1 / 38

JARINGAN TUMBUHAN

JARINGAN TUMBUHAN. Oleh : Husnul Khotimah 1110016100014 Biologi 3 A. A ssalamualaikum. t ahukah kamu jaringan apa saja yang menyusun tubuh tumbuhan?. ayo kita pelajari bersama. Definisi jaringan. Jaringan tumbuhan. Histologi.

Download Presentation

JARINGAN TUMBUHAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. JARINGAN TUMBUHAN Oleh : Husnul Khotimah 1110016100014 Biologi 3 A

  2. Assalamualaikum.. tahukah kamu jaringan apa saja yang menyusun tubuh tumbuhan? ayo kita pelajari bersama..

  3. Definisi jaringan Jaringan tumbuhan Histologi Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama Apabila kumpulan sel tersebut adalah sel-sel tumbuhan maka disebut jaringan tumbuhan Ilmu yang mempelajari tentang jaringan

  4. Jaringan meristem Jaringanmeristemadalahjaringan yang sel-selnyatetapbersifatembrional. Cirikhasjaringanmeristemdiantaranya: a. Selnyaberdindingtipis. b. Bentukdanukurannyasama. c. Kayaakanprotoplasma. d. Isiselnyatidakmengandungcadanganmakandankristal. e. Memilikironggasel yang amatkecil. f. Plastidanyaberupaproplastida.

  5. Jaringan meristem pada akar

  6. Jaringan dewasa (Permanen) • Jaringan permanen adalah jaringan yang bersifat nonmeristematik, yaitu tidak tumbuh dan tidak berkembang lagi. • Jaringan ini dibentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun meristem sekunder.

  7. Bersifat totipotensi

  8. Berdasarkan tingkat perkembangannya, meristem dibedakan menjadi : Promeristem, terdiri dari sel inisial apikal dan letaknya di bagian ujung Meristem yang sel-selnya telah mengadakan diferensiasi sebagian, misalnya protoderm (pembentuk jaringan pelindung), prokambium (pembentuk jaringan pengangkut).

  9. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibagi menjadi : • Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar. • Meristem lateral, terdapat diantara jaringan dewasa. • Meristem interkalar, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya.

  10. Posisi meristem pada batang tumbuhan

  11. Berdasarkan asal pembentukannya, meristem dikelompokkan menjadi : Promeristem, jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio. Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel embrionik. Terdapat pada ujung akar dan ujung batang, dapat mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa. Contohnya kambium.

  12. Berdasarkan fungsinya, meristem dapat dikelompokkanantara lain : • Teori HaberlandtProtoderm: bagian yang membentuk jaringan pelindung • Prokambium: bagian yang membentuk jaringan pengangkutMeristem dasar : membentuk parenkim dan empulur • Teori SchmidtTunika: tersusun dari lapisan sel paling luar yang akan membentuk jaringan epidermis.Korpus : bagian dalam tunika, dan susunan selnya lebih kompleks , tergantung jenis tumbuhannya. • Teori Hanstein, meristem terdiri dari 3 daerah pertumbuhan atau histogen yaitu:Dermatogen : lapisan terluar pembentuk epidermis.Periblem : lapisan tengah, pembentuk korteks.Plerom : lapisan terdalam pembentuk stele dan berkas pengangkut.

  13. Jaringan epidermis • Jaringan terluar pada setiap organ tumbuhan • Letak: pada akar, batang, daun • Fungsi: sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan, pelindung terhadap hilangnya air karena adanya penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan • Dapat mengalami modifikasi yang disebut derivat epidermis Klik me

  14. Derivat epidermis

  15. Stomata • Stoma (tunggal) atau mulut daun merupakan suatu celah pada jaringan epidermis yang dibatasi oleh dua sel penjaga Sel penjaga berisi kloroplas dan memiliki bentuk yang berlainan dengan sel epidermis sebagai sel asalnya. • Fungsi : Jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 pada waktu fotosintesis di siang hari, Jalan penguapan (transpirasi), Jalan pernapasan (respirasi), yaitu masuknya O2 dan keluarnya CO2. Klik me

  16. Trikomata • Trikoma (tunggal) atau rambut-rambut merupakan modifikasi jaringan epidermis berupa rambut-rambut • Terdapat pada akar, batang, daun, bunga, buah, biji • Terbagi menjadi 2 : trikomata granduler dan non granduler • Trikomata granduler berupa rambut pelindung yang selnya mengeluarkan zat sekretoris • Trikomata non-granduler berupa rambut pelindung yang selnya tidak mengeluarkan zat sekretoris • Fungsi : mengurangi penguapan, meneruskan rangsangan, mengurangi gangguan manusia dan hewan, membantu penyerbukan biji, membantu perkecambahan biji, membantu penyerbukan bunga Klik me

  17. Spina (duri) • Spina merupakan alat tambahan pada epidermis sel tumbuhan di bagian batang tumbuhan. • Spina dibedakan menjadi spina palsu (emergensia) dan spina asli. • Spina palsumerupakan duri yang dibentuk oleh jaringan di bawah epidermis, yaitu pada daerah korteks batang (jaringan yang terletak dibawah epidermis). • Spina asli(spina yang sesungguhnya) merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dari batang stele batang (stele atau silinder pusat merupakan jaringan yang terletak di bawah korteks, berada di bagian terdalam batang;spina asli misalnya spina yang terdapat pada bunga kertas (Bougenville). Spina asli

  18. Velamen • Velamen merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung (akar udara) tumbuhan anggrek. Velamen beserta epidermis dapat disebut epidermis ganda (multiple epidermis). • Fungsi: sebagai alat penyimpan air.

