1 / 21

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS. Dr. Hamonangan Ritonga , MSc , MAE Kordinator Dosen Statistika STIK-PTIK hamonang@bps.go.id. PENDAHULUAN (1). 1. Kuesioner sebagai Instrumen Penelitian

Download Presentation

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Dr. HamonanganRitonga, MSc, MAE KordinatorDosenStatistika STIK-PTIK hamonang@bps.go.id

  2. PENDAHULUAN (1) 1. Kuesioner sebagai Instrumen Penelitian Dalam pengumpulan data, intrumen penelitian terpenting yang harus dipersiapkan adalah kuesioner, yaitu daftar pertanyaan yang harus ditanyakan kepada responden 2. Kriteria pertanyaan dalam kuesioner penelitian kuantitatif Pertanyaan harus singkat dan jelas (tidak multi interpretasi) Pertanyaan-pertanyaan jangan terlalu menyita waktu Hindari pertanyaan sensitif dan negatif Petugas pengumpul data tidak mempengaruhi responden Jawaban diusahakan tertutup Urutan pertanyaan harus logis Instruksi/alur pertanyaan harus jelas Satuan pengukuran jelas Jawaban responden responden hanya tercakup dalam satu kategori jawaban saja (mutually exclusive) Semua kemungkinan jawaban dalam suatu pertanyaan harus tercakup (exhaustive)

  3. PENDAHULUAN (2) 3. SkalaPengukurandDatadalamKuesioner a. Skala Nominal Skalajawabanhanyamencerminkankategori, sedangkannilainyatidakmencerminkanbesaran. Contoh: JenisKelamin: Laki-laki -1; Perempuan -2. b. Skala Ordinal Skalajawabanjugamencerminkankategori, tetapinilainyamenggambarkanintensitas. Contoh: SkalaLikertPelayanan SIM: sangattidakmemuaskan – 1; tidakmemuaskan -2; biasasaja -3; memuaskan -4, sangatmemuaskan -5 c. Skala Interval Skalajawabandalambentuk interval, dannilainyamemberikanbesaran yang lebihterukursecarakuantitatif. Contoh: Kerugian: Rp. 0-19 juta -1; Rp. 10-19 juta -2, dst. d. SkalaRasio Skalajawabanmencakupnilai 0 sampaikeatas, dimananilainyamemberikanbesaran yang bisadirasiokan. Contoh: Umur: 25 tahun

  4. PENDAHULUAN (3) • UjiValiditasdanReliabilitas Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian pada kuesioner valid (dapat mengukur yang seharusnya diukur oleh intrumen pengukuran tersebut) dan reliabel (ketepatan instrumen pengukuran stabil dan konsisten).  Lihat Makalah Suatu instrumen pengukuran dikatakan valid apabila koefiesien korelasinya nyata pada tingkat α = 5 %, danCronbach alpha ≥ 60 %, Apabilatidak valid dan reliable makadilakukanperbaikankuesioener dan ujicobadilakukankembali.

  5. UJI VALIDITAS (1) • Uji Validitas dengan mengujian korelasi variabel-variabel yang ditanyakan, yaitu antara variabel-variabel pada dimensi dengan variabel yang ditentukan sebagai validator • Validator bisa satu variabel tujuan akhir atau dimensi (gabungan skor variabel dimensi) • Statistik uji : - Pearson correlation: Apabila skala data interval dan rasio, - Speraman ranks’ correlation : apabila skala data adalah nominal dan ordinal Sampel untuk uji coba biasanya ditentukan secara rule of thumbs, dengan asumsi mengikuti distribusi normal  biasanya n=30

  6. UJI VALIDITAS (2) • Rumus Pearson Correlation • Rumus Spearman’s Rank Correlation r = dimana

  7. UJI VALIDITAS (3) • Statistik uji : - Pearson correlation: Apabila skala data interval dan rasio, - Speraman ranks’ correlation : apabila skala data adalah nominal dan ordinal 1. Statistik Uji untuk r dengan Pearson’s Correlation: r √ n-2 tobs = -------------- = 3,169 bandingkan dengen tα/2,df √ 1- r2 2. Statistik Uji untuk r dengan Spearman’s rank correlation bandingkan dengan Zα/2

  8. Contoh Kuesioner Uji Validitas: Survei Tentang Efektifitas Proses Belajar Mengajar di PTIK Mata Kuliah: ..........

  9. Contoh: Pengolahan Hasil Survei

  10. Prosedur Program SPSS • Prosedurpada SPSS • Klik tab Analyze  Correlate  Bivariate. • Blok semua variabel kemudian klik “►”untuk memasukkan variabel-variabel tersebut ke dalam Variables. • Beritanda“  ” padakotakCorrelation Coefficients dan pilihTwo-tailed padakotakTest of Significance. • KemudianklikOk. • Interpretasi Output • PadabarisPearson Correlation, tiapselmenunjukkanseberapakuat • hubunganantarduaindikator. • Baris Sig. (2-tailed) menunjukkan tingkat signifikansi. • Baris N menunjukkan banyak kasus yang diproses.

