Berikrar Aman, Selamatkan Jiwa
Download
1 / 32

Berikrar Aman, Selamatkan Jiwa berikrar-aman - PowerPoint PPT Presentation


  • 143 Views
  • Uploaded on

Berikrar Aman, Selamatkan Jiwa www.berikrar-aman.net.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Berikrar Aman, Selamatkan Jiwa berikrar-aman' - evita


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Berikrar Aman, Selamatkan Jiwa

www.berikrar-aman.net


Latar belakang

Kejadian bencana di banyak tempat di belahan dunia ini sering meninggalkan cerita pilu tentang nasib anak-anak. Mereka bukan hanya menjadi korban langsung akibat peristiwa bencana yang terjadi, tetapi dalam banyak kejadian kehilangan hak mereka atas pendidikan karena kegiatan belajar mengajar tergangu atau tidak bisa dilangsungkan untuk waktu yang sangat lama.

Dampak dan akibat dari bencana yang terjadi, anak-anak dapat mengalami tekanan psikis seperti perasaan takut, stress bahkan trauma yang tidak mudah untuk dihilangkan begitu saja. Gempa bumi di Pakistan (2005) telah merenggut nyawa 17.000 anak-anak (UNICEF; 2005). Demikian pula gempa di China (2008) menyebabkan hampir 10.000 siswa meninggal terkena reruntuhan bangunan sekolah juga terperangkap di dalam reruntuhan bangunan (Metronews.com: 2010). Bencana gempa dan Tsunami Aceh dan Sumatera Utara (2004) mengakibatkan sedikitnya 300 ribu anak-anak menjadi korban. Sebanyak 75 ribu di antaranya terpisah dari keluarga, kehilangan orang tua, dan menjadi yatim piatu (Komnas PA; 2005).

Latar Belakang


Latar belakang1

Lebih banyak anak banyak akan bertahan bencana jika mereka memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.

Latar Belakang


Hasil peta risiko di renas pb

1. Analisa Resiko memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.

HasilPetaRisikodi RENAS-PB


  • GERA SHIAGA memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.adalah Program Kampanye dan Advokasi Sekolah Aman yang diinisiasi oleh Perkumpulan KerLiP bersama GERA SHIAGA Intitut, seknas Sekolah Aman dan mitra K/L/D/I terintegrasi dengan

  • model-model Pendidikan Ramah Anak di Indonesia

GERASHIAGA

Gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan Ramah Anak

dengan dukungan Keluarga

t u j u a n

Pada tahun 2014, 75% sekolah/madrasah di Indonesia

Aman

Sehat

Hijau

Inklusi

Ramah Anak

Definisi – Ide – Tujuan

Anak dan Kawula Muda Mitra dalam penerapan GERA SHIAGA di sekolah/madrasah menuju Indonesia Ramah Anak

g e r a

shiaga


Aktivasi memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.SekretariatSekolahAmandiKemdikbuddanterintegrasidenganSekretariat TP UKS

Sinkronisasikebijakanmulaidaritingkatsekolahsampaitingkatnasional

  • Roadshow

  • KafeIlmu KerLiP

  • Lombafoto essay

  • Lombaartikel

  • Festival Film Dokumenter

GSB mengaktifkanSatgas PB diSekolahdidukung MBS PeduliAnak

  • Sosialisasi dan Advokasi

  • Pembentukan Asosiasi Sekolah Aman

  • Pembentukan Sekda Sekolah Aman di provinsi, Kab./Kota

  • Pengumpulan Foto Essay sebelum, saat, sesudah rehabilitasi

Prinsip-PrinsipdanNilai-Nilai

  • PIN

  • GERA SHIAGA

  • sms

  • email

  • jejaring sosial

Fungsionalisasi OSIS dalampelembagaan GSB

PetaEvakuasi

RencanaEvakuasiterintegrasi

SimulasiEvakuasi

Pengesahan GSB sebagaiForkomandibawah OSIS

Pemutakhiran data GERA SHIAGA yang partisipatif dan interaktif

E-monitoring

Tim Pemantau Independen

Pemodelan GERA SHIAGA di Sekolah/ Madrasah

r u a n g l i n g k u p

g e r a

  • website GERA SHIAGA

  • sms gateway untuk SIPENI

  • majalah GERA SHIAGA

  • Produksi GERA SHIAGA kit

Workshop/24 jam/60 jam BBM Pembuatan Film DokumenterdalamPenerapan GERA SHIAGA menuju Indonesia LayakAnak

shiaga


d e l a p a n n memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.i l a i s e k o l a h / m a d r a s a h a m a n

