Analisis perilaku konsumen
Download
1 / 43

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN - PowerPoint PPT Presentation


  • 495 Views
  • Uploaded on

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN. Teori Konsumen, untuk:. Menjelaskan, meramalkan produk yang akan dipilih kosumen, pada tingkat dan harga tertentu. Mendapatkan kurva permintaan Pendekatan untuk menganailsis penentuan pilihan konsumen:.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' ANALISIS PERILAKU KONSUMEN ' - jared


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Teori konsumen untuk
Teori Konsumen, untuk:

  • Menjelaskan, meramalkan produk yang akan dipilih kosumen, pada tingkat dan harga tertentu.

  • Mendapatkan kurva permintaan

    Pendekatan untuk menganailsis penentuan pilihan konsumen:


  • Pendekatan Utilitas (Utility Approach)  pengukuran kardinal: Kepuasan (utility) konsumen dapat diukur dengan cara yang sama (kuantitatif).

  • Pendekatan kurva indiferens (indifference curve)  pengukuran ordinal : tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah. By definition : konsumsi (pembelian) barang2 yg menghasilkan tingkat kepuasan yg sama.


  • Pendekatan atribut (attribute approach): yang diperhatikan konsumen bukanlah produk secara fisik, tapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut.

    Atribut suatu barang  semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan / pemilikan barang tersebut, cth atribut sebuah mobil a.l. jasa angkut, prestise, privacy, keamanan, kenyamanan, dsb.


Asumsi asumsi pendekatan utilitas
Asumsi-asumsi Pendekatan Utilitas konsumen bukanlah produk secara fisik, tapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut.

  • Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan fungsi dari kuantitas berbagai barang yang dikonsumsinya:

    Utilitas = U (barang x, barang y, barang z …)

  • Konsumen akan memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggarannya.

  • Utilitas dapat diukur secara kardinal.

  • Marginal utility (MU) dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun.


MU konsumen bukanlah produk secara fisik, tapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. perubahan total utility (TU) yang disebabkan oleh tambahan satu unit barang yang dikonsumsi, ceteris paribus.

Slope Marginal Utility (MU);

Asumsi bahwa MU semakin menurun (diminishing marginal utility) mencerminkan bahwa kurva permintaan akan berslope negatif. Konsumen akan mengurangi jumlah barang yang dibelinya jika harga barang naik.


Asumsi asumsi pendekatan kurva indiferens
Asumsi-asumsi Pendekatan Kurva Indiferens konsumen bukanlah produk secara fisik, tapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut.

  • Konsumenmendapatkankepuasanataulewatbarang yang dikonsumsinya:

    Utilitas = U (barang x, barang y, barang z …)

  • Konsumenakanmemaksimumkanutilitasnyadengantundukkepadakendalaanggarannya.

  • Konsumenmempunyaisuatuskalapreferensi.

  • Marginal Rate of Substitution (MRS) akanmenurunsetelahmelampauisuatutingkatkepuasantertentu.


MRS konsumen bukanlah produk secara fisik, tapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. jumlahbarang Y yang bisadigantiolehsatu unit barang X, padatingkatkepuasan yang sama.

Skalaataufungsipreferensi, ciri-cirinya:

  • Untuksetiap 2 kelompokbarang (A dan B), konsumendapatmembuatperingkat: A lbhdisukaidari B; B lbhdisukaidari A; maka A indiferensterhadap B  A dan B memberikepuasan yang samakpdkonsumen.



Kurva indiferens pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C. kurva yang menunjukkan kombinasi (atau pembelian) barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.

Cth:

Marginal Rate of Substitution


Hubungan antara mrs degan slope kurva indiferens
Hubungan antara MRS degan Slope Kurva Indiferens pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

A-B, MRS=5 (20-15). B-C, MRS=4 (15-11), C-D, MRS=3 (11-8), D-E, MRS=2 (8-6).


Ciri ciri kurva indiferens
Ciri-ciri Kurva Indiferens: pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

  • Semakin ke kanan atas (menjauhi titik origin), makin tinggi tingkat kepauasannya.

  • Kurva indiferens tidak berpotongan satu sama lain

  • Kurva indiferens berslope negatif

  • Kurva indiferens cembung ke arah origin


Pengungkapan preferensi melalui kurva indiferen

Pengungkapan Preferensi Melalui Kurva Indiferen pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Kurvaindiferen memperlihatkan berbagai kemungkinan kombinasi yang memberikan tingkat kepuasan yang sama.


