1 / 8

PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. X LABUHAN BATU

PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. X LABUHAN BATU. Nama : Tubagus Banurusman Bisva NIM :41612010039. Data Jurnal. Judul : PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. X LABUHAN BATU

efrat
Download Presentation

PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. X LABUHAN BATU

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJAPABRIK KELAPA SAWIT DI PT. X LABUHAN BATU Nama :TubagusBanurusmanBisva NIM :41612010039

  2. Data Jurnal Judul:PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN PEKERJAPABRIK KELAPA SAWIT DI PT. X LABUHAN BATU NamaPenulis :KIMBERLY FEBRINA KODRAT Sumber/Link Jurnal:http://ejournal.umm.ac.id/index.php/industri/article/view/545

  3. Abstrak Para buruh yang bekerjapada shift malammemilikikecenderunganuntukmendapatkan stress danberikutnyaakanmenderitakelelahansebagaigejalaklinik. Berdasarkanhasilbahwajumlah rata-rata dariwaktureaktifuntuktenagakerja shift pagiadalah 0,97detik, Sedangkanuntuktenagakerja shift malamadalah1,18 detik. Jumlah rata-rata tekanansistoldarahuntuktenagakerja shift pagiadalah 119,22 cm Hg, sedangkanuntuktenagakerja shift malamadalah Hg 127.61 cm. Jumlah rata-rata tekanan diastole darahuntuktenagakerjashift pagiadalah 77,44 cm Hg, sedangkanuntuktenagakerja shift malamadalah 82,16 cm Hg. Jumlah rata-rata denyutnadijantungbagitenagakerja shift pagiadalah 73,93, sedangkanuntuktenagakerja shift malamadalah 76,18. Berdasarkanhasilpemeriksaan statistic bahwaadapengaruh yang signifikanterhadapkelelahan (p = 0,000), berartiadahubunganyang signifikan antara shift kerja dan kelelahan penyebab stres (p = 0,000). Karena itu, sebagai usul penelitian ini dan untukmengantisipasipenurunankelelahan, pentinguntukmelakukanperbaikandanevaluasitentangaturan shift kerjadalamsuatuperusahaan

  4. Pendahuluan Tarwaka (1999) mengatakanbahwa 63% pekerjamenderitakelelahanakibatpengaruhshift kerjayang dapatberakibatterjadikecelakaankerja. MenurutManuaba(1999), kelelahanbersifatsubjektifakibatshift kerja, yaitutidakdapattidursiang, seleramakanmenurun, gangguanpencernaan, nyerilambung. MenurutGrandjean (1993) sekitar 60–70% pekerjashift malam menderita gangguan tidur. PT. �� LabuhanBatumemberlakuanpolakerjaduashift (12 jam pershift) dengantujuanuntukefisiensi tenaga kerja dan upah serta memberikan upahlembur yang tinggi. Bagiseorangpekerjabekerja di atas delapan jam per hari selama semingguterusmenerusjikaditinjaudarisegikeselamatan dan kesehatan kerja akan memberikan masalahterutamabagipekerja yang tidakdapatmenyesuaikandiridengan lama jam kerjayang dijalaninya. Kondisi yang tidakergonomis tersebut dalam melakukan pekerjaan berpotensiterjadikelelahan yang dapatberakibatkecelakaan. Beberapakecelakaan yang pernahterjadi: terkenasemburansteam mesinrebusan, terpeleset, jatuh dari atap pabrik dan tangga.

