Kebijakan stabilisasi perekonomian
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 16

Kebijakan Stabilisasi Perekonomian PowerPoint PPT Presentation


  • 216 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Kebijakan Stabilisasi Perekonomian. Apakah Kebijakan Seharusnya Aktif atau Pasif ?. Bagi banyak ekonom, masalah kebijakan pemerintah yang aktif adalah jelas dan sederhana. Resesi adalah periode pengangguran tinggi, pendapatan rendah, dan tekanan ekonomi meningkat. Model permintaan

Download Presentation

Kebijakan Stabilisasi Perekonomian

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Kebijakan stabilisasi perekonomian

KebijakanStabilisasiPerekonomian


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Apakah Kebijakan Seharusnya Aktif atau Pasif ?

Bagi banyak ekonom, masalah kebijakan pemerintah yang aktif adalah

jelas dan sederhana. Resesi adalah periode pengangguran tinggi,

pendapatan rendah, dan tekanan ekonomi meningkat. Model permintaan

agregat dan penawaran agregat menunjukkan bagaimana guncangan

terhadap perekonomian dapat menyebabkan resesi. Model tersebut juga

menunjukkan bagaimana kebijakan moneter dan fiskal dapat mencegah

resesi dengan merespons guncangan ini. Para ekonom ini menganggap

suatu pemborosan bila tidak menggunakan instrumen kebijakan ini untuk

menstabilkan perekonomian. Ekonom lain bersikap kritis terhadap upaya

pemerintah untuk menstabilkan perekonomian. Mereka berpendapat

pemerintah seharusnya melakukan pendekatan lepas-tangan pada

kebijakan makroekonomi. Pada awalnya, pandangan ini tampak

mengejutkan. Jika model kita menunjukkan bagaimana mencegah atau

mengurangi keparahan resesi, mengapa mereka ingin pemerintah tidak

menggunakan kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilisasi ekonomi ?


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Lambannya Implementasi dan Dampak Kebijakan

Ekonom membedakan antara dua tipe kelambanan yang

relevan untuk melakukan kebijakan stabilisasi:kelambanan

dalam (inside lag) dan kelambanan luar (outside lag).

Kelambanan dalam adalah waktu antara guncangan terhadap perekono- mian dan tindakan kebijakan dalam menanggapinya. Kelambanan ini muncul karena para pembuat kebijakan butuh waktu untuk menyadari bahwa sebuah guncangan telah terjadi dan lalu mengeluarkan kebijakan untuk menanganinya.

Kelambanan luar adalah waktu antara tindakan kebijakan dan pengaruhnya pada perekonomian. Kelambanan ini muncul karena kebijakan tidak segera mempengaruhi pengeluaran, pendapatan dan kesempatan kerja.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Stabilisator Otomatis

Beberapa kebijakan, disebut stabilisator otomatis (automatic

stabilizers)dirancang untuk mengurangi kelambanan yang terkait

dengan kebijakan stabilisasi. Stabilisator otomatis adalah kebijakan

yang mendorong atau menekan perekonomian ketika diperlukan

tanpa perubahan kebijakan yang disengaja. Misalnya, sistem pajak

pendapatan secara otomatis menurunkan pajak ketika perekonomian

menuju resesi, tanpa perubahan hukum pajak, karena individu dan

perusahaan membayar pajak lebih kecil ketika pendapatan turun.

Demikian juga, sistem asuransi pengangguran dan kesejahteraan

secara otomatis meningkatkan pembayaran transfer ketika perekono-

mian menuju resesi, karena lebih banyak orang yang meminta

tunjangan. Stabilisator otomatis ini bisa dipandang sebagai sebagai

jenis kebijakan fiskal tanpa kelambanan dalam.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Sulitnya Melakukan

Peramalan Ekonomi

Sebagaimanatelahkitapelajari, karenakebijakanhanya

mempengaruhiperekonomiansetelahkelambanan yang lama,

stabilisasi yang suksesmemerlukankemampuanmemprediksikondisi

ekonomimasadepan.

