Download

Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT






Advertisement
/ 79 []
Download Presentation
Comments
fairly
From:
|  
(1176) |   (0) |   (0)
Views: 1241 | Added: 31-05-2012
Rate Presentation: 1 0
Description:
Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT. Latar Belakang. Kebijakan MBS. Program Wajar. RKS/M & RKT. Program BOS. Pentingnya Penyusunan RKS/M. Sumber penerimaan dana BOS signifikan bagi sekolah /madrasah; 20% a nggaran dari APBN & APBD wajib untuk bidang p endidikan;
Pengantar Penyusunan RKS/M dan RKT

An Image/Link below is provided (as is) to

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime. While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Slide 1

Pengantar PenyusunanRKS/M dan RKT

Slide 2

Latar Belakang

Kebijakan MBS

Program Wajar

RKS/M& RKT

Program BOS

Slide 3

Pentingnya Penyusunan RKS/M

Sumber penerimaan dana BOS signifikan bagi sekolah/madrasah;

20% anggaran dari APBN & APBD wajib untuk bidang pendidikan;

Lemahnya administrasi perencanaan di tingkat sekolah/madrasah;

Sebagian besar sekolah/madrasah belum menyusun/memiliki dokumen RKS/M dan RKT.

Slide 4

Apakah RKS/M itu?

  • Proses menentukan tindakan masa depan (4 tahun) sekolah/madrasah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memper-hitungkan ketersediaan sumberdaya.

  • Dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah/madrasah di masa depan untuk mencapai tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang telah ditetapkan.

Slide 5

Tujuan Penyusunan RKS/M

Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah dapat dicapai;

Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/madrasah;

Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik intra pelaku di sekolah/madrasah, antar sekolah/ madrasah, Disdik Kab/Kota/Provinsi, dan antar waktu;

Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan;

Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan masyarakat;

Menjamin penggunaan sumberdaya sekolah/madrasah yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan, berkelanjutan serta memperhatikan kesetaraan gender.

Slide 6

Dasar Hukum

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 51 ayat 1.

PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,Pasal 53 ayat 1.

PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.

PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Slide 7

PP No. 19/2005 (Pasal 53 ayat 1):

“Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun”

Permendiknas No. 19/2007menyatakan bahwa Sekolah/Madrasah wajib membuat:

  • Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan.

  • Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah.

Slide 8

Prinsip-Prinsip Penyusunan RKS/M

Terpadu, mencakup keseluruhan program.

Multi tahun, mencakup periode 4 tahun.

Multi sumber, mengidentifikasi berbagai sumber dana.

Berbasis kinerja, memiliki indikator yg jelas.

Partisipatif, melibatkan berbagai unsur.

Integrasi pendidikan karakter bangsa.

Sensitif terhadap isu gender.

Responsif terhadap keadaan bencana.

Pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi.

Slide 9

Alur Penyusunan RKS/M

  • PENYUSUNANRKS/M

  • MenetapkanKondisi

  • Sekolah/MadrasahSaatIni.

  • MenetapkanKondisi

  • Sekolah/Madrasah yang

  • Diharapkan.

  • • Menyusun Program,

  • KegiatandanIndikator

  • Kinerja.

  • • MenyusunRencana

  • AnggaranSekolah/

  • Madrasah.

  • Menyusun RKT & RKAS/M.

  • PENGESAHAN

  • Penyetujuanoleh

  • rapatdewan

  • pendidik

  • Pengesahanoleh

  • pihakberwenang

  • Sosialisasikepada

  • pemangku

  • kepentingan

  • PERSIAPAN

  • Pembentukan

  • Tim Pengembang

  • Sekolah/Madrasah

  • (TPS/M).

  • Pembekalan/

  • Orientasi TPS/M.

