1 / 7

Identitas Mahasiswa

PUPUT DEVI MURDIYANI, 2101407154 PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN METODE KALIMAT MEDIA TEKS BERJALAN (MARQUEE) SISWA KELAS VIII D SMP N 4 CEPIRING KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL. Identitas Mahasiswa.

jenaya
Download Presentation

Identitas Mahasiswa

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PUPUT DEVI MURDIYANI, 2101407154PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN METODE KALIMAT MEDIA TEKS BERJALAN (MARQUEE) SISWA KELAS VIII D SMP N 4 CEPIRING KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL

  2. Identitas Mahasiswa • - NAMA : PUPUT DEVI MURDIYANI - NIM : 2101407154 - PRODI : Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) - JURUSAN : Bahasa & Sastra Indonesia - FAKULTAS : Bahasa dan Seni - EMAIL : puputdevimurdiyani pada domain yahoo.com - PEMBIMBING 1 : Drs.Haryadi - PEMBIMBING 2 : Tommi Yuniawan,S.Pd,M.Hum. - TGL UJIAN : 2011-08-26

  3. Judul • PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT MENGGUNAKAN METODE KALIMAT MEDIA TEKS BERJALAN (MARQUEE) SISWA KELAS VIII D SMP N 4 CEPIRING KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL

  4. Abstrak • Murdiyani, Puput Devi. 2011. Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat Menggunakan Metode Kalimat Media Teks Berjalan (Marquee) Siswa Kelas VIII D SMP N 4 Cepiring Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Haryadi, M. Pd.; Pembimbing II: Tommi Yuniawan, S. Pd., M. Hum. Kata kunci: membaca cepat, metode kalimat, dan media teks berjalan. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa keterampilan membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring belum sesuai dengan standar yang ditetapkan, yakni 250 kpm. Rendahnya keterampilan membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut diantaranya siswa menganggap pembelajaran membaca adalah pembelajaran yang membosankan dan siswa juga tidak mengetahui metode membaca cepat. Faktor eksternal tersebut adalah cara pembelajaran guru kurang bervariatif dan lingkungan yang kurang kondusif. Untuk mengatasi rendahnya keterampilan membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring, peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan membaca cepat dengan menggunakan metode kalimat dan media teks berjalan. Dari paparan di atas, penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimanakah proses pembelajaran membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring dengan menggunakan metode kalimat media teks berjalan; bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring setelah pembelajaran membaca cepat 250 kpm dilakukan dengan menggunakan metode kalimat dan media teks berjalan; bagaimanakah perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat 250 kpm dengan menggunakan metode kalimat media teks berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi proses pembelajaran membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring dengan menggunakan metode kalimat media teks berjalan; mendeskripsi peningkatan keterampilan membaca cepat; mendeskripsi perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran membaca cepat 250 kpm dengan menggunakan metode kalimat media teks berjalan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah keterampilan membaca cepat siswa kelas VIII D SMP Negeri 4 Cepiring tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan dua cara, yaitu pengambilan data tes, dan data nontes. Pengambilan data tes dilakukan berdasrkan hasil tes kecepatan membaca, hasil tes pemahaman, dan hasil kecepatan efektif membaca. Pengambilan data nontes dilakukan melalui pedoman observasi, pedoman jurnal siswa dan guru, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi foto. Analisis data tes dilakukan secara kuantitatif, sedangkan analisis data nontes dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan membaca cepat 250 kpm pada siklus I dan siklus II diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil tes kecepatan membaca siswa pada prasiklus yaitu 210 kpm. Pada penelitian siklus I, kecepatan membaca siswa meningkat 36 atau 17% menjadi 246 kpm. Pada penelitian siklus II, hasil tes kecepatan membaca siswa meningkat 12 atau 5% menjadi 258 kpm. Pada tahap prasiklus, rerata klasikal hasil pemahaman ide pokok siswa kelas VIII D adalah 59. Pada siklus I, rerata klasikal pemahaman ide pokok siswa kelas VIII D meningkat 10 atau 17% menjadi 69. Pada siklus II, rerata klasikal kecepatan membaca siswa kelas VIII D meningkat 13 atau 19% menjadi 82. Pada tahap prasiklus, rerata klasikal hasil pemahaman simpulan bacaan siswa kelas VIII D adalah 56. Pada siklus I, rerata klasikal pemahaman simpulan bacaan siswa kelas VIII D meningkat 13 atau 23% menjadi 69. Pada siklus II, rerata klasikal pemahaman simpulan bacaan meningkat 10 atau 15% menjadi 79. Pada tahap prasiklus, rerata klasikal hasil kecepatan efektif membaca siswa kelas VIII D adalah 121 kpm. Pada siklus I, rerata klasikal kecepatan efektif membaca siswa kelas VIII D meningkat 50 atau 41% menjadi 171 kpm. Pada siklus II, rerata klasikal kecepatan efektif membaca siswa kelas VIII D meningkat 31 atau 18% menjadi 202 kpm. Peningkatan keterampilan membaca cepat 250 kpm siswa juga diikuti dengan perubahan perilaku siswa menjadi lebih baik. Hal tersebut terlihat pada keaktivan dan keantusiasan siswa dalam mengikuti pembelajaran membaca cepat 250 kpm dengan menggunakan metode kalimat media teks berjalan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode kalimat media teks berjalan telah dilaksanakan dengan baik sehingga proses pembelajaran membaca cepat dapat berjalan dengan baik, dapat meningkatkan keterampilan membaca cepat siswa kelas VIII D SMP N 4 Cepiring, dan terjadi perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif. Mengacu pada simpulan tersebut, peneliti menyarankan agar guru bahasa dan sastra Indonesia menggunakan metode kalimat media teks berjalan dalam pembelajaran membaca cepat. Penerapan pembelajaran tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi siswa, kondisi lingkungan sekolah, serta kondisi lingkungan masyarakat sekitar sehingga hasil yang diperoleh bermanfaat secara maksimal. Para peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia disarankan agar melakukan penelitian lanjutan mengenai keterampilan membaca cepat.

