Advertisement
1 / 22

“BK POLA 17 PLUS”


  • 293 Views
  • Uploaded On 24-01-2013

“BK POLA 17 PLUS”. A. KETERPADUAN MANTAP TENTANG 1. VISI BIMBINGAN DAN KONSELING 2. MISI BIMBINGAN DAN KONSELING 3 PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING 4 TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING 5. FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING

Presentation posted in : General

Download Presentation

“BK POLA 17 PLUS”

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.












- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Presentation Transcript


Bk pola 17 plus

“BK POLA 17 PLUS”

A. KETERPADUAN MANTAP TENTANG

1. VISI BIMBINGAN DAN KONSELING

2. MISI BIMBINGAN DAN KONSELING

3 PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

4 TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING

5. FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING

6. PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING

7. ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING

8. LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING

B. BIDANG PELAYANAN BK, MELIPUTI

1. BID. PENGEMBANGAN PRIBADI

2. BID. PENGEMBANGAN HUBUNGAN SOSIAL

3. BID. PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR

4. BID. PENGEMBANGAN KARIR

5. BID. PENGEMBANGAN KEHIDUPAN BERKELUARGA

6. BID. PENGEMBANGAN KEHIDUPAN BERAGAMA


C jenis layanan bk meliputi

C. JENIS LAYANAN BK, MELIPUTI

1. LAYANAN ORIENTASI

2. LAYANAN INFORMASI

3. LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN

4. LAYANAN PENGUASAAN KONTEN

5. LAYANAN KONSELING PERORANGAN

6. LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

7. LAYANAN KONSELING KELOMPOK

8. LAYANAN KONSULTASI

9. LAYANAN MEDIASI

D. KEGIATAN PENDUKUNG BK, MELIPUTI

1. APLIKASI INTRUMENTASI

2. HIMPUNAN DATA

3. KONFERENSI KASUS

4. KUNJUNGAN RUMAH

5. TAMPILAN KEPUSTAKAAN

6. ALIH TANGAN KASUS


E format pelayanan

E. FORMAT PELAYANAN

1. FORMAT INDIVIDUAL

2. FORMAT KELOMPOK

3. FORMAT KLASIKAL

4. FORMAT LAPANGAN

5. FORMAT “POLITIK” (KHUSUS)

F. FORMAT PENILAIAN LAYANAN BK

1. PENILAIAN SEGERA (LAISEG)

2. PENILAIAN JANGKA PENDEK (LAIJAPEN)

3. PENILAIAN JANGKA PANJANG (LAIJAPANG)


Teori teori konseling

TEORI-TEORI KONSELING

1. KONSELING PSIKO-ANALISIS (FREUD)

KETIDAK SADARAN YANG MENYEBABKAN TINGKAH LAKU SALAH SUAI MENJADI KE KESADARAN

2. KONSELING EGO (ADLER. JUNG. FROMN)

MEMPERKUAT FUNGSI EGO

3. KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL (ADLER)

MENGATASI INFERIORITAS MENUJU SUPERIORITAS

4. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL (BERNE)

MENGEMBANGKAN TRANSAKSI YANG SEJAJAR, POSITIF DAN PRODUKTIF

5. KONSELING SELF (ROGERS)

MEMPERKUAT DAN MENGEMBANGKAN DIRI PRIBADI

6. KONSELING REALITAS (GLASSER)

MENGEMBANGKAN TINGKAH LAKU YANG BENAR, BERTANGGUNG JAWAB

DAN SESUAI DENGAN KENYATAAN

7. KONSELING BEHAVIORAL (SKINNER)

MENGUBAH TINGKAH LAKU SALAH SUAI

8. KONSELING GESTALT (PERLS)

MEMBANGUN INTEGRASI KEPRIBADIAN

9. KONSELING RASIONAL EMOTIF (ELLIS)

MENGGANTIKAN BELIEF IRRATIONAL MENJADI BELIEF RATIONAL


Pendekatan dalam konseling

PENDEKATAN DALAM KONSELING

KONSELING DIREKTIF

DALAM PROSES KONSELING KLIEN BERSIFAT PASIF, YANG AKTIF KONSELORNYA, KLIEN HANYA MENERIMA PERLAKUAN DAN PUTUSAN YANG DIBUAT OLEH KONSELOR.