Preferensi konsumen

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

C

B

D

I2

Indifference

A

curve, I1

Kuantitas

Pizza

Preferensi Konsumen...

0


Preferensi konsumen1
Preferensi Konsumen pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

  • Konsumen akan memperoleh kepuasan yang sama kalau ia menikmati beberapa kombinasi konsumsi yang dilambangkan masing-masing oleh titik A, titik B, dan titik C, karena semua titik tersebut berada pada kurva indiferen yang sama


Tingkat substitusi marjinal
Tingkat Substitusi Marjinal pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

  • Besarnya kemiringan di setiap titik pada sebuah kurva indiferen disebut marginal rate of substitution.

    • Yaitu, tingkatan sejauh mana konsumen bersedia menukarkan suatu barang dengan barang yang lain.

    • Yaitu tingkatan yang mana konsumen mau menukarkan suatu barang dengan barang lain ditentukan oleh jumlah barang yang sesungguhnya ia konsumsi.


Preferensi konsumen2

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

MRS

1

Indifference

curve, I1

Kuantitas

Pizza

Preferensi Konsumen...

C

B

D

I2

A

0


Empat sifat kurva indiferen
Empat Sifat Kurva Indiferen pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

  • Kurva indiferen yang lebih tinggi lebih disukai daripada yang rendah.

  • Kurva indiferen melengkung ke bawah.

  • Kurva-kurva indiferen tidak saling berpotongan.

  • Kurva-kurva indiferen menghadap ke dalam.


Sifat 1 kurva indiferen yang lebih tinggi lebih disukai daripada yang rendah
Sifat pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C. 1: Kurva Indiferen yang lebih tinggi lebih disukai daripada yang rendah

  • Konsumen biasanya akan lebih suka jika dapat mengkonsumsi barang apa saja dalam jumlah lebih banyak.

  • Kurva indiferen yang lebih tinggi melambangkan ketersediaan barang lebih banyak daripada kurva indiferen yang berada di bawahnya.


Sifat 1 kurva indiferen yang lebih tinggi lebih disukai daripada yang rendah1

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

Indifference

curve, I1

Kuantitas

Pizza

Sifat 1: Kurva Indiferen yang lebih tinggi lebih disukai daripada yang rendah

C

B

D

I2

A

0


Sifat 2 kurva indiferen melengkung ke bawah
Sifat pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C. 2: Kurva Indiferen Melengkung Ke Bawah

  • Konsumen bersedia menukarkan suatu barang dengan barang lain untuk memperoleh kepuasan yang sama.

  • Jika jumlah satu barang dikurangi, maka jumlah barang yang lain harus ditambah.

  • Untuk alasan ini, kurva indiferen selalu melengkung ke bawah.


Sifat 2 kurva indiferen melengkung ke bawah1

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

Indifference

curve, I1

Kuantitas

Pizza

Sifat 2: Kurva Indiferen Melengkung Ke Bawah

0


Sifat 3 kurva kurva indiferen tidak saling berpotongan
Sifat pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C. 3: Kurva-kurva Indiferen Tidak Saling Berpotongan

  • Titik A dan B harus memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen.

  • Titik B dan C harus memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen.

  • Ini berartiTitik A dan C harus memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen.

  • Tapi titik C mengandung lebih banyak barang daripada titik A.


Sifat 3 kurva kurva indiferen tidak saling berpotongan1

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

Kuantitas

Pizza

Sifat 3: Kurva-kurva Indiferen Tidak Saling Berpotongan

C

A

B

0


Sifat 4 kurva kurva indiferen menghadap ke dalam
Sifat pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C. 4: Kurva-kurva Indiferen Menghadap ke Dalam

  • Seseorang biasanya lebih bersedia menukarkan suatu barang yang mereka miliki dalam jumlah yang melimpah dan akan lebih enggan melepas barang yang mereka miliki dalam jumlah terbatas.

  • Karena alasan inilah kurva indiferen menghadap ke dalam.


Sifat 4 kurva kurva indiferen menghadap ke dalam1

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

14

MRS = 6

A

8

1

4

B

MRS = 1

3

Indifference

1

curve

2

3

6

7

Kuantitas

Pizza

Sifat 4: Kurva-kurva Indiferen Menghadap ke Dalam

0


Garis Anggaran (budget line) pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C. Garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan /anggaran tertentu

Contoh:

Jika anggaran (I) sebesar Rp. 100.000, harga barang X dan Y masing-masing Rp. 5.000 dan Rp. 10.000. Maka garis anggarannya, sbb:


Garis Anggaran pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Potongan pada sumbu Y = 100.000/10.000 = 10

Potongan pada sumbu x = 100.000/5.000 = 20


Pergeseran garis anggaran
Pergeseran garis anggaran pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Cth, Jk anggaran naik dari Rp.100.000 menjadi Rp.200.000


Pergeseran jk terjadi penurunan harga barang
Pergeseran Jk terjadi penurunan harga barang. pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Cth, jk harga barang X turun menjadi Rp. 4000.


