Paroki st fransiskus asisi tebet
This presentation is the property of its rightful owner.
Sponsored Links
1 / 40

MENGENAL KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA PowerPoint PPT Presentation


  • 356 Views
  • Uploaded on
  • Presentation posted in: General

PAROKI ST. FRANSISKUS ASISI, TEBET. MENGENAL KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA. Pertemuan 1. PENGANTAR. Apa Itu Alkitab?. ALKITAB. Catatan penting: setiap agama punya Kitab Suci, tapi pemahaman masing-masing agama tentang Kitab Suci tidak sama. CIRI CORAK ALKITAB.

Download Presentation

MENGENAL KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Presentation Transcript


Paroki st fransiskus asisi tebet

PAROKI ST. FRANSISKUS ASISI, TEBET

MENGENAL KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA


Pertemuan 1

Pertemuan 1

PENGANTAR


Apa itu alkitab

Apa Itu Alkitab?


Alkitab

ALKITAB

  • Catatan penting: setiap agama punya Kitab Suci, tapi pemahaman masing-masing agama tentang Kitab Suci tidak sama.


Ciri corak alkitab

CIRI CORAK ALKITAB

  • Bukan kitab yang “turun dari surga”.

  • Ada keterlibatan manusia.

  • Terbentuk melalui proses yang panjang.

  • Bukan kitab ilmu pengetahuan, bukan kitab sejarah.


Definisi alkitab

DEFINISI ALKITAB

  • Kesaksian iman leluhur bangsa Israel (Perjanjian Lama) dan jemaat Gereja perdana (Perjanjian Baru).

  • Firman Allah dalam bahasa manusia.


Alkitab kanon deuterokanonika

Alkitab, Kanon, & Deuterokanonika


Terbentuknya alkitab

TERBENTUKNYA ALKITAB

  • Alkitab, untuk sampai pada bentuk seperti yang kita miliki sekarang, memerlukan proses yang panjang.

  • Berawal dari tradisi lisan – lalu muncul tradisi-tradisi tertulis yang tersebar di berbagai tempat – kemudian dihimpun menjadi satu tulisan utuh – muncullah gulungan-gulungan yang berdiri sendiri-sendiri.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Dengan itu, orang Yahudi punya banyak tulisan yang dipandang suci, yang berfungsi untuk mendidik jemaat.

  • Tulisan-tulisan itu pada dasarnya berdiri sendiri-sendiri.

  • Akhirnya dipandang perlu untuk membuat ketetapan tulisan-tulisan apa saja yang layak disebut sebagai Kitab Suci.

  • Proses itu disebut “kanonisasi”.


Kanon

KANON

  • Arti harfiah: alang-alang, galah, ukuran, tongkat pengukur.

  • Arti metaforis: norma, aturan.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Arti kanon dalam dunia Alkitab:

    • Daftar.

    • Daftar kitab yang menjadi standar atau aturan yang bersifat normatif bagi umat.

    • Daftar kitab yang diyakini memiliki otoritas sebagai Firman Allah dan layak menjadi tolok ukur bagi iman umat.

    • Daftar kitab yang diterima sebagai Kitab Suci.


Deuterokanonika

DEUTEROKANONIKA

  • Note: istilah Deuterokanonika baru muncul tahun 1566 – dicetuskan oleh Sixtus dari Siena (seorang teolog) – untuk menyebut kitab-kitab dalam Perjanjian Lama yang diterima sebagai kanon oleh Gereja Katolik, namun tidak ada dalam Kitab Suci Yahudi dan Gereja Reformasi.

  • Deutero: kedua.

  • Deuterokanonika: kanon yang kedua.


Sejarah kanonisasi alkitab sejarah munculnya deuterokanonika

Sejarah Kanonisasi Alkitab,Sejarah Munculnya Deuterokanonika


Perlu diketahui

PERLU DIKETAHUI

  • Kanonisasi Alkitab adalah sebuah proses yang berlangsung selama berabad-abad.

  • Proses ini melibatkan diskusi yang rumit mengenai kitab mana yang dianggap berwibawa dan kitab mana yang tidak.


Sebelum kanonisasi perjanjian lama

SEBELUM KANONISASI PERJANJIAN LAMA

  • Berbagai kitab diterima oleh orang Yahudi sebagai bahan pengajaran bagi umat atau yang disebut Kitab Suci.

  • Belum ada daftar yang diakui bersama oleh orang Yahudi di Palestina dan di luar Palestina.


Septuaginta lxx

SEPTUAGINTA (LXX)

  • Pada abad 3 SM, kitab-kitab Yahudi diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani.

