gigi, sekaligus sebagai pencegah maag.


Logam alkali tanah ii a

  • 3. Kalsium (Ca)

    a. Kalsium digunakan pada obat obatan, bubuk pengembang kue dan plastik.

    b. Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat gips yang berfungsi untuk membalut tulang yang patah.

    c. Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen semen dan cat tembok. Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan gelas.

    d. Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat dehidrator, dapat juga mengeringkan gas dan mengikat Karbondioksida pada cerobong asap.

    e. Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai sumber basa yang harganya relatif murah.

    f. Kalsium Karbida (CaC2) disaebut juga batu karbit merupakan bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan.

    g. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi.


Logam alkali tanah ii a

  • 4. Stronsium (Sr)

    a. Stronsium dalam senyawa Sr(NO3)2 memberikan warna merah apabila digunakan untuk bahan kembang api.

    b. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer.

    c. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator).

  • 5. Barium (Ba)

    a. BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar X meskipun beracun.

    b. BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastik karena memiliki kerapatan yang tinggi dan warna terang.

    c. Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api.


  • Login