Advertisement
/ 37 []

FAKTOR FISIK - PowerPoint Presenation


Download Presentation

FAKTOR FISIK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use only and may not be sold or licensed nor shared on other sites. SlideServe reserves the right to change this policy at anytime.While downloading, If for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.











- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -




Presentation Transcript


Faktor fisik

FAKTOR FISIK

  • KEBISINGAN

    Definisi kebisingan :

  • Bunyi yang tidak disukai atau tidak dikehendaki maka dinyatakan / dirasakan sebagai suatu kebisingan (noise).

  • Tidak ada definisi yang pasti tentang kebisingan karena kondisi bising setiap orang berbeda, namun dapat di ukur terutama di tempat kerja.


  • KEBISINGAN

    BUNYI :* Adanya sumber bunyi

    * Adanya sesuatu yang bergetar

    * Perlu medium pengantar


  • KEBISINGAN

    Kualitas bunyi :

    Frekwensi bunyi getaran/detik : Hertz

    Intensitas bunyi tekanan arus energy bunyi persatuan luas : d

    Kenyaringan bunyi tergantung frekwensi bunyi

    16 Hz : infrasonic

    20.000 Hz : ultrasonic

    Semakin rendah frekwensi bunyi semakin rendah kenyaringan bunyi dibanding frekwensi tinggi.


  • KEBISINGAN

    Jenis bising menurut sifat :

    * Barang kontinyu, spektrum fr luas

    * Bising kontinyu, spektrum fr sempit

    * Bising yang ter putus-putus

    * Kebisingan impulsif

    * Kebisingan impulsif berulang


  • KEBISINGAN

    Jam kerja dan tingkat intensitas kebisingan


  • KEBISINGAN

    Sumber bising :

    # Eksternal:jalan raya, tetangga, industri di luar pabrik.

    # Internal :dari pabrik sendiri z: bunyi mesin, kompressor, penggilingan dll.

    # Contoh kebisingan :

    1. 100-115 : pabrik pengalengan, ruang ketel, musik

    keras, buldozer, ruang diesel

    2. 115-130 : mesin diesel besar, mesin turbin,

    kompressor, mesin turbo pesawat

    3. 140 : mesin jet pesawat saat take-off


  • KEBISINGAN

    Pengaruh Kebisingan :

    ~ Gangguan Fisiologis : Tensi , nadi , pucat gangguan sensorik, konstriksi pembuluh darah perifer.

    ~ Gangguan Komunikasi : masking effect, berteriak  kecelakaan kerja.

    ~ Gangguan Keseimbangan : rasa melayang, pusing, mual.

    ~ Gangguan Psikologis : gastritis, stress, lelah, psikosomatik.

    ~ NIHL, Tuli.


  • SUHU KERJA

    * Suhu menetap (homoeotermis) : akibat keseimbangan antara panas yang dihasilkan tubuh dengan lingkungan sekitar.

    * Produksi panas tubuh dipengaruhi : kegiatan fisik, makanan, pengaruh berbagai bahan kimia dan gangguan pada sistem pengatur panas.

    * Pertukaran panas tubuh dipengaruhi : konduksi ; konveksi, radiasi dan penguapan.


  • SUHU KERJA

* Kombinasi dari :

  • Suhu udara termometer

  • Kelembaban udara hygrometer

  • Kecepatan udara anemometer

  • Suhu radiasi globe termometer

    * Alat ukur : Sling Psychrometer atau arsman

    Psychrometer.


  • SUHU KERJA

  • Proses penyesuaian yang terjadi pada seseorang selama minggu pertama berada di tempat panas, sehingga setelah itu mampu bekerja tanpa pengaruh tekanan panas/dingin.

  • Di Indonesia 29 -30º C dengan kelembaban 85 – 95 %

  • NAB : 21 – 30º C suhu basah.

  • Aklitimasi


3. TEKANAN UDARA TINGGI & RENDAH

a. Tekanan udara tinggi

  • Penyelam lautan pengambil mutiara, pekerja tambang.

  • Gejala didasari atas besarnya tekanan udara dekompressi atas bebasnya nitrogen dalam tubuh gelembung gas d alam darah.

  • Emboli gas dalam paru dan jaringan otak, mati mendadak.

  • “ Caisson disease “.

  • Diangkut kepermukaan  keseimbangan gas nitrogen.


