Advertisement
1 / 49

POLA-POLA HEREDITAS PowerPoint PPT Presentation


  • 88 Views
  • Uploaded on 03-09-2012
  • Presentation posted in: General

POLA-POLA HEREDITAS. SESUAI HUKUM MENDEL I DAN II. POLA-POLA HEREDITAS. Pewarisan sifat induk kepada keturunannya melalui gamet mengikuti aturan tertentu . Dalam hal ini Sutton berpendapat bahwa : Jumlah kromosom pada ovum dan sperma sama, yaitu ½ jml kromosom sel tubuh - PowerPoint PPT Presentation

Download Presentation

POLA-POLA HEREDITAS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Pola pola hereditas l.jpg

POLA-POLA HEREDITAS

SESUAI HUKUM MENDEL I DAN II


Pola pola hereditas2 l.jpg

POLA-POLA HEREDITAS

Pewarisan sifat induk kepada keturunannya melalui gamet mengikuti aturan tertentu

  • Dalam hal ini Sutton berpendapat bahwa :

    • Jumlah kromosom pada ovum dan sperma sama, yaitu ½ jml kromosom sel tubuh

    • Organisma hasil fertilisasi bersifat diploid (2set/perangkat kromosom)


Slide3 l.jpg

Dalam peristiwa meiosis, ke-2 perangkat kromosom memisah secara bebas dan mengelompok juga secara bebas dengan kromosom lain yang bukan homolognya

  • Identitas dan bentuk setiap kromosom tetap, dan gen sebagai kesatuan faktor menurun adalah mantap


Berdasar hukum mendel l.jpg

Berdasar Hukum Mendel

  • Dominansi Monohibrid  3 : 1

  • Intermediet  1 : 2 : 1

  • Dihibrid  9 : 3 : 3 : 1

  • Namun dalam kenyataannya ada beberapapenyimpangan walaupunbersifat semu (karena pada hakekatnya kalau dilihat masih mengikuti pola HukumMendel)


Test cross uji silang 1 1 l.jpg

TEST CROSS/ UJI SILANG(1 : 1)

  • F1 disilangkan dengan galur murni (parental 1) yang resesif

  • A = bunga merah

  • a = bunga putih

  • P1 AA (merah) X aa (putih)

  • Gamet A a

  • F1 Aa (merah)

  • P2 Aa (merah) X aa(putih)

  • Gamet A,a a

  • F2 1Aa (merah) : 1 aa (putih)


Hasil persilangan test cross uji silang l.jpg

Hasil persilangan test cross(uji silang)

  • Monohibrida RF = 1 : 1

  • Dihibrida  RF = 1 :1:1:1

  • Trihibrida  RF = 1:1:1:1:1:1:1:1


Back cross persilangan kembali semua sama l.jpg

BACK CROSS/Persilangan kembali(Semua sama)

  • F1 disilangkan dengan galur murni (parental 1) yang dominan

  • B = gen untuk warna marmot hitam

  • b = gen untuk warna putih

  • P1 BB (hitam) X bb (putih)

  • Gamet B b

  • F1Bb (hitam)

  • P2 Bb (hitam)X BB (hitam)

  • Game B,b B

  • F2 Bb (hitam), Bb (hitam)  semua hitam


Penyimpangan semu hukum mendel l.jpg

Penyimpangan Semu Hukum Mendel

  • Interaksi beberapa gen (Atavisme)  bentuk pial / jengger pada ayam

  • Ada 4 macam bentuk pial :

    • R – P – = walnut / sumpel  dominan

    • RRpp = rose / gerigi

    • rrPP = pea / biji

    • rrpp = bilah / single  resesif


P1 rrpp x rrpp l.jpg

P1 ♂ RRpp X ♀ rrPP

(rose/gerigi)

(pea/biji)

  • Gamet RprP

  • F1RrPp

  • P2 RrPp X RrPp

  • Gamet RP, Rp, rP, rp

  • F2

  • R – P – = 9 ….

  • R – pp = 3 ….

  • rrP – = 3 ….

  • rrpp = 1 ….

