Advertisement
/ 49 []

POLA-POLA HEREDITAS


POLA-POLA HEREDITAS. Dalam hal ini Sutton berpendapat bahwa :Jumlah kromosom pada ovum dan sperma sama, yaitu jml kromosom sel tubuhOrganisma hasil fertilisasi bersifat diploid (2set/perangkat kromosom). Pewarisan sifat induk kepada keturunannya melalui gamet mengikuti aturan tertentu . Dalam pe

Download Presentation

POLA-POLA HEREDITAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime.While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Presentation Transcript


Pola pola hereditas l.jpg

POLA-POLA HEREDITAS

SESUAI HUKUM MENDEL I DAN II


Pola pola hereditas2 l.jpg

POLA-POLA HEREDITAS

Pewarisan sifat induk kepada keturunannya melalui gamet mengikuti aturan tertentu

  • Dalam hal ini Sutton berpendapat bahwa :

    • Jumlah kromosom pada ovum dan sperma sama, yaitu ½ jml kromosom sel tubuh

    • Organisma hasil fertilisasi bersifat diploid (2set/perangkat kromosom)


Slide3 l.jpg

Dalam peristiwa meiosis, ke-2 perangkat kromosom memisah secara bebas dan mengelompok juga secara bebas dengan kromosom lain yang bukan homolognya

  • Identitas dan bentuk setiap kromosom tetap, dan gen sebagai kesatuan faktor menurun adalah mantap


Berdasar hukum mendel l.jpg

Berdasar Hukum Mendel

  • Dominansi Monohibrid  3 : 1

  • Intermediet  1 : 2 : 1

  • Dihibrid  9 : 3 : 3 : 1

  • Namun dalam kenyataannya ada beberapapenyimpangan walaupunbersifat semu (karena pada hakekatnya kalau dilihat masih mengikuti pola HukumMendel)


Test cross uji silang 1 1 l.jpg

TEST CROSS/ UJI SILANG(1 : 1)

  • F1 disilangkan dengan galur murni (parental 1) yang resesif

  • A = bunga merah

  • a = bunga putih

  • P1 AA (merah) X aa (putih)

  • Gamet A a

  • F1 Aa (merah)

  • P2 Aa (merah) X aa(putih)

  • Gamet A,a a

  • F2 1Aa (merah) : 1 aa (putih)


Hasil persilangan test cross uji silang l.jpg

Hasil persilangan test cross(uji silang)

  • Monohibrida RF = 1 : 1

  • Dihibrida  RF = 1 :1:1:1

  • Trihibrida  RF = 1:1:1:1:1:1:1:1


Back cross persilangan kembali semua sama l.jpg

BACK CROSS/Persilangan kembali(Semua sama)

  • F1 disilangkan dengan galur murni (parental 1) yang dominan

  • B = gen untuk warna marmot hitam

  • b = gen untuk warna putih

  • P1 BB (hitam) X bb (putih)

  • Gamet B b

  • F1 Bb (hitam)

  • P2 Bb (hitam) X BB (hitam)

  • Game B,b B

  • F2 Bb (hitam), Bb (hitam)  semua hitam


Penyimpangan semu hukum mendel l.jpg

Penyimpangan Semu Hukum Mendel

  • Interaksi beberapa gen (Atavisme)  bentuk pial / jengger pada ayam

  • Ada 4 macam bentuk pial :

    • R – P – = walnut / sumpel  dominan

    • RRpp = rose / gerigi

    • rrPP = pea / biji

    • rrpp = bilah / single  resesif


P1 rrpp x rrpp l.jpg

P1 ♂ RRpp X ♀ rrPP

(rose/gerigi)

(pea/biji)

  • Gamet Rp rP

  • F1 RrPp

  • P2 RrPp X RrPp

  • Gamet RP, Rp, rP, rp

  • F2

  • R – P – = 9 ….

  • R – pp = 3 ….

  • rrP – = 3 ….

  • rrpp = 1 ….

