Mycorrhiza
Download
1 / 48

MYCORRHIZA - PowerPoint PPT Presentation


  • 419 Views
  • Uploaded on

MYCORRHIZA. Ektomikoriza Endomikoriza Ektendomikoriza CMA / Cendawan Arbuskular Mikoriza. MIKORIZA. Mikoriza. Mikoriza adalah suatu bentuk hubungan simbiosis mutualisme antara cendawan/jamur ( mykes ) dan perakaran ( rhiza ) tanaman.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' MYCORRHIZA' - irish


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Mycorrhiza

MYCORRHIZA

Ektomikoriza

Endomikoriza

Ektendomikoriza

CMA / Cendawan Arbuskular Mikoriza



Mikoriza1
Mikoriza

  • Mikoriza adalah suatu bentuk hubungan simbiosis mutualisme antara cendawan/jamur (mykes) dan perakaran (rhiza) tanaman.

  • Mikoriza mempunyai kemampuan untuk berasosiasi dengan hampir 90% jenis tanaman : pertanian, perkebunan, kehutanan dan pakan ternak.


Prinsip kerja mikoriza
Prinsip Kerja Mikoriza

  • Jamur yang menginfeksi sistem perakaran tanaman inang, akan memproduksi jalinan hifa secara intensif di luar sel akar, di dalam sel akar (interseluler dan intraseluler) atau di luar dan di dalam sel akar sekaligus.

  • Hifa jamur memperpanjang daya jelajah akar dalam mencari unsur hara tanah dan air



Pupuk hayati biofertilizer
Pupuk Hayati / biofertilizer tanaman tanpa mikoriza

  • Mikoriza merupakan makhluk hidup yang berasosiasi dengan akar, dan mampu menyuplai unsur hara dan air terhadap tanaman maka mikoriza disebut sebagai pupuk hayati/biofertilizer

  • Pemberian pupuk hayati cukup dilakukan sekali seumur tanaman, karena jamur akan memperbanyak diri dalam akar tanaman


Tipe mikoriza
Tipe mikoriza tanaman tanpa mikoriza

  • Berdasarkan struktur tubuh dan cara infeksi terhadap tanaman inang, mikoriza dapat digolongkan dalam 3 kelompok besar, yaitu

    • Ektomikoriza

    • Endomikoriza

    • Ektendomikoriza


1 ektomikoriza
1. Ektomikoriza tanaman tanpa mikoriza

  • Ektomikoriza adalah hifa jamur yang menyelubungi masing-masing cabang akar di bagian luar akar sehingga membentuk mantel akar (dikotomi, trikotomi dan polikotomi).

  • Sebagian hifa lainnya menembus antar sel korteks akar (interseluler) dan membentuk struktur yang khas disebut hartig net atau jala hartig.

  • Fungi ektomikoriza dapat ditumbuhkan sebagai biakan murni baik pada media agar atau pada media cair


Ektomikoriza
Ektomikoriza tanaman tanpa mikoriza


Akar akar ektomikoriza
Akar-akar ektomikoriza tanaman tanpa mikoriza


Ektomikoriza1
Ektomikoriza tanaman tanpa mikoriza


2 endomikoriza
2. Endomikoriza tanaman tanpa mikoriza

  • Pada Endomikoriza, hifa jamur tidak membentuk selubung luar tetapi hifa akan menembus masuk kedalam sel dan hidup dalam sel akar (intraseluler)

  • Sebagian hifa akan memperpanjang diri di luar akar sehingga membentuk hubungan langsung antar sel akar dan tanah sekitarnya

  • Spora jamur tumbuh pada hifa luar akar tsb

  • Fungi endomikoriza tidak dapat ditumbuhkan sebagai biakanmurni pada media buatan


  • Hifa endomikoriza membentuk karakteristik yang khas di dalam sel akar yaitu

    • Arbuskel, hifa yang tumbuh dalam sel akar, sehingga ukuran sel menjadi lebih besar dari sel yang tidak ada arbuskel nya

    • Vesikel ditengarai sebagai cadangan nutrisi

  • Dari golongan ini dikenal dengan nama Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA)


Mekanisme terbentuknya cma
Mekanisme Terbentuknya CMA sel akar yaitu

  • 1.Pembentukan appresorium :

  • Appresorium adalah penebalan massa hifa yang menyempit, hifa ini dapat berasal dari permukaan tanah yang telah terinfeksi fungi atau langsung dari spora yang berkecambah.



  • korteks membentuk struktur seperti melaui permukaan akar atau rambut–rambut akar secara mekanis dan enzimatis, hifa masuk dengan memperkecil diameter kemudian kembali ke ukuran semula setelah penetrasi.coil hypha dan fungal clump.