  • Perubahan Budaya. Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana ditujukan untuk menghasilkan perubahan budaya yang lebih aman dari bencana dan perubahan dari aman menjadi berketahanan dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih tangguh .

  • Berorientasi Pemberdayaan. Meningkatkan kemampuan sekolah/madrasah dan warga sekolah/madrasah termasuk anak untuk menerapkan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana.

  • Kemandirian. Mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya sekolah/madrasah dan warga sekolah/madrasah termasuk anak.

  • Pendekatan berbasis hak. hak-hak asasi manusia termasuk hak-hak anak sebagai pertimbangan utama dalam upaya penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana.

  • Keberlanjutan. Mengutamakan keberlanjutan dan terbentuknya pelembagaan aktivitas termasuk aktivitas anak dalam upaya penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana dengan mengaktifkan lembaga yang sudah ada seperti TP UKS, Komite Sekolah, OSIS, dll .

  • Kearifan lokal. Menggali dan mendayagunakan kearifan lokal yang mendukung upaya penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana.

  • Kemitraan. Berupaya melibatkan pemangku kepentingan termasuk anak secara individu maupun dalam kelompok untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan berdasarkan prinsip-prinsip Sekolah/Madrasah Aman.

  • Inklusivitas. Memperhatikan kepentingan warga sekolah/madrasah terutama anak berkebutuhan khusus.

g e r a

shiaga


1. memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.Pengertian umum

Sekolah aman adalah sekolah yang mengakui dan melindungi hak-hak anak dengan menyediakan suasana dan lingkungan yang menjamin proses pembel­ajaran, kesehatan, keselamatan, dan keamanan siswanya terjamin setiap saat.

pedomansekolahamandaribencana

PENGERTIAN SEKOLAH AMAN DARI BENCANA


2. Pengertian Khusus memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.

Sekolah aman dari bencana adalah sekolah yang menerapkan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dan budaya sekolah yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana.

pedomansekolahamandaribencana

PENGERTIAN SEKOLAH AMAN DARI BENCANA


3. Pengertian terkait PRB memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.

Sekolah aman adalah komunitas pembelajar yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, memiliki rencana yang matang dan mapan sebelum, saat, dan sesudah bencana, dan selalu siap untuk merespons pada saat darurat dan bencana.

pedomansekolahamandaribencana

PENGERTIAN SEKOLAH AMAN DARI BENCANA


  • Lokasi Aman dari Bencana. memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa. Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana ditujukan untuk menghasilkan perubahan budaya yang lebih aman dari bencana dan perubahan dari aman menjadi berketahanan dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih tangguh .

  • Struktur Bangunan. Memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kemudahan termasuk kelayakan bagi anak berkebutuhan khusus, kenyamanan dan keamanan sesuai dengan permenPU no 29/2006 dan Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Tahan Gempa yang dikeluarkan KemPU pada tahun 2006.

  • Desain dan penataan Kelas.Pengaturan ruang kelas harus ideal sehingga memiliki risiko sekecil mungkin biila sewaktu-waktu terjadi bencana.

  • Dukungan Sarana dan Prasarana. Mengacu pada PermenPU 292/006, Kriteria minimum dan Permendiknas 24/2007

  • Pengetahuan, Sikap dan Tindakan. Mmembangun kemampuan seluruh warga

4 a s p e k m e n d a s a r s e k o l a h / m a d r a s a h a m a n d a r i b e n c a n a secara struktural

g e r a

shiaga


  • Pengetahuan, Sikap dan Tindakan. memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa. Mmembangun kemampuan seluruh warga sekolah/madrasah secara indivividu maupun kolektif untuk menghadapi bencana secara cepat dan tepat guna..

