Sosialisasi pedoman uji kompetensi sertifikasi dan registrasi serta pedoman kerja mtkp
Sponsored Links
This presentation is the property of its rightful owner.
1 / 41

Sosialisasi Pedoman Uji Kompetensi , Sertifikasi dan Registrasi serta Pedoman Kerja MTKP PowerPoint PPT Presentation


  • 486 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

Sosialisasi Pedoman Uji Kompetensi , Sertifikasi dan Registrasi serta Pedoman Kerja MTKP. Dr. Arum Atmawikarta , MPH Ketua Divisi Profesi MTKI. Disampaikan didalam Pertemuan Institusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan dan Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP)

Download Presentation

Sosialisasi Pedoman Uji Kompetensi , Sertifikasi dan Registrasi serta Pedoman Kerja MTKP

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


SosialisasiPedomanUjiKompetensi, SertifikasidanRegistrasisertaPedomanKerja MTKP

Dr. Arum Atmawikarta, MPH

KetuaDivisiProfesi MTKI

DisampaikandidalamPertemuan Institusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan

dan Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP)

Grand Royal Panghegar, Bandung 4 – 6 Oktober 2012


OUTLINE

  • Bab I : Pendahuluan

  • Bab II : UjiKompetensi

  • Bab III : Sertifikasi

  • Bab IV : Registrasi

  • Bab V : PedomanPemberian STR PadaMasaPeralihan

  • Bab VI : Penutup


Bab I: Pendahuluan

  • LatarBelakang

    • Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional

    • Dibutuhkan upaya peningkatan profesionalisme di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kesehatan

    • Perlu didukung komitmen yang tinggi oleh semua pihak terhadap profesionalisme dan etika tenaga kesehatan dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan.

    • Sebagaisuatunegara yang meratifikasikesepakatanWorld Trade Organization (WTO), Indonesia terikatuntukmelaksanakan proses globalisasidanberkewajibanmembukaperekonomiannasional

    • Salah satubagiandarikesepakataniniadalah proses globalisasi di bidangjasakesehatanmelalui proses ”Mutual Recognition Arrangement” (MRA)yaitu proses pengakuanterhadapkompetensiprofesikesehatan.


Bab I: Pendahuluan

  • Seorang tenaga kesehatan harus benar-benar teruji kompetensinya melalui uji kompetensi yang dilaksanakan oleh MTKI.

  • Tenaga kesehatan yang telah lulus dalam proses tersebut akan diberikan Sertifikat Kompetensi sebagai bukti pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki, dan menjadi landasan registrasi dan lisensi/perizinan untuk melakukan pekerjaan profesi.

  • Perpres No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mengatur tentang penjenjangan kualifikasi yaitu mulai jenjang kualifikasi 1 (jabatan operator) sampai dengan jenjang kualifikasi 9 (jabatan ahli).


Bab I: Pendahuluan

  • Tujuan

    Tujuan yang ingindicapaidariditerbitkannyapedomanujikompetensi, sertifikasidanregistrasitenagakesehatanadalah:

    • Digunakannyapedomaninidalampelaksanaankegiatanujikompetensitenagakesehatansesuaidenganketentuan yang berlaku.

    • Digunakannyapedomaninidalampelaksanaankegiatansertifikasitenagakesehatansesuaidenganketentuan yang berlaku.

    • Digunakannyapedomaninidalampelaksanaankegiatanregistrasitenagakesehatansesuaidenganketentuan yang berlaku.


Bab I: Pendahuluan

Sasaran

SemuatenagakesehatanselainDokter, Dokter Gigi danTenagaKefarmasian, meliputi 21 tenaga kesehatan:

Perawat

Bidan

Fisioterapis

Perawat Gigi

RefraksionisOptisien

TerapisWicara

Radiografer

OkupasiTerapis

AhliGizi

PerekamMedisdanInformasiKesehatan

Teknisi Gigi

Sanitarian

Elektromedis

AnalisKesehatan

PerawatAnestesi

AkupunkturTerapis

FisikawanMedis

OrtotisProstetis

TeknisiTranfusiDarah

Teknisi Kardiovaskuler

Ahli Kesehatan Masyarakat


Bab I: Pendahuluan

  • RuangLingkup

    Ruang lingkup pedoman ini meliputi :

    • Uji kompetensi, sertifikasi dan registrasi bagi peserta didik di perguruan tinggi bidang kesehatan dan/atau tenaga kesehatan lain yang diusulkan oleh perguruan tinggi bidang kesehatan, termasuk Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) lulusan luar negeri.