3. TEKANAN UDARA TINGGI & RENDAH

b. Tekanan udara rendah

  • Terjadi pada penerbang atau astronot, pendaki gunung.

  • Rendahnya atau turunnya → kurang oksigen dalam udara untuk pernafasan.

  • Pernafasan cepat, pusing, daya fikir dan reaksi berkurang, bisa pingsan.

  • “ Polycythaemia “.


4. PENERANGAN

  • Ukuran : Lux

  • Ruang lingkup kerja : ukuran objek, derajat kontras antara objek dengan sekelilingnya, luminensi lapangan penglihatan, lamanya melihat

  • Penerangan kurang : kecelakaan, eyestrain, effisiensi kurang, prodiktivitas berkurang

  • Penerangan kuat : kesilauan, kecelakaan

  • Effek lama : visus <


4. PENERANGAN

  • Tingkat pencahayaan berdasarkan pekerjaan

Jenis pekerjaan Contoh Illuminasi

Umum Gudang 80 – 170

Ketelitian sedang Pengepakan barang 200 – 250

Pengeboran,pasang

baut/mur 250 – 300

Pekerjaan halus Membaca,menulis 500 - 700

tehnisi laborat

Pekerja dengan Gambar tehnik, 1000 – 2000

ketelitian tinggi pemasangan alat

listrik,arloji dst.


5. RADIASI

Di tempat kerja :

  • Radiasi elektromagnetis : gelombang mikro, radiasi laser, radiasi panas, sinar infra merah, sinar ultra violet, sinar X.

  • Radiasi radioaktive : sinar bahan radioaktif.


6. VIBRASI

  • Getaran mekanis seluruh tubuh (whole body vibration).

  • Getaran alat lengan (tool-hand vibration).


6. VIBRASI

Effek fisiologis :

  • Tergantung besarnya frekwensi :

    - 3 – 9 Hz : dada dan perut

    - 10 – 12 Hz : alat perifer tubuh

    - 13 – 15 Hz : pharynx

  • Intensitas tinggi mempengaruhi tekan darah, denyut jantung

  • Effek lanjut : erytrosit pada urine, ketulian.


Faktor kimia

FAKTORKIMIA

  • Penggunaan bahan kimia dihampir semua sektor industri tidak dapat dihindari

  • Pemakaian bahan kimia saat ini sudah mencapai > 100.000 jenis

  • Baru < 10.000 yang telah diteliti – efek terhadap kesehatan


Pajanan bahan kimia

PAJANAN BAHAN KIMIA

  • Pekerja terpajan bahan kimia dalam berbagai bentuk :

    - Gas, debu, uap, asap, kabut dsb.

  • Absorbsi bahan kimia kedalam tubuh di tempat kerja tersering melalui :

    - Inhalasi, kontak kulit dan kadang-kadang

    melalui saluran pencernaan.

  • Sumber pajanan :

    - Kecelakaan, kebocoran, kerusakan pada alat

    ventilasi dan proses kerja yang tidak sesuai

    standar.


Faktor biologi

FAKTOR BIOLOGI


Faktor biologi1

FAKTOR BIOLOGI

  • MASALAH KESEHATAN

  • Penyakit saluran pernafasan

  • Penyakit kulit

  • Zoonoses dan penyakit parasit :

    - Anthrax, brucellosis, malaria dll.


Faktor biologi2

FAKTOR BIOLOGI

  • Gangguan Saluran Pernafasan

  • Asma

  • Inflamasi membrana mucosa

  • Hipersensitivity Pneumonitis

  • Bagassosis

  • Farmer’s Lung

  • Debu padi-padian, binatang, OP

  • Endotoksin, Mycotoksin

  • Spora jamur, actinomycetes

  • Tebu berjamur

  • Pupuk, padi-padian berjamur

  • M. tuberkulosis


Faktor biologi3

FAKTOR BIOLOGI

  • PEKERJA BIDANG KESEHATAN

Risiko apa yang paling sering/umum terjadi pada petugas kesehatan pada waktu memberikan pelayanan pada pasien ?

Yaitu kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya.