  • Kebijakan Sekolah/Madrasah. Keputusan yang dibuat secara formal oleh seklah/madrasah mengenai hal-hal yang perlu didukung dalam pelaksanaan penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana.

  • Perencanaan Kesiapsiagaan. Menjamin adanya tindakan cepat dan tepat guna pada saat terjadi bencana dengan memadukan dan mempertimbangkan sistem penanggulangan bencana di daerah dan disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat.

  • Mobilisasi Sumber Daya. Sekolah/Madrasah harus menyiapkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta finansial dalam pengelolaan untuk menjamin kesiapsiagaan bencana sekolah/madrasah.

4 a s p e k m e n d a s a r s e k o l a h / m a d r a s a h a m a n d a r i b e n c a n a secara non struktural

g e r a

shiaga


Keterkaitan rencana kontingensi dengan rencana operasi kedaruratan dalam penanggulangan bencana
Keterkaitan memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.RencanakontingensidenganRencanaoperasikedaruratandalampenanggulanganbencana

(sumber :modul Renkon_Ags_30 Sept)


Perbedaan sifat rencana
PERBEDAAN SIFAT RENCANA memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.

(sumber : modul Renkon_Ags_30 Sept)


Rencana kontingensi

  • Rencana Kontingensi, memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.Suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontingensi atau yang belum tentu tersebut. Suatu rencana kontingensi mungkin tidak selalu pernah diaktifkan, jika keadaan yang diperkirakan tidak terjadi.

  • Definisi “Perencanaan Kontingensi” (UNHCR), Suatu proses perencanaan kedepan, dalam keadaan yang tidak menentu, dimana skenario dan tujuan disepakati, tindakan teknis dan manajerial ditetapkan, dan sistem tanggapan dan pengerahan potensi disetujui bersama untuk mencegah, atau menanggulangi secara lebih baik dalam situasi darurat atau kritis.

  • Penekanan “Rencana Kontingensi” pada kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan bencana yakni “Suatu proses yang mengarah pada kesiapan dan kemampuan untuk memperkirakan kejadian bencana sehingga dapat:

    • mencegah bencana,

    • mengurangi dampak mereka

    • menanggapi secara efektif

    • memulihkan diri dari dampaknya”

RencanaKontingensi

(sumber : modul Renkon_Ags_30 Sept)


Kegiatan penerapan sekolah madrasah aman dari bencana

Penilaian Kerentanan dan kapasitas Sekolah/Madrasah memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.

Pembentukan Satgas PB Sekolah/Madrasah

Pembuatan Peta Risiko Bencana di Sekolah/Madrasah

Penyusunan Rencana Evakuasi terintegrasi

Penyusunan Rencana Simulasi

Simulasi Evakuasi

Pengesahan Rencana Evakuasi terintegrasi dan Pelantikan Satgas PB

Pendampingan Penyusunan Rencana Kontingensi

Pengesahan Rencana Kontingensi

Simulasi

KEGIATAN PENERAPAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN DARI BENCANA


Libra lembar inspirasi bagi ragam anak

Lembar Inspirasi bagi Ragam Anak Menuju memiliki informasi lebih banyak dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan respon. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam komunikasi resiko dan dalam mencegah dan merespon Bencana. Lingkungan yang memungkinkan bagi partisipasi anak dalam PRB berarti berkomitmen untuk alamat tidak hanya akar penyebab kerentanan anak tetapi juga membalikkan lama dipegang norma-norma budaya tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Hal ini memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak inklusi formal dalam kebijakan PRB keputusan di tagihan daerah setempat termasuk membuat keharusan partisipasi anak dalam proses pengambilan keputusan di desa.Youth Evacuation Simulation for Safer School/Madrassa atau SESSAMA (Satu jam Simulasi Evakuasi Serentak untuk Sekolah Aman dan Madrasah Aman) yang dilaksanakan setiap hari Pengurangan Resiko Bencana sedunia di sekolah/madrasah masing-masing