    • Sertifikasi, bagi tenaga kesehatan yang sudah pernah memiliki sertifikat kompetensi dalam rangka memperpanjang masa berlakunya sertifikat kompetensi.

    • Registrasi, bagi tenaga kesehatan yang sudah pernah memiliki surat tanda registrasi dalam rangka memperpanjang masa berlakuknya surat tanda registrasi.

    • Pemberian surat tanda registrasi pada masa peralihan bagi tenaga kesehatan lulusan sebelum tahun 2013.

    • Pembinaan, pengawasan, monitoring dan evaluasi uji kompetensi, sertifikasi dan registrasi tenaga kesehatan.


Bab I: Pendahuluan

  • LandasanHukum

  • Undang-UndangNomor 8 Tahun 1999 tentangPerlindunganKonsumen;

  • Undang-UndangNomor 20 Tahun 2003 tentangSistemPendidikanNasional;

  • Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah sebagaimanatelahdiubahterakhirdenganUndang-UndangNomor 12 Tahun 2008 tentangPerubahanKeduaAtasUndang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah;

  • Undang-UndangNomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan;

  • Undang-UndangNomor 44 Tahun 2009 tentangRumahSakit;

  • PeraturanPemerintahNomor 32 tahun 1996 tentangTenagaKesehatan;

  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

  • PeraturanPemerintahNomor 38 tahun 2007 tentangPembagianUrusanPemerintahanantaraPemerintah, PemerintahProvinsidanPemerintahKabupaten/Kota;

  • PeraturanPemerintahNomor 41 tahun 2007 tentang Tata LaksanaOrganisasi Daerah;

  • PeraturanPresidenNomor 8 Tahun 2012 tentangKerangkaKualifikasiNasional Indonesia (KKNI);

  • Peraturan Menteri Kesehatan No.317/MENKES/PER/III/2010 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga Negara Asing di Indonesia;

  • PeraturanMenteriKesehatanNomor 1796/Menkes/Per/VIII/2011 tentangRegistrasiTenagaKesehatan.


Bab I: Pendahuluan

  • Pengertian

    • Kompetensi

      Kemampuan yang dimiliki seseorang tenaga kesehatan berdasarkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional untuk dapat menjalankan praktik dan/atau pekerjaan keprofesiannya.

    • TenagaKesehatan

      Setiap orang yang mengabdikandiridalambidangkesehatansertamemilikipengetahuandan/atauketerampilan melaluipendidikan di bidangkesehatan yang untukjenistertentumemerlukankewenanganuntukmelakukanupayakesehatan, yang dalampedomaninidikecualikantenagamedis (dokter, doktergigi) dantenagakefarmasian.

    • Tenaga Kesehatan Warga Negara Asing(TK-WNA)

      Warga negara asing pemegang izin tinggal terbatas yang memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan dan bermaksud bekerja atau berpraktik di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Indonesia.

    • Sertifikasi

      Proses pemberiansertifikatkompetensikepadatenagakesehatan yang dilakukansecarasistematisdanobyektifmelaluiujikompetensiberdasarkanstandarkompetensitenagakesehatan.


Bab I: Pendahuluan

  • Registrasi

    Pencatatanresmiterhadaptenagakesehatan yang telahmemilikisertifikatkompetensidantelahmempunyaikualifikasitertentulainnyasertadiakuisecarahukumuntukmenjalankanpraktikdan/ataupekerjaanprofesinya.

  • UjiKompetensi

    Ujian yang dilaksanakan di akhirmasapendidikantenagakesehatan, sebelumpelaksanaansumpahprofesiuntukmenilaipencapaiankompetensiberdasarkanstandarkompetensidalamrangkamemperolehsertifikatkompetensi.