Slide 10

PROSES PENYUSUNAN RKS/M DAN RKT

TAHAP I

Menetapkan kondisi sek/Mad saat ini

Melakukan

Acuan Standar Sekolah

Tantangan (Utama)

Kondisi Nyata Sek/Mad

SPM/ SNP

Visi, Misi Dinas Pend. Kab/kota

L.1 Merumuskan Visi

TAHAP II

Menetapkan kondisi sek/Mad yang diharapkan

L.2 Merumuskan Misi

Harapan Pemangku Kepentingan

L.3 Merumuskan Tujuan

L.4 Merumuskan sasaran & Indikator kinerja

L.1 Merumuskan Program dan menetapkan penanggung jawab program

TAHAP III

Menyusun Program dan Kegiatan

L.2 Menentukan Kegiatan, Indikator Kegiatan, dan jadwal kegiatan

L.1 Membuat Rencana biaya program

TAHAP IV

Menyusun Rencana Anggaran Se/Mad

L.2 Membuat Rencana Pendanaan Program

  • Menetapkan Prog/Keg Stategis

  • Menetapkan Prog/Keg rutin

  • Menetapkan Jadwal RKT

L.3 Menyesuaikan Rencana biaya dengan sumber pendanaan

L.1 Merumuskan RKT

TAHAP V

Menyusun RKT-RKS/M

L.2 Membuat RKAS/M

Slide 11

Proses Penyusunan RKS/M

Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah saat ini)

Menetapkan Kondisi Sekolah/MadrasahYang Diharapkan

Menetapkan Program danKegiatan

Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah

Merumuskan RKTS/M dan RKAS/M

Slide 12

Rekomendasi Sistematika Penyusunan Dokumen RKS/M

Pendahuluan (latar belakang, tujuan, sasaran, dasar hukum, sistematika, alur penyusunan).

Identifikasi kondisi sekolah/madrasah saat ini.

Identifikasi kondisi sekolah/madrasah masa depan yang diharapkan.

Perumusan program dan kegiatan.

Perumusan rencana anggaran sekolah/madrasah.

Perumusan RKTS/M dan RKAS/M.

Slide 13

Menentukan Kondisi Sekolah/Madrasah Saat ini

Slide 14

Langkah Menentukan Kondisi Saat ini:

Melakukan EDS/M.

Membandingkan hasil EDS/M dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah.

Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah.

Slide 15

Melakukan EDS/M

  • Untuk menetapkan kondisi saat ini, sekolah/madrasah perlu melakukan evaluasi diri didasarkan pada SNP dan/ atau SPM

  • Evaluasi diri bisa menggunakan berbagai alat evaluasi diri, misalnya dengan menggunakan instrumen (EDS/M) yang dijelaskan dalam Sesi tentang EDS/M

  • Tujuannya adalah untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi sekolah/madrasah saat ini.

  • Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah/madrasah misalnya, bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang tetap, dan bagian yang mengalami penurunan.

Slide 16

Program Sekolah/Madrasah

Pengembangan kompetensi lulusan (bidang akademik dan non akademik)

Pengembangan kurikulum/KTSP

Pengembangan pembelajaran

Pengembangan sistem penilaian

Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan

Pengembangan sarana dan prasarana sekolah/madrasah

Pengembangan manajemen sekolah/madrasah

Pembinaan kesiswaan/ekstrakurikuler

Budaya dan lingkungan sekolah/madrasah

Penanaman karakter (budi pekerti).

Slide 17

Membandingkan Hasil EDS/M dengan Acuan Standar Sekolah/Madrasah

Pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk mencapai SNP. Dalam penyusunan RKS/M, data dan informasi yang dikumpulkan melalui instrumen EDS/M perlu disimpulkan.

Penyimpulan dilakukan dengan dua cara:

  • Membandingkan kondisi nyata/terkini dengan SPM dan/atau SNP. Pembandingan kondisi nyata dengan SPM dan/atau SNP dimaksudkan untuk mengetahui apakah sekolah/madrasah masih belum memenuhi SPM, sudah memenuhi SPM, sudah memenuhi SNP, atau bahkan sudah melampaui SNP.

  • Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki, ditingkatkan atau dipertahankan. Dalam hal ini, kesimpulan dinyatakan dalam kalimat pernyataan yang spesifik (mencantumkan data), fokus (menunjukkan indikator), dengan tidak mencantumkan alasan/harapan.