(walnut)

(walnut)

(walnut)


Polimeri 15 1 9 3 3 1 l.jpg

POLIMERI ( 15 : 1  (9+3+3) : 1 )

  • Sifat yang muncul pada pembastaran heterozigotik dengan sifat beda yang berdiri sendiri tetapi mempengaruhi karakter dan bagian organ tubuh yang sama

  • Banyak gen yang mempengaruhi satu gejala/karakter disebut POLIGEN

  • misalnya :

    • warna kulit pada manusia

    • Warna bunga suatu tanaman


Slide12 l.jpg

  • M = gen untuk warna bunga merah

  • m = gen tidak terbentuk warna

  • P1 M1M1M2M2 X m1m1m2m2

    • (merah ) ( putih )

  • Gamet M1M2 m1m2

  • F1 M1m1M2m2

  • (merah)

  • P2 M1m1M2m2 X M1m1M2m2

    ( merah ) (merah)

  • Gamet M1M2, M1m2, m1M2, m1m2

  • F2

  • M1 – M2 – = 9 merah

  • M1 – mm = 3 merah

  • m1m1M2 – = 3 merah

  • M1m1m2m2= 1 putih


  • Kriptomeri 9 3 4 l.jpg

    KRIPTOMERI 9:3:4

    • Gen dominan yang seolah-olah tersembnyi apabila berdiri sendiri dan pengaruhnya baru tampak jika bersama-sama dengan gen dominan yang lain

    • A = ada bahan pigmen antosianin

    • a = tidak ada antosianin

    • B = reaksi plasma bersifat basa

    • b = reaksi plsma bersifat asam

    • P1 AAbb X aaBB

      (merah) (putih)

    • Gamet Ab aB

    • AaBb

    • (ungu)


    P2 aabb x aabb l.jpg

    P2 AaBb X AaBb

    (ungu) (ungu)

    • Gamet AB, Ab, aB, ab

    • F2

    • A – B – = 9 ….

    • A – bb = 3 ….

    • aaB – = 3 ….

    • aabb = 1 ….


    Epistasis hipostasis 12 3 1 l.jpg

    EPISTASIS &HIPOSTASIS( 12 : 3 : 1 )

    • Interaksi gen dominan mengalahkan gen dominan lainnya yang bukan sealela

    • Gen dominan yang menutup gen dominan lainnya  epistasis

    • Gen dominan yang tertutup hipostatis

    • Contoh  warna kulit gandum dan warna kulit labu squash


    Slide16 l.jpg

    • H (hitam) dominan terhadap h (putih)

    • K (kuning) dominan terhadap k (putih)

    • H epiatasis terhadap K

    • P1 HHkk (hitam) X hhKK (kuning)

    • Gamet Hk hK

    • F1 HhKk (hitam)

    • P2 HhKk (hitam) X HhKk (hitam)

    • Gamet HK, Hk, hK, hk

    • F2

    • H – K – = 9 hitam

    • H – kk = 3 hitam

    • hhK – = 3 Kuning

    • hhkk = 1 putih


    Komplementer 9 7 l.jpg

    KOMPLEMENTER( 9 : 7 )

    • Gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi

    • Apabila salah satu gen tidak ada maka pemunculan suatu karakter akan terhalang

    • Contoh  ada 2 gen yang berinteraksi dalam menumbuhkan pigmen


    Slide18 l.jpg

    • C = menyebabkan timbul pigmen

    • c = tidak menimbulkan pigmen

    • P = menumbuhkan enzim pengaktif pigmen

    • p = tidak menumbuhkan pigmen

    • P1 CCpp (putih) X ccPP (putih)

    • Gamet Cp cP

    • F1 CcPp (ungu)

    • P2 CcPp (ungu) X CcPp (ungu)

    • Gamet CP, Cp, cP, cp

    • F2

    • C – P – = 9 ….

    • C – pp = 3 ….

    • ccP – = 3 ….

    • Ccpp = 1 ….


    Komplementer l.jpg

    komplementer

    • DDee x ddEE

    • tuli bisu tuli bisu

    DdEe

    Normal

    DdEe x DdEe

    Normal Normal

    Pasangan suami istri tsb menginginkan 4 orang anak. Bagaimana kemingkinan ratio fenotip anak2nya?


    Contoh soal l.jpg

    Contoh soal

    • Sifat albino dikode oleh gen a. Suami istri masing-masing normal tetapi carrier albino, menginginkan 3 orang anak. Berapa peluang :

    • a, ketiganya normal?

    • b, jika ada anak yang albino, sebaiknya seorang saja pada laki-laki dan pada anak terakhir?


    Slide21 l.jpg

    Soal:

    • Pada tanaman diketahui sbb:

    • B gen buah bulat dan alelnya b gen buah lonjong

    • H mendorong munculnya sifat dan alelnya h menghambat munculnya sifat.

