Polisiklik
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 40

POLISIKLIK PowerPoint PPT Presentation


  • 253 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

POLISIKLIK. SENYAWA POLISIKLIK, AROMATIK POLI SIKLIK/ POLI NUKLIR/POLI INTI ( POLI NUCLEAR ) ; CINCIN TERPADU ( FUSED RING ) ; CINCIN MAMPAT ( CONDENSED RING ). NAFTALENA. ANTRASENA. FENANTRENA. . . . . . . . .  -NAFTOL.  -NAFTOL. JUMLAH ELEKTRON PI (4n+2)

Download Presentation

POLISIKLIK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Polisiklik

POLISIKLIK


Polisiklik

SENYAWA POLISIKLIK, AROMATIK POLI SIKLIK/ POLI NUKLIR/POLI INTI (POLI NUCLEAR) ; CINCIN TERPADU (FUSED RING) ; CINCIN MAMPAT (CONDENSED RING)

NAFTALENA

ANTRASENA

FENANTRENA


Polisiklik

-NAFTOL

-NAFTOL


Polisiklik

JUMLAH ELEKTRON PI (4n+2)

ENERGI RESONANSI (KKAL/MOL)

10 (n=2)

61

6 (n=1)

36

14 (n=3)

84

14 (n=3)

92


Polisiklik

TIGA PERSYARATAN SUATU CINCIN MONOSIKLIK BERSIFAT AROMATIK

1. TIAP ATOM DALAM CINCIN HARUS BERADA DALAM KEADAAN

HIBRIDA SP2 (ATAU SP)

2. SISTEM CINCIN HARUS DATAR (PLANAR)

3. HARUS TERDAPAT (4N + 2) ELEKTRO PI DALAM SISTEM CINCIN

(ATURAN HUCKEL)

NAFTALENA

KORONENA

PENTASENA


Polisiklik

SENYAWA POLISIKLIK LEBIH REAKTIF TERHADAP OKSIDASI, REDUKSI DAN SUBSTITUSI ELEKTROFILIK KETIMBANG BENZENA

OKSIDASI

V2O3

Udara, kalor

Asam-O-ftalat

-H2O

Anhidrida asam ftalat


Polisiklik

CrO3

H2SO4

kalor

1,4-naftokuinon

CrO3

H2SO4

kalor

9,10-antrakuinon


Polisiklik

CrO3

H2SO4

kalor

9,10-fenantrakuinon


Polisiklik

REDUKSI

Na-EtOH

TIDAK ADA REAKSI

kalor

Na-EtOH

kalor

TETRALINA

Na-EtOH

kalor

9,10-DIHIDROANTRASENA


Polisiklik

SUBSTITUSI ELEKTROFILIK

1-bromonaftalen

Br2

HNO3, H2SO4

1-nitronaftalen

H2SO4 pekat

Asam-1-naftalen

sulfonat

80° C

Asetilklorida, AlCl3

1-asetilnaftalen

Mekanisme substitusi seperti benzena


Polisiklik

HETEROSIKLIK


Polisiklik

SENYAWA HETEROSIKLIK LEBIH MENARIK DARIPADA POLISIKLIK

KARENA HETEROSIKLIK MEMPUNYAI ATOM HETERO

CINCIN LIMA

PIROLA

FURAN

TIOFENA

TIAZOLA


Polisiklik

OXAZOL

PIRAZOL

IMODAZOL

CINCIN ENAM

KUINOLINA

PIRIDINA

ISOKUINOLINA

PIRIMIDINA


Polisiklik

INDOLA

KARBAZOL

PURINA

ASAM NUKLEAT

SITOSIN

TIMINA

ADENINA

GUANINA


Polisiklik

PENNICILLIN-G

NIKOTIN

THIAMIN

VITAMIN-B1


Polisiklik

RESERPIN

tranquilizer


Polisiklik

HETEROSIKLIK AROMATIK CINCIN ENAM

PIRAN

AROMATIK

NON AROMATIK

PIRIDINA

BENZENA

  • TIDAK SIMETRIS – NITROGEN ; POLAR

  • NITROGEN – ELEKTRONEGATIF -

  • CINCIN PIRIDINA, KEKURANGAN ELEK

  • TRON – REAKTIVITAS LEBIH RENDAH

  • ASILASI NEGATIF

  • KOPLING DIAZONIUM NEGATIF

  • - BROMINASI TEMPERATUR TINGGI

  • SIMETRIS – NON POLAR

  • REAKTIVITAS TINGGI

  • ASILASI

  • KOPLING DIAZONIUM

  • - BROMINASI MUDAH


Polisiklik

Lebih kekurangan

elektron

Kekurangan

elektron

PIRIDINA

Br2

+

300° C

PIRIDINA

3-bromopiridina

3,5 dibromopiridin

26%

37%


Polisiklik

HCl

Piridinium klorida

DAPAT DISUMBANGKAN KE ION HIDROGEN, SEPERTI AMINA, PRIDINA

BERSIFAT BASA (pKb = 8,75 – ORBITAL SP2 ; AMINA ALIFATIK = 4

ORBITAL SP3)

KMnO4

kalor

ASAM BENZOAT

TOLUENA

KMnO4

kalor

3-METILPIRIDINA

ASAM-3-PIRIDINAKARBOKSILAT


Polisiklik

SUBSITUSI NUKLEOFILIK

kalor

2-aminopiridina

2-bromopiridina

kalor

4-kloropiridina

4-aminopiridina

Substitusi berlangsung paling gampang di posisi 2, diikuti posisi 4,

tidak 3


Polisiklik

100° C

+ -NH2

Tidak terjadi reaksi

benzena

100° C

+ -NH2

+ OH-

-H2

piridina

2-aminopiridina (70%)

+ LiH

+

1-fenilpiridina


Polisiklik

KUINOLIN DAN ISOKUINOLIN

HNO3

+

H2SO4

kuinolin

pKb = 9,1

5-nitrokuinolin

8-nitrokuinolin

(52%)

(48%)

HNO3

H2SO4

5-nitroisokuinolin

8-nitroisokuinolin

isokuinolin

pKb = 8,6


Polisiklik

HETEROSIKLIK AROMATIK CINCIN LIMA

..