(walnut)

(walnut)

(walnut)


Polimeri 15 1 9 3 3 1 l.jpg

POLIMERI ( 15 : 1  (9+3+3) : 1 )

  • Sifat yang muncul pada pembastaran heterozigotik dengan sifat beda yang berdiri sendiri tetapi mempengaruhi karakter dan bagian organ tubuh yang sama

  • Banyak gen yang mempengaruhi satu gejala/karakter disebut POLIGEN

  • misalnya :

    • warna kulit pada manusia

    • Warna bunga suatu tanaman


Slide12 l.jpg

  • M = gen untuk warna bunga merah

  • m = gen tidak terbentuk warna

  • P1 M1M1M2M2X m1m1m2m2

    • (merah ) ( putih )

  • Gamet M1M2 m1m2

  • F1M1m1M2m2

  • (merah)

  • P2 M1m1M2m2 X M1m1M2m2

    ( merah ) (merah)

  • Gamet M1M2, M1m2, m1M2, m1m2

  • F2

  • M1 – M2 – = 9 merah

  • M1 – mm = 3 merah

  • m1m1M2 – = 3 merah

  • M1m1m2m2= 1 putih


  • Kriptomeri 9 3 4 l.jpg

    KRIPTOMERI 9:3:4

    • Gen dominan yang seolah-olah tersembnyi apabila berdiri sendiri dan pengaruhnya baru tampak jika bersama-sama dengan gen dominan yang lain

    • A = ada bahan pigmen antosianin

    • a = tidak ada antosianin

    • B = reaksi plasma bersifat basa

    • b = reaksi plsma bersifat asam

    • P1 AAbbXaaBB

      (merah)(putih)

    • Gamet Ab aB

    • AaBb

    • (ungu)


    P2 aabb x aabb l.jpg

    P2 AaBb X AaBb

    (ungu)(ungu)

    • GametAB, Ab, aB, ab

    • F2

    • A – B – = 9 ….

    • A – bb = 3 ….

    • aaB – = 3 ….

    • aabb = 1 ….


    Epistasis hipostasis 12 3 1 l.jpg

    EPISTASIS &HIPOSTASIS( 12 : 3 : 1 )

    • Interaksi gen dominan mengalahkan gen dominan lainnya yang bukan sealela

    • Gen dominan yang menutup gen dominan lainnya  epistasis

    • Gen dominan yang tertutup hipostatis

    • Contoh  warna kulit gandum dan warna kulit labu squash


    Slide16 l.jpg

    • H (hitam) dominan terhadap h (putih)

    • K (kuning) dominan terhadap k (putih)

    • H epiatasis terhadap K

    • P1 HHkk (hitam) X hhKK (kuning)

    • Gamet HkhK

    • F1 HhKk (hitam)

    • P2 HhKk (hitam)X HhKk (hitam)

    • Gamet HK, Hk, hK, hk

    • F2

    • H – K –= 9 hitam

    • H – kk= 3 hitam

    • hhK – = 3 Kuning

    • hhkk= 1 putih


    Komplementer 9 7 l.jpg

    KOMPLEMENTER( 9 : 7 )

    • Gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi

    • Apabila salah satu gen tidak ada maka pemunculan suatu karakter akan terhalang

    • Contoh  ada 2 gen yang berinteraksi dalam menumbuhkan pigmen


    Slide18 l.jpg

    • C = menyebabkan timbul pigmen

    • c = tidak menimbulkan pigmen

    • P = menumbuhkan enzim pengaktif pigmen

    • p = tidak menumbuhkan pigmen

    • P1 CCpp (putih) X ccPP (putih)

    • Gamet Cp cP

    • F1CcPp (ungu)

    • P2 CcPp (ungu) X CcPp (ungu)

    • Gamet CP, Cp, cP, cp

    • F2

    • C – P –= 9 ….

    • C – pp= 3 ….

    • ccP –= 3 ….

    • Ccpp= 1 ….


    Komplementer l.jpg

    komplementer

    • DDee x ddEE

    • tuli bisu tuli bisu

    DdEe

    Normal

    DdEe x DdEe

    NormalNormal

    Pasangan suami istri tsb menginginkan 4 orang anak. Bagaimana kemingkinan ratio fenotip anak2nya?


    Contoh soal l.jpg

    Contoh soal

    • Sifat albino dikode oleh gen a. Suami istri masing-masing normal tetapi carrier albino, menginginkan 3 orang anak. Berapa peluang :

    • a, ketiganya normal?

    • b, jika ada anak yang albino, sebaiknya seorang saja pada laki-laki dan pada anak terakhir?


    Slide21 l.jpg

    Soal:

    • Pada tanaman diketahui sbb:

    • B gen buah bulat dan alelnya b gen buah lonjong

    • H mendorong munculnya sifat dan alelnya h menghambat munculnya sifat.