Salahsatucaraperamalmelihatkedepanadalahdenganindikatorutama

(leading indicators). Indikatorutamaadalahserangkaian data yang ber-

fluktuasipadaperekonomian. Penurunanbesardalamindikatorutama

mengisyaratkanbahwaresesimungkinterjadidalambeberapabulanke

depan.

Cara lain peramalmelihatkedepanadalahdengan model makroekonomi,

yang telahdikembangkanbaikolehlembagapemerintahdanperusahaan

swasta. Merekamencobamemprediksivariabelsepertipenganggurandan

inflasidanvariabel endogen lain.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Ketidaktahuan, Ekspektasi,

dan Kritik Lucas

Pemenang Nobel Robert Lucas menekankan bahwa orang membentuk

ekspektasi masa depan. Ekspektasi memainkan peran krusial karena

mempengaruhi semua perilaku ekonomi. Baik rumah tangga dan

perusahaan memutuskan konsumsi dan investasi berdasarkan ekspektasi

pendapatan masa depan. Ekspektasi ini bergantung pada banyak hal,

termasuk kebijakan pemerintah. Ia berpendapat bahwa metode

tradisional dari evaluasi kebijakan seperti yang bergantung pada model

makroekonometrik standar—tidak asecara tepat memperhitungkan

dampak kebijakan terhadap ekspektasi ini. Kritik evaluasi kebijakan

kebijakan tradisional dikenal sebagai Kritik Lucas.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Apakah Kebijakan Seharusnya menurut Aturan atau Kebijaksanaan ?

Kebijakan dilakukan menurut aturan jika pembuat kebijakan

mengumumkan sebelumnya bagaimana kebijakan akan merespons

berbagai situasi dan berkomitmen untuk mengikutinya melalui

pengumuman ini. Kebijakan dilakukan dengan kebijaksanaan jika

pembuat kebijakan bebas menanggapi peristiwa ketika mereka muncul

dan memilih apapun kebijakan yang pembuat kebijakan anggap perlu

pada waktu itu. Perbedaan antara aturan vs kebijakan berbeda dari

perdebatan antara kebijakan pasif vs aktif. Kebijakan dapat dilakukan

menurut aturan dan bisa baik pasif atau aktif.

Suatu aturan kebijakan aktif dapat menspesifikasi :

Pertumbuhan uang = 3% + (Tingkat Pengangguran – 6%)

Aturan ini mencoba menstabilkan perekonomian dengan meningkatkan

pertumbuhan uang ketika perekonomian mengalami resesi.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Siklus Bisnis Politik

Oportunisme dalam kebijakan ekonomi muncul ketika tujuan pembuat kebijakan bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat. Sebagaian ekonom khawatir bahwa politisi hanya peduli dengan kemenangan pemilu, dan karenanya memilih kebijakan yang meraih dukungan publik.

Presiden bisa menyebabkan resesi tak lama setelah memerintah dengan menurunkan inflasi dan lalu mendorong perekonomian menjelang pemilu berikutnya untuk menurunkan pengangguran; ini memastikan bahwa baik inflasi dan pengangguran adalah rendah pada masa kampanye.

Manipulasi ekonomi untuk kepentingan pemilu disebut siklus bisnis politik (political business cycle).


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Pembuat kebijakan oportunis mengambil keuntungan dari

kurva Phillip yang dapat dieksploitasi dan menghadapi pemilih

naif yang melupakan masa lalu, tidak sadar akan insentif pembuat

kebijakan, dan tidak memahami bagaimana perekonomian

bekerja. Biasanya, politisi tidak memperhitungkan

tradeoff antara inflasi dan pengangguran ketika perolehan politis

mereka dalam masalah.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Masalah Inkonsistensi Waktu

Pembuat kebijakan mengumumkan sebelumnya kebijakan yang mereka akan ikuti untuk mempengaruhi ekspektasi pembuat keputusan swasta.

