1 / 48

PIODERMA

PIODERMA. dr. Gardenia Akhyar, Sp.KK. PIODERMA. Definisi : Penyakit kulit yang disebabkan oleh kuman Staphylococcus atau St re ptococcus atau oleh kedua-duanya Etiologi Penyebab utama : Staphylococcus aureus Streptococcus B hemolyticus

flavio
Download Presentation

PIODERMA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PIODERMA dr. Gardenia Akhyar, Sp.KK

  2. PIODERMA Definisi : Penyakitkulit yang disebabkanolehkumanStaphylococcusatauStreptococcusatauolehkedua-duanya Etiologi Penyebabutama: Staphylococcus aureus Streptococcus B hemolyticus jarang: Staphylococcus epidermidis(flora normal di kulit)

  3. PIODERMA • Kumanpositif-Gram: - Streptokokus - Stafilokokus • Kumannegatif-Gram : - Pseudomonas aeroginosa - Proteus mirabilis - Proteus vulgaris - Escherichia coli - Klebsiella sp.

  4. FaktorPredisposisi • Higiene yang kurang • Menurunnyadayatahan : • Kekurangangizi • Anemia • Penyakitkronik • Neoplasma • Diabetes melitus • Telahadapenyakit lain dikulit epidermis rusak sehingga fungsi kulit sebagai pelindung terganggu yang memudahkan terjadinya infeksi

  5. Klasifikasi 1. Pioderma Primer Timbul pada kulityang normal, gejalakliniktertentu, Etiologisatumacammikroorganisme 2. PiodermaSekunder Timbul pada padakulit yangtelahadapenyakitkulit Tanda : pus, pustul, bulapurulen, krustakuningkehijauan, pembesaranKGB, leukositosis, demam. Misalnya : dermatitis impetigenisata, skabiesimpetigenisata

  6. Bentuk Klinis Pioderma • Impetigo • Folikulitis • Furunkel / Karbunkel • Ektima • Pionikia • Erisipelas • Selulitis • Flegmon • Ulkus piogenik • Abses multipel kelenjar keringat • Hidraadenitis • Staphylococcal scalded skin syndrome

  7. IMPETIGO Piodermasuperfisialis (terbataspada epidermis) Terdapat 3 bentuk klinis : • Impetigo krustosa • Impetigo bulosa • Impetigo neonatorum Impetigo Krustosa • Sinonim : impetigokontagiosa, impetigovulgaris, impetigo Tillbury Fox • Etiologi : Streptococcus βhemolyticus • Mengenai anak-anak • Predileksi : sekitarlubanghidung & mulut

  8. ImpetigoKrustosa • Eritema& vesikelyangcepatpecah menjadi krustatebalberwarnakuningsptmadu, terdapaterosidibawahnya • Komplikasi : glomerulonefritis ( 2 – 5% ) • Diagnosis banding : ektima • Pengobatan : salapantibiotika antibiotikasistemik

  9. Impetigo Bulosa • Sinonim : impetigovesiko-bulosa, impetigo cacarmonyet • Etiologi : Staphylococcus aureus • Faktor predisposisi : banyak keringat • Klinis : • Mengenai anak& dewasa • Predileksi: ketiak, dada, punggung • Lesi : eritema, bula, bulahipopion. Vesikel/ bulapecah tampak berupa koleretdgn dasareritematosa. • Sering muncul bersamamiliaria. • Diagnosis banding : dermatofitosis • Terapi : bila vesikel/ bula sedikit dipecahkan. Cairan antiseptik, antibiotika topikal dan atau sistemik

  10. Impetigo Neonatorum Varian impetigo bulosapadaneonatus. Klinismirip impetigo bulosa namun lesi menyeluruh, demam (+) Diagnosis banding : sifiliskongenital Terapi : antibiotikasistemik bedaksalisil 2%

  11. FOLIKULITIS • Definisi : radangfolikelrambut • Etiologi : S. aureus • Klasifikasi : Folikulitis superfisialis dan profunda Folikulitissuperfisialis = impetigo Bockhart • Proses terbatas di epidermis • Predileksi : tungkaibawah • Lesi kulit : Papuleritematosa / pustul biasanya multipel, ditengahnyaterdapatrambut

  12. FolikulitisProfunda • Klinis seperti folikulitis superfisialis disertai infiltratdisubkutan • Diagnosis banding : tineabarbe • Terapi : antibiotikasistemik / topikal

  13. Furunkel/ Karbunkel • Definisi : radangfolikelrambutdansekitarnya • Furunkel yang lebih dari satu disebut furunkulosis. • Kumpulan furunkel disebut karbunkel • Etio: S. aureus • Klinis : • Keluhan : nyeri • Predileksi : friction area; aksila, bokong • Noduseritematosaberbentukkerucut, ditengahnyaterdapatpustul. Nodus melunakmenjadiabsesberisi pus & jaringan nekrotikdan kemudian pecah • Terapi : antibiotikatopikal, sistemik • Lesi yang berulang faktorpredisposisi

  14. EKTIMA • Ulkussuperfisialdengankrustadiatasnya • Etio : S. βhemolyticus • GK/ : mengenai anak& dewasa predileksitungkaibawah krustatebalberwarnakuning, dibawahnya terdapat ulkusdangkal • Diagnosis banding : impetigo krustosa • Terapi: antibiotikatopikal/ sistemik

  15. PIONIKIA • Radangdisekitar kuku olehpiokokus • Etiologi: S. aureusdanatauS. βhemolitycus • Klinis : - Riwayat trauma sebelumnya - Muncul tanda radang di lipat kuku, menjalar ke matriks& lempengkuku terbentuk abses subungual • Terapi : - kompresdgnlarutan antiseptik - antibiotikasistemik - ekstraksikuku jika terdapat abses sub-ubgual