    • Hasil testcross diperoleh 60 tanaman sebagai berikut: 20 tanaman bulat dan 40 tanamn buah lonjong, ujilah dengan Chi-square apakah hasil tersebut sesuai dengan harapan (baik)?


    Slide22 l.jpg

    Soal

    • Pada tanaman dikenal gen B untuk buah bulat dan T untk batang tinggi.

    • Hasil persilangan F1 dengan individu yang diketahui resesif homosigotik, diperoleh keturunan dengan perincian sbb:

    • 30 tanaman buah bulat btng tinggi, 10 tanaman buah bulat batang pendek dan 20 tnm buah kisut batang pendek.


    Pautan linkage l.jpg

    PAUTAN/LINKAGE

    • Peristiwa di mana 2 atau lebih gen terdapat pada satu kromosom yang sama

    • Jk tidak linkage  AaBb

    • Linkage  (AB) (ab) atau —

    B

    b

    a

    A

    AB

    ab

    • Coupling phase (Sis)

    • Repulsion phase (trans)

    a

    b

    A

    B

    A

    b

    a

    B

    2

    1


    Slide24 l.jpg

    Warna tubuh dan bentuk sayap pada lalt buah Drosophila melanogaster

    • B = warna tubuh kelabu

    • b = warna tubuh hitam

    • V = sayap panjang

    • v = sayap pendek

    • P1 (BV) (BV) X (bv) (bv)

    • Gamet (BV) (bv)

    • F1 (BV) (bv)

    • P2 (BV) (bv) X (BV) (bv)

    • Gamet (BV) dan (bv)

    • F2 (BV)(BV), (BV)(bv), (bv)(BV), (bv)(bv)

    • 3 kelabu panjang : 1 hitam pendek

    (kelabu, panjang)

    (hitam, pendek)

    (kelabu, panjang)

    (kelabu, panjang)

    (kelabu, panjang)


    Slide25 l.jpg

    • Cu = sayap normal

    • cu = sayap keriput

    • Sr = dada polos

    • sr = dada bergaris-garis

    • P1 (CuSr) (CuSr) X (cusr) (cusr)

    • Gamet ?

    • F1 ?

    • Test cross ?

    • Bagaimana jika gen dalam susunan TRANS?

    • Bagaimana rasio fenotip pada F2 ?


    Linkage pd manusia l.jpg

    LINKAGE PD MANUSIA

    • Polidaktili dan warna mata

    • P = jari polidaktili

    • p = jari normal

    • B = warna mata hitam

    • b = warna mata biru

    • P1 (PB)(PB) X (pb)(pb)

    • Gamet ?

    • F1 ?

    • F2 jika di test cross ?


    Pindah silang l.jpg

    PINDAH SILANG

    P1 (MB)(MB) X (mb)(mb)

    (ungu, panj) (mrh,pd

    G (MB) (mb)

    F1 (MB)(mb)

    • M = biji ungu

    • m = biji merah

    • B = biji panjang

    • b = biji bulat

    (ungu,panjang)

    Jika terjadi pindah silang, maka gamet yang terbentuk 4 macam :

    (MB), (Mb), (mB), (mb)

    Di mana (MB) dan (mb)  kombinasi parental (KP)

    Sedangkan (Mb) dan (mB)  kombinasi rekombinan (KR)


    Proses pindah silang l.jpg

    PROSES PINDAH SILANG

    A B

    a b

    AB = KP

    Ab = KR

    aB = KR

    ab = KP

    Jika ditest cross akan didapat perbandingan n : 1 : 1 : n ( susunan Cis )

    Jika trans  1 : n : n : 1


    Rasio fenotip co l.jpg

    RASIO FENOTIP CO

    • Dengan susunan cis Jika di test cross rasio fenotip n : 1 : 1 : n

    • Dengan susunan Trans, jika di test cross, rasio fenotip  1 : n : n : 1

    • Catatan :

    • KP  jumlahnya tak terhingga/ frekuensinya lebih besar / lebih dari 50%

    • KR  perbandingan 1/ frekuensinya lebih kecil / kurang dari 50%


    Determinasi sex l.jpg

    DETERMINASI SEX

    • Manusia  XX dan XY

    • Wanita 22AA,XX , Pria 22AA,XY

    • Serangga  XX dan XO

    • Betina 3AA,XX, jantan 3AA,XO

    • Burung, kupu-kupu, ikan  ZZ dan ZW

    • Betina ZW, jantan ZZ


    Tautan sex l.jpg

    TAUTAN SEX

    • Gen yang tergantung terdapat pada kromosom sex, atau tertaut pada sex kromosom

    • Mis  pada warna mata merah pada Drosophila terpaut pada kromosom X

    • Yang putih pasti jantan , tetapi yang jantan belum tentu putih


    Gen letal 1 l.jpg

    GEN LETAL #1

    • Gen yang menyebabkan kematian pada suatu individu yang memilikinya.

