Cairan dan elektrolit l.jpg
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 46

CAIRAN DAN ELEKTROLIT PowerPoint PPT Presentation


  • 809 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

CAIRAN DAN ELEKTROLIT. By. ERFANDI. KOMPARTEMEN CAIRAN . Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu : 1. Cairan intraselular (CIS) 2. Cairan ekstra selular (CES) 3. Pada orang dewasa 60% dari berat badan adalah air (cairan dan elektrolit). .

Download Presentation

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Cairan dan elektrolit l.jpg

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

By. ERFANDI.


Kompartemen cairan l.jpg

KOMPARTEMEN CAIRAN

  • Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu :

    1. Cairan intraselular (CIS)

    2. Cairan ekstra selular (CES)

    3. Pada orang dewasa 60% dari berat badan adalah air (cairan dan elektrolit).


Body fluid volume l.jpg

BODY FLUID VOLUME

Body fluid

60% water

Intracelluler

2/3(40%)

(28 lt in 70 kg

young adult)

extracelluler

1/3(20%)

(14 lt in 70 kg

young adult)

Interstitial

15% (10.5 lt in 70 kg

young adult)

Plasma

5% (3.5 lt in

70 kg young adult)

Transcelluler

1-3%

(Cerebrospinal)

(aqueous humor)


Prosentase total cairan tubuh dibandingkan berat badan l.jpg

PROSENTASE TOTAL CAIRAN TUBUH DIBANDINGKAN BERAT BADAN


Electrolyte composition of body fluid l.jpg

Electrolyte Composition of Body Fluid


Komposisi cairan tubuh l.jpg

KOMPOSISI CAIRAN TUBUH

  • Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut, substansi terlarut (zat terlarut):

    1. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya.


2 solut terlarut l.jpg

2. Solut (terlarut)

  • Selain air, cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut): elektrolit dan non-elektrolit.

  • (a)Elektrolit:Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik.

    Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+), sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+).


Slide8 l.jpg

  • Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ), sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4-).

  • (b).Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin.


Fungsi cairan tubuh l.jpg

FUNGSI CAIRAN TUBUH

  • Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel

  • Mengeluarkan buangan-buangan sel

  • Mmbentu dalam metabolisme sel

  • Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit

  • Membantu memelihara suhu tubuh

  • Membantu pencernaan

  • Mempemudah eliminasi

  • Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM)


Intake dan output rata rata harian dari unsur tubuh yang utama l.jpg

INTAKE DAN OUTPUT RATA-RATA HARIAN DARI UNSUR TUBUH YANG UTAMA


Insensible loss iwl l.jpg

Insensible Loss (IWL)

  • MerupakanKehilangancairanmelaluikulit (difusi) & paru

  • Untukmengetahui “Insensible Loss (IWL)” dapatmenggunakanpenghitungansebagaiberikut :

  • DEWASA= 15 cc/kg BB/hari

  • ANAK= (30 – usia (th)) cc/kg BB/hari

    Jikaadakenaikansuhu :

  • IWL= 200 (suhubadansekarang – 36.8C)


Faktor faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit l.jpg

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit

1.Usia

2. Jenis kelamin

3. Sel-sel lemak

4. Stres

5. Sakit

6. Temperatur lingkungan

7. Diet


Proses pergerakan transpor cairan tubuh l.jpg

PROSES PERGERAKAN / TRANSPOR CAIRAN TUBUH

1.Difusi

Difusi adalah proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan.

Faktor-faktor yang meningkatkan difusi

1. Peningkatan suhu

2. Peningkatan konsentrasi partikel


Slide15 l.jpg

Faktor-faktor yang meningkatkan difusi

3.Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel

4.Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi

5.Penurunan jarak lintas dimana massa partikel harus berdifusi


2 transport aktif l.jpg

2. Transport Aktif

1)Transport Aktif adalah bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi.

2) adanya daya aktif dari tubuh seperti pompa jantung.

3)  diperlukan Energi.

4)Banyak zat terlarut penting ditransport secara aktif melewati membran sel meliputi: natrium, kalium, hidrogen, glukosa dan asam amino.

5)Tarnsport aktif adalah vital untuk mempertahankan keunikan komposisi baik CES dan CIS.


3 filtrasi penyaringan l.jpg

3. Filtrasi (penyaringan)

1)Filtrasi adalah adalah merembesnya suatu cairan melalui selaput permeable.

2)Arah perembesan adalah dari daerah dengan tekanan yang lebih tinggi ke daerah dengan tekanan yang yang lebih rendah.


Slide18 l.jpg

4.Osmosis

Osmosis adalah bergeraknya pelarut bersih seperti air, melalui membran semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi yang sifatnya menarik.


Faktor faktor yang mempengaruhi gerakan air dan zat terlarut l.jpg

Faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan air dan zat terlarut

1. Membran

Membran semipermeabel tubuh meliputi :

a.membran sel : memisahkan CIS dan CIT dan terdiri atas lipid dan protein

b.membran kapiler : memisahkan CIV dari CIT

c.membran epitelial : memisahkan CIT dan CIV dari CTS. Contoh : epitelium mukosa dari lambung dan usus, membran sinovial dan tubulus ginjal.