  • Exit-Exam

    Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh MTKI yang merupakan bentuk uji bagi peserta didik setelah evaluasi akhir program pendidikan.

  • Standard Setting

    Suatu proses untuk menetapkan nilai batas lulus peserta uji kompetensi menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan yang dilakukan oleh MTKI.

  • StandarProfesi

    Pedoman yang ditetapkanolehorganisasiprofesisebagaipetunjukdalammenjalankanprofesi.


Bab I: Pendahuluan

  • Standar Kompetensi

    Kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan yang meliputi afektif, kognitif dan psikomotor yang ditentukan oleh organisasi profesi.

  • SertifikatKompetensi

    Surattandapengakuanterhadapkompetensiseseorangtenagakesehatanuntukdapatmenjalankanpraktikdan/ataupekerjaanprofesinya di seluruh Indonesia setelah lulus ujikompetensi.

  • MajelisTenagaKesehatan Indonesia(MTKI)

    Lembaga yang berfungsiuntukmenjaminmututenagakesehatan yang memberikanpelayanankesehatan.

  • MajelisTenagaKesehatanProvinsi(MTKP)

    Lembaga yang membantupelaksanaantugas MTKI di Provinsi.

  • Perizinan

    Proses untukmendapatkanSuratIzinPraktek (SIP) atauSuratIzinKerja (SIK) bagitenagakesehatan yang telahmemilikisurat tanda registrasidanmemenuhipersyaratan lain sesuaiketentuan yang berlaku.

  • KerangkaKualifikasiNasionalIndonesia(KKNI)

    Kerangkapenjenjangankualifikasikompetensi yang dapatmembandingkan, menyetarakan, danmengintegrasikanantarabidangpendidikandanbidangpelatihankerjasertapengalamankerjadalamrangkapemberianpengakuankompetensikerjasesuaidenganstrukturpekerjaan di berbagaisektor.


Bab I: Pendahuluan

  • SuratTandaRegistrasi(STR)

    Buktitertulisyang diberikanolehpemerintahkepadatenagakesehatan yang telahmemilikisertifikatkompetensi.

  • PerguruanTinggiBidangKesehatan

    PTN/PTS, POLTEKKES, STIKES, AKADEMI atau lainnya yang menghasilkanlulusantenagakesehatan baik yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di bawah binaan Kementerian Kesehatan.

  • PesertaUji

    Pesertadidikpadaperguruantinggibidangkesehatanatautenagakesehatan lain yang diusulkanolehperguruantinggibidangkesehatanuntukmengikutiujikompetensi.

  • OrganisasiProfesi(OP)

    PPNI, IBI, IFI, PPGI, IROPIN, IKATWI, PARI, IOTI, PERSAGI, PORMIKI, PTGI, HAKLI, IKATEMI, PATELKI, IPAI, HAKTI, IKAFMI, IOPI, ITTDI, PATKI dan IAKMI.

  • TempatUjiKompetensi(TUK)

    Perguruantinggibidangkesehatan yang terakreditasi.

  • Remedial

    Kegiatan/Program peningkatankemampuankeilmuandanketerampilanlanjutanbagi seorangpesertadidik yang tidak lulus ujikompetensi (tidakkompeten), yang dilaksanakanolehinstitusipendidikan asal peserta didik, bekerjasamadengan MTKP.


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    1. Peserta

    • Pesertaujikompetensiadalahpesertadidik di perguruantinggibidangkesehatan yang mengikutievaluasiakhir program pendidikan. Jenjang pendidikan peserta uji kompetensi minimal Diploma 3 (D3), kecuali untuk Teknisi Transfusi Darah Diploma 1 (D1). Khusus untuk tenaga keperawatan lulusan Strata 1 (Sarjana Keperawatan) tidak dilakukan uji kompetensi.

    • Tenagakesehatanlulusansebelum tahun 2013 yang tidak menjalankan tugas profesinya serta tidak memiliki STR.

    • TK-WNA setelahmendapatrekomendasidari OP dantelah melakukan adaptasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    • TK-WNI lulusanperguruantinggiluarnegerisetelahmendapatrekomendasidari OP, dantelah melakukan adaptasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    2. PenyusunanJadwalUji

    • RancanganJadwalPelaksanaan (RJP).

