NILAI FILOSOFIS SILA I
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 32

NILAI FILOSOFIS SILA I PowerPoint PPT Presentation


  • 126 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

NILAI FILOSOFIS SILA I. PENGERTIAN. - Pencipta, Tunggal, Sempurna - Keyakinan akan adanya Tuhan - Kepercayaan yang berakar pada pengetahuan yang benar/yang dapat diuji - Menjadi sumber pokok nilai-nilai hidup . T U H A N.

Download Presentation

NILAI FILOSOFIS SILA I

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

NILAI FILOSOFIS SILA I


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

PENGERTIAN

- Pencipta, Tunggal, Sempurna

- Keyakinan akan adanya Tuhan

- Kepercayaan yang berakar pada

pengetahuan yang benar/yang dapat

diuji

- Menjadi sumber pokok nilai-nilai

hidup


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

T U H A N

  • Paham Ketuhanan

    • Implisit : Keterbatasan manusia/tidak sempurna

      Tuhan itu Adikodrati/sempurna

    • Eksplisit : Adanya Pengaruh-pengaruh agama

      besar


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

ARTI RELIGI

  • Mengikatkan diri kepada Tuhan/manusia menerima ikatanNya

  • Ikatan bukan sebagai penghalang kebebasan dan kebahagiaan

  • Ikatan tersebut bersifat total

  • Religi berdasarkan keyakinan individual

  • Negara tidak dapat memaksakan


Hubungan antara religi dan agama

Hubungan Antara Religi dan Agama

  • Soekarno : Fungsi negara bagi religi adalah wadah bagi hidupnya agama-agama dan kepercayaan setiap individu atau kelompok

  • Drijarkara : Sila I sebagai prinsip fundamental, Aktualisasinya mengandung kekhasan dan kekhasan tesebut tidak dapat dipaksakan oleh siapapun.


Nasionalisme religius v s nasionalisme sekuler

Nasionalisme Religius v.s Nasionalisme Sekuler

  • Sekuler : - Peran agama perlu dibatasi,

    - masalah hidup lebih spesifik

    dan kompleks.

    - Agama bukanlah satu-satunya

    solusi

    - Nasionalisme lebih

    diprioritaskan


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

  • Religius :

    • Pengembalian posisi agama

    • Hukum agama sebagai pegangan dasar

    • Kaum sekuler telah merusak tatanan religius

    • Rusaknya tradisi biasanya diikuti dekadensi moral


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

HUBUNGAN NEGARA - RELIGI

  • Dengan Pendekatan Politik :

    • Negara dan agama menyatu

    • Demokrasi sebagai cara terbaik


Model model hubungan negara religi

Model-model hubungan Negara - Religi

  • Dengan Pendekatan Politik Legal

    • Agar negara dan agama menyatu

    • Pendirian partai adalah cara perjuangan sec. demokratis

      Dengan Pendekatan Kultural

    • Jalur kultural dianggap lebih ampuh

    • Partai Islam No, Nilai Islam Yes

      Pemisahan Agama Dengan Negara

    • Berangkat dari kritik hegemoni

    • Negara diurus : eksekutif, legislatif dan yudikatif


Relasi antar umat beragama

Relasi Antar Umat Beragama

  • Toleransi

  • Dialog antar umat beragama

  • Syarat-syarat dialog


Nilai filosofis sila ii

Nilai Filosofis Sila II

Pengertian :

  • Makhluk yang berbudi

  • Memiliki rasa, karsa dan cipta

  • Memiliki martabat tinggi

  • Keputusan didasarkan pada norma-norma

  • Kesadaran sikap dan perbuatan


Ham dan perkembangannya

Ham dan Perkembangannya

  • Kesadaran pada kodrat Manusia

    * Manusia itu berakal budi, mengarahkan kepada kebenaran

    * Memiliki kehendak bebas, mencari kebenaran, keterbukaan terhadap realitas yang ada, mampu menyadari dirinya sendiri


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

  • * Manusia itu bersuara hati dan

    bertangggung jawab

    * Manusia itu makhluk individual dan

    makhluk sosial


Kekuatan dan kelemahan piagam ham

Kekuatan dan Kelemahan Piagam Ham

  • Kekuatan

    • Bersifat mendasar, sangat pokok, poros bagi sendi kehidupan

    • Dijadikan sebagai rumusan normatif, legal

    • Berkaitan dengan fenomena globalisasi

    • Mendorong,menaspirasi tumbuhnya serikat buruh


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

  • Kelemahan

    • Kurang netral, memberikan kemenangan pada pihak kapitalis

    • Digolkan untuk kepentingan ekonomi, militer, politik luar negeri negara kapitalis

    • Pasal 16 tentang kebesan mencari jodoh

    • Pasal 18 tentang kebebasan berpikir,kebebasan beragama

    • Piagam Ham tidak bebas nilai


Nilai filosofis sila iii

Nilai Filosofis Sila III

Pengertian :