TOKOH PENDEKATAN INI :

- EG. WILLIAMSON

- YG. DARLEY

PROSES SEMACAM INI DISEBUT BERALIRAN BEHAVIORISTIK, YAITU LAYANAN KONSELING YANG BERORIENTASI PENGUBAHAN TINGKAH LAKU KLIEN SECARA LANGSUNG.

TOKOH ALIRAN INI :

- HANSEN, DKK

- BRAMMER S. STONE


2 konseling non direktif client centered therapy

2. KONSELING NON DIREKTIF (CLIENT CENTERED THERAPY)

DALAM PROSES KONSELING BERPUSAT

PADA KLIEN. KLIEN DIBERI

KESEMPATAN MENGEMUKAKAN PERSOALAN,

PERASAAN DAN PIKIRAN-PIKIRAN SECARA BEBAS.

PROSES SEMACAM INI

DISEBUT BERALIRAN HUMANISTIK,

YAITU MEMENTINGKAN

PENGEMBANGAN POTENSI DAN KEMAMPUAN

KLIEN SECARA HAKIKI PADA SETIAP INDIVIDU.

TOKOH ALIRAN INI :

- HANSEN, DKK

- BRAMMER S. STONE


3 konseling eklektif

3. KONSELING EKLEKTIF

DALAM PROSES KONSELING DIKEMBANGKAN

BERBAGAI MODIVIKASI ATAU PENGAWINAN

ANTARA DIREKTIF DAN NON DIREKTIF,

KARENA PERMASALAHAN KLIEN TIDAK HANYA

DAPAT DIENTASKAN DENGAN SALAH SATU PENDEKATAN SAJA.

TOKOH PENDEKATAN INI :

- TOLBERT

- HANSEN

- BRAMMER S. STONE


Bimbingan kelompok

TOPIK

BAHASAN

P

J

A

I

BIMBINGAN KELOMPOK

H

B

G

C

F

D

BENTUK :

- KELOMPOK TUGAS

- KELOMPOK BEBAS

TOPIK BAHASAN : - PERSOALAN-PERSOALAN

UMUM YANG DAPAT

DILIHAT, DENGAR, DIBACA,

DARI BERBAGAI MEDIA MASA

- BERKAITAN DENGAN

BIDANG PENGEMBANGAN

PRIBADI, SOSIAL,

BELAJAR,

BERKELUARGA, KEBERAGAMAAN

E


Konseling kelompok

P

I

KONSELING KELOMPOK

A

H

B

G

C

F

D

E

BENTUK :

- KELOMPOK BEBAS

MASALAH YANG DIBAHAS :

- MASALAH

PRIBADI YANG

MENGANGGANG

PIKIRAN, PERASAAN,

KEMAUAN, BAHKAN

MENGANGGU AKTIVITAS

SEHARI- HARI

- BERKAITAN DENGAN

BIDANG PENGEMBANGAN

PRIBADI, SOSIAL, BELAJAR,

KARIER,

BERKELUARGA, KEBERAGAMAAN


Konseling kelompok1

KONSELING KELOMPOK

DASAR PEMIKIRAN :…………………..

PENGERTIAN :…………………..

TUJUAN :………………….

FUNGSI :…………………..

ASAS-ASAS :…………………..

MEDIA :…………………..

METODE :…………………..

MATERI :…………………..

SASARAN :…………………..

PEMBENTUKAN/

ANGGOTA KELOMPOK :…………………..

11. PELAKSANAAN :……………………

12. EVALUASI :……………………


Konseling kelompok2

KONSELING KELOMPOK

1. DASAR PEMIKIRAN

ERA - INFORMASI

- URBANISASI

- REFORMASI

- GLOBALISASI

- PERTAMBAHAN PENDUDUK YANG SANGAT CEPAT

- TEKNOLOGI

AKIBAT – BANYAK ORANG BERMASALAH

- BAHKAN STRESS

- TERMASUK REMAJA – SISWA

BUTUH LAYANAN – EFEKTIF

- EFESIEN

ANTARA LAIN - KONSELING KELOMPOK

(LAYANAN PRIMADONA)


2 pengertian

2. PENGERTIAN

KENSELING KELOMPOK MERUPAKAN SALAH SATU

JENIS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

YANG DIBERITAHUKAN KEPADA SESEORANG ATAU

BEBERAPA ORANG DENGAN MEMANFAATKAN DINAMIKA

KELOMPOK UNTUK PENGENTASAN MASALAH PRIBADI

MASING-MASING ANGGOTA KELOMPOK.

