1 / 31

Vitamin dan hematimik

Vitamin dan hematimik. By HENIK TRI RAHAYU, S.Kep.Ns. Vitamin Dan Mineral. VITAMIN mrp senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk mempertahankan kesehatan dan seringkali bekerja sebagai kofaktor untuk enzim metabolisme.

fergus
Download Presentation

Vitamin dan hematimik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Vitamin danhematimik By HENIK TRI RAHAYU, S.Kep.Ns

  2. Vitamin Dan Mineral • VITAMIN mrp senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk mempertahankan kesehatan dan seringkali bekerja sebagai kofaktor untuk enzim metabolisme. • MINERAL  senyawa anorganik yang merupakan bagian penting dari enzim, mengatur berbagai fungsi fisiologis, dan dibutuhkan untuk pertumbuhan & pemeliharaan jaringan termasuk tulang

  3. Cont … • Sumber terbaik adalah dari makanan • Dikelompokkan menjadi 2 gol : • Larut lemak : A D E K • Larut air : vit. B kompleks dan vit. C • Mineral dalam tubuh dibedakan: • Mineral terdapat dlm jumlah relatif banyak  kalsium, fosfor, magnesium, Na, K, Cl, sulfur • Trace element  fluor, seng, selenium, iodium, besi, kromium, kobalt, tembaga, mangan, molibdenum

  4. VitLarut Air Vit B kompleks • TIAMIN/ B1:  mrp kompleks molekul organik yg mengandung satu inti tiazol dan pirimidin • Dalam tubuh akan diubah mjd tiamin pirofosfat (tiamin-PP)  bentuk aktif tiamin yg berfungsi sbg koenzim dalam karboksilasi asam piruvat dan asam ketoglutarat • Pe asam piruvat dlm darah  salah satu tanda defisiensi tiamin

  5. Defisiensitiamin: • Berat  penyakit beri-beri • Ggg saraf berupa neuritis perifer dg gx. rasa berat berat dan lemah pd tungkai, g3 sensorik hiperstesia, anestesia, nyeri dan rasa terbakar • Kekuatan otot berkurang s/d kelumpuhan tungkai • Kelainan SSP : depresi, kelelahan, lekas tersinggung, me konsentrasi dan daya ingat • Kardiovasculer: insufisiensi jantung  sesak stlh OL, palpitasi, takikardi, aritmia, kardiomegali

  6. Cont.. • Sal GIT: konstipasi, anoreksia, perasaan tertekan dan nyeri daerah epigastrium • Beri-beri basah  mrp bentuk def. tiamin yang disertai udem dan terjadi karena hipoprotombinemia dan g3 fungsi jantung • Penting dlm metabolisme energi (karbohidrat)  kebuth. Sebanding dg asupan kalori: • 0,3 mg/1000 kcal atau • 0,3 – 0,4 mg/hari utk bayi • 1,0 mg/hari utk dewasa • 1,2 mg/hari utk wanita hamil

  7. Efeksamping • Tiamin tdk menimbulkan efek roksik bila diberikan peroral dan bila kelebihan cepat dieksresi melalui urin • Anafilaktik dapat terjadi tetapi jarang • SEDIAAN: • Tiamin HCl (vit B1, aneurin HCl) • Indikasi: • Pencegahan: 2-5 mg/hari • Pengobatan: 5-10mg 3 x sehari

  8. Ribovlavin/ vit B2 •  zat berwarna kuning yg tdp di susu, daging, hati, ragi, telur dan sayuran • Dalam tubuh diubah njd koenzim ribovlavin posfat / flavin mononukleotida (FMN) dan flavin adenosin dinukleotida (FAD)

  9. Defisiensiribovlavin.. • Ditandai gx. Sakit tenggorok dan radang disudut mulut (stomatitis angularis), glositis, lidah berwarna merah dan licin • Timbul dermatitis seboroik di muka, anggota gerak dan seluruh badan • Pada mata: fotofobia, lakrimasi, gatal dan panas • Pd pemeriksaan tampak vascularisasi kornea dan katarak • Anemia : normocrome normositer

  10. Asamnikotinat / niasin • Dikenal sbg PP (pellagra preventive) karena dapat mencegah peny. Pelagra pada manusia atau lidah hitam pd hewan • Sumber alami: hati, ragi, daging • Bentuk aktif: NAD (nikotinamid adenin dinukleotida) dan NADF (nikotinamid adenin dinukloetida fosfat)  berperan sbg koenzim protein dalam respirasi jaringan • Mrp vasodilator terutama pd Blushing area (muka dan leher)

  11. Cont.. • Pada dosis besar dpt me kolesterol dan as. Lemak bebas dlm darah • ES: me toleransi glukosa sampai tjd hiperglikemia, as. Urat me, g3 fungsi hati, mual, muntah, motilitas usus me

  12. Piridoksin / B6 • Sumber : ragi, biji2an (gandum, jagung dll), hati • Tdp 3 bentuk di alam: • Piridoksin (tumbuh2an) • Piridoksal dan piridoksamin (hewan) • Defisiensi : • Kelainan kulit/dermatitis seboroik dan peradangan pd selaput lendir mulut dan lidah • Kelainan SSP: perangsangan sampai timbulnya kejang • G3 eritropoetik berupa anemia hipokrom monositer

  13. Kebutuhan: sesuai asupan protein  2 mg/100 mg protein • ES: neuropati sensorik atau sindrom neuropati dalam dosis antara 50mg -2g /hari jangka panjang. Gx berupa sikap yang tidak stabil dan rasa kebas di kaki, diikuti pada tangan dan mulut