* Utuh, tidak terpecah-pecah

* Faktor yang dinamis

* Memajukan kesejahteraan umum

* Mencerdaskan kehidupan Bangsa

* Menghargai bangsa lain


Paham kebangsaan

Paham Kebangsaan

  • Pengertian bangsa :

    Cultural unity, Political unity, meliputi berbagai karakter seperti bahasa, wilayah, kebudayaan, atau tujuan bersama

    * Paham Kebangsaan :

    - Perasaan setia pada bangsa dan negara

    - Keterikatan pada hukum dan organisasi

    politik tertentu


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

  • - Kecenderungan atau sikap ekslusif

    - Sebagai doktrin

    - Sebagai teori politik


Dinamika paham kebangsaan

Dinamika Paham Kebangsaan

  • Moh. Hatta : Sebagai penegasan jati diri

  • Ir. Soekarno : Nationale-stat

  • Masa Orde Baru : Kembali pada Pancasila dan UUd 1945 secara murni dan konsekuen

  • Pemahaman Mutahir : Perlunya mengakomodai kepentingan kultural daerah-daerah


Idiologi sebagai acuan bersama

Idiologi sebagai acuan bersama

  • Pengertian : a system of ideas, rangkaian ide yang terpadu menjadi satu

  • Watak Idiolagi : menurut Sutarno,

    • Intepretasi dan evaluasi

    • Sebagai pandangan hidup

    • Pemberi harapan

    • Mempersatukan penganutnya

    • Cenderung terbuka atau tertutup


Macam macam idiologi

Macam-Macam Idiologi

1. Idiologi dalam arti penuh : Kebenaran

yang diterima secara mutlak (tertutup)

  • Idiologi elitis

  • Kapitalistik klasik

  • Liberalisme

  • Konservatisme


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

2.Idiologi Terbuka : Diangkat dari apa yang dimiliki masyarakat, dirumuskan berdasarkan nilai-nilai yang dimiliki, bersifat tidak memaksa.

3. Idiologi Implisit : Berupa keyakinan-keyakinan yang hidup/ada dalam masyarakat.Biasanya tidak dirumuskan, secara implisit mempengaruhi gaya hidup, pikiran, perasaan/perilaku beragama dan bermasyarakat.


Sikap terhadap idiologi

Sikap Terhadap Idiologi

  • Kritis

  • Reintepretasi

  • Terbuka


Nilai filosofis sila iv

Nilai Filosofis Sila IV

Pengertian : kekuasaan tertinggi di tangan rakyat, selalu mempertimbangkan kesatuan dan persatuan bangsa.

Demokrasi : Pemerintahan oleh rakyat


Tolak ukur terlaksananya demokrasi

Tolak Ukur Terlaksananya Demokrasi

  • Logika kesamaan politik

  • Paham kedaulatan rakyat

  • Tradisi republikan

  • Paham pemerintahan perwakilan


Ciri ciri negara demokrasi

Ciri-Ciri Negara Demokrasi

  • Negara Hukum

  • Kontrol efaktif pada pemerintah

  • Lembaga pemilihan umum

  • Prinsip mayoritas

  • Jaminan atas hak dasar demokrasi rakyat


Penggagas demokrasi

Penggagas Demokrasi

  • Thomas Hobes : Teori perjanjian negara, mengesampingkan paham kebebasan manusia, bentuk negara merupakan negara kekuasaan

  • John Locke : Paham negara liberal, bahwa manusia memiliki kebebasan, mempunyai hak dasar. Adanya pembagian kekuasaan : legislatif, eksekutif dan Federatif.


Pencipta tunggal sempurna keyakinan akan adanya tuhan kepercayaan yang berakar pada penge

  • Montesque : Trias Politica, Dengan pembagian kekuasaan sbb : Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, sangat berpengaruh pada pembentukan pemerintahan demokratis.


Demokrasi di indonesia

Demokrasi di Indonesia

  • Demokrasi Pancasila

  • Diatur dalam UUD 1945

    Masalah Demokrasi di Indonesia :

  • Historis

  • Kurangnya Kemandirian

  • Komunikasi Politik

  • Supremasi Hukum


Nilai filosofis sila v

Nilai Filosofis Sila V

  • Pengertian : Semua orang mendapkan apa yang menjadi haknya, semua orang mendapatkan bagian yang sama seperti yang diterima orang lain


Kesadaran budaya terhadap keadilan sosial

Kesadaran Budaya terhadap Keadilan Sosial

  • Budaya Feodalisme : Patron-klien, status sosial adalah nasib, kemiskinan tidak dianggap sebagai akibat buruk struktur patron-klien

  • Budaya Industrialisasi dan Kapitalisme


Masalah keadilan sosial di indonesia

Masalah Keadilan Sosial di Indonesia

  • Kemiskinan Struktural

  • Masalah Budaya

  • Masalah Daya Beli Masyarakat

  • Masalah Penentuan Orientasi Pasar

  • Masalah Pertanian


  • Login