      • Padasetiapawaltahunakademik (tahunajaran), MTKP bekerjasamadenganperguruantinggibidangkesehatanmenyusunRancanganJadwalPelaksanaan (RJP) ujikompetensidalamtigaperiodesetiaptahun, yaituperiode April, Agustus, November.

      • RJP sebagaimanadimaksudpadabutir 1) disusundenganmemperhatikanjumlahpesertaujidan/ataujenistenagakesehatan.

      • RJP sebagaimanadimaksudpadabutir 1) dilaporkansecaratertulisoleh MTKP kepada MTKI (Lampiran 1).

    • JadwalPelaksanaan

      • Dua(2) bulansebelumdilakukannyaujikompetensi, perguruantinggibidangkesehatanmenyampaikanpermohonankepada MTKI melaluiMTKP.

      • Jadwalpelaksanaandisusundanditetapkanoleh MTKI denganmemperhatikanjumlahpesertaujidan/ataujenistenagakesehatan.

      • Jadwalpelaksanaansebagaimanadimaksudpadabutir 2) diberitahukankepadaperguruantinggibidangkesehatan.

    • Ujikompetensidilakukanpadaharidan jam kerja, dimulaiserentakpadapukul 08.30 WIB/09.30 WITA/10.30 WIT.


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    3. ProsedurPendaftaran

    • Perguruantinggibidangkesehatanmenyampaikanpermohonandilakukannyaujikompetensibagipesertadidiknyakepada MTKI melalui MTKP (Lampiran 2).

    • TK-WNA dan WNI lulusanperguruantinggiluarnegeri, Tenagakesehatanlulusansebelumtahun 2013 yang tidakmenjalankantugasprofesinyasertatidakmemiliki STR yang akanmengikutiujikompetensiwajibmelaporke MTKP untukmengikuti program adaptasi di perguruantinggibidangkesehatan.

    • Permohonansebagaimanadimaksudpadabutir a, sekurang-kurangnyadisertaiinformasitentangperguruantinggibidangkesehatandandaftarcalonpesertasebagaiberikut :

      • Namadanalamatperguruantinggi;

      • NamaFakultas/Jurusan/Program Studi/Peminatan;

      • IjinPendirian (Perpanjangan) PerguruanTinggi;

      • SK AkreditasiPerguruanTinggi;

      • Tempatdantanggaldilakukannyaujikompetensi;

      • Identitascalonpeserta, meliputi :

      • Tahunmasukperguruantinggibagipesertauji

      • Ujikompetensi yang ke-berapa

    • Pas fotocalonpesertaukuran 4 x 6, sebanyak 2 (dua) lembardenganlatarbelakangwarnamerahuntukmembuattandapengenalpesertauji (1 untukcadangan).


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    4. PengelolaanSoalUji

    • Setelahmenerimapermohonanujikompetensisebagaimanadimaksuddalambutir 3, maka MTKI menyiapkanpaketmateriujikompetensi, termasuksoalujikompetensi.

    • SoalujiditetapkanolehKetua MTKI danbekerjasamadenganlembagapengembanganujikompetensi LPUK DitjenDikti, KementerianPendidikandanKebudayaan.

    • Persiapanpaketmateriujikompetensimeliputipemilihansoalujidari Bank Soal, print out master soaluji (bukusoal), danlembarjawaban; menyiapkankuncijawabandalambungkusdandisegel; danpersiapanberkaslainnya.

    • AnggotaMTKI ataupetugas lain yang ditunjukmenyerahkanpaketmateriujikompetensisebagaimanadimaksudpadabutir c di ataskepadaMTKP


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    4. PengelolaanSoalUji

    • Bagiprovinsi yang memilikijumlahpesertaujilebihdari 250 orang, soaldigandakan di provinsitempatpenyelenggaraanuji.

    • Soalujidanlembarjawabanhasilpenggandaandimasukkankedalambungkusan I danbungkusan II dandisegelkembalidanhanyadibukadihadapanpesertaujidenganberitaacara yang disiapkanoleh MTKI (Lampiran 7).