Slide20 l.jpg

2. Proses transpor

3. Konsentrasi cairan tubuh

  • Osmolalitas

  • Tonisitas

    1). Larutan isotonik  NaCl 0,9%

    2). Larutan hipotonik NaCl 0.45%

    3). Larutan hipertonik NaCL 3%, dekstrosa 50%


Pengaturan keseimbangan volume vaskular dan osmolalitas cairan ekstraselular ces l.jpg

Pengaturan keseimbangan / volume vaskular dan osmolalitas cairan ekstraselular (CES)

1.Rasa Dahaga

2.   Anti Diuretik Hormon (ADH)

3.   Aldosteron

4.   Prostaglandin

5.   Glukokortikoid


Keseimbangan air dan elektrolit dipertahankan melalui integrasi dari fungsi l.jpg

KESEIMBANGAN AIR DAN ELEKTROLIT DIPERTAHANKAN MELALUI INTEGRASI DARI FUNGSI :

  • ·GINJAL

  • ·HORMONAL

  • ·SARAF


Cara pengeluaran cairan l.jpg

CARA PENGELUARAN CAIRAN

a.  Ginjal

b. Kulit

c. Paru –paru

d. Gastrointestinal


Pengaturan elektrolit l.jpg

Pengaturan Elektrolit

  • Natrium

  • Terbanyak di Extra sel

  • Mempengaruhi keseimbangan air, hantaran infuls dan kontraksi otot

  • Diatur oleh intake garam, aldosteron, dan pengeluaran urine

  • Normal: 135-148 mEq/lt


Kalium l.jpg

Kalium

  • Kation utama intra seluler

  • Berfungsi sebagai exitabiliy neuromuskuler dan kontraksi otot

  • Untuk pembentukan glikogen, sintesa protein, pengaturan keseimbangan asam basa

  • Normal: 3,5-5,5 mEq/lt


Kalsium l.jpg

Kalsium

  • Berguna untuk integritas kulit, struktur sel, konduksi jantung, pe,beuan darah, pembentukan tulang dan gigi.

  • Diatur oleh parathyroid dan thyroid

    Magnisium

  • Kation terbanyak kedua di CIS

  • Penting untuk aktifitas enzim, neurochemia, muskular excibility

  • Normal: 1,5-2,5 mEq/lt


Slide27 l.jpg

Clorida

  • Terdapat pada CIS dan CES

  • Normal: 95-105 Eq/lt

    Bicarbonat

  • Sebagai buffer

  • Teradapat pada CIS dan CES

    Fosfat

  • Anion buffer pada CIS dan CES

  • Fungsi untuk meningkatkan kegiatan neuromuskuler, metab. KH, pengatur As-Bs


Masalahkeseimbangan cairan dan elektrolit l.jpg

MASALAHKESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

1.  Hipovolemia

  • Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan ekstraseluler (CES).

  • Hipovolemia adalah penipisan volume cairan ekstraseluler (CES)

    QHipovolemia adalah kekurangan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES).


Penyebab l.jpg

Penyebab

(1)   Penurunan masukan

(2)Kehilangan cairan yang abnormal melalui : kulit, gastro intestinal, ginjal abnormal, dll.

(3)  Perdarahan


Tanda gejala klinis l.jpg

Tanda-gejala Klinis

  • Pusing, kelemahan, Keletihan

  • Sinkope

  • anoreksia,mual, muntah, haus,

  • kekacauan mental

  • Konstipasi dan oliguria.

  • HR meningkat, suhu meningkat, turgor kulit menurun, lidah kering, mukosa mulut kering, mata cekung.


Pengkajian fisik l.jpg

Pengkajian Fisik

  • Penurunan tekanan darah (TD), khususnya bila berdiri (hipotensi ortostatik); peningkatan frekwensi jantung (FJ); turgor kulit buruk; lidah kering dan kasar; mata cekung; vena leher kempes; peningkatan suhu dan penurunan berat badan akut. Bayi dan anak-anak : penurunan air mata, depresi fontanel anterior.

  • Pada pasien syok akan tampak pucat dan diaforetik dengan nadi cepat dan haus; hipotensi terlentang dan oliguria.


Indikator penurunan berat badan l.jpg

indikatorPenurunan berat badan


Perubahan pada hipovolemia l.jpg

Perubahan pada hipovolemia

Hipovolemia Ringan

  • Anoreksia

  • Keletihan

  • Kelemahan

    Hipovolemia Sedang

  • Hipotensi ortostatik

  • Takikardia

  • Penurunan CVP

  • Penurunan haluaran urine


Slide34 l.jpg

Hipovolemia Berat

  • Hipotensi berbaring

  • Nadi cepat dan lemah

  • Dingin, kulit kusam

  • Oliguria

  • Kacau mental, stupor, koma


Tindakan l.jpg

Tindakan

  • Pemulihan volume cairan normal dan koreksi gangguan penyerta asam-basa dan elektrolit

