MINGGU XI
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 3

MINGGU XI PowerPoint PPT Presentation


  • 184 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

MINGGU XI. PERANCANGAN DENAH LAYOUT KAMAR TIDUR UTAMA APARTEMEN. SIRKULASI KAMAR TIDUR UTAMA YANG SESUAI DENGAN ERGONOMI Meliputi:. 1. Sirkulasi kamar tidur membutuhkan jarak sekitar 94 – 99,1 cm antara ranjang ke. dinding untuk sirkulasi dan aktivitas kerja dalam posisi jongkok.

Download Presentation

MINGGU XI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Minggu xi

MINGGU XI

PERANCANGAN DENAH LAYOUT KAMAR TIDUR UTAMA APARTEMEN .

SIRKULASI KAMAR TIDUR UTAMA YANG SESUAI DENGAN ERGONOMI

Meliputi:

1. Sirkulasi kamar tidur membutuhkan jarak sekitar 94 – 99,1 cm antara ranjang ke

dinding untuk sirkulasi dan aktivitas kerja dalam posisi jongkok.

2. Jarak minimal sirkulasi di antara ranjang dan meja rias atau dinding = 76,2 cm

untuk posisi berjalan

3. Untuk pekerjaan pembersihan dengan menggunakan alat pembersih seperti : alat

penyedot debu, membutuhkan jarak 121,9 – 137,2 cm.

KERJA STUDIO DAN ASISTENSI.

MINGGU XII

PERANCANGAN TAMPAK POTONGAN KAMAR TIDUR UTAMA APARTEMEN

http://www.mercubuana.ac.id


Minggu xi

dan ruang suatu lingkungan interior, dan memungkinkan pemakainya melakukan

aktivitas dan menjalankan tugasnya dengan kecepatan, akurasi, dan kenyamanan

yang tepat.

Motoda ‘Zonal Cavity’ untuk menghitung jumlah pencahayaan yang diperlukan

agar mencapai tingkat pencahayaan tertentu adalah teknik yang sangat berguna,

khususnya ketika seseorang mencapai tingkat pencahayaan tertentu adalah teknik

yang sangat berguna, khususnya ketika seseorang mendesain penerangan ruang

pada umumnya agar ruang tersebut terang merata. Walaupun demikian, perlu dicatat

bahwa tingkat pencahayaan tertentu dapat dilakukan melalui berbagai macam

kombinasi penyinaran. Pilihan jenis penyinaran apa yang digunakan dan bagaimana

sumber cahaya tersebut diatur harus didasarkan tidak hanya pada kebutuhan

penglihatan saja, tetapi juga pada sifat ruang yang sedang diterangi dan aktivitas

pemakainya. Desain pencahayaan tidak hanya harus mampu memenuhi kebutuhan

kuantitas cahaya yang dibutuhkan tetapi juga kualitasnya.

Tata letak penyinaran dan pola cahaya yang dipancarkannya harus berkoordinasi

dengan gambaran arsitektur dari ruang dan pola-pola penggunaannya. Oleh karena

mata kita mencari objek yang paling terang dan kontras yang paling kuat dalam bidang

pandangannya, koordinasi ini sangat penting dalam perencanaan lokal atau kegunaan

tertentu.

Demi tujuan perencanaan komposisi visual dari suatu desain pencahayaan,

sumber cahaya dapat dianggap berbentuk sebuah titik, garis, bidang atau volume. Jika

sumber cahaya ditutup dari pandangan kita, maka bentuk cahaya dan rupa dari

permukaan yang disinari harus dipertimbangkan. Apakah pola sumber cahaya standar

atau bervariasi, desain pencahayaan harus seimbang dengan komposisinya,

menyediakan sentuhan ritme yang tepat, dan memberikan penekanan pada hal-hal

yang memang penting.

Ada tiga metoda untuk pencahayaan suatu ruang: umum, lokal, dan cahaya

aksen. Pencahayaan umum atau baur menerangi ruang secara agak merata dan

umumnya terasa baur. Sifat cahaya yang menyebar dapat mengurangi kesan kontras

antara pencahayaan untuk kegunaan tertentu dan permukaan yang mengelilingi ruang

tersebut dengan efektif. Pencahayaan umum juga dapat digunakan untuk mengurangi

kesan bayangan, menghaluskan dan memperluas sudut-sudut ruang, serta

menyediakan level pencahayaan yang memadai agar dapat bergerak dengan aman

dan untuk kepentingan pemeliharaan umum.

http://www.mercubuana.ac.id


Minggu xi

Penerangan lokal atau penerangan untuk kegunaan khusus menerangi sebagian ruang

untuk penampilan tugas atau aktivitas visual tersebut. Sumber cahaya biasanya dipasang dekat

dengan – di atas atau di samping – permukaan yang diterangi, sehingga memungkinkan

pemakaian daya listrik yang lebih efisien daripada penerangan umum. Penerangan ini biasanya

merupakan bagian dari penerangan langsung, dan pengaturan tingkat terang (dengan alat

‘dimmer’ atau ‘rheostat’) dan arahnya selalu lebih baik.

Untuk menekan resiko timbulnya rasio tingkat terang yang tidak diharapkan antara bidang

yang diterangi dengan penerangan di sekitarnya, penerangan untuk kegunaan khusus sering

dikombinasikan dengan penerangan umum. Tergantung dari jenis sumber cahaya yang

digunakan, pencahayaan lokal juga dapat mendukung penerangan umum dari suatu ruang.

Selain membuat tugas visual lebih mudah dilihat, pencahayaan lokal juga dapat

menciptakan variasi dan daya tarik, partisi suatu ruang menjadi beberapa bagian, mengelilingi

kelompok perabot, atau memperkuat karakter sosial suatu ruang.

Lampu aksen adalah bentuk dari pencahayaan lokal yang menciptakan titik fokus atau

pola-pola ritme dari cahaya dan kegelapan dalam ruang. Bukan hanya berfungsi menyinari

suatu tempat atau aktivitas tertentu, pencahayaan aksen juga dapat digunakan untuk

mengurangi kesan monoton dari penerangan umum, menonjolkan keistimewaan ruang

tersebut, atau menerangi objek seni atau benda koleksi berharga lainnya.

http://www.mercubuana.ac.id


  • Login