Slide 18

Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah

  • Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan.

  • Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan nilai/tahapan hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP.

  • Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik:

    • Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran, maka perlu dirumuskan besaran tantangan, dan di kelas mana saja;

    • Apabila berkaitan dengan guru, maka perlu dirumuskan guru di kelas mana saja; apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran saja, dan seterusnya;

    • Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar, maka perlu dirumuskan mata pelajaran mana saja atau semua mata pelajaran, buku teks, buku referensi, buku pegangan peserta didik atau guru, untuk kelas mana saja dan seterusnya.

Slide 19

Contoh Rumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah

Slide 20

Menentukan Kondisi Sekolah/Madrasah yang Diharapkan

Slide 21

Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini empat tahun mendatang?

Sesuai dengan harapan sekolah/madrasah dan para pemangku kepentingan.

Apa yang dianggap penting oleh sekolah/ madrasah dan para pemangku kepentingan, dan apa yang menjadi perhatian mereka dalam kinerja sekolah/madrasah?

Slide 22

LangkahMenentukan Kondisi Sekolah/MadrasahYang Diharapkan

1. Merumuskan visi sekolah/madrasah.

2. Merumuskan misi sekolah/madrasah.

3. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah.

4. Menentukan sasaran dan indikator kinerja sekolah/madrasah.

Slide 23

Apakah Visi Sekolah/Madrasah Itu?

Gambaran apa yang diinginkan sekolah/madrasahdi masa depan.

Dikembangkan sesuai dengan keinginan atau cita-cita sekolah/madrasah dengan tetap berkepribadian Indonesia.

Mengacu kondisi lingkungan sekolah/madrasah dan daerah, tujuan pendidikan dasar dan pendidikan nasional.

Mempertimbangkan potensi dan harapan masyarakat sekolah/madrasah.

Slide 24

Rumusan Visi Sekolah/Madrasah (Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)

  • Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang

  • Mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan

  • Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/ madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional.

  • Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah.

  • Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan.

  • Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.

Slide 25

Rambu-rambu Perumusan Visi

Mengacu kepada landasan filosofis bangsa, UUD, dll. yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia.

Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik.

Berkepribadian, nasionalisme, budaya nasional Indonesia.

Perkembangan era global.

Perkembangan IPTEK.

Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan.

Sesuai konteks daerah, sekolah/madrasah, visi yayasan.

Belum operasional.

Menggambarkan harapan masa datang.

Slide 26

Contoh Rumusan Visi Sekolah:

“Terwujudnya lulusan SD/MI yang berkualitas, kompetitif dan berakhlak mulia”

Slide 27

Merumuskan Misi

Adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi.

Bentuk layanan utama yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya.

Menggunakan kalimat ’tindakan’ dan bukan ’keadaan’ sebagaimana pada rumusan visi.

Slide 28

Rumusan Misi Sekolah/Madrasah(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)

Memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;

Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;

Menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;

Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah;

Memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/madrasah;

Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat;

Dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;

Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;

Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai denganperkembangan dan tantangan di masyarakat.

Slide 29

Contoh Rumusan MisiSekolah/Madrasah

Menumbuhkembangkan sikap, perilaku, dan sikap amalilah yang berlandaskan agamaIslam di Madrasah.

Menumbuhkan semangat belajar agama Islam.

Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menarik sehingga peserta didik berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif dan daya saing yang sehat kepada seluruh warga sekolah baik prestasi akademik maupun non akademik.

Menata lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah.

Mendorong, membantu dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, bakat, dan minatnya sehingga dapat dikembangkan secara lebih optimal dan memiliki daya saing yang tinggi.

Slide 30

Merumuskan Tujuan

Tujuan sekolah/madrasah pada dasarnya merupakan langkah untuk mewujudkan misi sekolah/madrasah dalam jangka waktu tertentu.

Slide 31

Rumusan Tujuan Sekolah/Madrasah(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)

Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangkamenengah (4 tahunan);

Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;

Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;

Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;

Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan.