    • Hasil testcross diperoleh 60 tanaman sebagai berikut: 20 tanaman bulat dan 40 tanamn buah lonjong, ujilah dengan Chi-square apakah hasil tersebut sesuai dengan harapan (baik)?


    Slide22 l.jpg

    Soal

    • Pada tanaman dikenal gen B untuk buah bulat dan T untk batang tinggi.

    • Hasil persilangan F1 dengan individu yang diketahui resesif homosigotik, diperoleh keturunan dengan perincian sbb:

    • 30 tanaman buah bulat btng tinggi, 10 tanaman buah bulat batang pendek dan 20 tnm buah kisut batang pendek.


    Pautan linkage l.jpg

    PAUTAN/LINKAGE

    • Peristiwa di mana 2 atau lebih gen terdapat pada satu kromosom yang sama

    • Jk tidak linkage  AaBb

    • Linkage  (AB) (ab) atau —

    B

    b

    a

    A

    AB

    ab

    • Coupling phase (Sis)

    • Repulsion phase (trans)

    a

    b

    A

    B

    A

    b

    a

    B

    2

    1


    Slide24 l.jpg

    Warna tubuh dan bentuk sayap pada lalt buah Drosophila melanogaster

    • B = warna tubuh kelabu

    • b = warna tubuh hitam

    • V = sayap panjang

    • v = sayap pendek

    • P1 (BV) (BV)X (bv) (bv)

    • Gamet (BV) (bv)

    • F1(BV) (bv)

    • P2 (BV) (bv) X (BV) (bv)

    • Gamet (BV) dan (bv)

    • F2 (BV)(BV), (BV)(bv), (bv)(BV), (bv)(bv)

    • 3 kelabu panjang : 1 hitam pendek

    (kelabu, panjang)

    (hitam, pendek)

    (kelabu, panjang)

    (kelabu, panjang)

    (kelabu, panjang)


    Slide25 l.jpg

    • Cu = sayap normal

    • cu = sayap keriput

    • Sr = dada polos

    • sr = dada bergaris-garis

    • P1 (CuSr) (CuSr) X (cusr) (cusr)

    • Gamet ?

    • F1 ?

    • Test cross ?

    • Bagaimana jika gen dalam susunan TRANS?

    • Bagaimana rasio fenotip pada F2 ?


    Linkage pd manusia l.jpg

    LINKAGE PD MANUSIA

    • Polidaktili dan warna mata

    • P = jari polidaktili

    • p = jari normal

    • B = warna mata hitam

    • b = warna mata biru

    • P1 (PB)(PB) X (pb)(pb)

    • Gamet ?

    • F1 ?

    • F2 jika di test cross ?


    Pindah silang l.jpg

    PINDAH SILANG

    P1 (MB)(MB) X (mb)(mb)

    (ungu, panj) (mrh,pd

    G (MB) (mb)

    F1 (MB)(mb)

    • M = biji ungu

    • m = biji merah

    • B = biji panjang

    • b = biji bulat

    (ungu,panjang)

    Jika terjadi pindah silang, maka gamet yang terbentuk 4 macam :

    (MB), (Mb), (mB), (mb)

    Di mana (MB) dan (mb)  kombinasi parental (KP)

    Sedangkan (Mb) dan (mB)  kombinasi rekombinan (KR)


    Proses pindah silang l.jpg

    PROSES PINDAH SILANG

    A B

    a b

    AB = KP

    Ab = KR

    aB = KR

    ab = KP

    Jika ditest cross akan didapat perbandingan n : 1 : 1 : n ( susunan Cis )

    Jika trans  1 : n : n : 1


    Rasio fenotip co l.jpg

    RASIO FENOTIP CO

    • Dengan susunan cis Jika di test cross rasio fenotip n : 1 : 1 : n

    • Dengan susunan Trans, jika di test cross, rasio fenotip  1 : n : n : 1

    • Catatan :

    • KP  jumlahnya tak terhingga/ frekuensinya lebih besar / lebih dari 50%

    • KR  perbandingan 1/ frekuensinya lebih kecil / kurang dari 50%


    Determinasi sex l.jpg

    DETERMINASI SEX

    • Manusia  XX dan XY

    • Wanita 22AA,XX , Pria 22AA,XY

    • Serangga  XX dan XO

    • Betina 3AA,XX, jantan 3AA,XO

    • Burung, kupu-kupu, ikan  ZZ dan ZW

    • Betina ZW, jantan ZZ


    Tautan sex l.jpg

    TAUTAN SEX

    • Gen yang tergantung terdapat pada kromosom sex, atau tertaut pada sex kromosom

    • Mis  pada warna mata merah pada Drosophila terpaut pada kromosom X

    • Yang putih pasti jantan , tetapi yang jantan belum tentu putih


    Gen letal 1 l.jpg

    GEN LETAL #1

    • Gen yang menyebabkan kematian pada suatu individu yang memilikinya.