..

 = 1,81 D

 = 2,26 D

PIROL TIDAK BERSIFAT BASA

(pKb = 14)

PIRIDIN BERSIFAT BASA

pKb = 8,75

CINCIN PIROL MEMPUNYAI 6 ELEKTRON

(DUA DIANTARANYA DARI PASANGAN

ELEKTRON ATOM NITROGEN DENGAN

(HANYA) 5 ATOM ; TIAP ATOM RELATIF

LEBIH “KAYA” ELEKTRON DIBANDING

PIRIDIN

NITROGEN – UJUNG POSITIF MOLEKUL

PASANGAN ELEKTRON

DARI ATOM NITROGEN

DISUMBANGKAN KE ION

HIDROGEN


Polisiklik

SUBSTITUSI ELEKTROFILIK

KARBON CINCIN “KAYA” ELEKTRON (BAGIAN NEGATIF) MOLEKUL PIROL

“TERAKTIFKAN” TERHADAP SERANGAN ELEKTROFILIK, “TERDEAKTIFKAN

TERHADAP SERANGAN NUKLEOFILIK

SO2

piridina

Asam 2-pirolasulfonat (90%)

HNO3

pirola

(CH3CO)2O

2-nitropirola (80%)


Polisiklik

URUTAN KEREAKTIFAN TERHADAP SUBSTITUSI ELEKTROFILIK

<

<

piridina

benzena

pirola

URUTAN KEREAKTIFAN TERHADAP SUBSTITUSI NUKLEOFILIK

<


Polisiklik

CINCIN FORFIRIN

HEME


Polisiklik

SITOKROM E


Polisiklik

KLOROFIL A


Asam nukleat nucleic acid

ASAM NUKLEAT(NUCLEIC ACID)


Polisiklik

Pengemban KODE GENETIK dalam sistem kehidupan

Dengan informasi yang ada pada asam nukleat suatu organisme mampu

membiosintesis tipe protein yang berlainan dan mereproduksi lebih

Banyak organisme dari macamnya sendiri

Dua tipe asam nukleat :

DNA (Asam Deoksiribo Nukleat ; ADN)

RNA (Asam Ribo Nukleat ; ARN)

DNA dijumpai dalam inti sel, pengemban kode genetik, dapat merepro

duksi, atau mereplikasi, dirinya dengan tujuan membentuk sel baru

untuk mereproduksi organisme itu


Polisiklik

DNA suatu sel mengarahkan sintesis molekul RNA

Suatu tipe RNA, RNA Pesuruh (mRNA, messenger RNA) meninggalkan sel

dan mengarahkan biosintesis berbagai tipe protein dalam organisme

sesuai dengan kode DNA-nya.

DNA adalah suatu polimer

Rekombinasi DNA merupakan suatu proses alamiah dengan mana unsur

Unsur material genetik (pecahan polimer DNA) dipersatukan ke dalam

Suatu molekul DNA yang lain. DNA produknya disebut sebagai

DNA REKOBINAN (RECOMBINANT DNA)

SEKARANG SUDAH DAPAT DILAKUKAN REKOMBINASI GENETIK SECARA

BUATAN – GENETIC ENGINEERING


Polisiklik

PADA TAHUN 1978, DILAPORKAN GEN-GEN YANG MENGARAHKAN

SINTESIS INSULIN MANUSIA, TELAH DIURAI DAN DIKOMBINASIKAN

DENGAN DNA BAKTERI Escherichia coli.

E coli yang telah berubah ini berkembangbiak dan menjadi “pabrik

Insulin” yang memproduksi insulin manusia disamping memproduksi

Protein-proteinnya sendiri

Produksi senyawa antivirus oleh bakteri, INTERFERON manusia

hasil rekayasa genetik (1980), sebelumnya hanya diperoleh dalam

Jumlah yang sangat sedikit


Polisiklik

STRUKTUR DNA

Penyusun DNA adalah rantai panjang molekul deoksiribosa gula yang diikat

Menjadi satu oleh gugus fosfat. Tiap molekul gula dihubungkan ke suatu

Sistem heterosiklik yang disebut BASA

Ada empat basa utama yang terdapat dalam DNA

pirimida

purina

guanina

timina

adenina

sitosina


Polisiklik

DNA terikat pada posisi 1 (dari) pirimidina dan posisi 9 (dari) purina

Hidrolisis DNA

basa

DNA

basa

gula

fosfat

+

fosfat

gula

nukleotida

gula

+

basa


Polisiklik

deoksadenosina

deoksiguanosina

Timidina (deoksitimidina)

deoksisitidina


Polisiklik

nukleotida


Polisiklik

adenina

timina

sitosina

guanidina


Polisiklik

guanidina

timina


Polisiklik

STTUKTUR RNA

OH

OH

GUANOSINA

ADENOSINA


  • Login