Slide 32

ContohTujuan Tahap I (2010 – 2013)

Meningkatkan pengamalan 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) pada seluruh warga sekolah.

Meningkatkan pengamalan shalat berjamaah (zhuhur) di madrasah.

Meningkatkan nilai rata-rata UN secara berkelanjutan.

Mewujudkan tim olahraga dan kesenian yang mampu bersaing di tingkat provinsi dan nasional.

Meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di sekolah atau perguruan tinggi yang baik;

Meningkatkan kepedulian warga madrasahterhadap kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan madrasah.

Slide 33

ContohTujuan Tahap II (2014 – 2017)

Mewujudkan tim olimpiade matematika, sains dan KIR yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta pemanfaatannya yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik.

Meningkatkan jumlah peserta didik yang menguasai bahasa Inggris dan Arab secara aktif.

Mewujudkan sekolahsebagai lembaga pendidikan yang diperhitungkan oleh masyarakat kabupaten pada khususnya dan provinsi pada umumnya.

Mewujudkan sekolah ini sebagai sekolah rujukan di tingkat kota dan provinsi.

Slide 34

Menentukan Sasaran

  • Sasaran adalah tantangan utama yang akan dicapai sekolah/madrasah dalam waktu empat tahun ke depan.

  • Sasaran disusun untuk mencapai tujuan.

  • Penetapan sasaran sebagai pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan.

  • Menggunakan rumusan SMART (Spesifik/khusus, Measurable/terukur, Achievable/dapat dicapai, Realistic/realistis dan Timebond/kerangka waktu)

Slide 35

Langkah-langkah Menentukan Sasaran:

Mengidentifikasi harapan pemangku kepentingan;

Merumuskan tantangan sekolah/madrasah

Menetapkan tantangan utama (prioritas) tantangan sekolah/madrasah;

Menentukan penyebab utama tantangan;

Menentukan alternatif pemecahan tantangan.

Slide 36

Contoh Sasaran:

  • Meningkatnya rata-rata nilai UASBN Matematika sebesar 1,51 (dari 6,49 menjadi 8) pada tahun ajaran 2010-2012.

  • Meningkatnya rata-rata nilai UASBN IPA sebesar 1,26 (dari 6,74 menjadi 8) pada tahun ajaran 2011.

  • Terselesaikannya 100% pembangunan masjid madrasah dan melengkapi berbagai sarana yang dibutuhkan.

Slide 37

Menentukan Indikator Kinerja

Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk menilai berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator kinerja telah dapat dicapai, maka kegiatan tersebut dapat dikatakan berhasil.

Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif, yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat pernyataan.

Contoh :

“Tahun 2014 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7,50 berpredikat memuaskan”

Slide 38

Contoh :

Slide 39

Menyusun Programdan Kegiatan

Slide 40

Apakah Program Itu?

Adalah upaya untuk mencapai sasaran.

Pengelompokan program sebaiknya disesuaikan dengan kategori program BOS 2011.

Slide 41

Tahapan Penyusunan Program

Identifikasi visi,misi dan sasaran strategis sekolah/madrasah.

Identifikasi kinerja sekolah/madrasah dan indikator kinerjanya.

Penyusunan indikator kinerja program

Penamaan program.

Slide 42

Menetapkan Penanggungjawab Program

  • Penanggungjawab program adalah individu atau jabatan yang melekat pada individu, misalnya guru kelas atau guru mata pelajaran atau wakil kepala sekolah/madrasah, atau komite sekolah/madrasah.

  • Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

  • Bertanggung jawab terhadap tertib administrasi dan tertib waktu.

Slide 43

Merumuskan Kegiatan

  • Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di dalam program.

  • Kegiatan perlu dirumuskan dari setiap program dengan mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sehingga program dapat dicapai.

  • Perumusan kegiatan dilakukan dengan cara membuat daftar kegiatan yang terkait dengan program tersebut.

  • Kegiatan yang baik adalah yang mengarah pada pencapaian indikator keberhasilan yang telah dirumuskan, dan dapat diperkirakan biaya atau anggarannya.