  16. ERISIPELAS • Etio: S. βhemolyticus • Klinis : • Gejala konstitusi : demam, malese • Predileksi : tungkaibawah (trauma) • Kelainan kulit : eritemaberwarnamerahcerah, batastegas, pinggirmeninggi, tandaradangakut(+). Bisa disertai edema, vesikel, bula. Terdapat leukositosis. • Dapat terjadi elefantiasis bila sering residif di tempat yang sama • Diagnosis banding : selulitis ( terdapat infiltratdisubkutan)

  17. SELULITIS Infiltratdifusdi sub kutandgntanda-tandaradangakut FLEGMON Selulitisygmengalamisupurasi • Terapi: - istirahat(elevasi tungkai) - antibiotikasistemik - kompreslarutanantiseptik - dapat diberikan diuretik jika terdapat edema - insisi flegmon

  18. UlkusPiogenik • Ulkus dengan gejalakliniktidakkhas,disertai pus diatasnya • Anjurankultur untuk menyingkirkan etiologi kuman lain AbsesMultipelKelenjarKeringat • Infeksipadakelenjarkeringatberupaabsesmultipel, tidaknyeri, berbentukkubah • Etiologi: S. aureus • Sering pada anak-anak • Keringat yang banyak menjadi salah satu faktor predisposisi  sering bersama-sama miliaria

  19. AbsesMultipelKelenjarKeringat • Lesi kulit : noduseritematosa, multipel, tidaknyeri, berbentukkubah, lama memecah • Diagnosis banding : furunkulosis • Terapi : antibiotikatopikaldan sistemik

  20. HidradenitisSupurativa • Infeksikelenjarapokrin • Etiologi: S. aureus • Predileksi : daerah banyak kelenjar apokrin (ketiak, perineum) • Klinis : • Mengenai usiaakilbalik – dewasa • Riwayat trauma sebelumnya (keringat, deodoran, rambutketiakdigunting) • Gejalakonstitusi : demam, malese • Lesi kulit : nodusdengan tandaradang, kemudian melunak menjadi absespecahfistel • Jika menahunditemukan abses, fistel, sinus yang multipel • Disertai leukositosis

  21. HidradenitisSupurativa • Diagnosis banding : skrofuloderma • Terapi : antibiotikasistemik kompres insisi eksisikelenjarapokrin jika kronikresidif

  22. Staphylococcal Scalded Skin Syndrome(S.S.S.S) • Sinonim : Dermatitis eksfoliativaneonatorum / Penyakit Ritter von Rittershain • Etiologi : S. aureusgrup II faga 52, 55, 71 • Mengenai • Anak < 5 thn ok fungsi ginjal yang belum sempurna untuk mengeksresikan eksotoksin kuman • Dewasa : kegagalanfungsiginjal gangguanimunologik obatimunosupresif

  23. Staphylococcal Scalded Skin Syndrome(S.S.S.S) • Patogenesis : Sumberinfeksidi mata, telinga, hidung dan tenggorokan. Kuman menghasilkan eksotoksin (epidermolin dan eksfoliatin) yang bersifat epidermolisis Toksin sampai ke kulit Lisis epidermis

  24. Klinis : • Demamtinggi • Infeksisal. nafasatas • Lesi kulit : eritemamendadakdimuka, leher, ketiak, lipatpahaa akhirnya seluruh tubuh menyeluruhdalam 24 jam. Dalam 24 - 48 jam kemudian muncul bulaberdindingkendur, tandaNikolsky (+). Dalam 2-3 hr kemudian terjadi pengeriputanspontan, pengelupasankuliterosif • Mengering disertai deskuamasi • Penyembuhan dalam 10 – 14 hari tanpa sikatrik

  25. Komplikasi : selulitis, pneumonia, septikemia • Laboratorium: bakteriologik dari suumber infeksi (mata, THT) kumantidakditemukandikulit • Histopatologi: lepuhintraepidermal, celahdi stratum granulosum, nekrosissel (-) • Diagnosis banding : NET • Terapi : - antibiotika sistemik (kloksasilin, klindamisin, golongan sefalosforin). - sufratulle atau antibiotika topikal • Prognosis : kematianbayi ; 1 – 10% olehkarena gangguankeseimbangancairan/elektrolit, sepsis

  26. Terapi : - antibiotikatopikal - sufratulle • Prognosis : kematianbayi ; 1 – 10% olehkarenagangguankeseimbangancairan/elektrolit, sepsis

  27. Terapi 1. Penisilindansemisintetiknya : • Ampisilin: 4 x 500 mg/hr • Amoksisilin : 4 x 500 mg/hr • Golonganobatpenisilinresisten- penisilinase: Kloksasilin : 3 x 250 mg/hr Dikloksasilin : 4 x 125 – 500 mg/hari 2. Klindamisin : 4 x 150 mg/hr Efeksamping : kolitispseudomembranosa 3. Eritromisin : 4 x 500 mg/hr 4. Sefalosporin : ex : sefadroksil 2 x 500 - 1000 mg/hr

  28. Terapi Topikal Antibiotika topikal : • Basitrasin • Neomisin0,5% • Polimiksin B • Asamfusidat 2% • Mupirosin2% Larutan Antiseptik : • LarutanPermanganasKalikus 1/5.000 – 1/10.000 • LarutanRivanol 1/1.000 • Povidonyodium 7,5 - 10% dilarutkan 10x • LarutanAsamSalisilat 1/1.000 • Borwater 3%

  29. PemeriksaanPembantu • Darah : Leukositosis • Kulturdantesresistensi

  30. TERIMA KASIH

More Related