3. TUJUAN

- PENGEMBANGAN POTENSI DIRI/KEPRIBADIAN ANTARA LAIN

BERANI BERBICARA DI MUKA UMUM, BERANI MENGELAUAR-

KAN PENDAPAT, BERANI MENANGGAPI PENDAPAT ORANG LAIN

MAMPU BERTENTANGGANG RASA, DAN

DAPAT MENGEMBANGKAN BAKAT DAN MINAT.

- UNTUK PENGENTASAN MASALAH PRIBADI

MASING-MASING ANGGOTA KELOMPOK.

4. FUNGSI

- PENGENTASAN MASALAH

- PENGEMBANGAN POTENSI


5 asas

5. ASAS

KERAHASIAAN

KESUKARELAAN

KETERBUKAAN

KEGIATAN

KENORMATIFAN

6. MEDIA

DINAMIKA

7. METODA

DISKUSI DAN TANYA JAWAB

ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH

8. SASARAN

SISWA ASUH 150 ORANG DI SEKOLAH/KONS.

WARGA SEKOLAH LAINNYA

WARGA MASYARAKAT PADA UMUMNYA


9 materi

9. MATERI

MASALAH PRIBADI YANG MENGGANGGU PIKIRAN,

PERASAAN, KEMAUAN, BAHKAN MENGGANGGU AKTIVITAS

SEHARI- HARI YANG BERKAITAN DENGAN BIDANG

PENGEMBANGAN PRIBADI, SOSIAL, BELAJAR, KARIR, KELUARGA,

DAN BERAGAMA.

10. PEMBENTUKAN ANGGOTA KELOMPOK

- JUMLAH ANGGOTA KELOMPOK MAKSIMAL 10 ORANG

- PEMBENTUKANNYA : 1. SECARA SEDERHANA

2. DENGAN PERSYARATAN (LEBIH RASIONAL)

11. PELAKSANAAN

MELALUI 4 TAHAP– PEMBENTUKAN

- PERALIHAN

- KEGIATAN

- PENGAKHIRAN


12 evaluasi

12. EVALUASI

- WAKTU PENILAIAN – LAISEG(PENILAIAN SEGERA)

- LAIJAPEN(PENILAIAN JANGKA PENDEK)

- LAIJAPANG(PENILAIAN JANGKA PANJN.)

