مقاصد الشريعة
Download
1 / 37

مقاصد الشريعة - PowerPoint PPT Presentation


  • 263 Views
  • Uploaded on

مقاصد الشريعة. Menta’lil dapat dipergunakan untuk memahami kandungan dalil-dalil al-Qur’an dan al- Sunnah sepanjang sesuai dengan kandungan syari’ah . Adapun kaidah al- hukmu yaduru ma’a ‘ illatihi wujudan wa ‘ adaman dalam hal-hal tertentu dapat berlaku.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' مقاصد الشريعة' - kanoa


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Menta’lildapatdipergunakanuntukmemahamikandungandalil-dalil al-Qur’an dan al-Sunnahsepanjangsesuaidengankandungansyari’ah. Adapunkaidahal-hukmuyaduruma’a ‘illatihiwujudanwa ‘adamandalamhal-haltertentudapatberlaku


Pengertian maqa s id al syari ah
PENGERTIANMAQA<<<S{ID AL-SYARI<‘AH

  • Maqa>s}id : jamak dari maqs}id, berarti tujuan atau sasaran

  • Maqa>s}id al-syari>‘ah : makna-makna dan hikmah-hikmah yang menjadi perhatian dan tujuan Syari’ dalam menetapkan syariat, baik bersifat umum maupun khusus, yakni untuk mewujudkan kemaslahatan manusia


Dalil maqa s id al syari ah
DALIL MAQA<<<S{ID AL-SYARI<‘AH

  • DalilNaqli/tekstual

    • Penjelasan Allah dalambanyakayatbahwaDiamahabijaksana (al-Hakim).

    • Penjelasan Allah bahwaDiapenuhrahmatkepadahamba-Nya

    • وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْء(الأعراف :156)

    • قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلْ لِلَّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ َ …. (الأنعام:12)


  • Penegasan Allah bahwadiutusnyaNabi Muhammad adalahsebagairahmat

    وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (الأنبياء107)

  • Penjelasan Allah dalambanyakhalbahwaDiamenetapkannyakarenasuatutujuan

  • مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (المائدة: 6)

  • كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُم(الحشر:7)


    • Penjelasan Allah tentangurgensidanmanfaat al-Qur’an sertatujuanditurunkannya

      يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ * قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (يونس :58-57)


    • Disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah sebagian maqashid al-syari’ah, baik yang umum maupun yang khusus

    • وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ (الحج78)

    • يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْر(البقرة185)

    • خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا (التوبة103)

    • وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة179)


    • Ada al-syari’ah, baik yang umum maupun yang khusussejumlahnashumum yang memuatrealisasikemaslahatan

    • إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (النحل90)

      Menurut ‘Izzuddin bin ‘Abdussalam, ayatitumemerintahkankemaslahatandansebab-sebabnya, danmelarangkemadlaratandansebab-sebabnya

    • لا ضرر ولا ضرار


    B. al-syari’ah, baik yang umum maupun yang khususDalil ‘Aqli/Rasional

    • Tidakadanyahikmahdantujuansuatuhukumtidak lain karena:

      • Kebodohanpembuathukumtsb.

      • Ketidakmampuannyauntukmewujudkanhikmahdantujuantsb.

      • Tidakadanyakehendakuntukmenciptakandanmemberikankebaikanbagisubyekhukum.

      • Adanyasesuatu yang menghalangikehendaksipembuathukum.

      • Pilihanpembuathukumsendiriuntukmenjadikanhukumnyatidaksempurna.

        Allah mustahilmemilikisifat-sifatitu


    • Setiap al-syari’ah, baik yang umum maupun yang khususmuslimberakaltahubahwa Allah menghendakikebaikanhambanyadalampenciptaannyadankehidupannya

    • لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4)

    • وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الجاثية13)

      Karenaitu, mustahil Allah tidakmenghendakikebaikanbagihambanyadalamhukum-hukum yang disyariatkannya


    • Allah al-syari’ah, baik yang umum maupun yang khususmenciptakanmanusiasebagaimakhluk yang mulia

    • وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ …. (الإسراء70)

      Konsekuensidarimenjadikannyasebagaimakhluk yang muliaadalahterwujudnyakemaslahatandengansebaik-baiknyabagimereka


    • Sebagaimana diketahui (berdasarkan akal sehat dan kebiasaan yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?


    Sikap umat islam berkaitan dengan maqashid al syari ah
    SIKAP UMAT ISLAM BERKAITAN DENGAN MAQASHID AL-SYARI’AH yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?

    • Kelompok yang mengabaikan maqashid al-Syari’ah dan tidak menjadikannya sebagai pertimbangan hukum

    • Kelompok yang berlebihan dalam berpegang pada maqashid al-Syari’ah hingga mengabaikan ketentuan-ketentuan Syari’ah

    • Kelompok yang memperhatikan maqashid al-Syari’ah tanpa mengabaikan ketentuan-ketentuan Syari’ah


    Kelompok pertama mengabaikan maqashid al syari ah
    Kelompok yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?Pertama: Mengabaikanmaqashid al-Syari’ah

    • Pemahamannya literalis dan tekstual, dogmatis dan formalistik, tanpa memikirkan “pesan”, illah dan tujuan suatu hukum

    • Menolak mempertimbangan ‘illah dalam menetapkan hukum

    • Memandang negatif penggunaan nalar dalam memahami al-Qur’an dan Hadis


    • Cenderung mempersulit diri yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?

