Variable costing
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 26

VARIABLE COSTING PowerPoint PPT Presentation


  • 213 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

VARIABLE COSTING. HARGA POKOK VARIABEL (VARIABEL COSTING ). DEFINISI DAN PENGERTIAN FULL COSTING VS VARIABEL COSTING DASAR MUNCULNYA HARGA POKOK VARIABEL TUJUAN DAN MANFAAT HARGA POKOK VARIABEL KELEMAHAN VARIABEL COSTING. HARGA POKOK PENUH

Download Presentation

VARIABLE COSTING

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Variable costing

VARIABLE COSTING


Harga pokok variabel variabel costing

HARGA POKOK VARIABEL(VARIABEL COSTING)

  • DEFINISI DAN PENGERTIAN

  • FULL COSTING VS VARIABEL COSTING

  • DASAR MUNCULNYA HARGA POKOK

    VARIABEL

  • TUJUAN DAN MANFAAT HARGA POKOK

    VARIABEL

  • KELEMAHAN VARIABEL COSTING


Full costing vs variabel costing

HARGA POKOK PENUH

PENGGOLONGAN BIAYA

MENURUT FUNGSINYA

BIAYA TETAP MENJADI UNSUR HARGA POKOK PRODUKSI

PENYUSUNAN LAPORAN RUGI LABA TANPA MENCARI CONTRIBUTION MARGIN

HARGA POKOK VARIABEL

PENGGOLONGAN BIAYA MENURUT PRILAKUNYA

BIAYA TETAP MENJADI UNSUR BIAYA PERIODE

PENYUSUNAN RUGI LABA DENGAN MENCARI CONTRIBUTION MARGIN

FULL COSTING VS VARIABEL COSTING


Munculnya variabel costing

MUNCULNYA VARIABEL COSTING

  • JUMLAH PRODUKSI TIDAK SEPERTI PADA TAFSIRAN PRODUKSI NORMAL SEHINGGA BOP DIBEBANKAN BISA LEBIH ATAU KURANG DIBEBANKAN

  • JUMLAH YANG DIPRODUKSI TIDAK SAMA DENGAN JUMLAH YANG DIJUAL SEHINGGA BIAYA BERSIFAT TETAP AKAN MENEMPEL PADA PERSEDIAAN SAMPAI PERSEDIAAN TERJUAL.

  • PIHAK INTERNAL MEMERLUKAN INFORMASI YANG DISUSUN DENGAN METODE HARGA POKOK VARIABEL


Tujuan harga pokok variabel

TUJUAN HARGA POKOK VARIABEL

  • MEMBANTU MANAJEMEN MENGETAHUI BATAS KONTRIBUSI UNTUK PERENCANAAN LABA MELALUI ANALISA HUBUNGAN BIAYA VOLUME LABA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA PENDEK

  • MEMUDAHKAN MANAJEMEN MENGENDALIKAN KONDISI OPERASIONAL YANG SEDANG BERJALAN SERTA MENETAPKAN PENILAIAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEPADA DEPARTEMEN ATAU DIVISI TERTENTU DI DALAM PERUSAHAAN


Manfaat metode harga pokok variabel

MANFAAT METODE HARGA POKOK VARIABEL

PIHAK INTERNAL

  • PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK

  • PENENTUAN HARGA JUAL

  • PENGAMBILAN KEPUTUSAN

  • PENGENDALIAN BIAYA

    PIHAK EXTERNAL

  • PENENTUAH HARGA POKOK PERSEDIAAN

  • PENENTUAN LABA


Kelemahan harga pokok variabel

KELEMAHAN HARGA POKOK VARIABEL

  • SUKAR MENGGOLONGKAN BIAYA KE DALAM BIAYA TETAP DAN VARIABEL

  • TIDAK SESUAI DENGAN PSAK

  • INFORMASI YANG DIHASILKAN HANYA DIGUNAKAN UNTUK PIHAK INTERN

     DIBUAT ADJUSTMENT


Elemen biaya full variabel costing

ELEMEN BIAYA FULL & VARIABEL COSTING


Perlakuan biaya produk dan biaya periode

PERLAKUAN BIAYA PRODUK DAN BIAYA PERIODE

HP. PENUHHP. VARIABEL

BIAYA PRODUKSI :BIAYA VARIABEL :

