C haracter of the winner imam robandi professor dr eng majelis dikdasmen pp muhammadiyah
Download
1 / 44

C HARACTER OF THE WINNER Imam Robandi, Professor Dr.Eng Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah - PowerPoint PPT Presentation


  • 115 Views
  • Uploaded on

C HARACTER OF THE WINNER Imam Robandi, Professor Dr.Eng Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah. PENONTON PEMAIN. Senang Menunda, Senang Mengeluh, dan Tidak Akur adalah karakter the LOSSER. SUKSES TIDAK TAHU TIDAK MAU. School System. Guru, Siswa P engelola, Walisiswa , K aryawan ,

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' C HARACTER OF THE WINNER Imam Robandi, Professor Dr.Eng Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah' - edward


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
C haracter of the winner imam robandi professor dr eng majelis dikdasmen pp muhammadiyah

CHARACTER OF THE WINNER Imam Robandi, Professor Dr.EngMajelis Dikdasmen PP Muhammadiyah


Penonton pemain
PENONTONPEMAIN



Sukses tidak tahu tidak mau
SUKSESTIDAK TAHUTIDAK MAU


School system
School System

Guru, Siswa Pengelola, Walisiswa,Karyawan,

Fasilitas,

Materi Pendidikan,

& ManajemenKelembagaan

Disturbance

Kognitif, psikomotorik, afektif

Process

feedback


Berani melakukan yang tidak biasa
Berani Melakukan Yang Tidak Biasa

  • Hasil luar biasa hanya dihasilkan oleh cara yang tidak biasa.

  • Wajar kalau hasilnya biasa, karena kita menggunakan cara yang biasa.

  • Menggunakan cara yang biasa adalah mudah tetapi rendah hasilnya.


I am

  • An enterpreneur

  • A Marketer

  • A part of system

  • A part of the global kingdom

  • A creation of God


Saya

  • Saya dalam sebuah kapal

  • Kapal saya harus sukses dalam berlayar

  • Saya membutuhkan angin untuk sukses dalam berlayar

  • Jika ada angin besar, saya tidak akan menceburkan diri ke laut.

  • Saya harus fight untuk mengubah angin besar menjadi kekuatan untuk mengantar kapal sampai ke tujuan.

  • Jumlah banyak vektor belum tentu besar.

  • Jika saya tidak mengetahui tujuan kapal untuk berlabuh, maka angin tidak diperlukan.


Mengapa
Mengapa

  • Kalau dapat dengan cepat, mengapa harus lambat.

  • Kalau dapat beregu, mengapa harus sendiri-sendiri.

  • Sukses itu indah, mengapa banyak yang tidak menyukai.


Five vectors
Five Vectors

  • Diferensiasi

  • Positioning/Stratejik

  • Quickness

  • Braveness

Brand


Tradional brand
Tradional Brand

  • Individual Brand

  • Family Brand

  • Corporate Brand

  • Society Brand


Couple
Couple

  • Individu Besar

  • Tempat Besar


Dynamics
Dynamics

  • Social Condition is changed

  • Culture is Changed

  • Technology is changed

  • Product is changed (need and volume)

  • Service is changed

  • Stake holder Muncul/Tenggelam

  • Stake holder Menghilang

  • Regulation is changed


Your choice
Your Choice

  • Produk

  • Jasa

BRAND


Sejarah brand
Sejarah Brand

  • Siemens (1847)

  • Bosch (1886)

  • General Electric (1892)

  • Good Year (1898)

  • General Motors (1908)

  • IBM (1924)

  • Microsoft (1975)


Improving
Improving

  • System

  • Human Resources

  • Stake holders

  • Regulation


Dimana posisi
Dimana posisi

  • Biasa

  • Tidak Biasa


Examples
Examples

  • TOYOTA

  • KENTUCKY

  • World Cup

  • Sosro

  • Muhammadiyah

  • NU

  • Kyokushin

  • ITS, ITB, UI

  • MU, Barcelona

  • IBM

  • TOTO


Hard fact
Hard Fact

  • Fungsi

  • Manfaat

  • Harga

  • Pelayanan

  • Kualiti


Soft fact
Soft Fact

  • Reputasi Sekolah

  • Cukup terkenalkah?

  • Personality


Branding
Branding

  • Branding bukan sesuatu sehingga orang mengambil keputusan yang rasional.

  • Branding sering tidak terukur

  • Produk tampak lebih baik dari sebenarnya?





  • Brand adalah janji dan juga doa mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Brand adalah persepsi yang dilihat, dibaca, didengar, dirasakan, dipikirkan tentang produk, jasa, dan bisnis.

  • Brand memiliki posisi istimewa di benak customer berdasarkan pengalaman masa lalu dan prediksi masa depan.

  • Brand adalah jalan pintas atribut, manfaat, keyakinan untuk mengurangi kompleksitas dalam pengambilan keputusan



Untuk branding
Untuk Branding mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Sumberdaya manusia

  • Struktur

  • Akuntabiliti Keuangan.


Unforgetable
unforgetable mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Menciptakan branding adalah suatu keharusan untuk dapat eksis dan berkompentisi penuh.

  • Menciptakan branding sering terlupakan, padahal sistem sudah berjalan sekian lama


Hal hal yang memaksa untuk menciptakan branding
Hal-hal yang memaksa untuk menciptakan branding mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Perkembangan produk-produk yang serupa

  • Globalisasi

  • Kompleksitas meningkat

  • Hypercompetitive

  • Tekanan harga


Fungsi branding
Fungsi Branding mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Meningkatkan efisiensi informasi (37%)

  • Mengurangi Risiko dalam proses pembelian (23%)

  • Menciptakan added values / manfaat dalam pencitraan (48%)


Hubungan brand
Hubungan Brand mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

TINGGI

RENDAH

Monoliti

Beberapa

Sangat Sederhana

Banyak

Jelas Terlihat

Bagaimana struktur pemasok dalam pasar

Berapa banyak pesaing yang ada di pasar

Seberapa kompleks proses pembeliannya

Berapa banyak pengambil keputusan yang terlibat dalam proses pembelian

Apakah aplikasi brand dengan mudah dilihat

Terpecah

Banyak

Sangat Kompleks

Beberapa

Tidak Terlihat


Imam robandi
Imam Robandi mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Brand Sekolah adalah performansi, performansi, dan performansi.

  • Rasa hormat stake holder hanya akan muncul jika performansi sekolah dianggap menepati janji di setiap titik interaksi.


Keep brand
Keep Brand mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Brand harus dibangun

  • Brand harus dipelihara

  • Brand harus dilindungi


Customer masa depan
Customer Masa Depan mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Terkoneksi yang satu dengan yang lain.

  • Ketergantungan terhadap mereka tinggi.

  • Menggarap pelayanan dalam bentuk koneksi.


Simpul
Simpul mitra, pemasok, pesaing, pembuat kebijakan, dan manajemen.

  • Jangan meremehkan kekuatan brand.

  • Buatlah konsistensi di semua titik interaksi.

  • Bangunlah arsitektur Stratejik.

  • Kombinasikan brand korporat dan brand produk.

  • Gunakan instrumen utama: penjualan langsung, pemberian sponsor, pameran dagang, periklanan, e-marketing.

  • Komunikasikan nilai brand dengan karyawan.

  • Tingkatkan Branding Sosial

  • Kembangkan brand dari mulut-ke-mulut, dari komputer ke komputer.


ad