Slide 44

Contoh:

Sasaran: Meningkatnya rata-rata nilai UN 1,00 (dari 6,75 menjadi 7,75) tahun 2011-2014

Slide 46

Penyusunan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah

Slide 47

Apakah Anggaran Sekolah/Madrasah itu?

  • Pernyataan rencana kerja program dan kegiatan dan estimasi kinerja yang hendak dicapai sekolah/madrasah.

  • Dinyatakan dalam ukuran finansial tertentu.

  • Untuk periode waktu tertentu.

Slide 48

Cara Membuat Rencana Biaya Sekolah/Madrasah

Mendapatkan dan menghitung Biaya Satuan.

Menghitung Rencana Biaya.

Slide 49

Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan

Sekolah/madrasah perlu memiliki Daftar Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemda setempat.

Biaya satuan dapat dihitung dengan cara:

  • Menentukan jenis satuan dan jumlah satuan standar.

  • Menghitung biaya atau harga satuan.

Slide 50

Contoh Daftar Biaya Satuan

Slide 51

Menghitung Rencana Biaya

  • Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya operasionalnya.

  • Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat tahun ke depan.

  • Menghitung biaya program, yaitu mengalikan jumlah satuan dengan harga satuan. Setelah itu, tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang.

Slide 52

Contoh Rencana Biaya:

Slide 53

Membuat Rencana Pendanaan Sekolah/Madrasah

  • Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan urutan tingkat kepastian perolehan dana.

  • Berasal dari seluruh sumber pendapatan yang diterima oleh sekolah/madrasah.

    Contoh:

    • Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS/M).

    • Dana Alokasi Khusus (DAK), bagi sekolah/madrasah terpilih

    • APBD Provinsi/Kabupaten/Kota.

    • Sumbangan masyarakat

    • Donatur (perusahaan/industri, alumni , pengusaha, dsb).

Slide 54

Contoh Rencana Pendapatan Sekolah/Madrasah

Slide 55

Menyesuaikan Rencana Biayadengan Sumber Pendanaan

  • Memahami asumsi /tingkat kepastian perolehan dana sekolah/madrasah:

    • Sumber pendapatan yang telah bersifat pasti (BOS, APBD Propinsi dan Kab/Kota)

    • Sumber pendapatan bersifat belum pasti (sumbangan, donatur, hibah, usaha sekolah/ madrasah, dll)

  • Memperkirakan persentase kontribusi setiap sumber pendanaan terhadap total pendanaan pada periode tahun perencanaan.

    3. Mempelajari aturan penggunaan berdasarkan sumber pendanaan. Dana BOS telah mengatur secara tertulis apa yang boleh dan tidak boleh dalam penggunaan anggaran, demikian pula sumber pendanaan lainnya.

    4. Lakukan penyesuaian rencana pengeluaran terhadap sumber pendanaan.

Slide 56

Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan

Slide 57

Sesi 6Perumusan RKT dan RKAS/M

Slide 58

Apakah RKT itu?

Proses untuk menentukan program dan kegiatan tahunan sekolah/madrasah yang tepat sesuai dengan urutan prioritas, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.

Dokumen tentang gambaran program dan kegiatan tahunan sekolah/madrasah untuk mencapai tujuan dan sasaran tahunan yang telah ditetapkan.

Slide 59

Tujuan Penyusunan RKT

  • Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil.

  • Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/ madrasah.

  • Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan antar waktu.

  • Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan.

  • Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan masyarakat.

  • Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Slide 60

Dasar Hukum RKT (1)

PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,

Pasal 53 ayat (1):

Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 (empat) tahun.

Slide 61

Dasar Hukum RKT (2)

2. PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan,

Pasal 51:

Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) oleh satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan dasar, dan satuan pendidikan menengah dituangkan dalam:

  • rencana kerja tahunan satuan pendidikan;

  • anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan pendidikan;

  • peratuan satuan atau program pendidikan.

Slide 62

Dasar Hukum RKT(3)

3. Permendiknas 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat:

  • Rencana kerja jangka menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan.