Faktor biologi4

FAKTOR BIOLOGI

  • PEKERJA BIDANG KESEHATAN

Pembedahan

Merawat Pasien


Faktor biologi5

Pembuangan Limbah

Memproses Perlengkapan pasien

FAKTOR BIOLOGI

  • PEKERJA BIDANG KESEHATAN


Faktor biologi6

FAKTOR BIOLOGI

  • PEKERJA BIDANG KESEHATAN

  • Bahaya Potensial Biologis

  • Virus

    - HIV

    - Hepatitis B virus

    - Hepatitis C virus

    - Rotavirus

    - Ebola

    - Papillorna virus

  • Bakteri

    - E. coli

    - Tuberculosis

    - Streptococcus Group A

  • Jamur

  • Parasit

    - Malaria


Faktor ergonomi

FAKTOR ERGONOMI

  • PENGERTIAN

  • Ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dengan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggi - tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin.


Faktor ergonomi1

FAKTOR ERGONOMI

  • TUJUAN PENERAPAN KONSEP ERGONOMI

  • Keselamatan & Kesehatan Kerja :

    * Mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja

    * Menurunkan insidens berbagai penyakit akibat kerja

  • Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari suatu pekerjaan :

    * Peningkatan kemudahan penggunaan sistem

    * Penurunan kesalahan

    * Peningkatan produktifitas.


Faktor ergonomi2

FAKTOR ERGONOMI

  • Rehability & kualitas

    * Bagi industri tertentu tujuannya bukan terutama

    produktifitas tetapi reliabilitas, penerbangan,

    tambang

    * Mempertahankan kualitas produk

  • Kepuasan Kerja & Pengembangan Pribadi

    * Meningkatkan kenyamanan

    * Peningkatan keamanan

    * Pengurangan kelelahan dan stress

    * Kesempatan untuk pengembangan diri.


Ergonomi

ERGONOMI

  • PENERAPAN ERGONOMI

Dilakukan melalui dua pendekatan :

  • Pendekatan konseptual  pendekatan sistem yang dimulai pada saat perencanaan

    2. Pendekatan kuratif  pada suatu proses yang sedang berlangsung  berupa perbaikan / modifikasi proses yang sedang berlangsung.


Ergonomi1

ERGONOMI

  • FAKTOR RISIKO PEKERJAAN

Terdapat 7 faktor risiko pekerjaan, yaitu :

  • Kerja fisik berat

  • Sikap kerja statis

  • Membungkuk dan berputar

  • Mengangkat, mendorong dan menarik

  • Kerja berulang

  • Getaran

  • Psikologis dan psiko-sosial.


Ergonomi2

ERGONOMI

  • Sikap Tubuh Sangat Penting Karena :

  • Sumber beban muskulo-skeletal

  • Mempunyai hubungan erat dengan keseimbangan dan stabilitas

  • Merupakan dasar dari kemampuan bergerak dan observasi visual

  • Merupakan sumber informasi

  • Sikap tubuh merupakan awal kelainan

    muskulo-skeletal.


Ergonomi3

ERGONOMI

  • Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Tubuh :

  • Manusia : postur tubuh, umur, sex

  • Dimensi tempat kerja

  • Cara kerja

  • Pada suatu individu dan situasi kerja tertentu, harusdicari sikap tubuh terbaik dengan risiko terkecil atau tanpa risiko untuk terjadinya kelainan atau gangguan muskulo-skeletal.


Ergonomi4

ERGONOMI

  • MENGANGKAT DAN MENDORONG

  • Risiko yang terjadi sebanding dengan berat beban dan jarak beban dari tubuh seseorang (baik ke depan atau kesamping).

  • Umumnya kerja pengangkatan yang dimulai pada jarak tertentu dan mendekat ke tubuh akan lebih aman dari pada sebaliknya.


Ergonomi5

ERGONOMI

  • Mengangkat Dengan Punggung dan Kaki Tertekuk

Kaki yang tertekuk

  • Tenaga 2 kali lebih besar dari pada punggung tertekuk

  • Lebih aman karena vertebra lumbal dalam posisi di tengah.


Ergonomi6

ERGONOMI

  • Asimetri dan Putaran

  • Gerak mengangkat yang asimetri dan berputar  berbahaya

  • Posisi asimetri meningkatkan beban tulang belakang.

  • Alat Bantu Sikap Tubuh

  • Ikat pinggang

  • Penunjang lumbal

  • orthotic


Ergonomi7

ERGONOMI

  • PENUTUP

  • Kecelakaan / penyakit akibat kerja  akibat kesalahan penanganan material (manual handling).

  • Dibutuhkan standard operating procedure (SOP) dan pengawasan yang teratur oleh penyelia.