  5. Metode Penelitianinimenggunakansurveianalitikdenganpendekatandisainrancanganpenelitiancross sectional. Rancangan cross sectional adalahpenelitianyang memberikanuraianatassuatukeadaansejelasmungkintanpaadaperlakuan (intervensi) terhadapobjekyang diteliti. Dalampenelitiancross sectional dilakukanobservasiataupengukuranvariabelpadasatu saat tertentu dan mempelajari hubungan antara faktorresikodenganefek, observasiataupengukuranterhadapvariabelbebas (faktorrisiko) danvariabeltergantung(efek) dilakukansekalidalamwaktuyang bersamaan. Untukmengukurkelelahandigunakanalatwhole body reaction tester dianalisisdenganmenggunakanperhitungan statistik angka rataan kuantitatif (nilai mean) danestimasi interval rataanuntukmengetahuitingkatkelelahandengantingkatkepercayaan95% ataua = 0,05. Untukmengetahuitingkatstresfisikdanstresmentalfisikdanstresmental dilakukandenganmenggunakankuesionerdandiujidenganujichi s�uare, danuntukmelihatperbedaandanpengaruhtekanandarahdandenyutnadiakibatshift kerjaterhadapkelelahan

  6. HasildanPembahasan Sebagianbesarkecelakaan kerja ada kaitannya dengan kelelahan kerja, sehinggapengusahaharusmengupayakanpengendalian kelelahan kerja. bersama pekerja secaraberkesinambungan. Penyebabkelelahankerjaantara lain: pengaturanshift yang terlalupanjangdantidaktepat, intensitasdandurasisuatupekerjaandilaksanakan yang terlalutinggi, disainpekerjaantidaktepat, lingkungankerja yang tidaknyaman, carakerja yang tidakefektif (ergonomis), danadanyastres. tekanandarahbaiksistolmaupundiastolpadashift pagimaupunmalamtermasukdalamkategorinormal, sehinggadiperkirakantidakberdampakburukterhadapterjadinyakelelahandanstreskerja. Produktivitas dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: beban kerja, kapasitas kerja dan beban tambahan akibatlingkungankerja.

  7. Simpulan Dari hasilpembahasan, makadapatdisimpulkansebagaiberikut. Pekerjapadashift malamlebihtinggi tingkat kelelahan, tekanan darah sistol dan diastol, denyutnadi, stresfisiksertastresmental dibanding dengan tingkat kelelahan, tekanan darahsistoldandiastol, denyutnadi, stresfisikdanstres mental pekerja pada shift pagi. Produktivitas pekerja shift pagi lebih tinggi dari pada shift malam, halinidisebabkan circadian ritmemeningkatpadasiangharidanmenurunpadamalamhari. Untukmengurangi tingkat kelelahan pekerja pihak perusahaan dapat melakukan beberapa hal seperti: a). memberikanperhatiandalamhalpemberiangizi yang seimbangterutamauntukshift malam, b). melakukan sistem rotasi cepat terutama untuk shift malam, c) mengatur jam shift kerjasesuaidenganjam kerja normal per shift sesuai UU No. 13 tahun 2003, d)melakukanperbaikanlingkungankerjaagar lebihkondusifdannyamandalammeningkatkanprestasi.

  8. DaftarPustka Arianto. 2007. Thesis.Pengaruh Shift KerjaMalamterhadapKeluhan Dyspepsia padaTenagaKerjapabrikKelapaSawit PT. ��. SekolahPascasarjana USU. Medan. Badan Pusat Statistik (BPS). Kota Medan 2007. Medan.Kota Medan 2007. Medan. Balatif, F. Thesis. 2002. Pengaruh Shift KerjaterhadapPengaruh Shift KerjaterhadapTerjadinya Stres pada Tenaga Kerja Industri Soft Drink di PT �� Medan. SekolahPascasarjana. USU.SekolahPascasarjana. USU.Medan. Chew, D.C.E. 1991. Productivity and Safety and Health. Third edition. ILO. Geneva. Christensen, E.H. 1991. Physiology of Work. Encyclopaedia of Occupational Healthand Safety, Third (revised) edt. ILO.Geneva. Cooper, C.L. dan Payne, R. 1988.Causes, Coping and Consequences of Stress at Work, New York, Wiley. Dekker, D.K, Tepas,D.IdanColligan, M.J. 1996. TheM.J. 1996. The Human Factors Aspects of Shift Work. New York. Djojodibroto, R.D. 1999. KesehatanKerjadiPerusahaan,PT. Gramedia Jakarta.

More Related