Libra (LEMBAR INSPIRASI BAGI RAGAM ANAK)


Langkah penilaian kerentanan kapasitas dan ancaman bencana di sekolah madrasah

  • Membangun pemahaman akan pentingnya pengurangan risiko bencana melalui OPERA (Obrolan Pendidikan Ramah Anak) di POMG :

    • Pengalaman yang berkaitan dengan bencana, langsung atau tidak langsung, di rumah, komunitas, sekolah/madrasah atau di lingkungan sekitar

    • Berbagai kemungkinan bencana alam dan sosial yang dapat terjadi rumah, komunitas, sekolah/madrasah atau di lingkungan sekitar

  • Memetakan kembali profil keluarga, komunitas, sekolah/madrasah atau di lingkungan

    • Nama, usia, alamat dan nomor telepon setiap orang yang tinggal di rumah, komunitas, sekolah/madrasah atau di lingkungan sekitar

    • Pemetaan kapasitas, kerentanan, zona aman dan titik kumpul

    • Tempat favorit di sekolah/madrasah

LangkahPenilaianKerentanan, Kapasitas, danAncamanBencanadiSekolah/Madrasah


Langkah penilaian kerentanan kapasitas dan ancaman bencana di sekolah madrasah1

  • Apakah sekolah/madrasahku aman? bencana melalui OPERA (Obrolan Pendidikan Ramah Anak) di POMG :

    • Kunjungi tempat favorit peserta didik

    • Di tempat tersebut, kenali Kerentanan dan Kapasitas (fisik, non-fisik)

    • Di tempat tersebut, lakukan Cara Asyik Cari Tahu (CACT)

  • Isi hasil penilaian kapasitas setiap kelompok/komunitas anak (ekskul, OSIS, MPK, lainnya) dalam menginisiasi pelembagaan Gerakan Siswa Bersatu mewujudkan Sekolah/Madrasah Aman SHIAGA

LangkahPenilaianKerentanan, Kapasitas, danAncamanBencanadiSekolah/Madrasah


Susun rencana aksi yes for safer school madrasah

  • setiap anak secara individu/kelompok menuliskan rencana aksi nyata untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas di tempat favorit di sekolah/madrasah

  • Kenali jalur evakuasi yang paling aman dari tempat favorit tersebut ke titik kumpul aman yang sudah ditetapkan

  • Persiapan YES for Safer School/Madrasah

    • Diskusikan hasil kegiatan penilaian kerentanan dan rencana aksi di hadapan Dewan Guru dan Komite Sekolah/Madrasah

    • Susun Rencana Evakuasi Terintegrasi bersama Warga Sekolah/Madrasah

    • Buat berita acara penetapan Rencana Evakuasi Terintegrasi

    • Tanda tangan oleh setiap anak dan kepala sekolah/madrasah

    • Ikrar bersama untuk mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk melaksanakan, mendokumentasikan dan melaporkan YES for Safer School/Madrasah 2013

SusunRencanaaksi YES for Safer School/Madrasah


Proses penyusunan rencana kontingensi (sumber :modul Renkon_Ags_30 Sept)

(sumber :

modul Renkon_Ags_ 30 Sept)


g a l e r Renkon_Ags_30 Sept)i f o t o

m o d e l k o o r d i n a s i

TBM GERA SHIAGA

di Dago Car Free Day

Peluncuran 1 MSSHC

29 Juli 2010

g e r a

Kordinasi dengan

TP UKS Jabar

Persiapan AMCDRR dengan

Meneg PP-PA

shiaga


p r o g r a m Renkon_Ags_30 Sept)

