PERPAJAKAN I
Sponsored Links
This presentation is the property of its rightful owner.
1 / 60

PERPAJAKAN I PowerPoint PPT Presentation


  • 214 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PERPAJAKAN I. Bagian 1. Oleh Wisnu Haryo Pramudya , S.E.,M.Si.,Ak. Sejarah Singkat Perpajakan. Sejarah Perkembangan Perpajakan di Indonesia: Masa Sukarela Masa Diwajibkan Masa Diatur. Sumber-Sumber Penerimaan Negara. Pajak Kekayaan Alam Bea Cukai Retribusi Iuran Sumbangan

Download Presentation

PERPAJAKAN I

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


PERPAJAKAN I

Bagian 1

Oleh

WisnuHaryoPramudya, S.E.,M.Si.,Ak


SejarahSingkatPerpajakan

  • SejarahPerkembanganPerpajakandi Indonesia:

  • MasaSukarela

  • MasaDiwajibkan

  • MasaDiatur


Sumber-SumberPenerimaan Negara

  • Pajak

  • KekayaanAlam

  • Bea Cukai

  • Retribusi

  • Iuran

  • Sumbangan

  • Laba BUMN

  • Sumber-sumber lain


PengertianPajak

Kontribusiwajibkepada Negara yang terutangolehorangpribadiataubadan yang bersifatmemaksaberdasarkanUndang-undang, dengantidakmendapatkanimbalansecaralangsungdandigunakanuntukkeperluan Negara bagisebesar-besarnyakemakmuranrakyat.

(UU No 28 Tahun 2007 Ttg KUP)


Ciri-ciridaripengertianPajak

  • PajakMerupakanKontribusi (peralihankekayaandariorang/badanke Negara)

  • PajakDipungutberdasarkanUndang-Undang

  • Pelaksanaannyadapatdipaksakan

  • TidakadaKontraprestasi/imbalanlangsung

  • Digunakanuntukkeperluan Negara

  • Untuksebesar-besarnyakemakmuranrakyat


PenafsiranHukumPajak

Apakahsetiaporangbolehmenafsirkanatasperaturan yang tertulis? Tentutidak, danjikaadapersengketaanberkaitandenganpenafsiranterhadapsebuahUndang-UndangatauPeraturan, yang berwenangmemutuskanadalah hakim.


PenafsiranHukumPajak

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis


PenafsiranHukumPajak

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis

Penafsiranhistorisadalahpenafsiranatassuatuundang-undangdenganmelihatatassejarahdibuatnyasuatuundang-undang. Misalnyadokumenrapatpembahasanantarapemerintahdan DPR yang dibuatsecararesmibaikolehpemerintahmaupunpemerintahdengan DPR. Denganpenafsiran histories dapatdiketahuimaksuddaripembuatundang-undangatasisidarisuatuundang-undang.


PenafsiranHukumPajak

olehkarenanyaperluadanyapenyesuaianantaraundang-undang yang sifatnyatertulisdenganperkembangan (perubahan) kehidupansuatumasyarakat.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis

Penafsiransosiologisadalahpenafsiranatassuatuketentuanundang-undang yang disesuaikandenganperkembangankehidupanmasyarakat. Sepertidiketahuibahwakehidupansuatumasyarakatselaluberkembang (dinamis) sedangkanundang-undang yang bentuknyatertulistidakselalubisamengikutikehidupanmasyarakat yang lebihcepatperkembangannya.


PenafsiranHukumPajak

Penafsiransistematikadalahpenafsiranatasketentuanundang-undangdenganmengaitkannyadenganketentuan (pasal-pasal) lain dariundang-undangdimaksud (dalamsuatuundang-undang) ataudenganmengaitkannyadenganpasal-pasaldalamundang-undang yang lain.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis


PenafsiranHukumPajak

Penafsiranotentikadalahpenafsiranatassuatuketentuandalamundang-undangdenganmelihatpadaapa yang telahdijelaskandalamundang-undangtersebut. Biasanyadalamsuatuundang-undangterdapatsebuahpasalmengenaiketentuanumum yang isinyamenjelaskanartiataumaksuddariketentuan yang telahdiatur.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis


Penafsirantatabahasaadalahpenafsiranatassuatuundang-undang yang mendasarkanpadabunyikata-katasecarakeseluruhandalamkalimat-kalimat yang disusunolehpembuatundang-undang. Pebafsiranmenuruttatabahasamerupakanpenafsiran yang paling penting disbanding denganpenafsiranlainnya, sebabapabilakata-katadalamkalimatsuatupasaldalamundang-undangtelahjelasmaksudnya, makatidakbolehlagidipergunakancara-carapenafsiranlainnya.

