PENGAWETAN DAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN
Download

PENGAWETAN DAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

Advertisement
Download Presentation
Comments
garren
From:
|  
(372) |   (0) |   (0)
Views: 132 | Added: 29-01-2013
Rate Presentation: 0 0
Description:
PENDAHULUAN. Bahan pangan berkualitas baik yg diproduksi tidak dapat bertahan dlm kondisi baik utk waktu lama terutama bahan pangan dg kadar air atau protein yg tinggiKerusakan/ pembusukan makanan akibat :Pertumbuhan mikrobaAktivitas enzim pd makananReaksi kimia/ fisikaDg menggunakan teknologi
PENGAWETAN DAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




1. PENGAWETAN DAN BAHAN TAMBAHAN MAKANAN Modul 14

2. PENDAHULUAN Bahan pangan berkualitas baik yg diproduksi tidak dapat bertahan dlm kondisi baik utk waktu lama terutama bahan pangan dg kadar air atau protein yg tinggi Kerusakan/ pembusukan makanan akibat : Pertumbuhan mikroba Aktivitas enzim pd makanan Reaksi kimia/ fisika Dg menggunakan teknologi pengawetan makanan dpt memperpanjang usia makanan tsb

3. TUJUAN Peserta memahami dasar-dasar pengawetan makanan Peserta memahami dan mampu mengenali macam2 BTM dan kegunaannya Peserta memahami, mengenali, dan mencegah penggunaan bahan tambahan bukan BTM

4. RUANNG LINGKUP DASAR-DASAR PENGAWETAN MAKANAN PERSYARATAN PENGGUNAAN BTM PENGGOLONGAN BTM PENGATURAN BTM BAHAN TAMABAHAN YG DILARANG PERSYARATAN PEMAKAIAN BERBAGAI JENIS/ ZAT PENGAWET DAN PEWARNA

5. PENGAWETAN MAKANAN Pengeringan Cara pengawetan paling tua, paling luas digunakan Cara : Alami :sinar matahari, Panas buatan (api, kamar dg udara panas), menghasilkan bahan yg dehidrasi Cara pengeringan buatan menghasilkan kualitas yg lebih baik, ttp lebih mahal

6. Pengalengan Prosedur pengalengan : Menerima produk mentah Menyiapkan produk (mencuci, sortasi, mengupas, memotong, mengiris, dsb) Mengisi bahan makanan ke dlm kemasan Mengeluarkan udara dari kemasan Menutup kemasan Proses pemanasan Mendinginkan kemasan Menyimpan makanan kaleng Proses pemanasan dpt membunuh mikroba ttp mengubah warna, cita rasa, tekstur, dan nilai gizi makanan Proses pengalengan dan pencucian bahan yg kurang sempurna memungkinkan tumbuh dan berkembangnya bakteri anaerob (C botulinum) yg sangat berbahaya (kaleng gembung/ penyok)

7. Radiasi Adalah radiasi pengion yg terukur dg tepat shg makanan terhindar dr kerusakan dan/ pencemaran oleh serangga dan organisme lain Tujuan : agar makanan dpt disimpan lebih lama dlm keadaan yg lebih baik Keuntungan : Membasmi serangga/ parasit Memperpanjang masa simpan Memperlambat pematangan/ penuaan Memberantas penyakit bawaan makanan Mencegah mikroba dlm makanan yg sdh diolah

8. Efek terhadap makanan Cenderung melunakkan makanan terutama buah2 an Menimbulkan aroma yg tdk diinginkan (susu) Radiasi pengion inggi menyebabkan makanan bersifat radioaktif Merusak vitamin2 A, B, B1, E, K Memusnahkan beberapa bakteri kecuali spora

9. BAHAN TAMBAHAN MAKANAN Adalah bahan yg biasanya tidak digunakan sbg makanan dan bukan ingredien khas makanan, dg/ tanpa nilai gizi, dg sengaja ditambahkan ke dlm makanan pd pembuatan, pengolahan, penyimpanan/pengangkutan makanan dg maksud utk menghasilkan/ diharapkan menghasilkan suatu komponen makanan/ mempengaruhi sifat khas makanan Digunakan secara luas, ttp masih banyak produsen yg menggunakan bhn tambahan beracun/ berbahaya bukan utk makanan (tidak tahu???)