    • Setelahselesaiujian, soaluji yang sudahdigunakan (termasukcadangan 10%) dibungkus, disegeldandibuatkanberitaacaranya (Lampiran 8), selanjutnyauntukdimusnahkandenganberitaacarapemusnahan (Lampiran 10).

    • Lembarjawabandibungkusdandisegeluntukdikoreksi di MTKI dengandibuatkanberitaacara (Lampiran 11).

    • Daftarhadirdibuat 2 (dua) rangkap, untuk MTKI dan MTKP.


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    5. TempatUjiKompetensi

    • Tempat ujikompetensi (TUK) adalah di perguruantinggibidangkesehatan yang terakreditasi.

    • PT terakreditasi yang dapatditetapkansebagai TUK setidaknyamemenuhipersyaratan

    • Bagiperguruantinggibidangkesehatan yang belumterakreditasidapatmengikutsertakanpesertadidiknyakeperguruantinggi yang terakreditasiuntukmengikutiujikompetensi.


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    6. Pengawas

    • Setelahmenerimapermohonanujikompetensidariperguruantinggibidangkesehatan MTKI/MTKP menyiapkanpengawas, sebagaikomponenPelaksanaUjian (Lampiran 12).

    • Persyaratanpengawasharusserendah-rendahnyamemilikijenjangpendidikanbidangkesehatansamadenganjenjangpendidikanpesertauji, mampumelaksanakantugasdenganbaikdansudahmengikutiarahan/briefing tentangujikompetensitenagakesehatan.

    • Pengawasdapatberasaldari MTKP, MTKI, OP Daerah/Pusatdanperguruantinggibidangkesehatan.

    • Pengawasyang berasaldari MTKP, OP Daerah danperguruantinggibidangkesehatanditetapkanolehKetua MTKP. Sedangkanpengawasdari MTKI/OP PusatditetapkanolehKetua MTKI.


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    6. Pengawas

    • Pengawas, sebelummenjalankantugasharusmenandatanganisuratpernyataan/janjipengawas. Suratpernyataan/janjipengawasdisiapkanolehMTKP

    • Rasiojumlahpengawasdanpesertaujiadalah 1 pengawasberbanding 20 – 25 pesertauji, denganketentuandalamsaturuanguji minimal terdapat 2 orang pengawas.

    • Dalammenempatkanpengawas, MTKI/MTKP harusmenghindariseorangpengawasmelakukantugaspengawasanterhadapprofesi/perguruantinggi yang bersangkutan.

    • Dalamsuatupelaksanaanujikompetensi MTKI/MTKP dapatmenunjukseorangpengawasmenjadikoordinatorpengawas.

    • PenandatanganSuratPernyataan/JanjiPengawasUjiKompetensi (Lampiran 13).


Bab II: UjiKompetensi

  • PersiapanUjiKompetensi

    7. PersiapanAdministratifdanTeknis

    Sebelumujikompetensidilaksanakan, MTKI/MTKP melakukanpersiapanadministratif, teknisdan persiapan lapangan serta melakukan rapat persiapan pelaksanaan (technical meeting, TM) dengan pengawas/panitia dan pihak lain terkait.


Bab II: UjiKompetensi

B. PelaksanaanUjiKompetensi

1. PelaksanaanUji

  • Ujikompetensidilakukansetelahselesaipelaksanaanevaluasiakhir program, dansebelumyudisium di perguruantinggibidangkesehatan.

  • Lamanyawaktuujiadalah 150 – 180 menituntuk 150 – 180 soaldalambentuk MCQ best-answer.

  • Pesertaujiharussudahberadadalamruanguji paling lambat 15 (lima belas) menitsebelumujiandimulai, denganmenunjukkantandapengenalpesertauji yang sah.

    2. RapatKoreksi

  • MTKI, setelahmenerimabungkusanlembarjawabandandaftarhadirpesertaharussegeramenyelenggarakanrapatkoreksi.

  • Rapatkoreksisebagaimanadimaksudpadabutir a, dihadiriolehsekurang-kurangnya (50%+1) orang jumlahanggota MTKI denganketentuansalahseorangdiantarapesertarapatharusberasaldariprofesi yang dinilai.