  19. Sel kipas • Sel kipas disebut juga motor cell atau bulliform cell. • Sel kipas merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun, terutama pada tumbuhan famili Gramineae, misalnya bambu (Bambusa vulgaris) dan Cyperaceae, misalnya rumput teki (Cyperus rotundus). • Fungsi: sebagai penyimpan air

  20. Sel kersik • Sel kersik merupakan sel epidermis yang berisi kristal kersik (silika/SiO2). Oleh karena itu, sel kersik disebut juga sel silika. • Sel-sel kersik terutama terdapat pada Gramineae. Pada batang tumbuhan Gramineae misalnya tebu, adanya sel-sel kersik menyebabkan permukaan batang tebu menjadi lebih keras.

  21. Jaringan parenkim • Jaringan dasar yang ditemukan pada hampir semua bagian (organ) tumbuhan, contohnya pada batang dan akar sebagai korteks. • Parenkim juga dapat dijumpai sebagai empulur batang. • Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun, terkadang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang. • Pada buah dan biji, parenkim dapat dijumpai sebagai penyimpan cadangan makanan.

  22. Pembagian parenkim Fungsi Bentuk • Parenkim asimilasi • Parenkim penimbun • Parenkim air • Parenkim udara • Parenkim angkut • Parenkim palisade • Parenkim bunga karang • Aktinenkim • Parenkim lipatan

  23. Jaringan vaskuler • Merupakan jaringan tumbuhan yang bertugas melaksanakan fungsi transpor atau pengangkutan zat • Terdiri dari jaringan xilem dan floem. Biasanya xilem terdapat disebelah dalam floem

  24. Xilem • Berfungsimengangkut air danzat-zat mineral atauharadariakarkedaun. • Xilemmemiliki 3 unsur: • UnsurTrakeal • SeratXilem • ParenkimXilem

  25. Floem • Berfungsimengangkutdanmenyebarkanzat-zatmakanan yang merupakanhasilfotosintesisdaridaunkeseluruhtubuhtumbuhan. • Floemmemiliki 5 unsur: • Unsur-unsurKribral • SelPengantar • Sel Albumen • ParenkimFloem • Serat-seratFloem

  26. Tipe-tipe berkas pembuluh • Kolateral • Kolateral terbuka, jika antara xilem dan floem terdapat kambium, dijumpai pada Dicotyledonae dan Gymnospermae • Tipe kolateral tertutup, jika antara xilem dan floem tidak dijumpai kambium, terdapat pada Monoctyledonae. • Konsentris • Tipe konsentris amfikibral,apabila xilem berada di tengah dan floem mengelilingi xilem, dijumpai pada tumbuhan paku. • Tipe konsentris amfivasal,apabila floem di tengah dan xilem mengelilingi floem, dijumpai pada Cirdyline sp. dan rizoma Acorus calamus. • Radial xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran, dijumpai pada akar tumbuhan.

  27. Jaringan penyokong • Berdindingtebal, mengandung lignin, zat-zattersebutbersifatkeras. • Jaringanpenyokongterdiridarijaringankolenkimdanjaringansklerenkim.

  28. Jaringan kolenkim • Kolenkimadalahjaringan yang tersusundariselada -sel yang hidup, mempunyaikloroplasdanjuga yang tidak. • Berdasarkanpenebalanpadadindingselnya: • angular, • lakunar, • lamelar, • anular

  29. Jaringan sklerenkim • Terdiridarisel-sel yang telahmati, berdindingsel yang kerasdantebal. • Dindingsel yang elastisbersifat primer, sekunderbahkantertier. • Sklerenkimdibagimenjadidua: • serabut • sklereid

  30. Jaringan sekretori • Jaringan sekretoris dinamakan juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. • Penyusun jaringan sekretoris: • Sel kelenjar • Saluran kelenjar • Saluran getah

  31. Macam jaringan pada organ tumbuhan A. Akar 1) epidermis 2) korteks 3) endodermis 4) stele

  32. Batang Dikotil • Epidermis • Korteks • Endodermis • stele Monokotil Pada monokotil tidak terdapat kambium • Epidermis • Korteks • Stele

  33. Daun • Epidermis • Parenkim/Mesofil • Jaringan Pembuluh

  34. Hubungan sifat totipotensi jaringan pada teknologi kultur jaringan • Totipotensi adalah kemampuan beberapa sel yang dapat tumbuh membentuk suatu individu. • Sifat totipotensi jaringan pertama kali ditemukan oleh F.C. Steward (1958). Saat itu, ia melihat sifat totipotensi pada jaringan floem dari akar tanaman wortel.

  35. Tahapan dalam totipotensi sel-sel wortel sehingga terbentuk individu baru adalah sebagai berikut : Floem akar tanaman wortel → Dipotong kecil-kecil masing-masing 2 mg → Ditumbuhkan pada media bernutrien → Sel-sel membelah, terbentuk kalus (jaringan yang belum terdiferensiasi) → Kalus dipisahkan dalam media nutrisi → Kalus membelah diri membentuk embrio → Terbentuk tanaman baru.

  36. Terimakasih.. Semoga bermanfaat

More Related