  • Proses berikutnya adalah pembentukan struktur spesifik CMA yang dikenal dengan struktur arbuskular dan vasikular.


Pembentukan arbuskular
Pembentukan arbuskular melaui permukaan akar atau rambut–rambut akar secara mekanis dan enzimatis, hifa masuk dengan memperkecil diameter kemudian kembali ke ukuran semula setelah penetrasi.

  • Pembentukan arbuskular: Hifa yang masuk ke dalam sel korteks akan membentuk benang–benang bercabang yang mengelompok yang biasa disebut arbuskular, berfungsi sebagai jembatan transfer unsur hara antara inang dan mikrosimbion, kehadiran arbuskular biasanya hanya 4-15 hari kemudian mengalami degenerasi.


  • Pembentukan sel Vasikuler melaui permukaan akar atau rambut–rambut akar secara mekanis dan enzimatis, hifa masuk dengan memperkecil diameter kemudian kembali ke ukuran semula setelah penetrasi.

  • Hifa yang telah memasuki lapisan korteks, kemudian menyebar di dalam dan di antara sel Vasikuler terbentuk setelah pembentukan arbuskular pada ujung hifa, yaitu dengan berbagai bentuk (oval, spherikal atau lobed) yang berfungsi sebagai penyimpan nutrien yang digunakan CMA saat penyuplaian metabolit dari inang rendah.



Vasikular arbuskular mikoriza
Vasikular Arbuskular Mikoriza eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Cma vam
CMA / VAM eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Endomikoriza
Endomikoriza eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Vesikel glomus
Vesikel eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora. Glomus


Vesikel acaulospora
Vesikel eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora. Acaulospora


Arbuskul endomikoriza
Arbuskul Endomikoriza eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Spora eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora. Gigaspora (kiri) dan spora Scutellospora (kanan). AV (accessorry vesicles), H (Hifa), GS (germination shield).


Hifa eksternal spora s
Hifa eksternal, spora (S) eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Arbuskel yang dihasilkan glomus
Arbuskel yang dihasilkan eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora. Glomus.


3 e ktendomikoriza
3. E eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora. ktendomikoriza

  • Ektendomikoriza, merupakan bentuk intermediet antara ektomikoriza dan endomikoriza. Seperti ektomikoriza, karena menghasilkan hartig net dan mantel tetapi hidup dalam sel akar (intraseluler), jenis ini terdiri dari :

    • Ericoid dan

    • Orchidaceous


Ektendomikoriza
Ektendomikoriza eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Orchidaceous
Orchidaceous eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Ericoid
Ericoid eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.


Manfaat mikoriza
Manfaat mikoriza : eksternal yang menyebar di sekitar rhizosfer, berfungsi sebagai alat absorbsi unsur hara dan penghasil spora.

1. Mikoriza sebagai biokontrol tanaman terhadap kekeringan.

  • Ketahanan tanaman inangnya terhadap kekeringan melalui mekanisme seperti

    • Penyerapan air yang meningkat,

    • Penyesuaian berbagai osmotik,


  • Elastisitas dinding sel yang berubah-ubah atau kandungan air yang simplastis.

  • Mampu memanen air di bawah titik layu permanen, dimana air sangat terbatas dan tidak tersedia bagi tanaman

  • Kemampuan hifa memasuki pori-pori tanah yang paling kecil, dimana akar tanaman sudah tidak bisa menembus dan menjangkau air




  • 3. Mikoriza meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman. diteruskan ke akar, namun belum diketahui fungsi logam tersebut bagi cendawan.

  • Miselia cendawan mikoriza dapat memfasilitasi masuknya fosfor dari tanah ke akar tanaman.

  • Tanaman bermikoriza memiliki serapan fosfor dan nitrogen ke dalam akar lebih banyak daripada yang tidak bermikoriza.


  • 4. Mikoriza sebagai biokontrol tanaman terhadap patogen. diteruskan ke akar, namun belum diketahui fungsi logam tersebut bagi cendawan.

  • Mikoriza bisa meningkatkan resistensi terhadap penyakit yakni dengan mendominasi lingkungan fisik (adanya lapisan hifa) sekitar perakaran tanaman inang tersebut dapat mencegah masuknya patogen

  • Mikoriza dapat memproduksi antibiotik



Keuntungan timbal balik
Keuntungan timbal balik diteruskan ke akar, namun belum diketahui fungsi logam tersebut bagi cendawan.

  • Mikoriza memanfaatkan sekresi akar tanaman atau zat-zat yang dikeluarkan akar tanaman karena mengandung gula sebagai sumber karbon dan unsur hasil fotosintesa yang digunakan untuk pertumbuhan fungi