  • Rapatkoreksidiselenggarakandalamruangtertutup, dantidakbolehdihadiriolehsiapapunkecualiolehparapihaksepertitersebut


Bab II: UjiKompetensi

B. PelaksanaanUjiKompetensi

3. RapatStandard Setting

  • StandarSetting ditentukanoleh MTKI

  • Dalammenentukan standard setting MTKI bekerjasamadengan panel expert di tingkatpusat yang terdiridarikomponen MTKI, OP dan expert dariperguruantinggiberjumlahantara 5 – 7 orang.

  • Hasilrapat standard setting digunakansebagaidasarrapatpenentuankelulusan. Hasilrapat standard setting dibuatberitaacaranya (Lampiran 19).

    4. RapatPenentuanKelulusan

  • Rapatpenentuankelulusandilaksanakanoleh MTKI.

  • Rapatpenentuankelulusanadalahrapatuntukmenetapkanpesertauji lulus atautidak lulus berdasarkanstandarseting yang ditetapkansebelumnyaoleh MTKI.

  • Hasilpenentuankelulusandituangkandalamdaftarpeserta lulus/tidak lulus ujikompetensidandibuatberitaacaranya (Lampiran 20).


Bab II: UjiKompetensi

C. PenerbitanSertifikatKompetensidan STR

1. PenerbitanSertifikatKompetensi

  • Untuk proses penerbitan sertifikat kompetensi/STR, perguruan tinggi bidang kesehatan segera mengajukan permohonan kepada MTKI melalui MTKP dengan melampirkan fotokopi ijazah yang dilegalisir dan 4 (empat) lembar pas foto ukuran 4 x 6 dengan latar belakang warna merah.

    2. PenerbitanSTR

  • Berdasarkanpermohonan, maka MTKI menyiapkan STR.

  • Setelahlaporantersebutdiverifikasi, anggota MTKI perwakilan OP ataupetugas yang ditunjukmelakukan entry data kedalamsistempenomoran STR yang ditetapkanMTKI


Bab II: UjiKompetensi

D. BiayaUjiKompetensi

  • Biaya uji kompetensi sudah termasuk biaya sertifikasi dan registrasi bagi peserta didik pada perguruan tinggi bidang kesehatan dan/atau peserta lain yang diusulkan oleh perguruan tinggi bidang kesehatan.

  • Komponen biaya uji kompetensi terdiri dari atas biaya langsung (tetap, fix cost) dan biaya tidak langsung (tidak tetap, variable cost),


E. BaganAlurUjiKompetensiBagiPesertaDidikPerguruanTinggiBidangKesehatan


Bab III: Sertifikasi

DenganberpedomanPermenkesNomor 1796/2011, sertifikasitenagakesehatandikategorikansebagai:

  • sertifikasibagipesertadidikpadaperguruantinggibidangkesehatan

  • tenagakesehatanlainnya yang diusulkanoleh perguruantinggibidangkesehatan

  • sertifikasibagitenagakesehatan yang telah/pernahmemilikisertifikatkompetensidalamrangkamemperpanjangmasaberlakunyasertifikatkompetensi.


Bab III: Sertifikasi

A. JenisTenagaKesehatan Yang DilakukanSertifikasi

  • Semuatenagakesehatan (kecualidokter, doktergigidantenagakefarmasian) yang sertifikatkompetensinyatelah/akanberakhirwajibmengikutisertifikasiuntukmemperolehsertifikatkompetensisebagaidasaruntukmemperoleh STR.

  • Tenagakesehatandapat“memperpanjang” sertifikatkompetensidenganujikompetensiporto folio melaluipartisipasikegiatanpendidikandan/ataupelatihansertakegiatanilmiahlainnyasesuaipersyaratanperolehanSatuanKreditProfesi (SKP) yang ditetapkanoleh OP yang bersangkutan. Perolehan SKP harusmencapai minimal 25 (duapuluh lima) SKP selama 5 (lima) tahun.