    • Karena tugas gen asli untuk menumbuhkan suatu karakter/ bagian yg vital terganggu (mutasi)

    • Pengaruh gen letal  kematian pd embrio, pada waktu lahir, setelah menjelang dewasa (gen subletal)


    Gen letal 2 l.jpg

    GEN LETAL #2

    • Gen letal ada yang bersifat resesif ada yg bersifat dominan (lihat tabel berikut)

    Perbedaan Gen Letal Resesif dan Dominan


    Letal resesif albino pada tanaman l.jpg

    x

    Aa

    (hijau kekuningan)

    A,a

    Induk

    Gamet

    Aa

    (hijau kekuningan)

    A,a

    LETAL RESESIF(Albino pada tanaman)

    Rasio fenotip: 1 hijau : 2 hijau kekuningan : 1 albino (letal)


    Letal dominan ayam redep l.jpg

    LETAL DOMINAN(Ayam redep)

    P Rr x Rr

    Rasio fenotip

    1 redep homozigot (letal) : 2 redep heterozigot : 1 normal


    Letal dominan tikus berambut kuning l.jpg

    x

    Aa

    (berambut kuning)

    A,a

    Induk

    Gamet

    Aa

    (berambut kuning)

    A,a

    LETAL DOMINAN(Tikus berambut kuning)

    Rasio fenotip

    1 berambut kuning homozigot (letal) : 2 berambut kuning heterozigot : 1 normal


    Gen letal pada manusia siclemia l.jpg

    x

    Ss

    (Ayah)

    A,a

    Induk

    Gamet

    Ss

    (Ibu)

    A,a

    GEN LETAL PADA MANUSIA(Siclemia)

    Rasio fenotip

    1 normal homozigot : 2 normal heterozigot : 1 letal


    Gen letal pada manusia thalassemia l.jpg

    x

    Thth

    (Ayah)

    Th,th

    Induk

    Gamet

    Thth

    (Ibu)

    Th, th

    GEN LETAL PADA MANUSIA(Thalassemia)

    Rasio fenotip

    1 Thalassemia mayor (letal) : 2 Thalassemia minor : 1 normal


    Jenis kelamin l.jpg

    Sel telur

    Sperma

    |

    X

    |

    Y

    |

    X

    ½

    ½

    semua

    | |

    XX

    | |

    XY

    ½

    ½

    JENIS KELAMIN


    Bahan diskusi l.jpg

    KETERANGAN

    = Perempuan

    (normal)

    = Laki-laki

    (normal)

    = individu albino

    Bahan Diskusi

    I

    Nomor generasi

    2

    1

    II

    Individu pada setiap generasi

    5

    2

    4

    1

    3

    III

    IV

    V


    Brachydactily jari pendek l.jpg

    Brachydactily (Jari Pendek)


    Cystinuria l.jpg

    Cystinuria


    Buta warna l.jpg

    Buta warna

    Sifat buta warna tertaut pada kromosom X

    Tipe perkawinan pada masyarakat yg ada kemungkinan penderita buta warna


    Latihan l.jpg

    Latihan

    Perkawinan ♂normal dan ♀ carier

    Perkawinan ♂buta warna dan ♀ carier


    Hemofilia l.jpg

    Hemofilia

    Kemungkinan genotip orang yang normal yang hemofilia

    Berbagai tipe perkawinan penyebab hemofilia


    Golongan darah 1 l.jpg

    Golongan Darah#1

    Hubungan antara Fenotip Golongan Darah Sistem A, B, O, Genotip, dan Kemungkinan Macam Gamet


    Golongan darah 2 l.jpg

    Golongan Darah#2

    Golongan darah orang tu dan kemungkinan atau tidak mungkin pada golongan darah anak-anaknya


    Golongan darah 3 l.jpg

    Golongan Darah#3

    Hubungan antaran Fenotip Golongan Darah Sistem M, N, Genotip, dan Kemungkinan Gamet

    Genotip Orang Menurut Sistem Rh