Namun, kemudian, setelah pembuat kebijakan swasta telah bertindak

berdasarkan ekspektasi mereka, pembuat kebijakan ini bisa tergoda

untuk melanggar pengumuman yang mereka buat.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Contoh Masalah Inkonsistensi Waktu

1) Untuk mendorong investasi, pemerintah mengumumkan tidak akan

Mengenakan pajak pendapatan pada modal. Tapi, setelah pabrik

dibangun, pemerintah tergoda menaikkan pajak.

2) Untuk mendorong riset, pemerintah mengumumkan akan memberi

monopoli sementara pada perusahaan yang menemukan obat baru. Tapi,

setelah obat ditemukan, pemerintah tergoda untuk mencabut paten.

3) Untuk mendorong kerja keras, profesor Anda mengumumkan kuliah

ini akan berakhir dengan ujian. Tapi, setelah Anda belajar semua bahan

kuliah, profesor itu tergodan untuk membatalkan ujian sehingga ia tidak

harus menilainya.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

P

LRAS

P*

AD''

AD'

AD

Y

Y'

Y

Y''

Aturan Kebijakan Moneter

Monetaris (monetarists) adalah ekonom yang menganjurkan Fed agar mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat mapan. Monetaris percaya fluktuasi jumlah uang beredar bertanggung jawab

atas kebanyakan fluktuasi besar dalam perekonomian.

Di sini kita dapat lihat perekonomian ini

tumbuh (LRAS bergeser ke kanan) jadi

peningkatan terus-menerus pada jumlah

uang beredar (lewat +DAD) tidak berarti

ada kenaikan inflasi.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Menargetkan GDP Nominal

Aturan kebijakan kedua yang ekonom banyak anjurkan adalah

menagetkan GDP nominal. Dalam aturan ini, Fed mengumumkan jalur

terencana untuk GDP nominal. Jika GDP nominal naik di atas, Fed

mengurangi pertumbuhan uang untuk menekan permintaan agregat.

Jika GDP nominal turun di bawah target, Fed meningkatkan

pertumbuhan uang untuk mendorong permintaan agregat.

Karena target GDP nominal menungkinkan kebijakan moneter untuk

menyesuaikan terhadap perubahan perputaran uang, sebagian besar

ekonom percaya itu akan mengarah pada stabilitas yang lebih besar

dalam output dan harga daripada aturan kebijakan moneter.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Membuat Kebijakan di Dunia yang Tak Pasti

Kita telahmelihatapakahkebijakansebaiknyaberperanaktifatau

pasifdalammeresponsfluktuasiekonomi, danapakahkebijakan

sebaiknyadilakukandenganaturanataukebijaksanaan.

Meskipunadaperdebatanterus-menerusantarakeduasisi, adasatu

kesimpulanjelas : tidakadakasus yang sederhanadanmemuaskan

untuktiappandangankebijakanmakroekonomitertentu yang telahdibuat.

Padaakhirnya, kitaharusmempertimbangkanberbagaipendapatpolitik

danekonomidanmemutuskanperanapa yang pemerintahmainkandalammenstabilkanperekonomian.


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Penargetan Inflasi

Pada akhir 1980-an, banyak bank sentral di dunia mengadopsi sebentuk

penargetan inflasi (inflation targeting).Kadang ini berbentuk bank sentral mengumumkan maksud kebijakannya.

Federal Reserve tidak mengadopsi kebijakan penargetan inflasi eksplisit (meskipun beberapa komentator telah menyatakan bahwa Fed, secara

implisit, menargetkan inflasi sekitar 2 persen).


Kebijakan stabilisasi perekonomian

Aturan Taylor

Ekonom, John Taylor menawarkan aturan sederhana untuk tingkat dana

federal :

Tingkat Dana Federal Nominal =

Inflasi + 2,0 + 0,5 (Inflasi – 2,0) – 0,5 (senjang GDP)

Senjang GDP adalh persentase penurunan GDP riil dari estimasi tingkat

alamiahnya. Aturan Taylor (Taylor Rule)membuat tingkat dana federal

riil—tingkat nominal dikurangi inflasi—merespons inflasi dan

senjang GDP.


  • Login