PenafsiranHukumPajak

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis


PenafsiranHukumPajak

Penafsirananalogisadalahpenafsiranatassuatuketentuanundang-undangdengancaramemberikiasan (analogi) padakata-kata yang tercantumdalamundang-undang, sehinggasuatuperistiwa yang sebenarnyatidaktermasukdalamsuatuketentuanmenjaditermasukberdasarkananalog yang dibuat.

  • Berikutadabeberapapenafsiran yang digunakandalamhukumpajakuntukmemahamiundang-undang yang berlaku.

  • PenafsiranHistoris

  • PenafsiranSosiologis

  • PenafsiranSistematik

  • PenafsiranOtentik

  • Penafsiran Tata Bahasa

  • PenafsiranAnalogis


PendekatanPerpajakan

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :

  • SegiEkonomi

  • Segi Pembangunan

  • SegiPenerapanPraktis

  • SegiHukum


PendekatanPerpajakan

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :

  • SegiEkonomi

  • Segi Pembangunan

  • SegiPenerapanPraktis

  • SegiHukum

Dalampendekatanini, pajak-pajakakandinilaidalamfungsinyadandikajidampaknyaterhadapmasyarakat, penghasilanseseorang, polakonsumsi, hargapokok, permintaandanpenawaran.


PendekatanPerpajakan

Dalampendekatanini, pajak-pajakakandinilaidalamfungsinyadandikajidampaknyaterhadappembangunan. Pajakbarubermanfaatterhadappembangunankalaujumlahpajaklebihbesardaripengeluaranrutinsehinggaterdapatpublik saving yang dapatdigunakanuntukpembangunan

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :

  • SegiEkonomi

  • Segi Pembangunan

  • SegiPenerapanPraktis

  • SegiHukum


PendekatanPerpajakan

Dalampendekatanini yang diutamakanadalahpenerapannya, siapa yang dikenakan, apa yang dikenakan, berapabesarnya, bagaimanacaramenghitungnya, tanpabanyakmenghiraukansehihukumnya, termasukkepastianhukumnya.

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :

  • SegiEkonomi

  • Segi Pembangunan

  • SegiPenerapanPraktis

  • SegiHukum


PendekatanPerpajakan

Dalampendekataninimenitikberatkanpadaperikatan, hakdankewajiban WP, SubjekPajakdalamhubungannyadengansubjekhukum. Hakpenguasauntukmengenakanpajak. Timbulnyautangpajak, hapusnyautangpajak, penagihanpajakdenganpaksa, sanksiadministrasimaupunsanksipidana, penyidikan, pembukuan, soalkeberatan, soalminta banding, ordonansikepatutan, hinggadaluarsa.

  • Pajaksebagaiobjekstudidapatdidekatidariberbagaisegi, yaitu :

  • SegiEkonomi

  • Segi Pembangunan

  • SegiPenerapanPraktis

  • SegiHukum


TeoridanAzasPerpajakan

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:

  • TeoriAsuransi

  • TeoriKepentingan

  • TeoriDaya/Gaya Pikul


TeoridanAzasPerpajakan

Negara dalam melaksanakan tugasnya, mencakup pula tugas melindungi jiwa raga dan harta benda perseorangan. Oleh karena itu, negara disamakan dengan perusahaan asuransi, untuk mendapat perlindungan, warga negara membayar pajak sebagai premi.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:

  • TeoriAsuransi

  • TeoriKepentingan

  • TeoriDaya/Gaya Pikul


TeoridanAzasPerpajakan

Menurutteoriinipembayaranpajakmempunyaihubungandengankepentinganindividu yang diperolehdaripekerjaannegara. Makin banyakindividumengenyamataumenikmatijasadaripekerjaanpemerintah, makinbesarjugapajaknya.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:

  • TeoriAsuransi

  • TeoriKepentingan

  • TeoriDaya/Gaya Pikul


TeoridanAzasPerpajakan

Teoriinimeskipunmasihberlakupadaretribusisukar pula dipertahankan, sebabseorangmiskindanpenganggur yang memperolehbantuandaripemerintahmenikmatibanyaksekalijasadaripekerjaannegara, tetapimerekajustrutidakmembayarpajak.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:

  • TeoriAsuransi

  • TeoriKepentingan

  • TeoriDaya/Gaya Pikul


TeoridanAzasPerpajakan

Teori ini mengemukakan bahwa pemungutan pajak harus sesuai dengan kekuatan membayar dari WP. Jaditekanansemuapajak-pajakharussesuaidengandayapikul WP denganmemperhatikanpadabesarnyapenghasilandankekayaan, jugapengeluaranbelanja WP tersebut. Kelemahandariteoriiniadalahsulitnyamenentukansecaratepatdayapikulseseorang, karenaakanberbedadanselaluberubah-ubah.

