Pendudukan jepang di indonesia
Download
1 / 38

Pendudukan Jepang di Indonesia - PowerPoint PPT Presentation


  • 1130 Views
  • Uploaded on

Pendudukan Jepang di Indonesia. Kelas XI IPS Semester 2. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR. STANDAR KOMPETENSI : Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh barat sampai dengan pendudukan Jepang. KOMPETENSI DASAR

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Pendudukan Jepang di Indonesia' - gaia


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Pendudukan jepang di indonesia

Pendudukan Jepang di Indonesia

Kelas XI IPS Semester 2


STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

STANDAR KOMPETENSI :

Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh barat sampai dengan pendudukan Jepang

  • KOMPETENSI DASAR

    • 2.3 Menganalisis proses interaksi Indonesia-Jepang dan dampak pendudukan militer Jepang terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia


INDIKATOR

  • Menjelaskan tentang proses masuknya Jepang ke Indonesia

  • Menjelaskan tentang upaya Jepang meraih simpati bangsa Indonesia

  • Mendiskusikan kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.


Kedatangan Jepang

Ke Indonesia

  • Pecahnya Perang Asia Timur Raya




Belanda Menyerah pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu,dan Kragan (antara Rembang dan Tuban).

  • Jepang menyerang Belanda di Batavia (5 Maret 1942) dan Bandung (8 Maret 1942).

  • Pasukan Belanda di Jawa menyerah kepada Panglima Bala Tentara Jepang Imamura di Kalijati (Subang, 9 Maret 1942)


Upaya Jepang memikat hati pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu,dan Kragan (antara Rembang dan Tuban).

Rakyat Indonesia

  • Gerakan 3 A

  • Dimaksudkan untuk meraih simpati rakyat Indonesia bahwa Jepang datang untuk membebaskan Indonesia.

  • Semboyan 3A :

  • Nippon Cahaya Asia

  • Nippon Pelindung Asia

  • Nippon Pemimpin Asia


Tujuan Gerakan 3 A : pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu,dan Kragan (antara Rembang dan Tuban).

Menghimpun bangsa indonesia untuk mengabdi kepada kepentingan Jepang.

Mempropagandakan kemenangan Jepang.

Menanamkan anti Barat, terutama Belanda, Inggris, dan USA.


  • Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu,dan Kragan (antara Rembang dan Tuban).

  • Dibentuk 1 Maret 1943 untuk menggantikan Gerakan 3A.

  • Dipimpin “4 serangkai” (Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, Kyai Haji Mas Mansur.

  • Tujuan : meningkatkan semangat bangsa Indonesia dalam membantupemerintah Jepang dalam perang melawan Sekutu.


Salah satu bentuk pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu,dan Kragan (antara Rembang dan Tuban).

Propanda Jepang


Kebijakan Pemerintah pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu,dan Kragan (antara Rembang dan Tuban).

Pendudukan Jepang

  • Perluasan areal persawahan

  • Pengawasan pertanian dan perkebunan : 40 % untuk petani, 30 % dijual kepada pemerintah dengan harga sangat murah, dan 30% diserahkan ke “lumbung desa”.

  • Pemerintah Jepang hanya mengijinkan dua jenis tanaman perkebunan, yaitu karet dan kina karena berhubungan dengan kepentingan perang.

Bidang Ekonomi


  • Setiap penduduk harus menyerahkan kekayaannya kepada pemerintah Jepang untuk kepentingan perang. Rakyat harus menyerahkan barang-barang berharga (emas dan berlian), hewan, bahan makanan kepada pemerintah Jepang.

  • Pembentukan Jawa Hokokai (Kebaktian Rakyat Jawa) dan Nogyo Kumiai (Koperasi Pertanian)


Bidang Pemerintahan pemerintah Jepang untuk kepentingan perang. Rakyat harus menyerahkan barang-barang berharga (emas dan berlian), hewan, bahan makanan kepada pemerintah Jepang.

  • Pelaksanaan pemerintahan atas wilayah Indonesia dipegang oleh 2 angkatan perang, yaitu angkatan darat (Rikugun) dan angkatan laut (Kaigun).

  • Semua bagian wilayah militer ini berada di bawah komando Panglima Besar Tentara Jepang untuk wilayah Asia Tenggara yang berkedudukan di Saigon.


  • Pembagian 3 wilayah kekuasaan : pemerintah Jepang untuk kepentingan perang. Rakyat harus menyerahkan barang-barang berharga (emas dan berlian), hewan, bahan makanan kepada pemerintah Jepang.

  • Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia (kekuasaan Rikugun)

  • Daerah Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Singapura (kekuasaan Rikugun)

  • Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian (kekuasaan Kaigun)



Bidang Militer lebih kecil.

  • Jepang berusaha menarik hati bangsa Indonesia agar bersedia membantu pemerintah Jepang dalam usaha untuk memenangkan peperangan melawan Sekutu.

  • Bangsa Indonesia hampir selalu dilibatkan dalam berbagai organisasi militer maupun organisasi semi militer.


HEIHO lebih kecil.

  • Heiho (pembantu prajurit Jepang) adalah kesatuan militer yang dibentuk oleh pemerintah Jepang yang beranggotakan para pemuda Indonesia. Heiho menjadi bagian Angkatan Darat maupun Angkatan Laut Jepang.




PEMBELA TANAH AIR (PETA) Pangkat perwira hanya

  • Dibentuk tanggal 3 Oktober 1943.

  • Tujuan : untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik dalam menghadapi pasukan sekutu.