  • Rencana kerja tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja jangka menengah.

Slide 63

Prinsip-Prinsip RKT

Terintegrasi, mencakup keseluruhan program.

Multi Sumber, mengidentifikasi berbagai sumber dana.

Partispatif, melibatkan berbagai unsur.

Monitoring dan evaluasi, oleh berbagai pihak.

KesetaraanGender.

Slide 64

Menetapkan Rencana Kerja Tahunan

  • Tiga hal yang harus dilakukan:

  • Menetapkan program/kegiatan strategis

  • Menetapkan kegiatan-kegiatan rutin

  • Menetapkan jadwal rencana kerja tahunan.

Slide 65

Menetapkan Program/Kegiatan Strategis

Langkah-langkah menyusun program/kegiatan strategis:

Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam RKS/M.

Misalnya, sasaran dalam RKS/M “Pada 2014 nilai UN rata-rata 7,50”. Sasaran dalam program tahunan “Pada 2011 nilai UN rata-rata 6,50“

2. Menetapkan program, indikator keberhasilan program, kegiatan dan penanggung-jawab program/kegiatan harus merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Untuk menetapkan indikator keberhasilan program harus sesuai dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun.

Slide 66

Contoh Program/Kegiatan Strategis

Slide 67

Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler

  • Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara regular selalu dilakukan sekolah/madrasah berdasarkan kebutuhan tahunan.

  • Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk mempertahankan/meningkatkan prestasi siswa, kegiatan untuk memenuhi kebutuhan daya dan jasa, dan sebagainya.

Slide 68

Contoh Kegiatan Rutin/Reguler

Slide 69

Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan

  • Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT untuk mengetahui beban kegiatan sekolah/ madrasah, sumber daya yang ada, serta kegiatan monitoring pelaksanaan program/ kegiatan dalam jangka waktu satu tahun.

  • Dalam RKT, jadwal disusun berdasarkan kalender akademik yang berlaku, yakni dimulai bulan Juli.

Slide 70

Contoh Jadwal Rencana Kerja

Slide 71

Menyusun RKAS/M

  • Penyusunan RKAS/M terdiri dari tiga langkah:

  • Menghitung biaya rutin/reguler

  • Menghitung rencana biaya dan sumber pendanaan.

  • Menyusun RKAS/M.

Slide 72

Menghitung Biaya Rutin

  • Biaya rutin/reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin satuan pendidikan agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan standar nasional secara teratur dan berkelanjutan.

  • Biaya rutin/reguler meliputi:

    • Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji;

    • Bahan atau peralatan habis pakai;

    • Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dll.

Slide 73

Contoh Biaya Rutin/Reguler

Slide 74

Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan

  • Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya pelaksanaan program dan kegiatan tersebut, dan dari mana sumbernya serta kecukupannya untuk melaksanakan program dan kegiatan rutin/reguler.

  • Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler, langkah berikutnya adalah membuat Rencana Pendanaan.

  • Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh sekolah/madrasah.

Slide 75

Contoh Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan

Slide 76

Menyusun RKAS/M

  • Langkah-langkah Penyusunan RKAS/M:

  • Menghitung biaya per program atau kegiatan.

  • Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan uang tersebut kepada sumber-sumber dana sesuai dengan aturan peruntukan dana dari masing-masing sumber dana;

  • Menghitung jumlah surplus atau defisit.

Slide 77

Contoh RAKS/M

Slide 78

Pengesahan dan Sosialisasi RKS/M dan RKAS/M

Harus disetujui oleh dewan Pendidik, mempertimbangkan Komite Sekolah/Madrasah

RKS/M dan RKAS/M Negeri disahkan oleh Dinas Pendidikan/Kemenag Kab-Kota. Sekolah/Madrasah swasta disahkan oleh Yayasan

RKS/M dan RKAS/M harus disosialisasikan pada orang tua peserta didik

Slide 79

Tanya jawab dan Kesimpulan


Copyright © 2014 SlideServe. All rights reserved | Powered By DigitalOfficePro