- VARIABEL- PRODUKSI

- TETAP- NON PRODUKSI

BIAYA NON PRODUKSI :BIAYA TETAP:

- VARIABEL- PRODUKSI

- TETAP- NON PRODUKSI

BIAYA

PRODUK

BIAYA

PERIODE


Definisi pengertian

DEFINISI & PENGERTIAN

ADALAH :

  • SUTAU KONSEP PENENTUAN HARGA POKOK YANG HANYA MEMASUKKAN UNSUR BIAYA YANG BERSIFAT VARIABEL KE DALAM HARGA POKOK PRODUKSI

  • BIAYA YANG BERSIFAT TETAP DIPERLAKUKAN SEBAGAI BIAYA PERIODE


Variable costing for pricing purposes

VARIABLE COSTING FOR PRICING PURPOSES

Beberapa Manajer memahami adanya perbedaan dalam penetapan harga antara metode absorption & variable costing

Variable costing berdasarkan perilakunya dapat digunakan untuk penentuan harga dengan cara =( FC : Q) + VC/unit

Contoh :Biaya penerbangan satu pesawat terbang dengan 150 tempat duduk dari Jkt-Smg dengan biaya tetap Rp.20.000.000,- ditambah biaya variabel 50.000,-/orang. Untuk menutup biaya tetap dan variabel untuk 100 penumpang maka biaya angkutnya harus : (Rp.20.000.000 : 100) + Rp.50.000,- =Rp.250.000,-

Jika 100 penumpang membayar penuh sebesar


Variable costing for pricing purposes1

Variable Costing for Pricing Purposes

Rp.325.000,-/penumpang maka laba usaha adalah :

Pendapatan=100x325.000= 32.500.000

Biaya-biaya

Biaya tetap= 20.000.000

Biaya variabel =100x50.000= 5.000.000

LABA USAHA = 7.500.000

. Seat yang kosong diisi dengan menjual sambil memberikan diskon 60% dan terjual 35 tiket maka tambahan laba usahanya adalah :

Pendapatan=(100x325.000)+(35x130.000)=37.050.000


Variable costing for pricing porposes

Variable Costing for Pricing Porposes

Biaya tetap 20.000.000

Biaya variabel=135x50.000 6.750.000

LABA USAHA 10.300.000

. Ternyata dengan adanya penambahan tiket dengan pemberian diskon 60% akan dapat meningkatkan laba usaha menjadi Rp.10.300.000,-


Variable costing versus absorption costing

Variable Costing versus Absorption Costing

Absorption Costing :

Kalkulasi biaya yang menentukan bahwa yang termasuk biaya produksi adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik tetap maupun variabel.

. Variable Costing :

Kalkulasi biaya yang menentukan bahwa yang termasuk biaya produksi adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.Sedangkan BOP Tetap termasuk biaya periodik.


Contoh perhitungan

Contoh perhitungan

Nopember Desember

Persediaan awal 0 200

Produksi 2.000 2.000

Penjualan 1.800 2.200

Persediaan akhir 200 0

. Biaya-biaya :

Biaya produksi variabel/unit :

Bahan langsung Rp.100,- Rp.100,-

Tenaga kerja langsung 50,- 50,-

Overhead pabrik variabel 30,- 30,-


Contoh perhitungan1

Contoh perhitungan

Biaya produksi tetap/bulan 160.000 160.000

Adm&pemasaran variabel 20 20

Adm&pemasaran tetap/bulan 120.000 120.000

Harga jual/unit 500 500

. Nilai persediaan :

Absorption costing= 200 unit xRp260= 52.000,-

Variable costing=200 unitxRp180 = 36.000,-


Dampak terhadap laba

Dampak Terhadap Laba

Bila Produksi = Penjualan sehingga tidak terjadi perubahan terhadap persediaan, maka Laba Absorption=Laba Variable.