- UNSUR YANG DINILAI - PEMAHAMAN

- BERKURANGNYA MASALAH

- SELF CONCEPT

- PENGENTASAN MASALAH

- HASIL YANG DIPEROLEH KLIEN

- U = UNDURSTANDING - P

- C = COMPORT - P

- A = AKTION - PK


Langkah langka pelaksanaan konseling kelompok

LANGKAH-LANGKA PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK

I. TAHAP PEMBENTUKAN

1. MENERIMA SECARA TERBUKA DAN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH

2. BERDOA

3. MENJELASKAN PENGERTIAN KONSELING KELOMPOK

4. MENJELASKAN TUJUAN KONSELING KELOMPOK

5. MENJELASKAN CARA PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK

6. MENJELASKAN ASAS-ASAS KONSELING KELOMPOK

7. MELAKSANAKAN PERKENALAN DILANJUTKAN RANGKAIAN NAMA

II. TAHAP PERALIHAN

8. MENJELASKAN KEMBALI KEGIATAN KONSELING KELOMPOK

9. TANYA JAWAB TENTANG KESIAPAN ANGGOTA UNTUK KEGIATAN LEBIH LANJUT

10. MENGENALI SUASANA APA BILA ANGGOTA SECARA KESELURUHAN/SEBAGIAN BELUM

SIAP UNTUK MEMASUKI TAHAP BERIKUTNYA, DAN MENGATASI SUASANA TERSEBUT

11. MEMBERI CONTOH MASALAH PRIBADI YANG DAPAT DIKEMUKAKAN DAN DIBAHAS

DALAM KELOMPOK


Iii tahap kegiatan

III. TAHAP KEGIATAN

12. MENJELASKAN MASALAH PRIBADI YANG HENDAKNYA DIKEMUKAKAN

OLEH ANGGOTA KELOMPOK

13. MEMPERSILAHKAN ANGGOTA UNTUK MENGEMUKAKAN MASALAH

PRIBADI MASING-MASING SECARA BERGANTIAN

14. MEMILIH/MENETAPKAN MASALAH YANG AKAN DIBAHAS

15. MEMBAHAS MASALAH TERPILIH SECARA TUNTAS

16. SELINGAN

17. MENEGASKAN KOMITMEN ANGGOTA YANG MASALAHNYA TELAH DIBAHAS

(APA YANG AKAN DILAKUKAN BERKENAAN ADANYA PEMBAHASAN

DEMI TERENTASKAN MASALAHNYA)


Iv tahap pengakhiran

IV. TAHAP PENGAKHIRAN

18. MENJELASKAN BAHWA KEGIATAN KONSELING KELOMPOK AKAN DIAKHIRI

19. ANGGOTA MEMBERIKAN KESAN DAN MENILAI KEMAJUAN YANG

DICAPAI MASING-MASING

20. PEMBAHASAN KEGIATAN LANJUTAN

21. PESAN SERTA TANGGAPAN ANGGOTA

22. UCAPAN TERIMA KASIH

23. BERDOA

24. PERPISAHAN


Keefektifan layanan bimbingan dan konseling kelompok

KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK

KEMAMPUAN BERSOSIALISASI

1. PEMAHAMAN TENTANG KEBERAGAMAAN ORANG LAIN

2. KESADARAN DAN SIKAP TERHADAP ORANG LAIN

3. KEMAMPUAN MENGHARGAI ORANG LAIN

4. KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN BERINTERAKSI

DENGAN ORANG LAIN

5. KETERBUKAAN, KEAKRABAN, DAN KERJA SAMA

6. MOTIVASI MENCARI INFORMASI DARI ORANG LAIN

7. PERASAAN ALTRUISTIK

8. KETERLIBATAN, KESENANGAN, DAN KEBANGGAAN

TERHADAP KELOMPOK


B kemampuan pengembangan diri

B. KEMAMPUAN PENGEMBANGAN DIRI

BERFIKIR UNIVERSAL

BERTAMBAHNYA PENGETAHUAN

KESUKAAN MENERIMA INFORMASI

KESUKAAN MEMBERI DAN MENERIMA BANTUAN

TERJADINYA KATARSIS

PEMECAHAN MASALAH

TERJADINYA PERUBAHAN TINGKAH LAKU


Teknik umum dalam proses konseling

TEKNIK UMUM DALAM PROSES KONSELING

PENERIMAAN TERHADAP KLIEN

SIKAP DAN JARAK DUDUK

KONTAK MATA

TIGA Merupakan (MENDENGAR, MEMAHAMI, MERESPON)

KONTAK PSIKOLOGIS

PENSTRUKTURAN

AJAKAN UNTUK BERBICARA

DORONGAN MINIMAL (VERBAL, NON VERBAL)

PERTANYAAN TERBUKA

REFLEKSI (ISI, PERASAAN)

PENAFSIRAN

MENYIMPULKAN

KONFRONTASI

KERUNTUTAN

PENEGUHAN HASRAT

SUASANA DIAM

PERUMUSAN TUJUAN

INTERPRETASI PENGALAMAN MASA LAMPAU


Teknik khusus dalam proses konseling

TEKNIK KHUSUS DALAM PROSES KONSELING

PEMBERIAN INFORMASI

PEMBERIAN CONTOH

PEMBERIAN CONTOH PRIBADI

PEMBERIAN NASIHAT

AJAKAN MEMIKIRKAN SESUATU YANG LAIN

STRATEGI “TIDAK MEMAAFKAN” KLIEN

“PENFRUSTRASIAN” KLIEN

LATIHAN PENENANGAN (SEDERHANA, PENUH)

KURSI KOSONG

DESENSITISASI

LATIHAN KELUGUAN

LATIHAN SEKSUAL

ANALISIS GAYA HIDUP

ANALISIS TRANSAKSIONAL

KONTRAK

ALIH TANGAN KASUS

RUANG GERAK “POLITIK”