Bab III: Sertifikasi

B. PersyaratanPermohonanPerpanjanganSertifikasiKompetensi

  • Suratpermohonanperpanjangan sertifikat kompetensi dilakukan secarakolektifoleh OP ditujukan kepada MTKP,

  • Fotokopi sertifikatkompetensi yang sudah/akanhabismasaberlakunya sebanyak 1 (satu) lembar;

  • SKP minimal 25 SKP, dilengkapidenganfotokopibuktipendukung (fotokopisertifikat atau sejenisnya, SK, dll);

  • Suratrekomendasidari OP tingkatPusat/Daerah;

  • Pas fotoukuran 4 x 6, sebanyak2 (dua)lembar dengan latar belakang warna merah.


Bab III: Sertifikasi

C. BagianAlurProsedurSertifikasi


Bab IV: Registrasi

Dengan berpedoman Permenkes Nomor 1796/2011, registrasi tenaga kesehatan dikategorikan sebagai:

  • registrasi bagi peserta didik pada perguruan tinggi bidang kesehatan

  • tenaga kesehatan lainnya yang diusulkan oleh perguruan tinggi bidang kesehatan

  • registrasi bagi tenaga kesehatan yang telah/pernah memiliki STR dalam rangka memperpanjang masa berlakunya STR.


Bab IV: Registrasi

A. TenagaKesehatan Yang Diregistrasi

  • Semuatenagakesehatan (kecualidokter, doktergigidantenagakefarmasian) yang STR-nyatelah/akanberakhirwajibmengikutiregistrasiuntukmemperoleh STR sebagaidasaruntukmemperolehizinpraktik/kerja.

  • Tenagakesehatan yang STR-nyatelahhabismasaberlakunyadapatmengajukanperpanjangan STR yang merupakansaturangkaian proses permohonanperpanjangan/pembaharuansertifikatkompetensi. Setiappermohonanperpanjangansertifikatkompetensiditindaklanjutidenganperpanjangan STR, kecualidiminta lain.


Bab IV: Registrasi

B. Persyaratan

Persyaratanberkaspermohonanperpanjangan STR meliputi :

  • Suratpermohonanperpanjangan STR dilakukansecarakolektifoleh MTKP ditujukankepada MTKI

  • Softcopy data permohonan STR dengan format sebagaimanadisebutkandalam BAB II.C.1.d/k.

  • Pas fotoukuran 4 x 6, sebanyak 2 (dua) lembardenganlatarbelakangwarnamerah.


Bab IV: Registrasi

  • C. Bagan Alur ProsedurRegistrasi


Bab IV: Registrasi

D. BIAYA SERTIFIKASI DAN REGISTRASI ULANG

Biaya sertifikasi dan registrasi bagi tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan/atau STR (sertifikasi-registrasi ulang) adalah meliputi biaya bahan dan pengiriman dokumen. Besarnya biaya tersebut ditetapkan sebesar 65% dari biaya uji kompetensi


Bab V: PedomanPemberian STR PadaMasaPeralihan

Ketentuanperalihan Bab VI Pasal 34 Permenkes Nomor 1796/2011 menyebutkanbahwa:

  • Ayat (1): Tenagakesehatan yang telahmemilikisuratizin/STR dan/atausuratizinkerja/suratizinpraktikberdasarkanperaturanperundangan yang adadinyatakantelahmemiliki STR sampaidenganmasaberlakunyaberakhir;

  • Ayat (2): Tenagakesehatan yang memilikisuratizin/STR dan/atausuratizinkerja/suratizinpraktik yang masaberlakunyaberakhir paling lama 5 (lima) tahunsetelahberlakunyaperaturanini, kepadanyadapatdiberikanperpanjangan STR.

  • Ayat (3): Tenagakesehatan yang padasaatberlakunyaperaturaninibelumdiaturketentuanmengenai STR dan/atausuratizinkerja/suratizinpraktik, kepadanyadiberikan STR berdasarkanPeraturanMenteriini.

  • Ayat (4): TenagaKesehatan yang belummemilikiizin/STR dan/atausuratizinkerja/suratizinpraktik yang telah lulus ujian program pendidikansebelumtahun 2012, kepadanyadiberikan STR berdasarkanPeraturanMenteriini.


