1 / 10

KAJIAN PUSTAKA Oleh: Trisakti Handayani

KAJIAN PUSTAKA Oleh: Trisakti Handayani. PENELUSURAN PUSTAKA:. DIMAKSUDKAN UNTUK MEMPERTAJAM METODOLOGI, MEMPERTAJAM KAJIAN TEORITIS DAN MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI PENELITIAN SEJENIS YANG TELAH DILAKUKAN OLEH PENELITI LAIN.

josh
Download Presentation

KAJIAN PUSTAKA Oleh: Trisakti Handayani

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KAJIAN PUSTAKA Oleh: Trisakti Handayani

  2. PENELUSURAN PUSTAKA: • DIMAKSUDKAN UNTUK MEMPERTAJAM METODOLOGI, MEMPERTAJAM KAJIAN TEORITIS DAN MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI PENELITIAN SEJENIS YANG TELAH DILAKUKAN OLEH PENELITI LAIN. • KEGIATAN INI DILAKUKAN SEBELUM PENYUSUNAN PROPOSAL DAN MENULIS LAPORAN PENELITIAN, BAHKAN FASE MENCARI MASALAH PENELITIAN.

  3. SUMBER PUSTAKA • BUKU-BUKU • JURNAL • LAPORAN PERIODIK • BULETIN • MAJALAH • LAPORAN PENELITIAN • SIRKULAR • LEAFLET • ANNUAL REVIEW • SUMBER LAIN

  4. CARA MERUJUK KUTIPAN • KUTIPAN KURANG DARI LIMA BARIS PENGETIKAN, PENYAJIANNYA INKLUSIF (DIMASUKKAN KE DALAM) ALINEA PEMBICARAAN PENULIS, BERARTI HARUS DIKETIK BERSPASI GANDA. • KUTIPAN TERDIRI DARI LIMA BARIS ATAU LEBIH MAKA KUTIPAN TERSEBUT HARUS DIKETIK BERSPASI TUNGGAL SERTA MERUPAKAN BAGIAN YANG TERPISAH DARI ALINEA PEMBICARAAN DAN DIMULAI SETELAH KETUKAN KELIMA DARI GARIS TEPI SEBELAH KIRI • JIKA ADA BAGIAN KALIMAT ATAU PERKATAAN YANG DIHILANGKAN DARI KUTIPAN, MAKA BAGIAN KALIMAT ATAU PERKATAAN ITU DIGANTI DENGAN TANDA ELEPSIS (TITIK TIGA).

  5. LANJUTAN • JIKA ADA SATU KALIMAT DI TEPI ATAUPUN DI TENGAH KUTIPAN YANG DIHILANGKAN MAKA TANDA ELEPSIS ITU PERLU DITAMBAH SATU TITIK SEHINGGA MENJADI EMPAT TITIK. TITIK KE-EMPAT MENYATAKAN TANDA BACA PENGAKHIR KALIMAT YANG DIHILANGKAN. • JIKA KUTIPAN BERUPA KLAUSA, PERLAKUAN PENULISANNYA SEPERTI PERLAKUAN PENULISAN KALIMAT LANGSUNG, JADI KUTIPAN DIAPIT OLEH TANDA PETIK DUA ATAU TANDA KUTIP (“ . . .”). • JIKA SUATU KUTIPAN SECARA GRAMATIKAL MERUPAKAN BAGIAN KALIMAT PENULIS, KUTIPAN TERSEBUT TIDAK BERAWAL DENGAN HURUF KAPITAL WALAUPUN ASLINYA BERAWAL HURUF KAPITAl. • JIKA DI DALAM SEBUAH KUTIPAN TERDAPAT BAGIAN YANG INGIN DITERANGKAN SECARA KHUSUS OLEH PENULIS, MAKA KETERANGAN KHUSUS ITU BERADA DI DALAM KURUNG.

  6. PENYEBUTAN SUMBER PUSTAKA • APABILA NAMA PENGARANG DINYATAKAN DALAM TEKS, IKUTILAH NAMA PENGARANG DENGAN TAHUN TERBIT DALAM KURUNG. • APABILA NAMA PENGARANG TIDAK DINYATAKAN DALAM TEKS, CANTUMKAN NAMA AKHIR PENGARANG DAN TAHUN TERBIT, DAN TANDA KOMA DI ANTARANYA. • PENUNJUK HALAMAN MENGIKUTI TAHUN TERBIT, DIDAHULUI TITIK DUA, TANPA MENGGU-NAKAN SINGKATAN P., PP., ATAU H. SEBELUM NOMOR HALAMAN. • UNTUK ACUAN DENGAN DUA PENGARANG, CANTUMKANLAH NAMA AKHIR KEDUA PENGARANG. LEBIH DARI DUA PENGARANG, GUNAKANLAH SINGKATAN DKK.