  11. Rekap Output Program SPSS Dari output SPSS 15 ini, indikator yang valid (sahih) pada tingkat signifikansi (α = 5 %) adalah I1, I2, I5, I6, I7, I9, I10, dan I13,

  12. UJI RELIABILITAS (1) • Statistik uji : Cronbach’ s Alpha (Carmines and Zellner, 1981) = rata-rata koefisien korelasi dari semua elemen (i≠j) dalam matriks korelasi =

  13. UJI RELIABILITAS (2) Prosedur pada SPSS • Klik tab Analyze  Scale  Reliability Analysis. • Blok variabel-variabel terpilih kemudian klik “►” untuk memasukkan variabel-variabel tersebut ke dalam Items. Pastikan terisi Alpha pada Models • Klik Statistics…. Pada kotak Descriptives for beri tanda “  ” pada kotak Scale dan Scale if item deleted • Klik Continue • Klik Ok

  14. UJI RELIABILITAS (3) Output Program SPSS InterpretasiReliabilitasberdasarkanvariabel yang valid: ReliabilitassangattinggiapabilanilaiCronbach’s Alpha (rkk)= 0,80-1,00 Reliabilitastinggiapabilanilairkk= 0,60 - 0,80 Reliabilitascukuptinggiapabilanilairkk= 0,40 - 0,60 Reliabilitas rendah apabila nilai rkk = 0,20 - 0,40 Reliabilitassangatrendahapabilanilairkk= 0,00 - 0,20 Kesimpulan: variabel untuk membuat indeks, sangat reliabel

  15. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS (4) • Uji validitas dan reliabilitas juga bisa dilakukan sebelum • analisis regressi. • Uji Validitas dan reliabilitas bisa dilakukan untuk menguji • variabel bebas dan tidak bebas • Uji validitas dan reliabilitas dilakukan melalui nilai-nilai • variabel dalam dimensi terhadap total nilai dimensi (baik • variabel bebas maupun variabel tidak bebas)

  16. N Ne2+ 1 JUMLAH SAMPEL 1. Besarnya Sampel Sampling Satu Tahap (N Kecil)  Slovin n = Dimana: n: Jumlah sampel N: jumlah populasi e: adalah margin kesalahan yang diinginkan Catatan: Misalnya: N= 120 anggota Polres Denpasa Margin kesalahan = 10% (0,10), maka sampel = 56

  17. Zα/2 NP (1-P) d2 (N-1) + Zα/2 P(1-P) JUMLAH SAMPEL (2) • BesarnyaSampeluntuk Sampling SatuTahap (N kecil) Krejcie dan Morgan(1970) n = Dimana: Zα/2 adalahnilai standard normal padatarafnyataα = 1/5/10 % N adalahJumlahPopulasi P adalahProporsiPopulasi (0,5 untuksampelmaksimal) e adalahderajat (margin) kesalahan yang diinginkan, biasanya 1 atau 5 % Contoh: α = 5 % , P = 0,5, d = 5 % N = 10  n = 10 N = 15  n = 14 N = 40  n = 36 N = 150  n = 105

  18. 4 x r x (1-r) e x e JUMLAH SAMPEL (3) • BesarnyaSampeluntuk Sampling SatuTahap (MICS, UNICEF) n = Dimana: 4 adalahfaktoruntuktingkatkepercayaan 95% (2 x 1,96 = 4) r adalahperkiraanprevalensikejadianvariabel yang diteliti e adalah margin kesalahan yang diinginkan Catatan: Tingkat kepercayaanbiasanyaditentukan = 95%, margin kesalahan = 5% (0,05) Jikaperkiraanprevalensisuatukejadiantidaktersedia, r biasanyaditentukansebesar 50% (0,5) yang akanmenghasilkansampelmaksimum.

  19. 4 x r x (1-r) x deff e x e JUMLAH SAMPEL (4) 3. Besarnya Sampel Sampling Dua Tahap (MICS, UNICEF) n = Dimana: 4 adalah faktor untuk tingkat kepercayaan 95% (2 x 1,96 = 4); r adalah perkiraan prevalensi kejadian variabel yang diteliti deff adalah efek desain e adalah margin kesalahan yang diinginkan Catatan: Berdasarkan pengalaman dalam suarvei bidang sosial, tingkat kepercayaan biasanya ditentukan = 95%, efek desain = 2, margin kesalahan = 5% (0,05). Jika perkiraan prevalensi kejadian tidak tersedia, r biasanya ditentukan sebesar 50% (0,5) yang akan menghasilkan sampel maksimum.

  20. KDRT 4 x 0,2 x (1-0,8) x 2 = 512 0,05 x 0,05 JUMLAH SAMPEL (5) Contoh Cara Menghitung Besarnya Sampel (Pendekatan Rumah tangga) • Misalnya indikator yang akan diukur asalah prevalensi KDRT pada rumah tangga di suatu daerah yang akan diteliti • Dari informasi yang tersedia perkiraan kasar prevalensi KDRTadalah 20% (r = 0,2), maka: n KDRT=

  21. 512 4x 0,20 JUMLAH SAMPEL (6) • Karena tidak pada semua rt terdapat anggota ruta korban KDRT-Anak, maka untuk mendapatkan art korban KDRT-anak sejumlah tersebut di atas, maka banyaknya rumah tangga terpilih dihitung sebagai berikut: • Kalkulasi besarnya rasio jumlah penduduk 17 tahun lebawah terhadap total penduduk, dan rata-rata jumlah anggota rumah tangga (data dari terakhir yang tersedia) • Jika diperoleh rasio jumlah 17 thn kebawah sebesar 0,2 (20%) dan rata-rata jumlah art sebanyak 4 orang maka banyaknya rumah tangga yang harus dipilih dihitung sebagai berikut: n rt = = 640 rumah tangga • Dalam praktek biasanya diperhitungkan kemungkinan ‘non response” sebesar 10%, maka target sampel terpilih adalah (640) x 1.1= 704 rumah tangga

More Related