  • Adabeberapateori yang berkaitandenganPerpajakan:

  • TeoriAsuransi

  • TeoriKepentingan

  • TeoriDaya/Gaya Pikul


TeoridanAzasPerpajakan

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :

  • Equality

  • Certainty

  • Convenience of Payment

  • Economic of Collections


TeoridanAzasPerpajakan

Pembebananpajakdiantarasubjekpajakhendaknyaseimbangdengankemampuannya, yaituseimbangdenganpenghasilan yang dinikmatinyadibawahperlindunganpemerintah. Dalamhalequalityinitidakdiperbolehkansuatunegaramengadakandiskriminasidiantarasesama WP.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :

  • Equality

  • Certainty

  • Convenience of Payment

  • Economic of Collections


TeoridanAzasPerpajakan

Pajak yang dibayaroleh WP harusjelasdantidakmengenalkompromi (not arbitrary). Dalamasasinikepastianhukum yang diutamakanadalahmengenaisubjekpajak, objekpajak, tariff pajak, danketentuanmengenaipembayaran.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :

  • Equality

  • Certainty

  • Convenience of Payment

  • Economic of Collections


TeoridanAzasPerpajakan

Pajakhendaknyadipungutpadasaat yang paling baikbagi WP, yaitusaatsedekatdekatnyadengansaatditerimanyapenghasilan/keuntungan yang dikenaipajak.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :

  • Equality

  • Certainty

  • Convenience of Payment

  • Economic of Collections


TeoridanAzasPerpajakan

Pemungutanpajakhendaknyadilakukansehematdanseefisienmungkin, jangansampaibiayapemungutanpajaklebihbesardaripenerimaanpajakitusendiri. Karenatidakadaartinyapemungutanpajakkalaubiaya yang dikeluarkanlebihbesardaripenerimaanpajak yang akandiperoleh.

  • DalambukuAn Inguiry The Nature and Causes of The Wealth of Nations yang ditulisoleh Adam Smith padaabad ke-18 mengajarkantentangasas-asaspemungutanpajak yang dikenaldengannamathe Four Cannons atauThe Four Maximsdenganuraiansebagaiberikut :

  • Equality

  • Certainty

  • Convenience of Payment

  • Economic of Collections


FungsiPajak

  • FungsiPajakadadua:

  • FungsiBudgetair

  • Pajaksebagaisumberdanabagipemerintahuntukmembiayaipengeluaran-pengeluarannya.

  • 2.FungsiRegulerend / mengatur

  • Pajaksebagaialatuntukmengaturataumelaksanakankebijakanpemerintahdalambidangsosialekonomi.


TarifPajak

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:

  • TarifProgresif

  • TarifDegresif

  • TarifProporsional

  • TarifTetap


TarifPajak OP:

Sampai dengan Rp 50 Juta 5%

Diatas Rp 50 Juta – Rp 250 Juta 15%

Diatas Rp 250 Juta – Rp 500 Juta25%

Diatas Rp 500 Juta 30%

TarifPajak

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:

  • TarifProgresif

  • TarifDegresif

  • TarifProporsional

  • TarifTetap

Tarifprogresifadalahtarifpemungutanpajak yang prosentasenyasemakinbesarbilajumlah yang dijadikandasarpengenaanpajakjugasemakinbesar. Contohtarifprogresifadalahseperti yang diaturdalam UU PPhPasal 17.


TarifPajak

Tarifprogresifadalahtarifpemungutanpajak yang prosentasenyasemakinkecilbilajumlah yang dijadikandasarpengenaanpajakjugasemakinbesar.