Pilihan pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.Konsumen;

Konsumenakanmemilihsekelompokbarang yang memaksimumkankepuasannyadengantundukkepadakendalaanggaran yang ada. Syaratnya:

  • Keadaantersebutterjadisaatkurvaindiferenstertinggibersinggungandengangarisanggaran.

  • Keadaantersebutakanterjadipadatitiksinggungantarakurvaindiferenstertinggidengangarisanggaran.

    Slope kurvaIndiferens = (-∆Y/ ∆X) = - MRS

    Slope garisanggaran = -Px/Py


Pengaruh perubahan pendapatan dan harga; pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pergeseran garis anggaran akan mengubah keseimbangan jumlah barang X dan Y yang dikonsumsi.


Optimisasi apa yang dipilih konsumen
Optimisasi pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.: Apa yang Dipilih Konsumen

  • Konsumen akan memilih konsumsi barang yang terletak pada kurva indiferen tertinggi.

  • Konsumen juga harus memperhatikan kendala anggarannya yang merupakan batas sumberdaya total yang dimiliki.


Optimisasi apa yang dipilih konsumen1
Optimisasi pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.: Apa yang Dipilih Konsumen

  • Kombinasi kurva indiferen dan kendalan anggaran menentukan pilihan konsumen yang optimum.

  • Kepuasan konsumenyang optimum terjadi pada titik persinggungan antara kurva indiferen dan kendalan anggaran yang tertinggi.


Pilihan optimal konsumen

Pilihan Optimal Konsumen pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Konsumen memilih kombinasi dua barang yang mana tingkat substitusi marjinalnya sama dengan harga relatif.


Pilihan optimal konsumen1

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Pepsi

Optimum

B

A

I3

I2

I1

Kendala Anggaran

Kuantitas

Pizza

Pilihan Optimal Konsumen...

0


Pengaruh perubahan pendapatan terhadap pilihan konsumen
Pengaruh Perubahan Pendapatan Terhadap Pilihan Konsumen pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

  • Ketika pendapatan bertambah, kendala anggaran akan bergeser ke atas.

    • Konsumen dapat memilih kombinasi barang yang lebih baik dari kurva indiferen yang tertinggi.


Kenaikan pendapatan

Kuantitas pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Kendala Anggaran Baru

Pepsi

  • Kenaikan pendapatan menggeser

  • Garis kendala anggaran ke atas…

Titik Optimum Baru

3. …dan juga

konsumsi pepsi.

I2

Kuantitas

Pizza

2. …sehingga meningkatkan konsumsi pizza…

Kenaikan Pendapatan...

Titik Optimum Awal

Kendala Anggaran Awal

I1

0


Efek pendapatan

Efek Pendapatan pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Efek Pendapatanadalah perubahan konsumsi karena adanya perubahan harga menyebabkan pergerakan kurva indiferen ke atas atau ke bawah


Efek substitusi

Efek Substitusi pada B, dan B lbh disukai dari pada C, maka A lbh disukai dari pada C.

Efek Substitusiadalah perubahan konsumsi karena adanya perubahan harga yang menggerakkan konsumen sepanjang kurva indiferen tersebut dengan tingkat substitusi marjinal yang baru.


Keunggulan pendekatan indifference curve dari pendekatan utility
Keunggulan pendekatan Indifference curve dari pendekatan utility :

A) tidak perlu menganggap bahwa utility konsumen bersifat kardinal

B) Efek perubahan harga thd jumlah yg diminta bisa dipecah: efek substitusi dan efek pendapatan

C) Ada faktor2 lain yg penting mempengaruhi permintaan konsumen akan suatu brg : penghasilan,perubahan harga brg lain & selera konsumen


Pendekatan atribut
Pendekatan Atribut utility :

Diasumsikan bahwa rumah tangga telah membagi-bagi anggaran untuk tiap kelompok kebutuhan, misalnya utk pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dsb.

Persoalan bagaimana jml anggaran utk makan didistribusikan diantara berbagai pilihan makanan / anggaran sandang didistribusikan untuk beli baju, sepatu, dsb.



ad