  5. Kata Kunci • membaca cepat, metode kalimat, dan media teks berjalan

  6. Referensi • Aidh.2006. Manfaat Membaca. http://dwpptrijenomo.isvisse.com/bulletin/?p=312 (Diunduh pada Senin 1 Agustus 2011). Antoe. 2009. Membuat Efek Tulisan Berjalan (Marquee). Jakarta: Gramedia. Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Semarang: IAIN Walisongo Semarang. Bachtiar. 2009. Trik Membuat Teks Berjalan (Marquee). http://optimasiblog. blogspot.com/2009/05/trik-membuat-teks-berjalan-marquee.html. (Diunduh pada 2 Agustus 2011) Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi. Jakarta: BSNP. Chang, Ana C-S. 2010. “The Effect of a Timed Reading Activity on EFL Learners: Speed, Comprehension, and Perceptions”. Reading in a Foreign Language ISSN 1539-0578 Vol.22, N0.2, pp. 284-303, Oktober 2010. Daryanto. 2010. Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media. Fatmawati, Elly. 2005. Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat 250 kpm dengan Pembelajaran Berjenjang dan Penilaian Authentic Assessment pada Siswa Kelas VIIIA MTs. Miftahul Ulum Rengaspendawa Kabupaten Brebes Tahun Ajaran 2004/2005. Skripsi: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Haryadi. 2006. Retorika Membaca, Model, Metode, dan Teknik. Semarang: Rumah Indonesia. Magno, Carlo. 2010. “The Effect of Scaffolding on Children’s Reading Speed, Reading Anxiety, and Reading Proficiency”. TESOL Journal Vol. 3, pp. 92-98, 2010. Nula. 2006. Manfaat Membaca. http://sidamas.org/index.php?option=com_ content&task=view&id=12&Itemid=83. (Diunduh pada 1 Agustus 2011) Nurhadi. 2004. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca. Bandung: Sinar Baru Algesindo. . 2005a. Membaca Cepat dan Efektif (Teori dan Latihan). Bandung: Sinar Baru Algensindo. . 2005b. Bagaimanakah Meningkatkan Kecepatan Membaca? Bandung: Sinar Baru Algensindo. Prasetiyo, Hari. 2005. Peningkatan Kecepatan Efektif Membaca dengan Menggunakan Pengukuran Terprogram pada Siswa Kelas X SMAN 1 Sukoharjo. Skripsi: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Rahim, Farida. 2005. Pengajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Sari, Vita Ika. 2007. Peningkatan Membaca Cepat ± 200 kpm dengan Strategi Membaca Fleksibel dan Teknik Kecepatan Membaca Minimum pada Siswa Kelas VII F SMP N 15 Tegal. Skripsi: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Subyantoro, dkk. 2002. Studi Efektivitas Pelaksanaan Pelatihan Baca dan Tulis Tingkat Nasional Tahun 2002. Halaman 29-50. Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Subyantoro, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang: Rumah Indonesia. Uno, Hamzah B. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar dan Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara. Usman, M. 2009. “The Implementation of Speed Reading Techniques to Improve EFL Students”. Jurnal Serambi Ilmu Vol.7, No. 1, pp. 9-16, September 2009.

  7. Terima Kasih • http://unnes.ac.id

More Related