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:

  • TarifProgresif

  • TarifDegresif

  • TarifProporsional

  • TarifTetap


TarifPajak

Tarifproporsionaladalahtarifpemungutanpajak yang menggunakanprosentasetetaptanpamemperhatikanjumlah yang dijadikandasarpengenaanpajak. Dengandemikiansemakinbesarjumlah yang dijadikandasarpengenaanpajak, akansemakinbesar pula jumlahpajakterutang. Tarifiniditetapkandalam UU No 18 Tahun 2000 untuk PPN, yang menggunakantarif 10 %. Dan tarif PBB

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:

  • TarifProgresif

  • TarifDegresif

  • TarifProporsional

  • TarifTetap


TarifPajak

TarifTetapadalahtarifpemungutanpajak yang besarnominalnyatetaptanpamemperhatikanjumlah yang dijadikanpengenaanpajak. Tarif ini ditetapkan dalam UU No 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (BM).

  • Salahsatuunsur yang menentukan rasa keadilandalampemungutanpajakbagi WP adalahtarifpajak yang besarnyaharusdicantumkandalamundang-undangpajak. AdabeberapaTarifPajak:

  • TarifProgresif

  • TarifDegresif

  • TarifProporsional

  • TarifTetap


PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat


  • BiladidasarkanpadaGolongannya, terdapatduaPajak:

  • PajakLangsung

  • PajakTidakLangsung

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat


  • BiladidasarkanpadaGolongannya, terdapatduaPajak:

  • PajakLangsung

  • PajakTidakLangsung

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat

Pajaklangsungadalahpajak yang bebannyaharusditanggungsendirioleh WP yang bersangkutandantidakdialihkankepadapihak lain.

Ex. PajakPenghasilan


  • BiladidasarkanpadaGolongannya, terdapatduaPajak:

  • PajakLangsung

  • PajakTidakLangsung

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat

Pajaktidaklangsungadalahpajak yang bebannyadapatdialihkanataudigeserkankepadapihak lain.

Ex. PPN (PajakPertambahanNilai) danPPn BM (PajakPenjualanatasBarangMewah)

38


PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat


  • BiladidasarkanpadaKewenangannya, terdapatduaPajak:

  • PajakPusat

  • Pajak Daerah

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat


  • BiladidasarkanpadaKewenangannya, terdapatduaPajak:

  • PajakPusat

  • Pajak Daerah

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat

PajakPusatatauPajak Negara adalahpajak yang wewenangpemungutannyaadapadapemerintahpusat yang pelaksanaannyadilakukanolehDepartemenKeuanganmelaluiDirektoratJenderalPajak. Pajakpusatdiaturdalamundang-undangdanhasilnyaakanmasukkeKas Negara untukAPBN.ex. PPh, PPN, BM


  • BiladidasarkanpadaKewenangannya, terdapatduaPajak:

  • PajakPusat

  • Pajak Daerah

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat

Pajakdaerahadalahpajak yang wewenangpemungutannyaadapadaPemerintah Daerah yang pelaksanaannyadilakukanolehDinasPendapatan Daerah. Pajak Daerah diaturdalamundang-undangdanhasilnyaakanmasukkeKas Daerah untuk APBD. Eks. PKB, Pj Hotel, PjPeneranganDll


PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat


  • BiladidasarkanpadaSifatnyaterdapatduaPajak:

  • PajakObyektif

  • PajakSubyektif

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat


  • BiladidasarkanpadaSifatnyaterdapatduaPajak:

  • PajakObyektif

  • PajakSubyektif

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat

Pajakobjektifadalahpajak yang padaawalnyamemerhatikanobjek yang menyebabkantimbulnyakewajibanpajak, kemudianbarudicarisubjeknyabaikorangpribadimaupunbadan. Ex. PPN


  • BiladidasarkanpadaSifatnyaterdapatduaPajak:

  • PajakObyektif

  • PajakSubyektif

PembagiandanPenggolonganPajak

  • Pembagianpajakdapatdilakukanberdasarkangolongan, wewenangpemungut, maupunsifatnya, untuklebihjelasdapatdilihatpadagambarberikut :

  • BerdasarkanGolongan

  • BerdasarkanWewenang

  • BerdasarkanSifat

PajaksubjektifadalahPajak yang memperhatikankondiri/keadaan WP. Dalammenentukanpajaknyaharusadaalasanobjektif yang berhubungandengankeadaanmaterialnya (gayapikul). Ex. PPh


TimbulnyaUtangPajak

  • Pertanyaan yang sangatmendasaradalahkapantimbulnyautangpajakseseorangterhadapnegara, padahaltidakpernahadasuatuperikatanantaranegaradenganseseorangdalamkonteksmembayarpajak. Dalamhukumpajak, timbulnyautangpajakdidasarkanpadaduapendapat yang berbeda.