  • Perbaikan perfusi jaringan pada syok hipovolemik

  • Rehidrasi oral pada diare pediatrik

  • Tindakan terhadap penyebab dasar


Riwayat dan faktor faktor resiko l.jpg

Riwayatdanfaktor-faktorresiko

  • Kehilangan GI abnormal : muntah, penghisapan NG, diare, drainase intestinal

  • Kehilangankulit abnormal : diaforesisberlebihansekunderterhadapdemamataulatihan, lukabakar, fibrosis sistik

  • Kehilanganginjal abnormal : terapidiuretik, diabetes insipidus, diuresisosmotik (bentukpoliurik), insufisiensi adrenal, diuresisosmotik (DM takterkontrol, pascapenggunaanzatkontras

  • Spasiumketigaatauperpindahancairan plasma keinterstisial : peritonitis, obtruksiusus, lukabakar, acites

  • Hemorragia

  • Perubahanmasukan : koma, kekurangancairan.


Pedoman penyuluhan pasien keluarga l.jpg

Pedoman Penyuluhan pasien-keluarga

  • Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut :

    (1)  Tanda dan gejala hipovolemia

    (2) Pentingnya mempertahankan masukan adekuat, khususnya pada anak kecil dan lansia, yang lebih mungkin untuk terjadi dehidrasi

    (3) Obat-obatan : nama, dosis, frekwensi, kewaspadaan dan potensial efek samping


2 hipervolemia l.jpg

2. Hipervolemia

qHipervolemiaadalahpenambahan / kelebihan volume (CES)

qHipervolemiaadalahkelebihancairandidalambagian-bagianekstraseluler (CES).

Penyebab

1. Stimulus kronispadaginjaluntukmenahannatriumdan air

2. Fungsiginjal abnormal, denganpenurunanekskresinatrium &air

3. Kelebihanpemberiancairan intra vena

4. Perpindahancairaninterstisialke plasma


Tanda gejala klinis39 l.jpg

Tanda-gejala Klinis

  • sesak nafas, ortopnea, odema

    Penyebab edema extraselular

    1.  peningkatan tekanan kapiler

  • kelebihan retensi ginjal

  • tekanan vena yang tinggi

  • penurunan resistensi arteriol

    2.  penurunan protein plasma

  • hilangnya protein melalui hidung

  • hilangnya protein melalui kulit yang lepas

  • kagagalan roduksi protein


Slide40 l.jpg

3. Peningkatan permiabilitas kapiler

  • reaksi imun

  • toksin

  • infeksi bakteri

    4.   Blockage of lymph return

  • Cancer

  • Pembuluh limphatik yang abnormal atau kelainan konginital


Pengkajian fisik41 l.jpg

Pengkajian Fisik

  • Oedema, peningkatan berat badan, peningkatan TD (penurunan TD saat jantung gagal) nadi kuat, asites, krekles (rales). Ronkhi, mengi, distensi vena leher, kulit lembab, takikardia, irama galop


Odema pitting l.jpg

Odema Pitting

  • +1: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 2 mm

  • +2:Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 4 mm

  • +3: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 6 mm

  • +4:Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 8 mm


Tindakan43 l.jpg

Tindakan

  • Pembatasan natrium dan air

  • Diuretik

  • Dialisi atau hemofiltrasi arteriovena kontinue : pada gagal ginjal atau kelebihan beban cairan yang mengancam hidup


Tanggung jawab keperawatan l.jpg

Tanggung jawab Keperawatan

  • Memantau haluaran urine dengan cermat

  • Mempertahankan pembatasan pemberian cairan

  • Mempertahankan masukan dan haluaran cairan akurat

  • Memantau tanda-tanda gagal jantung kongestif (GJK) dan oedema pulmoner


Riwayat dan faktor faktor resiko45 l.jpg

Riwayat dan faktor-faktor resiko

  • Retensi natrium dan air : gagal jantung, sirosis, sindrom nefrotik, kelebihan pemberian glukokortikosteroid

  • Fungsi ginjal abnormal : gagal ginjal akut atau kronis dengan oliguria

  • Kelebihan pemberian cairan intravena (IV)

  • Perpindahan cairan intertisial ke plasma : remobilisasi cairan setelah pengobatan luka bakar, kelebihan pemberian larutan hipertonik (mis; manitol, salin hipertonik) atau larutan onkotik kolid (mis; albumin)


Pedoman penyuluhan pasien keluarga46 l.jpg

Pedoman Penyuluhan pasien-keluarga

  • Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut:

  • Tanda dan gejala hipervolemia

  • Gejala-gejala yang memerlukan pemberitahuan dokter setelah pulang dari rumah sakit; sesak nafas, nyeri dada, ketidakteraturan nadi baru.

  • Diet rendah garam, bila diprogramkan; gunakan pengganti garam; dan hindari makanan yang mengandung natrium tinggi

  • Obat-obatan : termasuk nama, tujuan, dosis, frekwensi, kewaspadaan dan potensial efek samping; tanda dan gejala hipokalemia bila pasien mnggunakan diuretik.

  • Pentingnya pembatasan cairan bila hipervolemia berlanjut

  • Pentingnya penimbangan berat badan setiap hari


  • Login