  • Septuaginta terutama ditujukan bagi orang Yahudi yang ada di perantauan, yang kebanyakan tidak menguasai bahasa Ibrani.

  • Septuaginta secara luas diterima dan digunakan oleh orang-orang Yahudi pada abad 1 M, juga jemaat Kristen perdana.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Septuaginta mencakup kitab-kitab yang nantinya menjadi Perjanjian Lama, Deuterokanonika, dan apokrif.


Kanonisasi alkitab ibrani

KANONISASI ALKITAB IBRANI

  • Tahun 100 M (final tahun 200 M): orang Yahudi di Palestina menetapkan kanon – 39 kitab diterima sebagai Kitab Suci.

  • TaNaKh: Torah, Nebiim, Ketubim.

  • Antilegomena: tulisan-tulisan yang keotentikannya atau nilainya diragukan – antara lain Kidung Agung, Ester, Pengkhotbah.


Kriteria sebuah kitab diterima dalam kanon yahudi

KRITERIA SEBUAH KITAB DITERIMA DALAM KANON YAHUDI

  • Ditulis dalam bahasa Ibrani.

  • Punya otoritas, dalam arti dipakai oleh komunitas-komunitas Yahudi.

    Contoh: kitab Ester diterima karena dipakai pada Hari Raya Purim, kitab Yudit tidak.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Kitab itu harus memuat tema-tema utama dalam iman Yahudi, misalnya “keterpilihan” atau “perjanjian”.

  • Contoh: Kidung Agung jika dilihat sebagai sebuah alegori.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Kitab itu harus ditulis sebelum zaman Ezra, karena diyakini tidak ada lagi inspirasi ilahi sesudah itu.

  • Contoh: Yunus diterima karena dulu diperkirakan ditulis sebelum kehancuran Niniwe (612 SM).


Sikap orang yahudi di luar palestina

SIKAP ORANG YAHUDI DI LUAR PALESTINA

  • Orang Yahudi di luar Palestina mula-mula punya daftar Kitab Suci yang lebih panjang, meliputi TaNaKh dan beberapa kitab dari Septuaginta.

  • Namun, mereka kemudian meninggalkannya, dan menerima TaNaKh.


Sikap jemaat kristen perdana

SIKAP JEMAAT KRISTEN PERDANA

  • Septuaginta secara luas diterima dan digunakan oleh orang-orang Yahudi pada abad 1 M, juga jemaat Kristen perdana.

  • Karena pengaruh Septuaginta, selain TaNaKh, jemaat Kristen menerima pula sejumlah tulisan yang tidak diterima sebagai Kitab Suci oleh orang Yahudi.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Kanon Perjanjian Lama yang diterima oleh Gereja ditetapkan oleh Paus Damasus I dalam Konsili Roma (382) – ditegaskan kembali dalam Konsili Hippo (393) dan Kartago (397) – ketika Protestantisme merebak, hal itu ditegaskan ulang di konsili Trente (1546).


Kanon perjanjian lama

KANON PERJANJIAN LAMA

  • TaNakh (dengan urutan yang berbeda).

  • Tobit.

  • Yudit.

  • Tambahan –tambahan pada Kitab Ester.

  • Kebijaksanaan Salomo.

  • Sirakh.

  • Barukh dan Surat Nabi Yeremia.

  • Tambahan-tambahan pada Kitab Daniel.

  • 1 Makabe.

  • 2 Makabe.


Sikap jemaat reformasi

SIKAP JEMAAT REFORMASI

  • Pada tahun 1517, protestantisme merebak, dipelopori oleh Martin Luther.

  • Karena mengembangkan ajaran yang berbeda dengan ajaran Gereja Katolik, dapat dimengerti bahwa ia juga meninjau kembali kitab-kitab yang diterima sebagai Kitab Suci.

  • Akhirnya ditetapkan bahwa mereka mengikuti kanon yang ditetapkan orang Yahudi.


Alasan penolakan

ALASAN PENOLAKAN

  • Tidak pernah dikutip Yesus.

  • Sebagian bapa Gereja menganggap teks-teks itu tidak terinspirasi.

  • Tidak diterima dalam kanon Alkitab Ibrani.

  • Sejumlah kitab tidak ditulis dalam bahasa Ibrani.

  • Sejumlah kitab mutunya rendah, sehingga tidak layak masuk dalam Kitab Suci.

  • Kitab-kitab itu baru diakui dalam Konsili Trente (1546).


Tanggapan

TANGGAPAN

  • Banyak kitab tidak dikutip oleh Yesus, sebaliknya di antara kitab yang ditolak ada yang cukup berpengaruh terhadap ajaran Yesus maupun Perjanjian Baru (lih. Sir. 10-18).

  • Hampir pasti bahwa Kitab Suci yang dibaca Yesus maupun penulis Injil adalah Septuaginta.

  • Sejumlah Bapa Gereja mengutip dan menerima kitab-kitab itu sebagai Kitab Suci.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Pada masa penyusunan kitab-kitab suci, bahasa Yunani dipakai secara luas.

  • Mengapa mengikuti ketetapan orang Yahudi, padahal mereka menolak Kristus, Injil, dan Perjanjian Baru?

  • Mutu Sirakh dan Kebijaksanaan Salomo sangat bagus. Gaya bercerita Tobit dan Yudit juga cukup konsisten dan jelas.

  • Gereja menetapkan kanon Perjanjian Lama sejak lama, konsili Trente hanya menegaskannya kembali.


Informasi tambahan

INFORMASI TAMBAHAN

  • Mulai tahun 1566, kitab-kitab yang dipersoalkan diberi julukan Deuterokanonika.

  • Meskipun menolak menyebutnya sebagai Kitab Suci, Martin Luther tetap menerjemahkannya .

  • Terjemahan itu diletakkan di antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai tambahan.

  • 1827 British and Foreign Bible Society mencoret Deuterokanonika dari Kitab Suci mereka.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Karena itu dapat dipastikan bahwa pada abad 16 sampai awal abad 19, kitab-kitab itu tetap ada dalam Kitab Suci jemaat Protestan.


Dugaan

DUGAAN

  • Ada kitab yang ditolak Martin Luther karena tidak sesuai dengan ajaran yang dikembangkannya.

  • Kitab itu adalah 2 Makabe.

  • 2 Makabe mengajarkan kita untuk berdoa bagi keselamatan jiwa yang meninggal (2Mak. 12:38-45).

  • Itu bertentangan dengan ajaran Luther yang tentang sola fide.


Yang menarik

YANG MENARIK

  • Luther juga kurang menyukai sejumlah kitab dalam Perjanjian Baru dan ingin juga menolaknya masuk dalam Kitab Suci.

  • Kitab-kitab itu adalah Surat Yakobus, Surat kepada Orang Ibrani, Surat Yudas, dan kitab Wahyu.

  • Karena tokoh-tokoh reformasi lain keberatan, hal itu tidak jadi dilakukan.


Penutup

Penutup


Kitab kitab deuterokanonika

KITAB-KITAB DEUTEROKANONIKA

  • Tobit.

  • Yudit.

  • Tambahan –tambahan pada Kitab Ester.

  • Kebijaksanaan Salomo.

  • Sirakh.

  • Barukh dan Surat Nabi Yeremia.

  • Tambahan-tambahan pada Kitab Daniel.

  • 1 Makabe.

  • 2 Makabe.


Pendapat gereja ortodoks

PENDAPAT GEREJA ORTODOKS

  • Gereja Ortodoks punya lebih banyak kitab Deuterokanonika: 1 Ezra, 3 Makabe, 4 Makabe, Doa Manasye, Mazmur 151, dan sebagainya.

  • Deuterokanonika Gereja Ortodoks yang satu berbeda dengan yang lain.


Istilah apokrif

ISTILAH “APOKRIF”

  • Apokrif: rahasia, tersembunyi.

  • Kitab apokrif: kitab-kitab yang dipandang tidak kanonik karena nilainya diragukan.

  • Apokrif menurut jemaat reformasi: kitab-kitab di luar Perjanjian Lama.

  • Apokrif menurut gereja Katolik: kitab-kitab di luar Perjanjian Lama dan di luar Deuterokanonika.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Apokrif menurut gereja Ortodoks: kitab-kitab di luar Perjanjian Lama dan di luar Deuterokanonika menurut versi mereka masing-masing.


Makna kitab kitab deuterokanika

MAKNA KITAB-KITAB DEUTEROKANIKA

  • Deuterokanonika adalah bagian integral dari Perjanjian Lama. Kitab-kitab itu sungguh terinspirasi dan bukan kitab-kitab “kelas dua”.

  • Beberapa kitab dapat menjadi “jembatan” pemikiran antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, misalnya Kebijaksanaan Salomo yang berbicara tentang kebangkitan.


Mengenal kitab kitab deuterokanonika

  • Perlu disadari pula bahwa ketika mengutip teks Perjanjian Lama, Perjanjian Baru lebih sering mengacu pada Septuaginta daripada pada teks Ibrani. Dengan begitu Perjanjian Baru pasti mengetahui pula eksistensi kitab-kitab Deuterokanonika sebagai bagian dari Septuaginta.


  • Login