g a l e r i f o t o k e g i a t a n 2010-2012

Bersama Pramuka SMKN 5 Pangalengan Tutor Sebaya untuk sekolah Aman kepada

Bapak Presiden RI dan Mendiknas RI di Gambung Ciwidey, Kabupaten Bandung

7 Agustus 2010


g a l e r Renkon_Ags_30 Sept)i f o t o

r o a d s h o w g e r a s h i a g a

Pendidikan

karakter

happening

art

skill

Apresiasi

Seni

g e r a

GSB SMPN 11 Bandung, ITB88, Anak Matahari, Allisa,

Seniman Bangun Pagi facilitated by BEM STKS, ISMAKES Jabar, KerLiPers, PPMB ITB

shiaga


g a l e r Renkon_Ags_30 Sept)i f o t o

m o d e l p a r t i s i p a s i

g e r a

shiaga


g a l e r Renkon_Ags_30 Sept)i f o t o

m o d e l s i m u l a s i

g e r a

shiaga


Roadshow workshop percontohan sekolah aman
Roadshow Renkon_Ags_30 Sept) Workshop PercontohanSekolahAman

  • Hasil dari workshops ini adalah:

  • Kesepakatan antar berbagai pihak, pemahaman tentang konsep percontohan pelaksanaan Sekolah/Madrasah Aman, Daftar sekolah percontohan penerima DAK,

  • Rencana Kerja per Daerah.


m o d e l k e r j a s a m a Renkon_Ags_30 Sept)

GERUNG, 19/7 - SEKOLAH AMAN. Gubernur NTB, M zainul Majdi (tengah) disaksikan Ketua Seknas Sekolah Aman, Yanti Sriyulianti (kanan) dan "Head Human Development Sector World Bank" Mae Chu Chang (kiri) saat menandatangani komitmen Penerepan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana di Hotel Sheraton Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Gerung, Lombok Barat, NTB, Kamis (19/7). Menurut data Seknas Sekolah Aman pada Tahun 2011 Provinsi NTB memperoleh DAK Pendidikan sebesar Rp.169,9 miliar dan Rp.206,3 miliar pada Tahun 2012 serta Rp.9,9 miliar untuk rehabilitasi madrasah di NTB Tahun 2012. FOTO ANTARA/Ahma Subaidi/Koz/mes/12.


m o d e l p e n c a n a n g a n Renkon_Ags_30 Sept)

PenerapanSekolahAmanmelalui DAK PendidikandanRehabilitasiSekolah

1. Disaster Preparadness start at young

http://www.youtube.com/watch?v=48yZ8iw-lKg

2. SekolahAmanHakAnakBangsa

http://www.youtube.com/watch?v=A15HmFiTt3g


M i l e s t o n e

Kampanye Global Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman. Indonesia meluncurkan kampanye untuk berkontribusi dalam Sekolah dan Rumah Sakit Aman tanggal 29 Juli 2013

Konferensi Sekolah Aman oleh Plan 20-21 Desember 2010

Rapat Koordinasi multipihak di ruang Wamendik 22 Desember 2010

Surat Wamendik kepada Bank Dunia meminta Sekolah Aman untuk dipilotkan Januari 2011

Panduan Penerapan Sekolah Aman melalui DAK Pendidikan diterbitkan sebagai lampiran Surat Rekomendasi kepala BNPB kepada Kemdiknas memenuhi permintaan Wamendik tanggal 18 Februari 2011

Surat Edaran Mendiknas tentang pengarusutamaan PRB di sekolah tanggal30 Maret 2011

Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana diterbitkan – Perka BNPB no 4/2012 dan diluncurkan pada Hardiknas oleh Mendikbud dan BNPB merujuk Permendiknas 24/2007 tentang Sarana Prasarana sekolah/madrasah persyaratan kesehatan, keselamatan, kelayakan termasuk kemudahan bagi ABK, kenyamanan dan keamanan dari bencana) serta panduan PB yang diterbitkan Mandikdasmen