  14. IndikasiPiridoksin: • Mencegah def. vit B kompleks, mencegah/ mengobati neuritis perifer oleh obat ex: isoniazid, hidralazin, penisilamin • Pd ibu yg menggunakan kontrasepsi oral yg mengandung estrogen • Memperbaiki gx keilosis, dermatitis seboroik, glositis, stomatitis • Mengurangi gx tegangan prahaid (premenstrual tension)

  15. Asampantotenat • Dalam tubuh membentuk koenzim A yg sangat penting dalam metabolisme, krn bertindak sebagai katalisator pd reaksi2 tranferasi gugus asetil • Defisiensi : kelelahan, rasa lemah, g3 sal cerna, g3 otot berupa kejang pd ekstremitas dan parastesia • Kebut: 5 -10 mg/hari

  16. BIOTIN • Disebut vitamin H (haut) = kulit  dpt melindungi tubuh thd sindrome egg white injury  berupa g3 neuromuskuler, dermatitis hebat, dan rambut rontok

  17. KOLIN • Berfungsi sbg prekursor asetilkolin dan neurotransmiter • Bersifat lipotropik • Defisiensi : baru timbul bila pemasukan kolin dan protein termasuk meionin dibatasi • Gx: pe kadar lemak dalam hati dan sirosis hepatis, kelainan ginjal degeneratif, kelamahan dan distrofi otot

  18. INOSITOL • Dalam tubuh mudah berubah mjd glukosa atau sebaliknya • Berperan dalam pembentukan membran sel • Defisiensi : g3 pertumbuhan, alopesia, g3 laktasi • Indikasi : kurang jelas efektivitasnya

  19. 2. AsamAskorbat (Vit.C) • Bekerja sbg koenzim dan pd keadaan ttt mrp reduktor dan antioksidan • Pd jaringan fungsi utama: sintesis kolagen, proteoglikan dan matriks antar sel misal pd tulang, gigi, endotel kapiler • Defisiensi dinamakan “skorbut atau scurvy” • G3 sintesis kolagen terlihat sbg kesulitan penyembuhan luka, g3 pembentukan gigi, pecahnya kapiler (petekie dan ekimosis)

  20. DefisiensiVit. C • Gx awal hipovitaminosis C  malaise, mudah tersinggung, g3 emosi, artralgia, hiperkeratosis folikel rambut, perdarahan hidung dan petekie • Resti skorbut: orang tua, alkoholisme, Px. penyakit menahun ,leukosit dan trombosit < 2mg/dl dan tjd stlh diet tak mengandung vit. C selama 3-5 bln • Atropi dentin Gigi mudah lepas • Gusi melunak & mudah berdarah • Skorbut tidak diobati kejang, kematian

  21. Cont.. • Kebutuhan: 35mg/hari pd bayi ; 60 mg/hari pd dewasa , me pd penyakit infeksi, neoplasma, perokok, ibu hamil dan menyusui • ES: dosis >1g/hr diare, resti terbentuknya batu ginjal (batu oksalat), rebound scurvy dan krisis Sickle cell • Vit C me absorbsi besi  bahaya pd penderita hemokromatosis, talasemia, anemia blastik

  22. 3. Vitamin LarutLemak • VITAMIN A • Bentuk: retinol (vitamin A1) dan 3-dehidro-retinol (vitamin A2) , • Asal : karoten / provitamin A pigmentumbuhan • Fungsi: regenerasipigmen retina matadlmprosesadaptasigelap Rodopsiniodopsin butasenja/ niktalopia

  23. Cont.. • Retinol penting pd kesempurnaan fungsi dan struktur sel • Vit A diperlukan dalam proses pertumbuhan tulang, alat reproduksi dan perkembangan embrio • Memp. Efek antikarsinogenik/ antioksidan • Defisiensi berat: xeroftalmia, timbulnya bercak Bitot, keratomalasia dan kebutaan • G3 lain: perubahan epitel  g3 pendengaran, penciuman , perabaan, dan diare

  24. Hipervitaminosis A • penggunaan >700-3000 IU/kg/hari selama bbrp bulan-tahun • Gx: pseudotumor serebri, tinitus, pelebaran sutura dan ubun-ubun menonjol, TIK , nyeri tulang, letargi, dermatitis, pruritus, stomatitis angular • Pada mata dpt terjadi diplopia dan papiludem  atrofi n.optikus dan kebutaan • Malformasi SSP, mata, palatum, sal. Kemih • Indikasi : penderita steatorea, obstruksi biliaris, sirosis hati

  25. Vitamin D • Berperan dalam pengaturan ekskresi kalsium dan fosfat di ginjal (tubulus proksimal) • def: pe kalsium plasma, pe resorbsi tulang  rakitis  kifosis, skoliosis, genu varus dan genu valgus • Hipervitaminosis D: hiperkalsemia, anoreksia, mual, diare, hiperkolesterolnemia, sakit kepala • Indikasi : rakitis, hipoparatiroidisme, profilaksis

  26. Vitamin E • = tokoferol • Sbg antioksidan • Def: tidak dikenal def. vit E yang khas • Hipervitaminosis E: kelemahan otot, gangguan reproduksi dan gangguan saluran cerna

  27. Vitamin K • Berperan dalam me biosintesis faktor pembekuan darah (protrombin), faktor VII, IX dan X • def: vit K: hipoprotombinemia dan bbrp faktor pembekuan darah  PTT/APTT me • Bentuk: fitonadion/ filokuinon (K1), menakuinon (K2), menadion (K3)

More Related