  7. LANJUTAN • APABILA DIPERLUKAN LEBIH DARI SATU ACUAN TERHADAP PENGARANG DAN TAHUN TERBIT YANG SAMA, GUNAKANLAH HURUF A DAN B PADA KHIR TAHUN TERBIT SEBAGAI PEMBEDA. • UNTUK PENANDA JILID ACUAN, GUNAKANLAH NOMOR URUT ANGKA ARAB DAN TEMPATKAN NOMOR TERSEBUT PADA AKHIR TAHUN TERBIT SERTA NAIKKAN  (SETENGAH) SPASI. (CONTOH 2003) • ACUAN LEBIH DARI SATU HENDAKNYA DITULISKAN BERTURUT-TURUT DALAM SATU KURUNG DAN DIPISAHKAN DENGAN MENGGUNAKAN TANDA TITIK KOMA.

  8. PENULISAN DAFTAR PUSTAKA • URUTAN PENYEBUTAN KETERANGAN TENTANG BUKU ATAU NASKAH ADALAH (1) NAMA PENGA-RANG, (2) TAHUN PENERBITAN, (3) JUDUL PENERBITAN/JUDUL BUKU, (4) TAMPAT PENERBITAN, DAN (5) NAMA PENERBIT. • KALAU BUKU DITERBITKAN OLEH SUATU INSTANSI, MAKA URUTAN PENULISANNYA ADALAH (1) INSTANSI ATAU BADAN PENERBITAN, (2) TAHUN PENERBITAN, (3) JUDUL PENERBITAN/JUDUL BUKU, (4) TAMPAT PENERBITAN. • TIAP PENYEBUTAN KETERANGAN PUSTAKA, KECUALI PENYEBUTAN TEMPAT PENERBITAN, DIAKHIRI TANDA TITIK. PADA AKHIR NAMA TEMPAT PENERBITAN DIBERI TANDA TITIK DUA. JUDUL BUKU DIBERI GARIS BAWAH (DIGARISBAWAHI). JUDUL NASKAH DIAPIT OLEH TANDA PETIK DUA.

  9. LANJUTAN • URUTAN PENYEBUTAN KETERANGAN TENTANG ARTIKEL DALAM MAJALAH ADALAH (1) NAMA PENGARANG, (2) TAHUN PENERBITAN, (3) JUDUL ARTIKEL, (4) JUDUL/NAMA MAJALAH, (5) NOMOR MAJALAH, (6) BULAN PENERBITAN (KALAU ADA), (7) TAHUN PENERBITAN KEBERAPA (KALAU ADA), DAN(8) HALAMAN TEMPAT ARTIKEL ITU BERADA. • TIAP PENYEBUTAN KETERANGAN TENTANG NAMA PENGARANG, TAHUN PENERBITAN, DAN JUDUL ARTIKEL DIAKHIRI DENGAN TANDA TITIK. • JUDUL MAJALAH DAN NOMOR MAJALAH DIPISAHKAN DENGAN TANDA KOMA, DIIKUTI DENGAN NAMA BULAN DAN TAHUN PENERBITAN KEBERAPA DAPAM KURUNG, DIAKHIRI TITIK DUA SEBELUM PENYEBUTAN NOMOR HALAMAN. • JUDUL ARTIKEL DIAPIT OLEH TANDA PETIK DUA, JUDUL MAJALAH BERGARIS BAWAH.

  10. LANJUTAN • UNTUK MENYEBUTKAN KETERANGAN TENTANG ARTIKEL DALAM BUKU ATAU ONTOLOGI (KUMPULAN KARANGAN) ADALAH (1) NAMA PENGARANG, (2) TAHUN PENERBITAN BUKU, (3) JUDUL ARTIKEL, (4) HALAMAN (KALAU DIANGGAP PERLU) (5) NAMA EDITOR, (6) JUDUL BUKU, (7) TEMPAT PENERBITAN, DAN (8) NAMA PENERBIT. TIAP PENYEBUTAN KETERANGAN NOMOR (1), (2), DAN (3) DIAKHIRI TANDA TITIK. PENYEBUTAN KETERANGAN NOMOR (4) DAN (5) DIGABUNGKAN, DIAKHIRI TANDA KOMA, DIIKUTI JUDUL BUKU YANG BERAKHIR DENGAN TANDA TITIK. PENYEBUTAN KETERANGAN NOMOR (7) BERAKHIR DENGAN TANDA TITIK DUA, DIIKUTI PENYEBUTAN KETERANGAN NOMOR (8) YANG BERAKHIR DENGAN TANDA TITIK.

More Related