Kerangka Kerja Sekolah Siaga Bencama diluncurkan KPB bulan Mei 2011

Pengintegrasian sekolah aman bencana dalam juknis DAK Pendidikan, Pedoman Penerapan Sekolah Ramah Anak, Juknis terkait sarana dan prasarana di Kemenag

m ile s t o n e


M i l e s t o n e1

10 Indonesia meluncurkan kampanye untuk berkontribusi dalam Sekolah dan Rumah Sakit Aman tanggal 29 Juli 2013. 3 Provinsi dipilih sebagai provinsi pilot, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat; 4 kabupaten dan 2 kota (Kabupaten Padang Pariaman, Bandung, Lombok Timur, Lombok Barat; Kota Padang dan Kota Bandung; 180 Sekolah dipilih sebagai pilot 60 per provinsi, 30 sekolah per kabupaten/kota dari >30.000 SD/SMP penerima bantuan rehabilitasi sekolah dari Kemdikbud

11. 17 provinsi penerima bantuan sosial rehabilitasi madrasah dari Kemenag lebih dari 7.000 kelas pendampingan oleh Perkumpulan KerLiP dan KemPU

12. Pembiayaan kegiatan penyediaan fasilitator tambahan (teknik dan sosial) untuk memastikan penerapan sekolah/madrasah aman bencana di sekolah/madrasah penerima bantuan sosial rehabilitasi sekolah di Sumbar dan Jabar oleh GFDRR sedangkan NTB dibiayai dari Basic Capacity Education Trust Fund (BEC-TF) melibatkan multipihak di Seknas Sekolah Aman dan daerah

Program Sekolah Aman untuk 10 sekolah di Sikka NTT dan 10 sekolah di Rembang dan Grobogan Jawa Tengah dibiayai Plan Indonesia melibatkan multipihak di Seknas Sekolah Aman dan daerah

Penyusunan Panduan Monev Penerapan Sekolah/Madrasah Aman oleh Seknas Sekolah Aman dengan biaya Plan Indonesia lalu Kemenag RI dan BNPB melibatkan multipihak di Seknas Sekolah Aman

Penyusunan dan sosialisasi Pedoman Penerapan Sekolah Ramah Anak oleh KPP-PA terkait indikator Kabupaten Kota Layak Anak di setiap provinsi mulai 2011-2013

Bantuan Sosial 20 Sekolah Penyangga oleh Setditjen Dikmen November 2011

m ile s t o n e


M i l e s t o n e2

Penyusunan Direktori Penerapan Sekolah/Madrasah Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan Ramah Anak oleh BNPB dan multipihak di Seknas Sekolah Aman

Sosialisasi dan bimbingan teknis Sekolah Aman Bencana dalam Bantuan Sosial Sekolah Aman di Dit PK-LK Ditjen Dikmen 2012-sekarang

Nota Kesepahaman antar Sekjen/Sestama/Sesmen tentang Tgl 20 Agustus 2013 ANTARA KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA DENGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM, KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP, KEMENTERIAN KESEHATAN, BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA, DAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 4TAHUN2013,  NOMOR: 02/PKS/SJ/2013, NOMOR:09/SES/LH/08/2013, NOMOR: HK.05.01/IV/1657/2013, NOMOR: 38A/BNPB/08/2013, NOMOR: 9/SKB-100/VIII/2013, TENTANG PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN MADRASAH ALIYAH NEGERI INSAN CENDEKIA DI INDONESIA Pasal 1 Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menjadi landasan hukum untuk mewujudkan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia di Indonesia yang nyaman, aman bencana, sehat, hijau, inklusi, dan ramah anak, termasuk anak yang memerlukan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus difasilitasi Seknas Sekolah Aman dan KerLiP

Penyusunan Pedoman Penerapan Sekolah Aman, Panduan Implementasi Pendidikan PRB di SMA/SMK dan SMLB oleh Dit PK-LK Ditjen Dikmen difasilitasi Seknas Sekolah Aman dan KerLiP

Roadshow Gerakan Sekolah/Madrasah Aman, Sehat, Hijau, Inklusi dan Ramah Anak di sekolah/madrasah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB

m ile s t o n e


ad