  • SaatDiundangkannyaUndang-UndangPerpajakan

  • SaatdikeluarkannyaSuratKetetapanPajak


HapusnyaUtangPajak

Ada 4 (empat) hal yang mengakibatkanhapusnya (berakhirnya) utangpajak, yaitu :

Pembayaran;

Kompensasi;

Daluarsa; dan

Penghapusan


AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :

  • AzasDomisili

  • AzasSumber

  • AzasKebangsaan


Dalamasasinipemungutan pajak berdasarkan pada domisili atau tempat tinggal WP dalam suatu negara. Negara dimana WP bertempat tinggal berhak memungut pajak terhadap WP tanpa melihat dari mana pendapatan atau penghasilan tersebut diperoleh, baik dari DN maupun LN dan tanpa melihat kebangsaan/kewarganegaraan WP tersebut.

AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :

  • AzasDomisili

  • AzasSumber

  • AzasKebangsaan


Dalam asas ini pemungutan pajak didasarkan pada sumber pendapatan/penghasilan dalam suatu negara. Menurut asas ini, negara yang menjadi sumber pendapatan/penghasilan tersebut berhak memungut pajak tanpa memperhatikan domisili dan kewarganegaraan WP

AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :

  • AzasDomisili

  • AzasSumber

  • AzasKebangsaan


Dalamasasini, pemungutanpajakdidasarkanpadakebangsaanataukewarganegaraandari WP, tanpamelihatdarimanasumberpendapatan/penghasilantersebutmaupundinegaramanatempattinggal (domisili) dari WP yang bersankutan.

AzazPemungutanPajak

  • DalampemungutanPajakPenghasilanadatigaasas yang biasadilakukan :

  • AzasDomisili

  • AzasSumber

  • AzasKebangsaan


Tata CataPemungutanPajak

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:

  • StelselNyata

  • StelselAnggapan

  • StelselCampuran


Pengenaanpajakdidasarkanpadaobyek yang nyata, sehinggapemungutannyabarudapatdilakukanpadaakhirtahunpajak, yaitusetelahpenghasilan yang sesungguhnyadiketahui.

Tata CataPemungutanPajak

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:

  • StelselNyata

  • StelselAnggapan

  • StelselCampuran


Tata CataPemungutanPajak

Pengenaanpajakdidasarkanpadasuatuanggapan yang diaturolehundang-undang. Misalnyapenghasilansatutahundianggapsamadenganpenghasilantahunsebelumnya, sehinggapadaawaltahunpajakdapatditetapkanbesarnyapajak yang terutanguntuktahunberjalan.

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:

  • StelselNyata

  • StelselAnggapan

  • StelselCampuran


Tata CataPemungutanPajak

Stelselinimerupakankombinasistelsesnyatadananggapan, jadipadaawaltahunditentukanbesarnyapajakberdasarkanpendapatantahunsebelumnya, danpadaakhirtahundisesuaikandenganpendapatantahunberjalan.

  • PemungutanPajakdapatdilakukanberdasarkan:

  • StelselNyata

  • StelselAnggapan

  • StelselCampuran


SistemPemungutanPajak

  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:

  • Official Assesment System

  • Self Assesment System

  • With Holding System


Adalahsuatusistempemungutan yang memberiwewenangkepadapemerintah (fiskus) untukmenentukanbesarnyapajak yang terutangolehwajibpajak.

SistemPemungutanPajak

  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:

  • Official Assesment System

  • Self Assesment System

  • With Holding System

58


SistemPemungutanPajak

  • Adalahsuatusistempemungutan yang memberiwewenangkepadaWajibPajakuntukmenentukansendiribesarnyapajak yang terutang. Caranyaadalah:

  • Menghitung

  • Memperhitungkan

  • Membayar

  • Melaporkan

  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:

  • Official Assesment System

  • Self Assesment System

  • With Holding System

59


SistemPemungutanPajak

Adalahsuatusistempemungutanpajak yang memberiwewenangkepadapihakketigauntukmenentukanbesarnyapajak yang terutangolehWajibPajak

  • SistemPemungutanPajakdapatdilakukan:

  • Official Assesment System

  • Self Assesment System

  • With Holding System

60


  • Login