    • Menganggap pendapatnya sebagai benar

    • Mengingkari kelompok lain yang berbeda sehingga enggan untuk berdiskusi dengan mereka

    • Mudah menyalahkan bahkan mengkafirkan kelompok lain yang punya pendapat berbeda

    • Seakan-akan menganggap kelompok lain tidak ada


    Sebagian dari pendapat mereka
    Sebagian yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?daripendapatmereka

    • Menolak nilai uang kertas, uang kertas tidak syar’i

    • Menganggap harta perdagangan tidak wajib zakat

    • Mengharuskan zakat fitrah dengan bahan makanan

    • Mengharamkan gambar dan fotografi

    • Mengharamkan isbal secara mutlak

    • Menghalalkan perbudakan


    Kelompok kedua berlebihan dalam berpegang pada maqashid syari ah
    Kelompok Kedua: yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu? Berlebihan dalam Berpegang pada Maqashid Syari’ah

    • Mengagungkan akal di atas wahyu

    • Cenderung mengabaikan ketentuan-ketentuan hukum, khususnya ketika dipandang tidak sejalan dengan akal mereka

    • Berani meninggalkan ketentuan yang qath’i bahkan menomorduakan rukun Islam atas pertimbangan kemaslahatan


    Sebagian dari pendapat mereka1
    Sebagian yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?daripendapatmereka

    • Jilbab (khimar) tidak wajib.

    • Hukuman qishash, jilid bagi pezina, potong tangan bagi pencuri

    • Homoseksual, lesbian, minuman keras yang tidak berlebihan, hukumnya boleh


    Kelompok ketiga mengaitkan nash dengan maqashid
    Kelompok Ketiga: yang berlaku), setiap peraturan yang tidak dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan atau mencegah kemadlaratan adalah peraturan yang sia-sia dan buruk, dan menunjukkan bahwa pembuat peraturan itu bodoh, lalai dan patut diduga bermaksud jahat. Dan tidak ada seorang pun ingin dianggap seperti itu. Jika peraturan buatan manusia saja tidak ingin dianggap seperti itu, apakah syari’at Allah yang Maha Baik akan seperti itu?Mengaitkan Nash dengan Maqashid

    • Meyakini adanya hikmah dari syariat Islam, dan bahwa syari’at Islam mengandung kemaslahatan

    • Mengaitkan nash-nash dan hukum-hukum syari’at, sebagian dengan yang lain

    • Mengkaji maqashid nash sebelum menetapkan hukum



    Sebagian dari pendapat mereka2
    Sebagian dari pendapat mereka melatarbelakangi

    • Gambar dan fotografi tidak haram mutlak, tergantung sifat, tujuan dan penggunaannya

    • Isbal tidak haram mutlak, tergantung motifnya

    • Wanita pergi tidak harus dengan muhrim dalam kondisi aman

    • Hukum memanjangkan jenggot tidak sampai pada tingkat wajib


    • Siwak tidak mesti dengan kayu arok melatarbelakangi

    • Jilbab wanita tidak harus dengan model arab

    • Menentukan masuknya awal bulan tidak harus dengan rukyat

    • Ibadah seperti shalat dan puasa tetap wajib dilakukan walaupun seseorang sudah berperilaku baik dan berhati bersih


    Urgensi maqa s id al syari ah dalam berijtihad
    URGENSI melatarbelakangiMAQA<<<S{ID AL-SYARI<‘AH DALAM BERIJTIHAD

    Maqa>s}id al-syari>‘ah pentingdalamsemuabentukaktifitasijtihad yang meliputi:

    • Ijtihadisislahi




    • Bahkan melatarbelakangimaqa>s}id al-syari>‘ah tetap penting dalam hal-hal yang tidak dapat diketahui hikmahnya


    Perkembangan pemikiran tentang maqa s id al syari ah
    PERKEMBANGAN PEMIKIRAN TENTANG melatarbelakangiMAQA<<<S{ID AL-SYARI<‘AH

    • Rasul saw. mengisyaratkan pentingnya perhatian thd maqa<<<s{id al-syari<‘ah




    • IMAM AL-MAQASIDI melatarbelakangiPERTAMA : Imam al-haramain

    • Abu Hamid al-Ghazali penerus al-Juwayni


    • IMAM AL-MAQASIDI melatarbelakangi KEDUA: ‘Izzuddin bin ‘Abdussalam

    • Al-Qaffal penerus ‘Izzuddin



    • IMAM AL-MAQASIDI melatarbelakangiKETIGA: Muhammad Tahir bin ‘Asyur

    • ‘Allal al-Fasyi