Bila Produksi > Penjualan sehingga terjadi peningkatan persediaan, maka Laba Absorption > Laba Variable Costing.

Bila Produksi < Penjualan sehingga terjadi penurunan persediaan, maka Laba Absorption < Laba Variable Costing.


Laporan rugi laba format tradisional

Laporan Rugi Laba(format tradisional)

Nopember Desember

Pendapatan penjualan

1.800 X Rp.500 900.000

2.200 X 500 1.100.000

Harga pokok penjualan

1.800 x Rp. 260 468.000

2.200 x 260 572.000

LABA KOTOR 432.000 528.000

Adm&Pemasaran

(1.800xRp20)+120.000 = 156.000

(2.200xRp20)+120.000 164.000

LABA NETO 276.000 364.000


Laporan rugi laba format kontribusi

Laporan Rugi Laba(format kontribusi)

Pendapatan penjualan Nopember Desember

1.800 X Rp.500 900.000

2.200 x 500 1.100.000

Biaya variabel

(1.800xRp180)+1.800x20= 360.000

(2.200xRp180)+2.200x20= 440.000

Margin kontribusi 540.000 660.000

Biaya tetap 280.000 280.000

LABA NETO 260.000 380.000


Perbedaan laba

Perbedaan Laba

Pada bulan Januari ternyata laba neto Absorption Costing lebih besar daripada laba neto Variable Costing sebesar Rp.16.000,-.Perbedaan ini timbul karena adanya penangguhan BOP tetap pada persediaan akhir sebesar (Rp.160.000 : 2.000)x200unit =Rp.16.000,-


Perbedaan laba1

Perbedaan Laba

Pada bulan Februari ternyata laba neto Absorption costing lebih rendah daripada Variable costing sebesar Rp.16.000,-Hal ini terjadi adanya pengeluaran BOP Tetap dalam persediaan awal.

Pendekatan Absorption Costing=Penjualan

Pendekatan Variable Costing= Produksi


Reconciliation of absorption and variable costing net income ni

Reconciliation Of Absorption and Variable Costing Net Income (NI)

November December

Variable Costing-NI 260.000 380.000

Add:

Fixed-FOH Cost

(200 unitxRp.80) 16.000

Deduct:

Fixed-FOH Cost

(200 unitxRp.80) 16.000

Absorption Costing 276.000 364.000


Keunggulan variable costing

Keunggulan Variable Costing

Data yang diperlukan untuk keperluan CVP Analysis dapat diambil langsung dari Laporan Rugi Laba yang disusun dengan format kontribusi. Hal ini tidak dapat dilakukan pada Laporan Rugi Laba format tradisional.

Laba akan terarah pada Penjualan karena Laba yang diperoleh tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan.

Manajer selalu berasumsi bahwa yang dinamakan biaya produksi hanyalah yang bersifat variabel saja, sehingga akan menjadi masalah kalau diterapkan Absorption Costing karena disamping ada biaya produksi variabel juga dimasukkan unsur biaya tetap.


Keunggulan variabel costing

Keunggulan Variabel Costing

Variable Costing berkaitan dengan Standar Costing dan Flexible Budget, tidak demikian dengan Absorption Costing.

Laba Netto berdasarkan Variable Costing lebih dekat kaitannya dengan Net Cash Flow daripada Absorption Costing terutama pada perusahaan yang mengalami masalah serius dengan Cash Flownya.

Data Variable Costing memudahkan estimasi tingkat profitabilitas produk, konsumen dan segmen bisnis lainnya.


Keunggulan variable costing1

Keunggulan Variable Costing

Pada Variable Costing, dampak Fixed Cost terhadap Laba sangat jelas. Tidak demikian dengan Absorption Costing yang samar-samar.

Berdasarkan keunggulan2 Variable Costing tersebut bukan berarti Absorption Costing jelek, tetapi lebih mengarah pada tujuan penggunaannya.

Variable Costing digunakan untuk membantu manajemen dalam melakukan analisis biaya, sedangkan Absorption Costing memberikan informasi keuangan bagi External Users.


Matur suwun

MATUR SUWUN


  • Login