Bab V: PedomanPemberian STR PadaMasaPeralihan

A. SemuaTenagaKesehatanBerhakMenerimaSTR

  • Pemberian STR berlakubagisemuatenagakesehatan yang lulus pendidikantenagakesehatansebelumtahun 2013 baik yang telah memiliki surat izin/STR dan/atau surat izin praktik/kerja maupun yang belum.

  • Pemberian STR dilaksanakanmulaisaatmasaberlakunyaPermenkesNomor 1796/2011, dan paling lama adalah5 (lima) tahunsetelahberlakunya Permenkestersebut.

  • Bagi tenaga kesehatan yang sampai dengan berakhirnya masa pemutihan belum memiliki STR berdasarkan Permenkes Nomor 1796/2011 harus mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat kompetensi, sebagai persyaratan untuk memperoleh STR.

  • Tenaga kesehatan mengikuti uji kompetensi sesuai aturan BAB II.


Bab V: PedomanPemberian STR PadaMasaPeralihan

B. SkalaPrioritas

  • Menjadiprioritaspenyelesaian STR adalahbagitenagakesehatan yang akanmemasukiduniakerja/praktik, terlebihlagibeberapasaranapelayanankesehatanmensyaratkan STR untukmelamarpekerjaan.

  • Termasukprioritasadalahtenagakesehatan yang sudahhabismasaberlakunyasurat izin/STR dan/atauizinpraktik/kerja.

    C. Persyaratan

  • Permohonandilakukan secara kolektif oleh OP, institusi pendidikan dan/atau fasilitas pelayanan kesehatan ditujukan kepada Ketua MTKI melalui MTKP;

  • Fotokopiijazah yang dilegalisir (dualembar), dan

  • Pas fotoukuran 4 x 6 denganlatarbelakangwarnamerah, sebanyak 2 (dua)lembar.


Bab V: PedomanPemberian STR PadaMasaPeralihan

D. DoubelKompetensi

  • Berpedomankepada sistem registrasitenagakesehatansebagaimanadiaturdalamPermenkesNomor 1796/2011, seseorangdapatmemenuhisyaratuntukmemilikisatu STR dengan dua kompetensi, yang dibuktikan dengan ijazah yang sah (contoh: untuk profesi fisikawan medis dan radiografer, perawat dengan bidan, perawat dengan perawat anestesi).

  • MTKI menetapkan kebijakan dapatmemberikan 1 (satu) STR denganmencantumkan 2 (dua) kompetensi, yaitu untuk profesi fisikawan medis dan radiografer, perawat dengan bidan, perawat dengan perawat anestesi.

  • Kebijakansatu STR denganduakompetensihanyadiberikanselamamasatransisiyaituselama 5 tahun sejak ditetapkannya Permenkes Nomor 1796/2011 untuk pertama kali, dansetelah batas waktu tersebutsatu orang tenagakesehatanmemiliki satu STR dengansatukompetensi.

  • Bagi tenaga kesehatan yang memiliki 1 (satu) STR dengan dua kompetensi pada saat perpanjangan STR diwajibkan memilih salah satu profesi dengan mengumpulkan minimal 25 SKP sesuai dengan profesi yang dipilih.


Bab V: PedomanPemberian STR PadaMasaPeralihan

E. BaganAlurProsedurRegistrasiPadaMasaPeralihan


Bab VI: Penutup

  • PedomanPelaksanaanUji Kompetensi, Sertifikasi dan RegistrasiTenagaKesehatan di Indonesia inidisusunsebagaidasarpelaksanaanPeraturanMenteriKesehatanNomor 1796/Menkes/Per/VIII/2011 tentangRegistrasiTenagaKesehatan, sehinggaharusdigunakansebagaiacuandalammelaksanakanseluruhrangkaian proses Sertifikasi dan Registrasi TenagaKesehatan (diluarDokter, Dokter Gigi danTenagaKefarmasian) di seluruh Indonesia.

  • DiharapkandenganpelaksanaanSertifikasi dan Registrasi TenagaKesehatan di Indonesia dapatberhasilmeningkatkankualitasmutuTenagaKesehatandanPelayananKesehatan di seluruh Indonesia.


  • Login