1 / 15

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN. TATAPMUKA KE 3 TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010. POKOK BAHASAN. INTEGUMEN SISTEM OTOT SISTEM ORGAN PERTUKARAN GAS SISTEM PENCERNAAN SISTEM TRANSPORTASI INTERNAL SISTEM SARAF SISTEM INDRA SISTEM REPRODUKSI. INTEGUMEN DAN EKSOSKELETON.

ivrit
Download Presentation

STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN TATAPMUKA KE 3 TANGGAL 30 SEPTEMBER 2010

  2. POKOK BAHASAN INTEGUMEN SISTEM OTOT SISTEM ORGAN PERTUKARAN GAS SISTEM PENCERNAAN SISTEM TRANSPORTASI INTERNAL SISTEM SARAF SISTEM INDRA SISTEM REPRODUKSI

  3. INTEGUMEN DAN EKSOSKELETON SETIAP SEGMEN TUBUH CRUSTACEA DILINDUNGI OLEH LEMBARAN YANG BAHANNYA TERSUSUN DARI PROTEIN DAN KITIN LEMBARAN TERSEBUT ADALAH INTEGUMEN YANG DINAMAKAN SKLERIT FUNGSINYA SEBAGAI EKSOSKELETON FISIK INTEGUMEN BERMACAM-MACAM

  4. STRUKTUR INTEGUMEN INTEGUMEN TERSUSUN DARI LIMA LAPIS: EPIKUTIKULA EKSOKUTIKULA ENDOKUTIKULA EPIDERMIS JARINGAN IKAT ADA YANG MENYEBUT EPIDERMIS DAN JARINGAN IKAT SEBAGAI SATU KESATUAN LAPISAN

  5. GAMBARAN SKEMATIS STRUKTUR INTEGUMENT CRUSTACEA Epk: epikutikula. Esk: eksokutikula Enk: endokutikula Epd: epidermis Epi; lapisan epithelium Pen: jaringan ikat PEE: lapisan pertemuan antara eksokutikula dan endokutikula Lam: lamina Sap: saluran pori.

  6. KROMATOPOR Kromatofor adalah sel-sel yang mengandung pigmen di dalamnya Terletak pada jaringan pengikat suatu lapisan yang transparan di bawah epidermis Lapisan inilah yang menentukan warna Crustacea Fungsi warna biasanya berhubungan dengan termoregulasi dan penyamaran. Kromatofor biasanya berkelompok sehingga sering disebut sebagai organ kromatofor. Sel-sel organ ini memiliki lanjutan ke segala arah (radial) Sel-selnya ADA YANG tidak memiliki sinsitia ada pula yang memiliki sinsitium sehingga menyatu. Pigmen dapat bermigrasi dalam sitoplasma untuk menyatu atau menyebar.

  7. PERUBAHAN WARNA WARNA DAPAT BERUBAH DARI GELAP ATAU NYATA KE TERANG ATAU PUCAT PERUBAHAN TERJADI DENGAN BERBAGAI CARA YAITU: BERUBAHNYA JUMLAH KROMATOPOR ATAU JUMLAH PIGMEN PER SEL, ATAU DENGAN MENGATUR PENYEBARANNYA. Bila pigmen terdistribusi di seluruh permukaan maka warna tampak menjadi lebih jelas, tetapi bila mengumpul di pusat organ warna menjadi pucat.

  8. WARNA PADA CRUSTACEA YANG BIASANYA TAMPAK Warna yang biasanya tampak adalah putih, kuning, biru, coklat, dan hitam. Pigmen merah, kuning, dan biru adalah derivat karoten yang diberasal dari makanannya. Pigmen coklat dan hitam adalah melanin. Pada beberapa udang satu kromatofor dapat mengandung lebih dari satu jenis pigmen yang berbeda, tetapi pada umumnya kromatofor bersifat monokromatik

  9. MUNCULNYA WARNA MERAH Warna udang, kepiting, rajungan dan sebagainya setelah dimasak menjadi merah, inilah pigmen karotenoid yang disebut astaxantin (astaxanthin). Pigmen ini tidak tampak ketika hidup sebab bergabung dengan protein sehingga tampak biru. Ketika protein mengalami denaturasi maka astaxantin bebas sehingga tampaklah warna merah. Munculnya warna merah pada CRUSTACEA dapat digunakan sebagai indikasi bahwa hewan tersebut sudah tidak segar lagi.

  10. PERUBAHAN STRUKTUR INTEGUMEN Crustacea menjalani pertambahan ukuran tubuh tidak secara kontinyu melainkan bertahap-tahap. Tubuh akan tumbuh secara cepat segera setelah pergantian kulit (ecdysis), kemudian melambat atau berhenti sama sekali sampai pergantian kulit berikutnya. Pergantian kulit ini mempengaruhi perilaku, fisiologi, dan morfologi Crustacea.

  11. TAHAP-TAHAP PERUBAHAN STRUKTUR INTEGUMENT DALAM DAUR PERGANTIAN KULIT CRUSTACEA.

  12. SYSTEMA MUSCULARE 1. m. oculomotorius 2. m. dorsolateralis anterior; 3. m. adductor mandibularis; 4. m. rotator mandibularis; 5. m. extensor abdomis; 6. m. flexor abdominis; 7. m. extensor obliquus; 8. m. flexor obliquus; 9. m. extensor dorsalis; 10. m. flexor caudalis; 11 m. thoracicoabdominis

  13. SISTEM PENCERNAAN Model saluran pencernaan pada Decapoda

  14. SISTEM TRANSPORTASI INTERNAL Dari jantung darah disalurkan ke bagian-bagian tubuh melalui tujuh arteria utama yaitu: Satu aorta anterior Sepasang arteria latero-anterior Sepasang arteria hepatica (arteria lateralis) Satu aorta posterior(arteria dorso-abdominal) Satu arteria sternal

  15. SISTEMA EXCRETORIA Gambaran skematis organ ekskretoria Decapoda

More Related