    • Karena tugas gen asli untuk menumbuhkan suatu karakter/ bagian yg vital terganggu (mutasi)

    • Pengaruh gen letal  kematian pd embrio, pada waktu lahir, setelah menjelang dewasa (gen subletal)


    Gen letal 2 l.jpg

    GEN LETAL #2

    • Gen letal ada yang bersifat resesif ada yg bersifat dominan (lihat tabel berikut)

    Perbedaan Gen Letal Resesif dan Dominan


    Letal resesif albino pada tanaman l.jpg

    x

    Aa

    (hijau kekuningan)

    A,a

    Induk

    Gamet

    Aa

    (hijau kekuningan)

    A,a

    LETAL RESESIF(Albino pada tanaman)

    Rasio fenotip: 1 hijau : 2 hijau kekuningan : 1 albino (letal)


    Letal dominan ayam redep l.jpg

    LETAL DOMINAN(Ayam redep)

    P Rr x Rr

    Rasio fenotip

    1 redep homozigot (letal) : 2 redep heterozigot : 1 normal


    Letal dominan tikus berambut kuning l.jpg

    x

    Aa

    (berambut kuning)

    A,a

    Induk

    Gamet

    Aa

    (berambut kuning)

    A,a

    LETAL DOMINAN(Tikus berambut kuning)

    Rasio fenotip

    1 berambut kuning homozigot (letal) : 2 berambut kuning heterozigot : 1 normal


    Gen letal pada manusia siclemia l.jpg

    x

    Ss

    (Ayah)

    A,a

    Induk

    Gamet

    Ss

    (Ibu)

    A,a

    GEN LETAL PADA MANUSIA(Siclemia)

    Rasio fenotip

    1 normal homozigot : 2 normal heterozigot : 1 letal


    Gen letal pada manusia thalassemia l.jpg

    x

    Thth

    (Ayah)

    Th,th

    Induk

    Gamet

    Thth

    (Ibu)

    Th, th

    GEN LETAL PADA MANUSIA(Thalassemia)

    Rasio fenotip

    1 Thalassemia mayor (letal) : 2 Thalassemia minor : 1 normal


    Jenis kelamin l.jpg

    Sel telur

    Sperma

    |

    X

    |

    Y

    |

    X

    ½

    ½

    semua

    | |

    XX

    | |

    XY

    ½

    ½

    JENIS KELAMIN


    Bahan diskusi l.jpg

    KETERANGAN

    = Perempuan

    (normal)

    = Laki-laki

    (normal)

    = individu albino

    Bahan Diskusi

    I

    Nomor generasi

    2

    1

    II

    Individu pada setiap generasi

    5

    2

    4

    1

    3

    III

    IV

    V


    Brachydactily jari pendek l.jpg

    Brachydactily (Jari Pendek)


    Cystinuria l.jpg

    Cystinuria


    Buta warna l.jpg

    Buta warna

    Sifat buta warna tertaut pada kromosom X

    Tipe perkawinan pada masyarakat yg ada kemungkinan penderita buta warna


    Latihan l.jpg

    Latihan

    Perkawinan ♂normal dan ♀ carier

    Perkawinan ♂buta warna dan ♀ carier


    Hemofilia l.jpg

    Hemofilia

    Kemungkinan genotip orang yang normal yang hemofilia

    Berbagai tipe perkawinan penyebab hemofilia


    Golongan darah 1 l.jpg

    Golongan Darah#1

    Hubungan antara Fenotip Golongan Darah Sistem A, B, O, Genotip, dan Kemungkinan Macam Gamet


    Golongan darah 2 l.jpg

    Golongan Darah#2

    Golongan darah orang tu dan kemungkinan atau tidak mungkin pada golongan darah anak-anaknya


    Golongan darah 3 l.jpg

    Golongan Darah#3

    Hubungan antaran Fenotip Golongan Darah Sistem M, N, Genotip, dan Kemungkinan Gamet

    Genotip Orang Menurut Sistem Rh