Bidang jabatan) yang berbeda. Ada lima macam pangkat, yaitu: Sosial

  • Pembentukan Tanarigumi(Rukun Tetangga /RT). Untuk mempermudah pengawasan dan pengerahan penduduk.

  • Romusha (pengerahan tenaga kerja). Pada awalnya bersifat sukarela, tetapi kemudian dilaksanakan secara paksa. Bahkan, setiap desa diwajibkan untuk menyediakan tenaga dalam jumlah tertentu.


Tenaga romusha dikirim ke beberapa daerah di Indonesia, bahkan ada yang dikirim ke Malaysia, Myanmar, Serawak, Thailand, dan Vietnam.

Para tenaga romusha diperlakukan secara kasar oleh balatentara Jepang. Mereka dipaksa untuk bekerja berat tanpa mendapatkan makanan, minuman, dan jaminan kesehatan yang layak.


Pendidikan. bahkan ada yang dikirim ke Malaysia, Myanmar, Serawak, Thailand, dan Vietnam.

  • Sekolah Dasar (Gokumin Gakko) diperuntukkan untuk semua warga masyarakat tanpa membedakan status sosialnya. Pendidikan ini ditempuh selama enam tahun.

  • Sekolah menengah dibedakan menjadi dua, yaitu:Shoto Chu Gakko (SMP) dan Chu Gakko (SMA).


Jenis sekolah lainnya : bahkan ada yang dikirim ke Malaysia, Myanmar, Serawak, Thailand, dan Vietnam.

  • Sekolah Pertukangan (Kogyo Gakko),

  • Sekolah Teknik Menengah (Kogyo Sermon Gakko),

  • Sekolah Guru yang dibedakan menjadi tiga tingkatan. Sekolah Guru dua tahun (Syoto Sihan Gakko), Sekolah Guru empat tahun (Guto Sihan Gakko), dan Sekolah Guru dua tahun (Koto Sihan Gakko).


Penggunaan Bahasa Indonesia bahkan ada yang dikirim ke Malaysia, Myanmar, Serawak, Thailand, dan Vietnam. .

  • Tahun 1942, pemerintah pendudukan Jepang melarang penggunaan Bahasa Belanda dan digantikan dengan Bahasa Indonesia. Bahkan, pada tahun 1943 semua tulisan yang berbahasa Belanda diganti dengan tulisan berbahasa Indonesia.

  • Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai bahasa pergaulan, tetapi menjadi bahasa resmi pada instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.


LATIHAN SOAL bahkan ada yang dikirim ke Malaysia, Myanmar, Serawak, Thailand, dan Vietnam.


  • pembentukan Seinendan

  • peningkatan kerja sama

  • politik ekspansi

  • propaganda 3A

  • de-Eropanisasi


  • Majelis Islam A’laa Indonesia (MIAI)

  • Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)

  • Gabungan Politik Indonesia (GAPI)

  • Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPKI)

  • Partai Indonesia Raya (PARINDRA)


  • Perhatikan kutipan berikut ini. organisasi berupa ... .

  • Pengerahan tenaga romusha telah membawa akibat jauh pada struktur sosial di Indonesia. Karena kaum tani yang dikerahkan, banyak pemuda-pemuda yang menghilang dari desanya pergi ke kota karena takut akan diambil sebagai romusha. Pemerintah Jepang bertindak lebih jauh lagi, akhirnya hampir semua laki-laki yang tidak cacat diambil.

  • (Marwati Djoened, dkk, 1993 : 39)


Apakah dampak pengerahan romusha terhadap struktur sosial masyarakat desa ?

  • Pembentukan rukun tetangga (Tonarigumi) sampai ke pelosok-pelosok.

  • Pengawasan terhadap perkebunan-perkebunan dilakukan badan pengawas Jepang.

  • Penduduk desa hanyalah kaum wanita, anak-anak dan lelaki yang kurang sehat.

  • Produksi bahan makanan terus menerus merosot dan gagalnya penyetoran padi.

  • Rakyat dituntut untuk menyetor padi, menaikkan produksi padi, dan menanam jarak.


  • semua hak milik pribadi dikenai pajak yang tinggi

  • dilaksanakannya kerja paksa di lahan pertanian Jepang

  • pengerjaan sawah dan ladang diawasi oleh guisenkan

  • kelangkaan bahan pangan untuk keperluan sehari-hari

  • dibentuknya koperasi penampungan semua hasil tani


  • semakin longgarnya aktivitas organisasi pergerakan

  • menambah tebalnya semangat anti Belanda

  • pembubaran semua organisasi Pergerakan Nasional

  • menghapus organisasi Pergerakan Islam

  • membubarkan organisasi yang bercorak komunis


Referensi
Referensi organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, yaitu ...

  • SEJARAH UNTUK SMA DAN MA KELAS XI IPS

  • ERLANGGA, 2007

  • Dr. Magdalia Alfian, MA, Dr. Nana Nurliana Soeyono, Dra. Sudarini, M.A

  • Sejarah kelas XI IPS

  • Yudistira, 2007

  • Prof.Dr. M. Habib Mustopo, dkk

  • 3. Pendudukan Jepang di Indonesia

  • Dadot Eko – www.dadot.co.nr

  • semarang.nl

  • www.youtube.com


Penyusun
Penyusun organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, yaitu ...

Yayan Syalviana, S.Pd.

[email protected]

SMAN 26 Bandung – Jawa Barat

Editor :

Dra. Agnes Maria Eni Purwani

[email protected]


ad