10. Penyimpangan/ pelangaran penggunaan BTM oleh produsen : Menggunakan bahan tambahan yg dilarang utk makanan Menggunakan BTM melebihi batas yg diijinkan Persyaratan BTM Telah diuji dan dievaluasi secara toksikologi Tdk membahayakan kesehatan konsumen pd kadar yg diperlukan dlm penggunaannya Hrs dipantau terus menerus dan dievaluasi kembali jika perlu, sesuai perkembangan teknologi dan hasil evaluasi toksikologi Hrs memenuhi persyaratan spesifikasi dan kemurnian yg tlh ditetapkan Hrs dibatasi penggunaannya

11. Penggunaan BTM hanya dibenarkan utk tujuan : Mempertahankan nilai gizi makanan Konsumsi segolongan orang tertentu yg memerlukan diit Mempertahankan mutu/kestabilan makanan/ memperbaiki sifat organoleptiknya hingga tdk menyimpang dari sifat alamiahnya Keperluan pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan, pewadahan, pembungkusan, pemindahan, pengangkutan makanan Tidak diperbolehkan utk : Menyembunyikan cara pembuatan/ pengolahan yg tidak baik Mengelabuhi konsumen (memberi kesan baik padahal dibuat dr bahan yg kurang baik mutunya) Menurunkan nilai gizi makanan

12. PENGGOLONGAN BTM Berdasarkan fungsinya : Antioksidan Melindungi,mencegah, menghambat proses oksidasi shg mencegah ketengikan Biasanya digunakan pd minyak, lemak, dan makanan yg mengandung minyak/lemak (produk ikan dan daging) Contoh : As askorbat dan as eritorbat utk produk daging, ikan, buah2 an Butilhidroksianisol (BHA) atau butilhidroksitoluen (BHT) pada lemak, minyak, margarine Antikempal Dpt mencegah mengempalnya makanan yg berupa serbuk Digunakan pd garam meja, merica bubuk, bumbu lain Contoh : Kalsium aluminium silikat, kalsium silikat, mg karbonat, silikon dioksida pd garam meja, merica, rempah lain Garam stearat dan trikalsium fosfat pd gula, kaldu, susu bubuk

13. Pengatur keasaman Mengasamkan, menetralkan dan mempertahankan derajat keasaman makanan Tujuan : memperbaiki dan mempertahankan keasaman makanan shg mempunyai rasa yg diinginkan/lebih stabil Contoh : As laktat, as sitrat, as malat : pengasam pd jelly dan marmelade Na bicarbonat, na karbonat, na hidroksida : penetral pd mentega dan coklat Pemanis buatan Menyebabkan rasa manis pd makanan, yg hampir tidak/tidak mempunyai nilai gizi Digunakan pd makanan diet Contoh : Sakarin, siklamat sbg pemanis buatan pd jenis makanan tertentu

14. Pengawetan Mencegah/menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain thd makanan yg disebabkan oleh mikroorganisme Ditambahkan pd makanan yg mudah rusak (daging, buah2an) Contoh : As benzoat utk menghambat pertumbuhan bakteri, ragi, jamur pd buah2an, minuman, ringan, sirup, kecap (500 mg ? 1 g/kg) As sorbat menghambat pertumbuhan jamur dan ragi (roti, buah kering 250 mg-1 g/kg) As propionat menghambat pertumbuhan jamur (adonan roti : 2 g/kg adonan roti) Pewarna Memperbaiki atau memberi warna pada makanan agar lebih menarik Pewarna alam/sintetik Contoh : Karmin, ponceau 4R, eritrosin memberi warna merah Biru berlian, indigotin : biru Klorofil, hijau FCF, hijau S : hijau Kurkumin, karoten, kuning FCF, kuning kuinolin, tartazin : kuning Karamel : coklat

15. Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa Memberikan, menambahkan, mempertegas rasa dan aroma Biasanya diperdagangkan dlm bentuk campuran Aroma dan rasa tertentu (permen, minuman ringan, kue, biskuit) Penguat rasa (produk daging) Pemutih da pematang tepung Mempercepat pemutihan dan/ pematangan tepung shg dpt memperbaiki mutu pematangannya Contoh As askorbat : 200 mg/kg tepung Kalium bromat : 150 mg/kg tepung

16. Pengemulsi, pemantap, pengental Membantu terbentuknya/ memantapkan sistem dispersi yg homogen pd makanan Fungsi : memantapkan emulsi dari lemak dan air shg terbentuk produk tetap stabil, tidak meleleh, tidak terpisah antara bag lemak dan air Makanan yg sering ditambah : es krim, es puter, saus sardin, jam, jelly, sirup, dll Contoh : Agar (sardin : 20 g/kg, es krim, es puter : 10 g/kg, keju : 8 g/kg) Dekstrin (es krim, es puter : 30 g/kg, yoghurt : 10 g/kg)

17. Pengeras Memperkeras atau mencegah melunaknya makanan Contoh : Kalsium glukonat, mengeraskan buah dan sayur dlm kaleng (tomat kalengan : 450 mg/kg, buah kalengan : 350 mg/kg, acar ketimun : 250 mg/kg) Calcium klorida (ape, sayur kalengan : 260 mg/kg) Squestran Mengikat ion logam dlm makanan shg memantapkan warna dan tekstur makanan, mendegah perubahan warna makanan Contoh : As fosfat : kepiting kalengan : 5 g/kg, lemak, minyak : 100 mg/kg Kalsium dinatrium edeta (EDETA), udang kalengan 250 mg/kg, jamur kalengan 200 mg/kg, potongan kentang goreng beku 100 mg/kg

18. PENGATURAN BTM Penggunaan BTM diatur dlm Permenkes 722/1988 tg Bahan Tambahan Makanan. Jenis BTM yg diijinkan dan dilarang Batas penggunaan Ketentuan ttg penandaan makanan yg mengandung BTM Produksi dan import BTM

19. Produsen makanan perlu memperhatikan : Bahan tambahan yg diijinkan Fungsi sesuai dg tujuan pengolahan yg diinginkan Bhn tambahan tsb sesuai/ cocok dg jenis makanan yg diolah Jumlah tdk melebihi batas maksimal penggunaan Pemanis buatan yg diijinkan : Aspartam hanya dipakai utk diet diabetes Sakarin Siklamat Sorbitol Pewarna makanan Diatur dalam permenkes dan Dirjen POM dg tujuan mencegah digunakannya zat warna yg bukan utk makanan dlm pengolahan makanan

20. BAHAN TAMBAHAN YG DILARANG Bahan tambahan yg dilarang diproduksi, diimpor, digunakan sbg BTM krn berbahaya : Asam borat dan senyawanya (borax) As salisilat dan garamnya Dietilpirokarbonat Dulsin Kalium klorat Kloramphenicol Minyak nabati yg dibrominasi Nitrofurazon Formalin

21. PERSYARATAN PEMAKAIAN BERBAGAI JENIS ZAT PENGAWET DAN PEWARNA Terdaftar di Badan POM Benar sebagai pengawet/ pewarna makanan (no indeks warnanya) Zat warna yg dinyatakan sebagai bahan berbahaya :

22. Zat warna tertentu yg dinyatakan sebagai bahan berbahaya

23. KESIMPULAN Pengawetan makanan semakin dibutuhkan akibat peningkatan kebutuhan pangan Pengawetan makanan harus mempertimbangkan faktor keamanan konsumen Produsen makanan hanya boleh menggunakan bahan tambahan yg diijinkan utk makanan, dengan jumlah secukupnya, sesuai penguunaanya dan tidak melebihi batas maksimum penggunaanya Keamanan pangan akan tercapai dengan kerjasama tiga pihak yaitu pemerintah, pengusaha dan masyarakat


Other Related Presentations

Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro